Lelaki Penuh Luka

Lelaki Penuh Luka
Bab 89


__ADS_3

Alanna mengedarkan pandangannya begitu masuk ke dalam kantin hotel mencari keberadaan Gita dan Ayu.


Pandangan Alanna teralih melihat seseorang melambaikan tangan padanya.


"Alanna di sini !!" teriak Ayu sambil melambaikan tangan.


Alanna tersenyum mendekati meja tempat Gita dan Ayu yang telah datang lebih dulu menunggunya.


"Maaf kalian lama menunggu." Alanna berkata begitu sampai dan menarik kursi untuk dirinya.


"Tidak apa-apa." Ucap Ayu.


"Kami juga belum lama sekali menunggu." Gita menambahkan.


"Penampilan istri Bos memang berbeda." Ayu berkata penuh kagum mengamati penampilan Alanna.


Alanna tersenyum mendengarnya. "Biasa saja Ayu, aku hanya sedikit menyesuaikan diri dengan mas Zack saat di luar rumah."


"Kamu pesan makanan apa ? kami tadi sudah memesan makanan duluan." Gita memotong pembicaraan.


"Pesan minuman saja soalnya setelah dari sini aku harus menemani mas Zack makan siang."


"Alanna beruntung sekali ya bisa bersuamikan Pak Zack." Ayu masih terkagum-kagum tidak percaya.


Alanna kembali tersenyum mendengar perkataan Ayu tanpa berkomentar.


"Aku juga masih belum percaya." Gita ikut berkomentar.


Pelayan mendekati meja mereka kemudian meletakkan pesanan Gita dan Ayu membuat pembicaraan mereka terpotong.


"Masih ada yang ingin di pesan ?" tanya pelayan.


"Iya, tolong pesan es teh manis." Jawab Alanna.


"Baik, tunggu sebentar." Kata pelayan sebelum pergi.


"Berapa hari kamu di Surabaya Alanna ?" tanya Gita.


"Tiga hari besok kami harus balik ke Jakarta, mas Zack banyak kerjaan di sana. Aku tiba-tiba ingin ke sini dan mas Zack ikut menemani ku karena tidak ingin aku pergi sendiri tapi dia juga ikut karena sekalian ingin mengontrol keadaan hotel di sini." Alanna menjelaskan.


Pembicaraan mereka terpotong kembali karena pelayan yang membawa pesanan Alanna.


"Kamu masih bekerja di hotel pusat di Jakarta ?" tanya Ayu.


"Sudah lama tidak, mas Zack tidak memberi izin." Jawab Alanna sambil memutar pipet minumannya.


Gita dan Ayu mengangguk mengerti mendengar perkataan Alanna. Percakapan mereka terus berlanjut, mereka membicarakan hubungan Ayu dan kekasihnya juga tentang pria yang jadi idaman Gita.


Ketiga orang itu asik bercerita, bergurau dan tertawa hingga tidak menyadari kehadiran Zack yang berjalan mendekati mereka dari arah belakang kursi Alanna.


"Asik sekali kalian bercerita." Zack bersuara dari belakang Alanna, menunduk mengecup puncak kepala Alanna.


Alanna refleks menoleh kebelakang menengadah ke atas tersenyum menatap Zack.


"Mas Zack kenapa ke sini ? bukannya tadi bilang akan menelepon jika ingin makan siang ?"


"Mas ingin melihat teman-temanmu." Jawab Zack sambil menatap Gita dan Ayu.


Ayu dan Gita yang di tatap balas tersenyum kaku, segan dengan keberadaan Bos besar mereka.


"Siang Pak Zack."

__ADS_1


"Siang Pak Zack."


Sapa Gita dan Ayu bersamaan.


"Perkenalkan mas Zack, ini temanku Gita dan Ayu." Alanna memperkenalkan mereka dengan bersemangat berusaha mencairkan situasi canggung yang terjadi.


Zack mengangguk sambil membaca nama mereka di papan nama yang melekat di pakaian seragam mereka.


Tatapan Zack beralih menatap Alanna. "Masih lama sayang ? mas sudah lapar."


"Mas sudah lapar ?" Alanna mengulangi perkataan Zack.


"Iya."


"Alanna kami kembali bekerja dulu kalau begitu." Ayu berkata mengerti situasi bahwa mereka harus segera pergi begitu mendengar perkataan Zack.


"Iya, kami pergi dulu kita bercerita lagi lain kali." Gita menambahkan.


"Baiklah, kita bercerita lagi lain kali. Aku pergi duluan kalau begitu." Ucap Alanna sambil berdiri dari kursinya.


Zack langsung memeluk pinggang Alanna posesif, membawa Alanna berjalan keluar dari kantin kantor dengan pandangan iri dari semua wanita yang ada di kantin hotel termasuk juga Gita dan Ayu.


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


Mobil berhenti tepat di depan rumah Alanna, Zack turun lebih dulu dan berjalan memutari mobil membukakan pintu mobil untuk Alanna.


"Makasih mas." Ucap Alanna begitu turun dari mobil di balas anggukan oleh Zack.


"Kamu masuk duluan, mas masuk setelah mengambil pakaian ganti di bagasi mobil."


"Iya mas." Alanna menurut berjalan masuk lebih dulu.


"Mana suamimu nak ?" tanya Ibu di ruang tengah sedang sibuk mengatur meja makan untuk makan malam begitu melihat Alanna masuk.


Zack muncul tidak lama setelah Alanna berbicara, menyusul Alanna duduk di kursi meja makan.


"Makanannya sudah siap, kalian mau langsung makan ?" tanya Ibu.


"Iya Bu, aku sudah lapar." Jawan Alanna.


"Sejak masa ngidamnya lewat selera makannya mulai bagus." Zack tersenyum lembut menatap Alanna.


"Ngidam ? maksudnya Alanna hamil ?" Ibu terkejut.


Alanna tersenyum menatap Ibunya. "Iya Bu, aku tengah hamil." jawab Alanna.


Ibu tersenyum gembira mendengarnya, langsung memeluk Alanna dengan erat.


"Kenapa tidak memberi tahu Ibu dari kemarin ?" Ibu berkata bahagia melepaskan pelukannya.


Zack ikut tersenyum melihat mereka dan lega mengetahui reaksi Ibu yang senang mendengar kabar itu.


"Alanna lupa, untung saja mas Zack memberitahu." Jawab Alanna sambil melirik ke arah Zack.


"Apa maksud nak Zack tadi ? kamu mengidam apa di awal kehamilan mu ?" tanya Ibu pada Alanna penasaran.


"Dia hanya bisa makan buah Bu, makanan lain pun hanya roti tawar yang di oles dengan selai buah makanan lain tidak bisa kalau di paksakan dia akan muntah." Zack yang menjawab.


"Hmmm begitu." Sahut Ibu mengerti.


"Tapi sekarang sudah bisa, selera makan ku sudah membaik." Alanna menambahkan.

__ADS_1


"Bagus lah, kalau begitu kita makan sekarang." Ucap Ibu memberikan Zack dan Alanna piring makan.


Makan malam mereka di isi dengan perbincangan tentang awal kehamilan Alanna, Ibu sangat antusias berbicara memberikan saran dan menceritakan pengalaman Ibu ketika mengandung Alanna.


Makan malam mereka selesai, Alanna hendak merapikan meja makan sedangkan Zack sudah ke kamar lebih dulu.


"Tidak usah nak, biar Ibu saja kalian istirahat saja terutama kamu tidak boleh terlalu lelah." Pesan Ibu.


"Baiklah Bu, aku ke kamar dulu." Alanna berkata patuh, berdiri dari kursinya.


Alanna masuk ke kamar nya, mendapati Zack yang sedang membuka jas nya.


"Mas mau mandi ?" tanya Alanna melangkah mendekat.


"Iya, badan mas gerah sekali." Jawab Zack meletakkan Jas nya di sandaran kursi rias Alanna.


Alanna menyerahkan jubah mandi pada Zack.


"Tapi mas di kamar mandi tidak ada air hangat."


"Tidak apa-apa." Zack mengambil jubah mandi dari tangan Alanna dan berjalan keluar kamar.


Alanna menunggu Zack selesai mandi di dalam kamar. Tidak lama kemudian Zack muncul dengan keadaan segar memakai jubah mandi milik Alanna.


Alanna memberikan handuk kecil pada Zack. "Kamu tidak mandi ?" tanya Zack menerima handuk kecil dan mulai mengeringkan rambutnya yang basah sehabis keramas.


"Mau mas." Jawab Alanna berdiri dengan jubah mandi lain di tangannya.


"Jangan mandi terlalu lama sayang, airnya dingin nanti kamu masuk angin."


"Iya mas, aku tahu." Ucap Alanna sebelum pergi dan menutup pintu kamar dari luar.


Selesai mengeringkan rambutnya, Zack bergantian pakaian tidur, naik lebih dulu ke tempat tidur sambil menunggu Alanna selesai mandi.


Tidak lama kemudian pintu terbuka, Alanna masuk dengan memakai jubah mandi dengan rambut yang di bungkus dengan handuk kecil, penampilan yang nampak segar berjalan mendekat menuju lemari pakaian.


Zack menarik tangan Alanna ketika hendak melewatinya. "Kamu ingin berganti pakaian ?" tanya Zack.


"Iya mas." Jawab Alanna.


"Tidak usah, malam ini kamu tidak membutuhkannya." Zack berkata sebelum menarik Alanna ke atas tempat tidur dan mulai beraksih menagih janji Alanna padanya.


-


-


-


-


-


...tolong dukung terus author ya dengan cara like, coment dan vote terimakasih ☺️...


...intip yuk novel terbaru author...


...untuk yang suka cerita perjodohan kerajaan...


...dengan judul...


..."Terbelenggu cinta seorang pangeran"...

__ADS_1


...☺️☺️...


__ADS_2