Lelaki Penuh Luka

Lelaki Penuh Luka
Bab 38


__ADS_3

Alanna meletakkan handphone nya di nakas samping tempat tidur bersama dengan pintu kamar yang terbuka, Zack pulang tampak kelelahan. Kancing kemeja paling atas telah terbuka, dasi tergantung longgar di leher nya sedangkan jas nya di biarkan tidak terkancing.


"Mas baru pulang ?" tanya Alanna saat Zack berada di depan nya, membantu Zack melepaskan jas nya.


"Iya." Jawab Zack membiarkan Alanna beralih melepaskan dasi nya.


"Mas sudah makan malam ?"


"Sudah, tadi makan malam dengan rekan bisnis."


"Mas capek ? ada yang mau saya tanyakan tapi kalau mas ingin istirahat besok saja bicaranya, bukan sesuatu yang mendesak kok." Alanna berbicara sedikit ragu.


"Apa yang ingin kau tanyakan ? mas memang capek tapi kalau ada yang ingin kau tanya kan bicaralah." Zack meyakinkan Alanna.


"Saya menelpon Ibu tadi sebelum mas masuk dan dia bilang kalau dua hari yang lalu menerima transferan uang yang banyak. Saya belum mengirim uang kepada Ibu karena belum seminggu saya terakhir mengirim." Alanna menjelas permasalahan nya. "Apa mas yang mengirim uang itu ?" Alanna akhirnya bertanya.


"Mas kira ada masalah apa sampai kau begitu serius." Zack berkata sedikit terkekeh sambil mengacak atas kepala Alanna. "Iya, mas yang menyuruh Johan untuk mengirim nya."


Alanna merapikan rambutnya yang di buat berantakan oleh Zack. "Tapi kenapa banyak sekali ? Ibu sampai bertanya saya masih ada uang untuk saya gunakan karena mengirim terlalu banyak."


"Kau bisa bilang kalau di sini gaji mu besar." Zack memberi saran, duduk di sofa karena menurut nya pembicaraan ini tidaklah sebentar.


"Biar saya katakan gaji ku besar tidak mungkin sampai segitu banyak nya yang saya terima tiap bulan. Pokoknya mas tidak usah lagi mengirim uang ke Ibu." Alanna berbicara tegas menyusul Zack duduk di sofa menghadap ke arah Zack.


"Alanna, dia kan Ibu mertua ku tidak mungkin lah saya tidak peduli padanya."


"Tapi mas sudah memberi terlalu banyak, bahkan sebelum kita menikah mas sampai membeli kan saya sebuah apartment, saya jadi merasa tidak enak hati."


"Saya senang melakukan itu semua Alanna, jadi kau tidak usah merasa tidak enak hati."


"Kalau mas sangat baik seperti ini, akan susah untuk ku menyesuaikan diri bila suatu saat kita berpisah mas."


Mendengar perkataan Alanna membuat Zack membuka mulut untuk berbicara tapi menutup kembali mulut nya tidak jadi mengeluarkan kata-kata yang telah berada di ujung lidah nya, memilih menarik Alanna dalam pelukan nya.


Berat bagiku memikirkan jika kau pergi dan saya tidak ingin merasakan perasaan itu, Zack memilih berbicara dalam hati seraya semakin memeluk erat tubuh Alanna.


"Mas terlalu erat memelukku sampai membuat ku susah bernafas." Alanna berbicara beberapa saat kemudian

__ADS_1


"Maaf, mas tidak sadar." Zack melepas kan pelukannya. "Mas mau mandi air hangat dulu sebelum tidur." Zack bangkit berdiri.


"Saya siap kan baju ganti untuk mas Zack."


Zack masih di dalam kamar mandi saat Alanna telah selesai menyiapkan baju ganti Zack.


Handphone Alanna berdering tanda panggilan masuk. Nomor baru yang menelpon membuat Alanna sedikit heran tapi memutuskan untuk tetap mengangkat nya.


"Hallo ?" Alanna berkata saat sambungan telepon terhubung.


"Hallo, ini dengan Alanna ?" suara pria asing di seberang bertanya.


"Iya saya sendiri, ini siapa ?"


"Saya Rudy."


"O..... Rudy, kenapa Rudy menelpon malam-malam begini ?"


"Maaf mengganggu waktu istirahat mu, saya hanya khawatir pada mu karena Bos memanggil mu ke ruangan nya siang tadi. Saya ingin bertanya langsung tapi tidak melihat mu sampai waktu pulang kerja hari ini. Jadi saya menelpon ingin bertanya kabar mu." Rudy menjelaskan.


"Bagus lah kalau hanya karena itu, saya mengira kau di panggil karena ada sesuatu hal yang salah." Rudy berkata lega. "Akhir pekan ini kau ada rencana ?"


"Belum tahu, memang nya kenapa ?"


"Saya ingin mengajak mu pergi nonton."


"Saya tidak janji bisa pergi." Alanna menolak halus.


"Tidak apa-apa, saya akan menghubungi mu kembali sebelum akhir pekan untuk menanyakan ulang." Rudy berkata, tidak menyerah dengan penolakan halus dari Alanna. "Kalau begitu sampai jumpa besok di kantor, selamat beristirahat Alanna." Sambungan telepon terputus.


"Telepon dari siapa itu ?" Zack bertanya tiba-tiba dari arah belakang Alanna membuat Alanna berbalik terkejut.


Zack berdiri dengan masih menggunakan jubah mandi dan handuk kecil di bahunya, menatap dengan kening berkerut ke pada nya, tanda dirinya tidak menyukai panggilan telepon yang Alanna terima.


"Rudy, mas." Jawab Alanna ragu karena tahu Zack tidak menyukai pria itu.


"Kenapa dia bisa menelpon ? kau memberikan nomor mu pada nya ?"

__ADS_1


"Iya mas, saya yang memberikan nomor ku tapi saya tidak meminta nomor nya. Dia menghubungi ku karena khawatir, mas yang tiba-tiba memanggil ku di hadapan nya, dia mengira mas akan memarahiku." Alanna menjelaskan.


"Kenapa kau bisa memberikan nomor mu pada nya, kau tahu kalau saya tidak suka kau dekat dengan dia." Zack mulai berbicara dengan nada sedikit tinggi dari biasanya.


"Saya memberikan nomor ku sebelum mas melarang ku untuk bergaul dengan dia." Alanna berkata membela diri.


"Jadi baru berkenalan dengan dia dan kau sudah semudah itu memberikan nomor mu pada nya ?"


"Saya berpikir itu bukanlah masalah besar, niat baik orang untuk berteman tidak baik untuk di tolak." Berusaha tenang tidak terpancing amarah.


"Tapi sepertinya pria itu tidak mau hanya berteman dengan mu."


"Dari mana mas tahu niat seseorang hanya dari melihat wajahnya saja ?"


"Itu insting sesama pria, Alanna." Jawab Zack berusaha tenang.


"Mas berbicara seperti ini jika di dengar orang lain akan membuat mereka bisa salah paham."


"Salah paham bagaimana maksud mu ?"


"Mas berbicara dan marah seperti ini membuat orang berpikir mas sedang cemburu." Alanna menjawab dengan sedikit berharap.


Mendengar perkataan Alanna membuat Zack terdiam terpaku.


"Kau tahu hal itu tidak mungkin terjadi." Zack berkata kaku memalingkan wajahnya.


Perkataan Zack membuat jantung Alanna serasa di remas, sakit, membuat nya susah untuk bernapas. Dia mengetahui perasaan Zack pada nya tapi mendengar nya langsung tidak di sangka Alanna akan sesakit ini rasanya.


"Mas tidak usah risau, saya hanya asal berbicara, dari awal hubungan ini mas sudah memperjelas perasaan mas dan saya pun tidak berharap lebih akan hubungan ini." Ucap Alanna berkata santai walaupun dalam hati nya menangis, ingin berlari menjauh sejauh mungkin dari keadaan yang membuat nya terjebak di sini, di kehidupan Zack Ibrahim.


-


-


-


|| Jangan lupa ya untuk dukung author dengan cara like, coment, vote dan beri bintang lima terimakasih ☺️||

__ADS_1


__ADS_2