
"Jadikan nonton filmnya ? " tanya Ayu saat mereka sudah di ruang loker bersiap siap untuk pulang setelah selesai dengan jadwal sif mereka.
"Jadi dong ! " Alanna menjawab penuh semangat. "Tadi sudah ku telpon Ibu, minta izin pulang agak lambat." Tambah Alanna seraya mencari kunci motor yang dia simpan di kantong baju seragam milik nya yang sudah tergantung rapi di lemari loker.
"Cari apa Alanna ? " tanya Gita penasaran melihat Alanna yang sibuk mencari-cari sesuatu.
"Kunci motor ku tidak ada di kantong baju, seperti nya jatuh. " Jelas Alanna.
"Coba ingat-ingat dulu. " Ayu berkata.
Alanna berusaha mengingat saat kapan dia merogoh kantong baju seragam nya. "Ah ! iya....., baru saya ingat. " Ucap Alanna bersemangat. "Saya terima telepon dari pak Zack saat bekerja di kamarnya, seperti nya jatuh di sana saat." Jelas Alanna menutup lemari loker nya.
"Kalau begitu kami duluan saja. " Saran Ayu.
"Kita ketemu di depan bioskop, nanti saya sms kalau sudah sampai. " Ucap Alanna kemudian menghilangkan ke balik pintu.
Sesampainya di depan kamar nomor dua Alanna langsung masuk tanpa mengetuk pintu karena berpikir Zack masih di luar.
Alanna terkejut melihat Zack telah ada di dalam kamar nya dan tidak sendiri tetapi bersama Maya.
"Maaf kan saya tiba-tiba masuk ." Ucap Alanna merasa bersalah melanggar privasi Zack.
"Kalau masuk kamar seseorang setidaknya mengetuk pintu terlebih dahulu ." Ucap Maya protes.
"Saya hanya ingin mengambil kunci motor ku yang terjatuh." Alanna membela diri menatap ke arah Zack yang dari tadi tidak berbicara hanya duduk bersandar di sofa seperti orang yang kelelahan. "Anda tidak apa-apa pak Zack ?" Alanna kemudian berjalan mendekat.
__ADS_1
"Dia baik-baik saja." Maya menjawab terlihat gugup seperti ada sesuatu yang salah.
Tidak yakin dengan jawaban dari Maya, Alanna kemudian mendekati Zack tidak menghiraukan sikap protes dari Maya. Setelah mendekat Alanna melihat Zack seperti orang kesakitan mata nya tertutup seperti menahan sakit, Zack sangat berkeringat seperti orang yang habis berolahraga.
"Anda tidak apa-apa ? " tanya Alanna pada Zack, meraba pelipis Zack memeriksa apakah Zack demam tapi ternyata tidak.
" Ada apa dengan pak Zack ? " tanya Alanna curiga pada Maya, semakin curiga melihat Maya yang bergerak gelisah.
"Apa yang saya lakukan ? saya tidak lakukan apapun pada Zack, dan kenapa pula saya harus menjelaskan nya padamu. "Maya berkata dengan nada tidak suka.
Zack membuka mata mendengar perdebatan Alanna dan Maya berusaha tersadar walaupun susah. "Alanna bisa bantu saya ke tempat tidur ? " suara Zack serak saat berbicara.
Alanna mengalihkan perhatian nya pada Zack yang meminta tolong. Alanna kemudian bergerak mendekat membantu Zack untuk bangun dan memapah Zack menuju tempat tidur.
"Masih ada yang anda butuhkan ? " tanya Alanna saat Zack telah berbaring di tempat tidur.
"Tapi Zack...." proses Maya.
"Saya tahu apa yang kau berikan pada minuman ku saat kita di restoran tadi. " Zack memotong perkataan Maya. "Kalau kau tidak ingin masalah ini berkepanjangan kau lebih baik pulang." Sambung Zack.
Mendengar perkataan Zack membuat Maya terdiam, mengetahui dia tidak bisa berbuat apa-apa lagi dan berbalik keluar dengan berat hati.
Alanna kemudian memberikan air putih yang tadi di minta oleh Zack yang langsung di habiskan nya.
"Apa perlu saya panggil kan dr. Andrea ?" saran Alanna yang di balas gelengan kepala oleh Zack. "Baju anda harus di ganti kalau anda tidak ingin masuk angin." Sambung Alanna melihat baju kemeja Zack yang sudah basah karena keringat.
__ADS_1
"Tidak usah, lebih baik kau pulang saja." Tolak Zack berbaring kembali. "Kalau kau lebih lama di sini akan berbahaya untuk mu. "
Perkataan Zack membuat Alanna bingung, dia hanya mengkhawatirkan keadaan Zack. "Saya hanya khawatir dengan keadaan anda."
"Pulang lah, saya tidak apa-apa . Yang saya butuhkan sekarang hanya mandi air dingin saja, kau pulang lah. " Perintah Zack pada Alanna dan bergerak bangun untuk ke kamar mandi.
"Anda akan masuk angin jika mandi air dingin di jam begini. " Alanna menghalangi Zack untuk bangun menekan bahu Zack agar tetap berbaring.
"Saya sudah mengatakan pada mu untuk pergi sebelum terlambat. " Ucap Zack serak penuh misterius membuat Alanna bingung. "Maaf kan saya Alanna, saya akan bertanggung jawab atas tindakan ku. " Sambung nya lalu menarik Alanna dengan kuat, Alanna pun terbaring di atas tempat tidur , Zack memeluk nya erat sedangkan Alanna yang masih bingung dengan situasi masih terdiam tidak mengerti. Zack kemudian mencium Alanna dengan kasar refleks Alanna mendorong tubuh Zack tapi tidak bisa, Zack memegang tengkuk Alanna dengan kedua tangan nya.
Ciuman Zack yang kasar membuat bibir Alanna perih, ingin bersuara memohon Zack untuk berhenti tapi tidak bisa di karenakan ciuman Zack. Mulai mengerti dengan situasi yang terjadi Alanna berusaha keras mendorong tubuh Zack dari atas tubuhnya, takut dengan keadaan yang mungkin akan terjadi membuat Alanna menangis panik.
"Kumohon lepaskan saya. " Pinta Alanna memelas sambil tetap berusaha melepaskan diri dari himpitan tubuh Zack saat Zack melepas ciumannya untuk menarik napas.
Ciuman Zack beralih ke tengkuk Alanna, tidak menghiraukan permohonan Alanna yang memelas. "Saya akan bertanggung jawab Alanna." Hanya itu kalimat yang bisa keluar dari mulut Zack, dirinya yang sudah di kuasai oleh ***** efek dari minuman yang Maya berikan tidak bisa lagi Zack kendalikan.
Dengan satu kali sentakan Zack membuka baju Alanna yang membuat kancing baju berserakan. "Saya akan bertanggung jawab terhadap mu Alanna ." Kalimat terakhir Zack malam itu.
Alanna yang sadar akan situasi tidak bisa berbuat apa-apa hanya menangis pasrah terdiam atas apa yang Zack lakukan, tubuh nya sudah tak berdaya melawan hanya menangis menatap langit-langit kamar, menangisi nasib yang terjadi pada dirinya.
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
Suara handphone berbunyi menyadarkan Alanna dari lamunan nya yang kosong, bergerak pelan bangun dari tempat tidur, antara percaya dan tidak dengan situasi yang baru saja di alami nya, tapi melihat yang terjadi dengan tubuh nya dan pria yang berbaring nyenyak di tempat tidur membuat Alanna yakin bahwa dirinya sudah tidak suci lagi. Air mata refleks mengalir dari kedua matanya yang sudah bengkak karena menangis, merapikan baju nya kemudian bergerak pelan di karenakan perih di sela kedua paha atas nya mengambil handphone yang berbunyi dan mematikan panggilan masuk dari Gita.
"Mereka pasti menunggu ku. " Gumam Alanna seraya menghapus air mata yang terus mengalir. Merapikan baju yang tidak bisa di rapikan kembali membuat Alanna memutuskan mengambil kemeja Zack yang berada di dalam lemari.
__ADS_1
Merasa yakin dengan penampilan nya walaupun sebenar nya tidak merasa yakin alanna bergerak pelan keluar kamar, menyesali keputusan nya malam ini, datang ke kamar Zack Ibrahim yang menghancurkan hidupnya.