
Setelah berkuat mengedan kurang lebih dua puluh menit akhirnya bayi pertama mereka lahir.
"Selamat Nyonya Alanna bayi pertama anda perempuan." Kata Dokter Rosa penuh semangat dengan bayi yang menangis keras dalam gendongannya.
"Bisa aku menggendong bayi ku Dok ?" tanya Zack penuh harap, ekspresi wajahnya penuh haru bahagia atas kelahiran bayi mereka.
"Tentu saja Pak Zack setelah bayi anda di bersihkan dan di bungkus terlebih dahulu agar tidak kedinginan karena suhu ruangan." Jawab Dokter Rosa.
Perawat bergerak mengambil bayi mereka untuk di bersihkan dan di bungkus seperti yang di katakan Dokter Rosa.
Perawat itu memberikan bayi mereka pada Zack yang langsung di sambut Zack dengan hati-hati.
Zack memeluk bayinya dengan perasaan bahagia, sungguh perasaan baru baginya memeluk darah dagingnya sendiri buah cinta dirinya bersama Alanna.
"Dia sangat cantik sayang, kamu ingin melihatnya ?" tanya Zack pada Alanna yang berbaring kelelahan dengan senyum bahagia di wajahnya.
"Iya mas, aku ingin memeluknya."
Zack bergerak dan meletakkan dengan sangat hati-hati bayi mereka di atas dada Alanna.
Alanna tersenyum lembut melihat wajah bayi perempuan mereka.
"Dia sangat cantik mas."
"Dia cantik seperti mu sayang." Zack mengulurkan tangan mengusap lembut rambut Alanna yang sedikit lembab akibat keringat.
Ekspresi Alanna berubah meringis begitu kembali merasakan nyeri di bagian perutnya.
"Dokter, perutku sakit." Ucap Alanna sambil menahan sakit.
"Berarti bayi kedua anda akan segera keluar." Dokter Rosa memberitahu. "Pak Zack tolong ambil bayi anda dari istri anda. Biarkan perawat memperlihatkan pada keluarga anda di luar sebelum bayi anda di bawa ke ruang bayi." Dokter Rosa menambahkan, memberi instriksi.
Tanpa menunggu lama, Zack mengambil bayi mereka dari Alanna dan menyerahkan nya pada perawat.
Dokter Rosa kembali mengarahkan Alanna seperti saat melahirkan anak pertama mereka, walaupun kali ini Alanna agak kelelahan setelah melahirkan bayi pertama mereka.
Melihat keadaan Alanna yang kelelahan dan hampir tidak bertenaga, Dokter Rosa memberikan perintah pada bidan untuk memasang cairan infus pada Alanna.
Dokter Rosa memberitahukan Zack yang nampak sangat khawatir bahwa hal yang di alamai Alanna seperti ini merupakan hal yang wajar jika melahirkan bayi kembar dengan cara yang normal.
Proses kelahiran bayi ke dua mereka lebih lama dari proses kelahiran bayi pertama mereka.
"Semangat sayang, aku tahu kamu kelelahan tapi ingat bayi kita, hidup mereka hanya bergantung padamu." Zack memberi semangat pada Alanna.
"Sedikit lagi, cukup satu kali mengedan kuat bayi kedua anda akan segera lahir." Dokter Rosa juga memberi semangat yang di balas anggukan kepala oleh Alanna.
Alanna menarik nafas panjang sebelum kembali mengedan kuat seperti arahan Dokter Rosa.
"HNNGG !!!" Alanna mengedan kuat sampai wajahnya kemerahan, sekuat tenaga mengeluarkan bayi mereka.
"ouweee ! ouweee !"
Suara lantang bayi menangis yang baru lahir.
__ADS_1
Zack yang sedari tadi tanpa sadar menahan nafas kini bernafas lega, refleks memeluk tubuh Alanna yang kini terbaring lemah tak berdaya karena kelelahan yang amat sangat.
"Kamu hebat sayang, kamu wanita yang tangguh dan aku semakin mencintaimu karena itu." Zack mengecup lembut kening Alanna yang penuh dengan keringat.
Dokter Rosa menggendong bayi mereka yang terus menangis dengan lantang sambil tersenyum.
"Selamat untuk kalian, bayi kedua kalian berjenis kelamin laki-laki."
"Aku ingin melihatnya bayi ku Dokter." Ucap Alanna pelan dengan senyum bahagia di wajahnya.
"Tentu saja." Kata Dokter Rosa.
Perawat memberikan bayi mereka setelah di bersihkan dan di bungkus, Zack menggendong sebentar sebelum meletakkan bayi mereka di atas dada Alanna.
Alanna tersenyum lembut menatap bayi mereka yang kini terdiam di atas dadanya.
"Sekarang aku akan mengeluarkan plasenta bayi kalian, kali ini anda tidak perlu mengedan cukup berbaring saja." Dokter Rosa memberitahu.
"Baik Dok." Sahut Alanna.
Zack bergerak mengambil bayi mereka. "Biarkan mas menggendong nya, kamu harus menyelesaikan persalinan mu sayang. Kamu akan puas melihat bayi-bayi kita saat sudah di ruang perawatan."
"Iya mas."
"Mas keluar sebentar, ingin memperlihatkan bayi kita pada anggota keluarga lainnya." Zack berkata dengan nada bangga karena kini telah menjadi seorang ayah.
"Iya mas." Sahut Alanna kembali.
"Tidak apa-apa kan mas tinggal sebentar ?" Zack bertanya, tiba-tiba merasa ragu.
"Iya, tidak apa-apa Pak Zack, sekarang hanya mengeluarkan plasenta saja." Dokter Rosa juga menyahut meyakinkan.
"Baiklah, mas keluar tidak lama sayang." Kata Zack sebelum keluar dengan perawat bayi menyusul di belakang nya yang bertugas membawa bayi mereka ke ruang perawatan bayi.
Senyum mengembang langsung tampak di wajah anggota keluarga Ibrahim lainnya begitu Zack muncul dengan menggendong bayinya.
"Bayi kedua kami berjenis kelamin laki-laki." Zack memberitahu begitu berdiri di hadapan semua anggota keluarga Ibrahim.
"Wah ! selamat kak Zack." Sinta langsung menyahut senang.
"Selamat nak, sekarang kamu telah menjadi orang tua." Papa Arian menepuk pundak Zack.
"Selamat Pak Zack." Johan ikut memberi selamat.
"Terimakasih Johan." Balas Zack pada Johan.
"Mama ingin memeluk cucu Mama." Mama Rani mengulurkan tangan dengan senyum bahagia.
Zack langsung memberikan bayinya dengan sangat hati-hati. Sinta bergerak mendekati Mama Rani.
"Cucu Mama sangat tampan." Mama Rani berkata seraya mengusap lembut pipi bayi kecil itu.
"Iya, dia sangat tampan." Sinta menyahut setuju, menatap wajah keponakan barunya.
__ADS_1
"Bagaimana keadaan Alanna ?" tanya Mama Rani masih sambil menggendong Cucu mereka.
"Keadaan Alanna baik Ma walaupun sangat kelelahan." Jawab Zack.
"Syukurlah, memang sudah wajar jika dia sangat kelelahan mengingat ini persalinan pertamanya di tambah bayi kalian kembar." Ucap Mama lega karena Bayi dan Ibu semuanya selamat.
"Maaf permisi, bayinya harus aku bawa sekarang ke ruang perawatan bayi." Sela perawat yang tadi mengikuti Zack.
"Oh ! baik suster." Ucap Mama Rani sedikit terkejut kemudian memberikan bayi kecil itu.
"Kalian bisa melihat ke dua bayi di ruang bayi, kalian bisa mengikuti ku jika masih ingin melihat mereka." Perawat itu menawarkan.
"Kalian bisa menunggu kami sambil melihat cucu kalian di sana." Zack ikut memberitahu.
Mama Rani mengangguk setuju. "Baiklah, kami akan ke sana. Beritahu kami jika Alanna sudah di dalam ruang perawatan."
"Tentu saja Ma."
Merasa pembicaraan sudah selesai, Perawat itu berbalik pergi. Mama Rani dan anggota keluarga Ibrahim lainnya mengikuti Perawat tersebut menuju ruang perawatan bayi.
Zack kembali berjalan masuk ke dalam ruang bersalin, pandangan Zack langsung terarah pada Alanna yang berbaring diam di atas tempat tidurnya.
Zack tersenyum lembut mengulurkan tangannya mengusap sayang pipi Alanna yang balas tersenyum padanya.
"Mana anggota keluarga yang lain mas ?" tanya Alanna.
"Mereka semua mengikuti bayi kita ke ruang perawatan bayi." Jawab Zack, sebelum menatap ke arah Dokter Rosa.
"Bagaimana Dok ? plasentanya sudah keluar ?" tambah Zack penasaran dengan keadaan Alanna.
Dokter Rosa tersenyum. "Sudah selesai, sekarang kami sedang membersihkan istri anda, setelah selesai istri anda akan di bawa ke ruang perawatan."
Zack menghela napas lega. "Syukurlah."
Beberapa saat kemudian Alanna di bawa menuju ruang perawatan, Zack langsung menelepon orang tua nya, memberi tahu kepada mereka begitu dirinya dan Alanna telah berada di kamar perawatan.
Tidak lama berselang, semua anggota keluarga Ibrahim berkumpul di kamar perawatan, begitu juga dengan bayi kembar mereka.
"Mama sangat bahagia hari ini, keluarga kita bertambah tiga orang anggota keluarga baru." Senyum lebar Mama Rani terus muncul di wajahnya sambil menggendong salah cucu kecilnya.
"Papa pun merasakan hal yang sama, rumah kita akan jadi lebih ramai." Papa menyahut setuju.
Zack hanya tersenyum bahagia sambil duduk di samping tempat tidur Alanna dengan bayi mereka di tengah tengah mereka.
"Sudah menemukan nama untuk anak kalian ?" tanya Sinta penasaran.
Alanna menggeleng kepala. "Belum karena jenis kelamin bayi kami baru kami tahu sekarang."
"Kami akan segera mencari nama untuk mereka berdua." Zack ikut bersuara.
"Saat ini perasaan ku sungguh bahagia, Alanna telah melengkapi hidup ku dan keluarga kami dengan sepasang bayi yang lucu. Tidak ada lagi yang aku harapkan, hidupku sekarang begitu sempurna." Zack menambahkan, menunduk menatap Alanna dengan penuh cinta.
"Terimakasih sayang, aku sangat bersyukur dengan kehadiran dirimu di dalam hidupku. Aku mencintaimu sekarang dan selamanya." Zack berkata dengan senyum bahagia yang di balas senyum lembut dari Alanna.
__ADS_1
- Tamat -