
Penerbangan ke Surabaya membutuhkan waktu satu jam setengah, Alanna memesan taksi melalui mesin tiket taksi yang berada di sudut bandara yang tidak jauh dari pintu utama keluar. Setelah membayar nya di loket, Alanna berjalan keluar memilih taksi terdekat dan masuk ke dalam taksi sebelum naik terlebih dahulu memperlihatkan bukti pembayaran ke sopir taksi.
Taksi berhenti tepat di depan rumah, Alanna langsung masuk karena pintu rumah tidak terkunci.
"Ibu....! Alanna pulang." Alanna menyahut memanggil Ibu nya. Tidak ada suara balasan, Alanna berjalan menuju kamar Ibu nya.
Alanna masuk ke dalam kamar dan mendapati Ibu nya yang sedang tidur.
"Ibu, Ibu."Alanna duduk di samping tempat tidur membangun kan Ibunya sambil memegang tangannya.
Mendengar suara Alanna membuat Ibu membuka mata, terbangun. "Kau sudah pulang ?" Ibu berkata tersenyum lemah.
"Iya, Alanna sudah pulang." Alanna mengusap sayang lengan Ibu nya. "Ibu harus makan, saya buatkan bubur ya ?"
"Iya." Jawab Ibu. Alanna langsung bangkit keluar kamar berjalan menuju dapur.
Menunggu bubur matang Alanna menyempatkan diri untuk mengirim sms mama Rani, memberi tahu kan kalau dia sudah sampai di rumah. Saat bubur matang, segera Alanna sajikan di mangkuk dan membawanya ke kamar Ibu.
"Ibu makan dulu, biar sedikit yang penting ada isi perut dari pada tidak ada sama sekali." Bujuk Alanna saat duduk di hadapan Ibu.
Ibu bangun perlahan untuk duduk di bantu Alanna. "Biar Ibu makan sendiri." Kata Ibu saat Alanna hendak menyuapi nya.
Alanna memindahkan mangkuk bubur ke pangkuan Ibu. "Besok pagi kita ke Puskesmas ya ? untuk berobat." Tanya Alanna meminta persetujuan Ibu dan di balas anggukan kepala oleh Ibu.
"Ibu sudah tidak." Ucap Ibu beberapa saat kemudian menyodorkan mangkuk yang isi masih bersisa setengah kepada Alanna.
Alanna mengambil nya, memberi kan gelas air putih pada Ibu. Ibu meminum beberapa teguk dan memberikan kembali gelas pada Alanna.
"Ibu istirahat lah, saya harus membereskan dapur, panggil saya kalau ada yang Ibu butuhkan."
Di dapur Alanna sedang mencuci piring saat mendengar handphone nya berbunyi tanda panggilan masuk. Melihat nama mama Rani yang muncul di layar handphone.
"Hallo ma." Alanna berkata saat panggilan tersambung.
"Hallo Alanna, bagaimana kabar Ibu ?" tanya mama Rani dari seberang.
"Masih seperti saat saya menelpon nya sore tadi. Besok rencananya akan saya bawa ke Dokter Puskesmas."
"O.... begitu, baguslah kalau kau ingin membawa Ibu mu ke Dokter. Tadi mama sudah menghubungi Zack tapi yang mengangkat telepon Johan karena Zack sedang rapat, jadi mama memberi tahukan Johan untuk menambahkan cutimu dan menyuruhnya untuk memberi tahukan Zack kalau kau sekarang ada di Surabaya."
"Terimakasih ma."
"Iya, sudah dulu kalau begitu. Istirahatlah, kabari mama terus."
"Iya mama." Mama Rani memutuskan sambungan telepon.
Alanna menyelesaikan kerjaannya di dapur, mengunci pintu rumah dan mematikan lampu. Menarik kopernya ke kamar yang tadi hanya dia simpan di ruang tengah. Saat masuk ke dalam kamarnya tidak ada yang berubah, Alanna membongkar koper dan memasukkan pakaiannya ke dalam lemari pakaian. Saat ke Jakarta Alanna tidak membawa semua pakaiannya itu sebabnya dia hanya membawa beberapa lembar pakaian saat pulang.
Selesai merapikan pakaian, Alanna berbaring untuk beristirahat berniat untuk tidur, tidak lama berbaring rasa ngantuk datang membuatnya terlelap.
__ADS_1
ππππππππππππππππ
"Setelah di lakukan pemeriksaan, tekanan darah Ibu mu ternyata sangat tinggi dan tingkat cholesterol dalam darah nya juga melewati batas normal." Dokter Puskesmas menjelaskan.
Pagi ini mereka pergi ke Puskesmas untuk memeriksakan kesehatan Ibu.
"Berapa tekanan darah dan kadar cholesterol Ibu saya Dokter ?" Alanna bertanya khawatir mendengar perkataan Dokter.
"Tekanan darahnya 200|90 mmHg dan kadar cholesterolnya 235 mg|dl, jadi saran saya Ibu anda harus segera di rawat di rumah sakit agar menjaga jangan sampai terjadi pendarahan otak yang bisa menyebabkan stroke di karenakan tekanan darah yang sangat tinggi." Dokter menjelaskan.
"Terserah Dokter mana yang terbaik saya mengikuti saja." Alanna berkata menoleh pada Ibunya yang duduk di sebelahnya yang juga mendengar perkataan Dokter. "Ibu harus di rawat." Alanna meremas tangan Ibunya yang sedari tadi di pegangnya untuk menyakinkan.
"Iya nak, Ibu mau." Ucap Ibu balas meremas tangan Alanna.
"Kalau begitu saya akan buatkan rujukan untuk Ibu Anda." Kata Dokter saat mendengar jawaban dari mereka.
"Iya Dok, terimakasih."
Setelah melalui segala macam prosedur akhirnya Alanna dan Ibunya tiba di Rumah Sakit Umum Daerah. Dari UGD mereka di tempat kan di ruang rawat inap, Alanna meminta rawat inap kelas satu untuk Ibunya.
Waktu sudah menunjukkan pukul dua belas siang, perut Alanna juga sudah terasa lapar.
"Ibu ingin saya belikan apa ?" tanya Alanna mengambil tasnya bersiap-siap untuk keluar. "Saya mau pergi makan dulu, saya sudah lapar."
"Ibu sudah kenyang." Jawab Ibu karena tadi sudah makan makanan yang di antar kan ke kamar nya. "Kau pergilah makan."
Alanna memilih makan di restoran yang dekat dengan rumah sakit. Menunggu pesanan makanan datang, Alanna menelpon mama Rani. Sambungan telepon terhubung saat dering telepon ke dua.
"Hallo mama."
"Hallo nak, bagaimana sudah kabar Ibumu ?"
"Ibu di rawat di Rumah Sakit, Dokter Puskesmas menyarankan dan kami menyetujui nya."
"Ibu mu sakit apa ?" mama Rani bertanya penasaran.
"Hipertensi ma, tekanan darahnya tinggi sekali sehingga resiko terkena stroke bisa terjadi." Alanna menjelaskan.
"Tapi bagus lah bisa tertangani sebelum terjadi."
"Iya ma."
"Kau sekarang sedang apa ?"
"Lagi ada di luar, lagi mau makan siang."
"Zack sudah menghubungi mu ?"
"Belum ma." Alanna berkata berusaha tidak terdengar kecewa.
__ADS_1
"Mungkin dia sibuk sekali, mama harap kau memakluminya." Ucap mama menghibur.
"Iya, Alanna mengerti."
"Rumah sakit mana Ibu mu di rawat ? akan Ibu kirim alamatnya pada Zack, kalau dia tidak sibuk dia bisa langsung membacanya."
"Nanti Alanna kirim alamatnya."
"Baiklah, mama tunggu. Kau makan lah nanti mama telepon lagi."
"Iya mama." Sambungan telepon pun terputus.
Tidak lama kemudian makanan pesanan Alanna datang, Alanna pun menyantap makan siang nya. Di tengah-tengah makan siangnya Alanna tiba-tiba teringat sahabatnya Ayu dan Gita, Alanna pun mencoba mengirim sms pada Gita terlebih dahulu.
|| Gita, apa kabar ? sudah lama tidak berhubungan. ||
Tidak lama kemudian bunyi dering sms masuk.
|| Alanna...., sudah lama kita tidak saling mengirim kabar, kabar ku baik bagaimana kabarmu ? pasti sibuk dengan pekerjaan baru mu.||
Alanna tersenyum membaca sms Gita, seperti biasa dia selalu heboh dengan segala keadaan.
|| Kabar ku baik, memang sibuk dengan pekerjaan baru ku di Jakarta, maaf baru kali ini bisa menghubungi mu. ||
|| Tidak apa-apa, saya maklum kok.||
|| Saya sekarang ada di Surabaya. ||
|| Betul kah ?!! ayo kita bertemu. ||
|| Sepertinya akan susah, karena saya harus merawat Ibu.||
|| Ibu mu kenapa ?||
|| Tekanan darah Ibu naik dan harus di rawat di Rumah Sakit, Ibu di rawat di Rumah Sakit Umum Daerah. ||
|| Oke, saya akan ke sana dengan Ayu nanti setelah jadwal sif di hotel. ||
|| Oke, kabari kalau mau datang. ||
Tidak terasa makan siang Alanna telah habis karena sibuk saling membalas sms dengan Gita. Berdiri lalu berjalan ke kasir untuk membayar makanannya menggunakan kartu kreditnya dan segera keluar untuk kembali ke Rumah Sakit menemani Ibunya.
-
-
-
...|| Tolong dukungannya ya dengan cara like, coment, vote dan beri bintang lima, terimakasih βΊοΈβΊοΈ||...
__ADS_1