
"Kalian sudah pulang ?" tanya mama Rani heran melihat kehadiran mereka di rumah.
"Alanna sedang kurang sehat ma." Kata Zack bergabung dengan mama Rani duduk di sofa ruang tengah di ikuti Alanna.
"Kalau begitu lebih baik kau istirahat berbaring di kamarmu." Ucap mama Rani menatap Alanna.
"Sebentar lagi mama, tadi juga Alanna sudah berbaring istirahat di ruang suite hotel."
"Kau kurang sehat bagaimana ?"
"Bukan yang serius ma, Alanna hanya pingsan saja."
Mama Rani terkejut mendengar perkataan Alanna. "Pingsan ?! kenapa bisa pingsan ?" kata mama Rani. "Zack kau harus perhatikan kesehatan istrimu yang sedang hamil." tambah mama Rani sedikit marah menegur Zack.
Alanna merasa bersalah karena mama Rani yang memarahi Zack. "Mama ini bukan salah mas Zack, saya pingsan karena lemas sehabis memuntahkan semua isi perutku tadi pagi." Alanna memberi penjelasan.
"Kau teratur meminum obat yang di berikan Dokter kandungan mu ?"
"Teratur ma." Jawab Alanna.
"Jadi kalian sudah ke Dokter ?"
"Sudah mama, kami ini baru pulang dari Rumah Sakit bertemu dr. Rosa untuk kontrol kandungan Alanna." Zack menjelaskan.
"Baguslah." Mama Rani berkata lega.
"Ini sudah siang, ada yang ingin kau makan ?" tanya Zack pada Alanna.
"Saya hanya ingin makan buah saja mas."
"Kalau begitu mas ke dapur dulu, memberi tahu Bibi untuk menyiapkan buah untukmu." Zack bangkit berdiri.
"Tidak usah mas !" cegah Alanna. "Biar saya saja yang ke dapur, saya ingin mengupas sendiri buahnya."
"Baiklah." Zack duduk kembali sedangkan Alanna bangkit berdiri berjalan ke arah dapur.
"Bukan sebaiknya istri mu tidak usah bekerja ?" saran mama Rani.
"Dia bersikeras ingin bekerja, saya tidak ingin memaksakan kehendakku yang akan membuatnya sedih dan tertekan. Tadi juga dr. Rosa berkata ibu hamil sebaiknya tidak stress yang menjadi salah satu penyebab terjadinya kontraksi dini pada ibu hamil."
"Kalau begitu kau harus lebih memperhatikan keadaan istrimu."
"Tentu mama, itu sekarang menjadi prioritas utamaku."
"Bagus Zack." Puji mama Rani.
Zack berdiri menyusul Alanna ke dapur, di dapur dia mendapati Alanna sedang sibuk memotong-motong buah.
"Belum selesai ?" Zack bertanya seraya berjalan mendekat.
"Sedikit lagi mas, sisa memotong buah naga." Jawab Alanna tanpa mengalikan pandangannya, serius memotong buah yang ada di hadapannya.
"Bukankah ini sudah banyak ?" Zack menatap dua mangkuk berisi buah, yang satunya sudah terisi penuh sedangkan yang satunya hampir penuh.
"Benarkah ?" tanya Alanna tidak yakin.
__ADS_1
"He eh." Jawab Zack sambil mengangguk.
"Tapi saya masih ingin buah persik dan buah nangka." Kata Alanna memasang wajah memelas.
"Baiklah, terserah kau saja sayang." Zack tersenyum tipis melihat raut wajah Alanna.
"Mas tadi bilang apa ?" tanya Alanna tidak yakin dengan pendengaran.
"Yang mana ?" tanya Zack balik, tidak mengerti dengan maksud pertanyaan Alanna.
"Kata terakhir yang mas katakan."
"Sayang ?"
"Iya."
"Kenapa ? kau tidak suka dengan panggilan itu ? kalau kau tidak -"
"Saya suka, saya hanya ingin memastikan pendengaranku." Alanna memotong perkataan Zack dan tersebut lembut.
Zack mengulurkan tangannya mengusap sayang pipi Alanna, balas tersenyum. "Sepertinya mama harus menyuruh Bibi membeli buah besok untuk persediaan selama beberapa hari ke depan melihat ***** makan menantunya yang besar."
"Hehehehe jadi merepotkan Bibi." Alanna terkekeh geli mendengar perkataan Zack.
"Apapun demi menantu kesayangan." Kata mama Rani tiba-tiba muncul dari belakang.
"Eh ! mama mengagetkan saja." Kata Alanna menoleh ke belakang.
"Kalian terlalu serius sampai tidak menyadari kehadiran mama." Ujar mama Rani. "Papa kalian memanggil untuk makan siang."
"Sudah jam makan siang ya ?" Zack melihat jam tangan miliknya.
"Mas duluan saja, saya belum selesai mengupas buah." Alanna memberi tahu.
"Kau bawa saja yang ada dulu ke ruang makan, nanti minta tolong sama Bibi untuk mengupas sisa buahnya." Saran Zack.
"Baiklah." Alanna menyahut mengerti.
Mereka bergabung dengan mama Rani dan papa Arian di meja makan dan mulai makan siang bersama.
Alanna mengambil beberapa lauk dan meletakkannya di piring Zack setelahnya memakan buah yang ada di hadapannya.
"Kau tidak makan nasi nak ?" tanya papa Arian melihat Alanna hanya memakan buah.
"Lagi tidak ada ***** makan pa."
"Begitu." Papa Arian menyahut mengerti.
"Tapi makan buah tidak ada kandungan karbohidratnya jadi harus cari makanan selain nasi untuk kau makan supaya ada tenaga." Mama Rani memberi nasehat. "Kau konsumsi susu ibu hamil ?"
"Belum mama." Jawab Alanna.
"Zack, istrimu harus teratur meminum susu ibu hamil." Mama Rani memberi tahu.
"Akan saya belikan hari ini." Ucap Zack yang di balas anggukan mengerti oleh mama Rani.
__ADS_1
Sesudah makan siang mereka duduk santai di ruang tengah. Papa Arian dan Zack meminum kopi sedangkan mama Rani dan Alanna serius menonton acara televisi.
Zack melihat jam tangannya, waktu sudah menunjukkan pukul dua siang.
"Saya balik ke hotel dulu." Ucap Zack menatap Alanna. "Kau harus istirahat di kamar."
"Sedikit lagi mas, nanti selesai acara ini." Kata Alanna menunjuk ke arah televisi.
"Kau harus istirahat Alanna." Zack berkata tegas. "Bukankah tadi pagi dr. Rosa berkata kau harus beristirahat dengan baik."
"Tidak lama mas, sedikit lagi tanggung nih." Alanna sedikit protes, memasang wajah memelas. "Ya, ya ?" bujuk Alanna.
Zack menghela nafas, mengalah. "Baiklah, hanya sampai acara ini selesai, sesudahnya kau kembali ke kamar untuk istirahat." Zack seperti berkata pada anak kecil yang susah di atur. Papa Arian dan mama Rani yang melihat hanya tersenyum melihat tingkah mereka.
"Baik mas." Alanna berkata senang.
"Lebih baik kau sediakan televisi di kamar kalian, untuk istrimu." Saran mama Rani.
"Sepertinya memang harus seperti itu." Zack menyetujui saran mama Rani sambil menatap Alanna yang kembali serius menonton acara televisi.
Zack mendekat menarik Alanna dan mencium singkat keningnya. "Mas pergi dulu." Pamit Zack pada Alanna.
"Iya mas."
Zack bangkit berdiri berjalan keluar rumah menuju mobil yang telah terparkir dengan Pak Risno yang telah siap menunggunya.
"Bagaimana reaksi staf hotel mendengar kabar pernikahanku dengan Alanna ?" tanya Zack pada Johan sambil berjalan menuju meja kerjanya saat sudah berada dalam di ruangannya di hotel. "Ada yang bereaksi dan mengeluarkan perkataan yang negatif ?" tambah Zack saat sudah duduk di kursi meja kerjanya.
"Semua staf hotel berkomentar penasaran dengan di mana dan bagaimana Tuan bisa bertemu kemudian menikah dengan Nona Alanna." Jawab Johan yang berdiri di samping Zack. "Itu yang saya baca di grup staf hotel."
"Mungkin mereka tidak berani berkomentar macam-macam karena mereka tahu kau ada di dalam grup itu."
"Mereka tidak mengetahui kalau saya admin nya, saya memakai nama lain." Johan memberi tahu.
Zack menoleh menatap Johan, tersenyum simpul. "Kau pintar juga." Puji Zack.
"Terimakasih Tuan."
"Terus pantau, dan segera kau tindaki jika muncul provokator yang ingin menjelekkan Alanna." Kata Zack tegas.
"Baik Tuan."
"Kau sudah mendapat rekaman CCTV yang ada di depan toilet wanita saat Alanna pingsan ?"
"Sudah tuan, rekamannya sudah ada saya simpan di dalam leptop anda." Jawab Johan.
Zack membuka file yang di maksud Johan di leptop yang berada di depannya dan melihat rekaman video itu.
"Tidak ada hal yang aneh." Zack berkata setelah melihat hasil rekaman CCTV itu.
"Betul Tuan, tidak ada yang aneh dari rekaman itu. Di rekaman itu terlihat Nona Alanna yang berjalan tergesa-gesa masuk ke dalam toilet wanita sedangkan tingkah laku ke tiga wanita yang keluar lebih dulu dari Nona Alanna tidak terlihat mencurigakan." Johan menjelaskan.
"Betul perkataanmu Johan." Zack mengakui sambil mengulang kembali rekaman CCTV itu. "Pasti akan lebih jelas kejadian sebenarnya seandainya saja terpasang CCTV di dalam toilet wanita." Gumam Zack sambil melihat layar leptop.
Biarpun begitu Johan masih bisa mendengar perkataan Zack dan refleks menjawab. "Hal itu tidak mungkin Tuan karena melanggar hak privasi seseorang." Johan berkata, sedikit kalut dengan pemikiran aneh Tuannya.
__ADS_1
"Saya tahu Johan karena itu saya katakan seandainya." Zack berkata ketus melirik ke arah Johan yang terdiam mendengar perkataan Zack.
...Tolong dukung author ya dengan cara like, coment, dan vote terimakasih 😊😊....