Lelaki Penuh Luka

Lelaki Penuh Luka
Bab 56


__ADS_3

Johan masuk ke kamar sambil mendorong kursi roda dengan seorang pelayan wanita yang menyusul di belakang membawa troli makanan. Pelayan membuka penutup makanan, memindahkan beberapa piring yang berisi berbagai macan buah yang telah di potong-potong kecil ke atas meja yang ada di dalam kamar. Setelah menyelesaikan tugasnya pelayanan itu langsung keluar tanpa di perintahkan.


Zack mendekati meja makan. "Kau ingin makan buah apa ? akan saya bawakan untukmu."


"Lebih baik saya makan di meja saja mas." Alanna bergerak ingin turun dari tempat tidur.


"Kau jangan banyak bergerak dulu." Zach mengingatkan.


"Tapi saya ingin mencoba semua buah itu."


"Kalau begitu sekalian kau duduk di kursi roda saja karena habis makan kita langsung ke Dokter." Ucap Zack, kembali berjalan ke tempat tidur.


Zack menggendong Alanna dan mendudukkannya di atas kursi roda. "Terimakasih mas." Kata Alanna tersenyum dan di balas senyum lembut dari Zack.


Zack mengacak gemes rambut bagian atas kepala Alanna. "Kau selalu berterimakasih untuk hal kecil."


Zack mendorong kursi roda Alanna ke meja makan. Alanna memakan hampir setengah buah yang ada di atas meja saat berhenti. "Saya sudah kenyang mas."


"Kalau begitu kita pergi ke Dokter sekarang." Kata Zack memutar kursi roda Alanna, mendorong menjauh dari meja makan. "Johan sudah kau hubungi dr. Rosa ?" Zack memastikan.


"Sudah tuan, dia katakan akan menunggu tuan dan nona Alanna." Jawab Johan.


"Bagus." Zack memuji kerja Johan.


Mereka keluar langsung menuju lift khusus, tiba di lantai satu pintu lift terbuka. Zach keluar sambil mendorong kursi roda Alanna di di susul Johan dari belakang.


Seperti yang Alanna duga, perhatian semua orang tertuju pada mereka yang membuatnya salah tingkah.


Alanna mendongkak ke atas menatap Zack. "Mas, semua orang menatap ke arah kita." Alanna berkata pelan.


"Tidak usah di pedulikan." Kata Zack cuek, terus mendorong kursi roda Alanna melewati Lobby hotel.


"Tapi saya tidak nyaman mas."


Zack berhenti dan menoleh pada Johan. "Kau tidak usah ikut, kau hendel dulu pekerjaan hari ini. Masalah pernikahanmu boleh kau sebarkan di antara para staf hotel." Kata Zack, menatap balik para staf yang menatap penasaran pada mereka. "Mereka seperti ini pasti karena penasaran dengan hubungan kami." Zack menambahkan.


"Baik Tuan." Kata Johan sebelum Zack berbalik berjalan keluar dari lobby hotel menuju mobil yang terparkir di depan pintu masuk hotel.


Johan menunggu Zack dan Alanna naik ke dalam mobil dan pergi sebelum menatap para staf hotel yang masih ada di lobby.

__ADS_1


"Perhatian semuanya !!" Johan berteriak sambil menepuk tangan meminta perhatian mereka.


Para staf menoleh menatap pada Johan penasaran.


"Saya tahu kalian penasaran dengan apa yang kalian lihat tadi. Pak Zack dan nona Alanna adalah sepasang suami istri, mereka telah lama menikah. saya hanya mengatakan satu kali dan tidak berharap ada gosip yang beredar di dalam hotel ini." Johan berkata tegas penuh wibawa.


Setelah selesai berbicara Johan berbalik pergi kembali menuju lift khusus, terdengar suara kisruh di belakang Johan yang meninggal Lobby hotel.


Di tempat lain, Pak Risno menghentikan mobil di depan pintu masuk rumah sakit.


Pak Risno keluar dari mobil dan membuka bagasi mobil untuk mengeluarkan kursi roda.


Zack keluar dari mobil lebih dulu baru kemudian Alanna keluar dengan bantuan Zack dan mendorong kursi roda Alanna sampai di depan ruangan Dokter Rosa.


Tok tok tok


Zack mengetuk pintu.


"Masuk !" Suara Dokter Rosa dari dalam.


Zack membuka pintu kemudian mendorong kembali kursi roda Alanna untuk masuk ke dalam ruangan Dokter Rosa.


"Mari masuk Pak Zack, Nyonya Alanna." Sapa ramah dr. Rosa yang sudah menunggu kedatangan mereka. "Suami yang siaga." Puji dr. Rosa pada Zack saat mereka sudah duduk di depan meja kerjanya.


"Tidak apa-apa Pak Zack, tadi dr. Risal sudah menghubungiku dan menjelaskan keadaan Nyonya Alanna." Kata dr. Rosa. "Nyonya Alanna silahkan berbaring di tempat tidur." Tambah dr. Rosa.


Zack berdiri hendak mendorong kembali kursi roda Alanna.


"Tidak usah mas, saya bisa jalan." Alanna menghentikan gerakan Zack. "Lagian ke tempat tidur juga dekat."


Dokter Rosa tersenyum melihat tingkah pasangan muda itu. "Tidak apa-apa Pak Zack." dr. Rosa menyakinkan karena melihat Zack yang masih ragu.


"Baiklah." Zack berkata mengalah.


Alanna bergerak menuju tempat tidur dan naik dengan bantuan Zack. dr. Rosa mulai memeriksa kandungan Alanna dengan mengunakan mesin USG, lebih lama dari pemeriksaan pertama kemarin.


"Sudah, Nyonya Alanna boleh bangun." Kata dr. Rosa sambil berdiri.


"Bagaimana keadaan kandungan saya Dok ?" tanya Alanna saat mereka sudah duduk kembali di kursi meja kerja dr. Rosa.

__ADS_1


"Kandungan anda baik-baik saja." Jawab dr. Rosa.


"Syukurlah." Alanna berkata lega bersama dengan Zack yang menghela napas lega.


"Saya akan menambah resep untuk Nyonya Alanna, obat untuk menguatkan kandungan." Kata dr. Rosa sambil menulis di sebuah kertas.


"Kenapa di berikan obat penguat kandungan ? bukan kata Dokter tadi kandungan Alanna baik-baik saja ?" tanya Zack penasaran.


"Kandungannya untuk sekarang memang baik-baik saja, tapi sempat terjadi kontraksi. Bukankah dr. Risal sudah menjelaskan apa akibatnya jika sering terjadi kontraksi pada ibu hamil muda ?"


"Iya Dok, tadi sempat dr. Risal jelaskan." Ucap Zack


"Obat ini berfungsi untuk mencegah terjadinya kontraksi dini pada ibu hamil. Stress dan lelah juga bisa menyebabkan kontraksi pada kandungan ibu hamil jadi sebisa mungkin jauhi ke dua hal tersebut." dr. Rosa menjelaskan.


"Baik Dok." Ucap Alanna. "Dengan minum obat ini berarti saya juga bisa beraktivitas seperti biasanya ?" tanya Alanna.


"Tentu saja bisa, tapi beraktivitas yang tidak terlalu melelahkan."


"Baguslah." Kata Alanna senang.


"Dok saya ingin menanyakan masalah pribadi." Kata Zack tiba-tiba dengan raut wajah serius.


"Apa itu ?" tanya dr. Rosa penasaran.


"Untuk umur kehamilan istriku yang masih muda seperti ini apakah bisa melakukan hubungan suami istri ?" tanya Zack blak-blakan.


"Mas Zack !" Alanna terkejut dengan pertanyaan Zack, malu dan salah tingkah di buatnya. Refleks memukul lengan Zack yang berada di sampingnya.


Dokter Rosa yang mendengar pertanyaan Zack hanya tersenyum maklum. "Bisa Pak Zack, tentu bisa hanya saja harus pelan-pelan dan hati-hati." Jawab dr. Rosa. "Tidak usah malu Nyonya Alanna, pertanyaan ini sering di tanyakan oleh semua suami pasien ku yang baru mendapatkan anak pertama mereka." Tambah dr. Rosa, menyerahkan kertas resep pada asistennya yang kemudian keluar dari ruangan membawa kertas di tangannya. "Anda bisa mengambil obatnya di apotik."


"Baiklah kalau begitu, kami permisi dulu Dok." Pamit Zack berdiri di ikuti Alanna.


"Kursi rodanya anda tidak bawa pulang ?" tanya dr. Rosa yang menghentikan langkah mereka yang sudah berdiri di depan pintu yang telah terbuka.


"Saya berikan untuk di gunakan pasien di Rumah Sakit." Kata Zack


"Tidak perlu Pak Zack."


"Saya memaksa." Zack bersikeras.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu, terimakasih. " dr. Rosa mengalah.


"Sama-sama, kami permisi." Ucap Zack sebelum berbalik pergi.


__ADS_2