Lelaki Penuh Luka

Lelaki Penuh Luka
Bab 41


__ADS_3

Alanna bangun pagi dengan mata sembab karena menangis. Perasaannya pagi ini belum baik walaupun sudah menangis semalaman. Alhasil pagi ini Alanna melihat penampilannya di cermin meja rias sungguh berantakan, mata sembab dan bengkak karena menangis di tambah mata panda karena kurang tidur.


"Saya tidak bisa ke kantor dengan penampilan seperti ini, lebih baik saya hubungi pak Ariel untuk meminta cuti hari ini." Gumam Alanna bergerak mengambil handphone yang berada di nakas samping tempat tidur.


Terdengar suara pintu kamar terbuka, Zack masuk ke dalam dengan penampilan yang telah rapi memakai setelan jas berwarna biru dongker.


"Saya harus berangkat sekarang, sebenarnya saya tidak ingin pergi dengan keadaan kita yang seperti tapi ada rapat yang tidak bisa di tunda di sana dan saya tidak bisa menyerahkan tugas itu pada Johan." Zack menjelaskan, Zack yang melihat keadaan Alanna tahu kalau istrinya menangis dan kurang tidur semalam, membuat nya semakin merasa bersalah. "Saya akan menyuruh Johan untuk meminta kan cuti untuk mu hari ini, kau istirahat lah di rumah." Zack menambah.


Alanna hanya diam tidak membalas perkataan Zack atau menatap langsung ke arah Zack, dia belum menata perasaan nya yang masih kacau karena kejadian kemarin.


"Kau tidak ingin turun untuk sarapan ?" Zack masih berusaha mengajak Alanna berbicara.


"Tidak mas, saya tidak berselera untuk makan." Alanna akhirnya bersuara.


Zack sedikit lega karena Alanna sudah mau berbicara dengannya walaupun dengan nada datar terpaksa.


"Kau harus makan, kalau kau tidak ingin turun untuk sarapan saya akan menyuruh orang untuk mengantar kan sarapan mu ke kamar." Zack bersikeras, melihat jam tangannya yang menunjukkan waktu untuk dirinya harus berangkat sekarang. "Kita akan berbicara tentang masalah ini setelah saya pulang nanti, saya sudah harus berangkat sekarang." Pamit Zack, ingin memeluk Alanna sebelum berangkat tapi ragu melihat sikap Alanna yang masih marah dan memilih untuk berbalik pergi.


"Alanna tidak turun untuk sarapan ?" tanya mama Rani saat melihat Zack mendekat, sedangkan papa Arian dan Sinta sedang menikmati sarapan mereka.


"Tidak ma, tolong suruh orang untuk antar kan sarapan ke kamar kami."


"Kalian sedang bertengkar ? pagi tadi mama melihat mu keluar dari kamar tamu, semalam kau tidur di kamar tamu ?" tanya mama Rani penasaran.


Mendengar pertanyaan mama Rani membuat papa Arian dan Sinta mengalihkan perhatian pada Zack, penasaran dengan jawaban dari Zack.


"Iya ma, ada sedikit salah paham antara saya dengan Alanna, dia ingin menyendiri jadi saya memilih tidur di kamar tamu." Zack mengakui.


"Kak Zack sepertinya kurang tidur." Sinta bersuara karena melihat bayangan hitam di bawah mata Zack.


"Iya." Zack mengakui sambil memijat keningnya yang dari tadi malam terasa sakit.


"Zack dalam rumah tangga yang namanya pertengkaran suami istri itu biasa terjadi, tinggal kita saja bagaimana menyelesaikan masalah yang terjadi, harus ada yang mengalah dan yang berpikir secara logis." Papa Arian memberi nasehat.


"Iya pa, saya mengetahui hal itu."


"Sudah waktunya kau berangkat." mama Rani mengingatkan.


"Iya, saya berangkat dulu ma, pa, jangan lupa sarapan untuk Alanna."


"Iya, mama tahu."


Zack pun berbalik pergi, di luar Johan sudah menunggu nya berdiri di samping mobil yang akan membawa mereka menuju bandara.

__ADS_1


"Johan tolong kau hubungi bagian staf HC untuk mengurus cuti Alanna hari ini." Perintah Zack sebelum masuk ke dalam mobil.


"Baik tuan." Jawab Johan patuh.


Seharian di dalam kamar membuat Alanna sedikit bosan, sarapan nya di antar ke kamar pagi tadi tidak lama setelah Zack pergi dan saat makan siang Alanna memutuskan untuk makan di bawah bersama dengan yang lain, saat makan siang papa Arian dan mama Rani tidak menyinggung masalah pertengkaran dirinya bersama Zack, mereka bersikap seperti biasa membuat Alanna sedikit merasa lega.


Sore ini tidak ada kegiatan yang di lakukan Alanna selain hanya duduk di sofa menatap pemandangan di luar melalui jendela kamar yang menghadap ke taman sambil berpikir tentang masa lalu Zack.


Berpikir apa yang menyebabkan pernikahan Zack berakhir. Apakah dia memiliki anak dari pernikahannya yang dulu dan di mana wanita itu sekarang, Alanna tiba-tiba teringat perkataan Maya saat di Surabaya dulu yang mengatakan kuburan Mariana belum mengering, mungkin kah dia telah meninggal ? Alanna bertanya-tanya dalam hati.


Tiba-tiba teringat dengan Ibunya membuat Alanna memutuskan untuk menghubunginya lewat video call. Sampai dering terakhir panggilan telepon tidak di angkat membuat Alanna sedikit khawatir, memutuskan untuk menelpon kembali dan telpon terhubung saat dering ke tiga.


"Kenapa telpon nya baru di angkat ?" tanya Alanna saat sudah melihat wajah Ibu nya di layar handphone. "Ibu sedang di kamar ?" tambah Alanna heran saat melihat Ibunya duduk di atas tempat tidur.


"Iya, dari kemarin sore Ibu tidak enak badan." Kata Ibu dengan suara lemas.


Alanna menyadari wajah Ibu nya yang terlihat pucat. "Kenapa Ibu tidak menghubungi ku ?"


"Ibu mengira akan sembuh setelah istirahat tapi ternyata sampai sekarang belum ada perubahan."


"Ibu sudah makan ?"


"Belum, hanya minum beberapa gelas susu hangat."


"Tapi bukan nya kau harus bekerja ?"


"Tidak apa-apa Ibu, saya bisa minta cuti, Ibu tidak usah khawatir tentang itu." Alanna menyakinkan Ibu nya. "Sudah dulu Ibu, saya harus bersiap-siap mungkin sampai di rumah nanti malam."


"Iya, hati-hati di jalan nak." Pesan Ibu lalu sambungan telepon terputus.


Alanna bergegas mengepak pakaian nya ke dalam koper, hanya membawa beberapa lembar pakaian untuk di bawa, setelah selesai segera turun ke bawah untuk mencari mama Rani tetapi tidak menemukan nya bahkan di dapur pun tidak ada.


"Mungkin dia ada di dalam kamar nya." Gumam Alanna kembali menaiki tangga untuk naik ke atas.


Tok tok tok


Alanna mengetuk pintu kamar mama Rani. "Mama !" Alanna memanggil.


"Masuk lah Alanna." Mama Rani menyahut dari dalam.


Mendengar nya Alanna kemudian masuk ke dalam kamar.


"Ada apa Alanna ?" tanya mama Rani.

__ADS_1


"Mama, saya ingin balik ke Surabaya."


"Kenapa ? karena pertengkaran mu dengan Zack ?" mama Rani terkejut dengan perkataan Alanna.


" Bukan ma, Ibu ku di Surabaya sedang sakit dari kemarin dan tidak ada yang mengurus." Alanna menjelaskan.


"Oh....! kasian sekali Ibu mu, jadi kapan kau berangkat ?" mama Rani prihatin.


"Sekarang ma."


"Sudah pesan tiket pesawat ?"


"Belum, rencananya setelah memberitahu kan mama baru kemudian pesan tiket pesawat."


"Sudah beri tahu Zack ?" tanya mama Rani kembali.


"Belum ma, saya takut mengganggu nya bekerja."


"Kalau begitu kau hubungi saja Johan."


"Saya tidak punya nomor handphone Johan."


"Kalau begitu biar nanti mama yang menghubungi mereka dan meminta Johan untuk menambah cuti mu."


Mendengar perkataan mama Rani membuat Alanna bernapas lega. "Terima kasih mama." Alanna tersenyum.


"Iya, cepatlah kasian Ibu mu di sana. Pak Risno ada di bawah, dia nanti yang akan mengantar mu ke bandara."


Alanna kembali ke kamar nya, mengambil handphone nya untuk memesan tiket pesawat, setelah transaksi selesai Alanna kemudian mengambil kopernya dan turun ke bawah.


Di pintu depan sudah ada mama Rani dan pak Risno yang menunggu, pak Risno langsung mengambil koper Alanna dan membawanya untuk di masukan ke dalam bagasi mobil yang sudah terparkir di teras pintu depan.


"Alanna pergi dulu ma, tidak sempat pamit sama papa."


"Nanti mama yang beritahukan papa, hati-hati di jalan, kabari mama jika sudah sampai." pesan mama Rani.


"Iya ma." Ucap Alanna sebelum berbalik berjalan menuju mobil.


-


-


...|| Terima kasih untuk yang telah mendukung outhor, bagi yang belum tolong dukungan nya ya dengan cara like, coment, vote dan beri bintang lima terimakasih ☺️☺️||...

__ADS_1


__ADS_2