Lelaki Penuh Luka

Lelaki Penuh Luka
Bab 115


__ADS_3

Dokter Rosa dengan beberapa staf Rumah Sakit sudah berdiri menunggu kedatangan mereka di depan pintu Rumah Sakit begitu kendaraan yang di kemudian Pak Risno berhenti di depan pintu masuk Rumah Sakit.


Zack membuka pintu mobil untuk turun lebih dulu sebelum membantu Alanna turun dari mobil kemudian mengangkat dan membaringkannya di atas brangkas tempat tidur pasien yang sudah di sediakan Dokter Rosa untuk Alanna.


Alanna berbaring dengan wajah meringis menahan sakit, Zack mengulurkan tangan berniat menggenggam tangan Alanna yang langsung di sambut Alanna dengan menggenggam erat yang lebih cenderung meremas tangan Zack karena sakit yang dia rasakan dan Zack membiarkannya.


Tanpa menunggu lama, staf Rumah Sakit langsung mendorong masuk brangkas pasien dengan Alanna yang berbaring di atas. Zack sendiri mengikuti dari brangkas dengan tangan yang masih di pegang erat oleh Alanna sedangkan Dokter Rosa mengikuti dari sisi lain.


"Kapan istri anda mulai merasakan sakit ?" tanya Dokter Rosa dalam perjalanan ke ruang bersalin.


"Dia mengatakan sakitnya hilang timbul sejak dari pagi." Jawab Zack sambil menatap cemas pada Alanna.


"Kalau sakitnya mulai dari pagi kenapa baru sekarang istri anda di bawa ke Rumah Sakit ? aku di telepon orang tua anda kalau air ketuban istri anda sudah keluar." Tegur Dokter Rosa tidak senang.


Zack menggeleng kepala lemah. "Aku juga baru tahu, dia baru mengatakan padaku di saat dia sudah tidak bisa lagi menahan sakitnya. Tidak lama berselang dia merasakan air ketuban nya keluar."


Dengan rasa bersalah Zack menjelaskan karena dirinya yang tidak begitu sensitif membaca keadaan istrinya. Dokter Rosa hanya mengangguk mengerti, merasa kasihan melihat raut wajah Zack yang merasa bersalah.


Pintu ruang bersalin terlihat dihadapan mereka. "Aku bisa ikut masuk ke dalam Dok ? aku ingin menemani istriku selama persalinan." Pinta Zack penuh harap.


Mereka berhenti di depan pintu ruang bersalin." Bisa Pak Zack, anda bisa ikut masuk dan menemani istri anda selama persalinan tapi sebelum masuk ke dalam anda harus memakai pakaian khusus Rumah Sakit terlebih." Dokter Rosa menjelaskan.


Zack mengangguk setuju. "Baik Dok."


Dokter Rosa menoleh pada salah satu staf Rumah Sakit yang ada bersama mereka.


"Tolong ambilkan pakaian khusus untuk suami pasien." Perintah Dokter Rosa.


"Baik Dok." Jawab patuh staf wanita itu sebelum berbalik pergi menjauh.


Zack menunduk menatap Alanna. "Tidak lama Mas menyusul masuk." Zack berkata sambil tersenyum lembut menenangkan Alanna yang hanya bisa menganggukan kepala.


Staf Rumah Sakit membuka pintu lalu mendorong masuk brangkas tempat tidur masuk ke dalam di susul Dokter Rosa dari belakang yang langsung menutup pintu ruang bersalin dari dalam.


Zack menunggu dengan gelisah staf Rumah Sakit yang sedang pergi mengambilkan pakaian khusus untuknya.


Tidak lama berselang, terlihat staf Rumah Sakit berjalan mendekat ke arah Zack dengan pakaian khusus di tangannya.

__ADS_1


"Ini pakaian anda." Kata staf Rumah Sakit ketika sampai di depan Zack, menyerahkan pakaian khusus untuk Zack.


"Terima kasih." Balas Zack menerima dan langsung memakainya.


"Anda bisa langsung ikut bersamaku ke dalam." Kata staf Rumah Sakit begitu Zack selesai memakai pakaiannya.


"Zack !!"


Langkah Zack terhenti begitu mendengar suara Mama Rani yang memanggil namanya, dirinya menoleh ke arah suara.


Terlihat Mama Rani, Papa Arian dan juga Johan berjalan setengah berlari ke arahnya.


"Kenapa kamu ke sini ? seharusnya kamu berada di acara resepsi pernikahan mu." Zack bertanya pada Johan yang telah berdiri di hadapannya.


"Aku harus mengantar Mama dan Papa ke sini." Jawab Johan.


"Bagaimana dengan acara kalian ? Sinta di mana ? dia tidak marah ?" Zack kembali bertanya.


"Dia yang menyuruh Johan untuk mengantar kami ke Rumah Sakit. Sinta juga akan menyusul ke sini setelah selesai memulangkan semua tamu undangan. Sinta juga harus berganti pakaian terlebih dahulu sebelum ke sini." Mama Rani menjawab pertanyaan Zack.


"Dia sudah di dalam Pa, aku juga akan masuk menemani Alanna selama proses persalinannya." Jawab Zack.


"Segera lah masuk kalau begitu, kami akan menunggumu di sini." Sambung Mama Rani.


Zack mengangguk. "Baik Ma, aku masuk dulu."


Zack bergerak melangkah mengikuti staf Rumah Sakit yang sedari tadi dengan sabar menunggu dirinya, bersama mereka masuk ke dalam ruang bersalin.


Di dalam ruang bersalin, Zack langsung di arahkan ke samping tempat tidur. Zack duduk di kursi yang ada di samping tempat tidur Alanna.


Zack mengusap wajah Alanna yang penuh dengan keringat menggunakan saputangan miliknya, dengan sayang menatap wajah Alanna yang menahan sakit.


"Harus kuat ya sayang, ini demi bayi-bayi kita." Zack memberi semangat pada Alanna yang kembali hanya di balas anggukan kepala oleh Alanna.


Zack menoleh menatap ke arah kaki Alanna di mana Dokter Rosa sedang memeriksa keadaan Alanna.


"Bagaimana Dokter ? sudah waktunya ?" Zack bertanya penasaran.

__ADS_1


Dokter Rosa menegakkan tubuhnya, menatap ke arah mereka berdua.


"Iya sudah waktunya, sudah pembukaan lengkap." Jawab Dokter Rosa dengan wajah serius.


Zack menelan ludah takut bercampur gugup berdoa dalam hati semoga Alanna bisa melewati masa persalinannya, istri dan kedua bayinya selamat.


Zack yang tanpa sadar meremas tangan Alanna karena rasa gugupnya membuat Alanna tersenyum di sela-sela rasa sakit yang dia rasakan, menyadari bahwa suaminya ternyata sangat gugup di balik sikap tegarnya.


"Nyonya Alanna, ketika anda merasakan nyeri yang sangat hebat di situlah anda harus mengeluarkan tenaga untuk mengedan mengeluarkan bayi anda dan berhenti mengedan saat nyeri telah hilang. Anda mengerti ?" Dokter Rosa memberikan arahan.


"Iya Dok." Alanna menyahut mengerti.


"Bagus." Puji Dokter Rosa.


Zack kembali mengusap kening Alanna yang kembali basah oleh keringat walaupun ruangan terpasang AC.


Tidak lama berselang nyeri mulai muncul kembali di bagian perut bawah dan belakangnya. "Dokter Rosa, sakitnya mulai muncul." Kata Alanna dengan raut wajah mengerut.


"Bagus, seperti arahan ku tadi. Anda mengedan saat mulai terasa sakit. Tarik napas panjang, pandangan ke arah perut anda dan mulai mengedan." Dokter Rosa mengarahkan.


Alanna mengangguk dan mulai mengedan. "Nnggg !!!" Alanna mulai mengedan kuat.


"Ya terus.... bagus." Dokter Rosa memberi semangat. "Jika masih sakit tarik napas panjang lalu sambung kembali." Dokter Rosa kembali mengarahkan.


Alanna mengikuti perkataan Dokter Rosa, menarik napas panjang lalu mengedan kembali dan berhenti beberapa saat kemudian.


"Sakitnya hilang." lirih Alanna kelelahan, memberi tahu Dokter Rosa.


Dokter Rosa mengangguk mengerti. "Tidak apa, akan datang kembali sakitnya. Usaha yang bagus Nyonya Alanna, jika terus seperti ini bayi-bayi anda akan cepat lahir." Puji Dokter Rosa.


Belum selesai Dokter Rosa berkata, Alanna kembali merasakan sakit yang membuatnya refleks kembali mengedan kuat sambil menggenggam erat tangan Zack.


"Bagus Nyonya Alanna, terus mengedan jika masih sakit. Sambung kembali jika masih sakit, tarik nafas panjang lalu mengedan kembali." Dokter Rosa memberi semangat.


Zack sendiri hanya bisa tegang dan tanpa sadar ikut menahan nafas begitu melihat usaha keras istrinya untuk melahirkan anak-anaknya.


"Semangat sayang." Kata Zack serak, sungguh kehilangan kata hampir menangis melihat usaha istrinya.

__ADS_1


__ADS_2