
Matahari telah terbit, Alanna kembali tertidur dan Zack menunggu kedatangan Mama Rani sambil berbaring di sofa sejenak meluruskan punggungnya yang mulai terasa sakit karena duduk semalaman. Johan telah pergi mengantar Sinta pulang dengan membawa pesan untuk Mama Rani agar datang menemani Alanna di Rumah Sakit.
Terdengar ketukan pintu dari luar di susul suara pintu terbuka. Zack bangkit duduk dari sofa menoleh ke arah pintu dan melihat Mama Rani masuk di susul Pak Risno dari belakang dengan membawa dua kantong paper bag besar.
Mama Rani berjalan ke arah sofa dan duduk tepat di samping Zack. Pak Risno meletakkan kantong paper bag di atas meja dan berdiri tidak jauh dari mereka.
"Kenapa berdiri di sana Pak Risno ? duduklah di sini bersama kami." Kata Mama Rani.
"Tidak apa-apa Nyonya, aku berdiri di sini saja." Tolak Pak Risno tersenyum ramah.
Mama Rani lalu menoleh melihat ke arah tempat tidur.
"Bagaimana kabar istrimu ?" tanya Mama Rani pada Zack.
"Tadi subuh dia sadar dan kembali tertidur menjelang pagi. Keadaan sudah membaik walaupun terpukul dengan kenyataan bahwa dia kehilangan bayinya." Zack berkata muram.
Mama Rani mengangguk mengerti. "Jadi pagi ini kamu ingin mengurus tuntutan mu ke pihak kepolisian ?"
"Iya Mama, tolong jaga Alanna selama aku pergi." Pinta Zack.
"Tentu Zack, Mama akan menjaga istrimu. Mama juga membawa pakaian ganti untuk mu."
"Terimakasih Ma, aku membersihkan diri dulu sebelum pergi." Ucap Zack berdiri, mengambil kantong paper bag dan membawanya ke kamar mandi.
"Kalau begitu aku duluan ke mobil Nyonya." Pamit Pak Risno.
"Iya, Pak Risno bisa tunggu Zack di dalam mobil."
Pak Risno mengangguk mengerti dan berjalan keluar ruangan.
Dua puluh menit kemudian Zack keluar dengan keadaan rapi dan bersih walaupun hanya mandi dan berganti pakaian di kamar mandi Rumah Sakit.
"Sudah mau langsung pergi ?" tanya Mama Rani.
"Iya Ma."
"Kamu belum sarapan Zack."
"Aku sarapan di hotel saja Ma."
"Baiklah."
"Aku pergi dulu, segera hubungi aku jika ada masalah dengan Alanna." Pesan Zack sebelum pergi.
"Iya, Mama tahu."
Zack berjalan ke arah tempat tidur Alanna, melihat sejenak keadaan Alanna yang tertidur pulas sebelum berjalan keluar.
__ADS_1
Sesampainya di hotel, Zack langsung berjalan menuju lantai ruangannya. Pintu lift terbuka, Zack langsung di sambut Johan yang ternyata sudah tiba lebih dulu.
"Aku mengira kamu akan sedikit terlambat." Ucap Zack terus melangkah menuju ruangannya.
"Dari mengantar Sinta, aku langsung pulang untuk membersihkan diri dan langsung ke sini. Aku mengira anda masih akan lama di Rumah Sakit jadi aku memutuskan untuk ke sini dulu sebelum ke Rumah Sakit menjemput anda." Johan berkata tidak enak karena terjadi kesalahpahaman dengan Bosnya.
"Tidak apa-apa, aku tidak mengerti." Ucap Zack sambil membuka pintu ruangannya.
"Anda sudah sarapan Tuan ?" tanya Johan ketika Zack telah duduk di kursi meja kerjanya.
"Ah ! iya, aku lupa kalau belum sarapan. Johan tolong pesankan sarapan pagi untuk ku. Aku akan sarapan di ruangan ku."
"Baik Tuan." Kata Johan patuh, berjalan keluar ruangan untuk menghubungi pihak dapur hotel.
Kurang lebih lima belas menit kemudian terdengar ketukan pintu dari luar.
"Masuk !" Zack menyahut.
Pintu terbuka nampak Johan masuk dengan seorang pelayan hotel bagian dapur yang mendorong troll makanan.
"Letakkan di meja itu." Perintah Johan pada pegawai hotel.
"Baik Pak." Patuh pelayan dan mulai memindahkan makanan dari troll ke meja makan.
Selesai memindahkan semua makanan pelayan kemudian keluar. Zack berdiri berjalan menuju meja makan.
Johan pun ikut duduk karena dirinya memang belum sempat untuk sarapan pagi saat ke hotel pagi ini.
Mereka sarapan dalam diam, tidak membahas pekerjaan ketika sedang makan.
Usai sarapan Zack kembali ke meja kerjanya di susul Johan.
"Bagaimana ? sudah ada kabar dari pengacara ?" tanya Zack.
"Mereka akan datang pagi ini, langsung berbicara dengan Tuan membahas masalah ini." Jawan Johan.
Zack melirik jam di pergelangan tangannya. "Tapi kenapa mereka belum datang ?" Zack mengerutkan keningnya.
"Akan aku konfirmasi kembali Tuan." Johan mengambil handphone di saku dalam jasnya.
Ketukan pintu dari luar mengalihkan perhatian mereka. Johan terhenti tidak jadi menelepon dan bergerak untuk membuka pintu.
Pintu terbuka, ternyata tamu yang datang adalah pengacara yang sedang mereka tunggu.
"Silahkan masuk Pak Daniel, Tuan Zack sudah menunggu kedatangan anda semua." Johan berkata menatap Pak Daniel dan dua pengacara lainnya yang datang bersama.
Pak Daniel dan rekannya masuk ke dalam ruangan. Zack berdiri dari kursinya menyambut para pengacara itu.
__ADS_1
"Silahkan duduk." Zack mempersilahkan sambil duduk di sofa.
Para pengacara ikut duduk sedangkan Johan berdiri di belakang Zack.
"Bagaimana perkembangan kasusnya ? Maya sudah bisa kita penjarakan ?" Zack langsung bertanya ke inti permasalahan.
"Kita butuh bukti Visum untuk memperkuat tuntutan kita Pak Zack." Jawab Pak Daniel.
Zack mengangguk-angguk. "Sudah ku duga seperti itu."
"Kita butuh sekarang untuk segera melengkapi berkas tuntutan dan tersangka belum sempat melarikan diri jika mereka berniat pergi jauh." Kata Pak Daniel tegas.
"Tidak bisa kah video yang ada di gunakan untuk sekarang sementara kita membuat bukti Visum. Seperti yang anda katakan kemungkinan bisa saja sekarang dia telah melarikan diri karena kejadiannya dari kemarin." Zack berkata khawatir.
Pak Daniel menggelengkan kepala. "Maaf Pak Zack, itu tidak bisa menjadikan bukti karena di video itu Maya hanya menarik istri anda tidak ada video di mana dia melakukan tindakan kekerasan pada istri anda." Pak Daniel berkata dengan nada menyesal.
Zack bersandar dengan wajah stress memikirkan kemungkinan Maya telah kabur melihat dari sikap Maya yang dia kenal.
"Aku akan menyewa orang memantau dari jauh keadaan rumah dan anggota keluarga Maya terutama Maya, Tuan Zack." Johan bersuara memberikan pendapat.
"Bagus, pemikiran bagus Johan. Sementara kita melengkapi berkas tuntutan segera cari seseorang atau bahkan lebih untuk memantau ke adaan mereka." Kata Zack bersemangat, tersenyum lega mendengar saran dari Johan.
"Baik Tuan akan segera aku kerjakan."
"Kali ini kita tidak akan melepaskan keluarga itu yang telah berlaku jahat pada keluarga ku terutama pada Alanna." Gumam Zack.
Johan keluar meninggalkan Zack dan para pengacara yang masih duduk.
"Lebih baik kita ke Rumah Sakit sekarang Pak Zack, kita juga harus segera membuat surat bukti Visum agar surat penangkapan Maya bisa keluar siang ini." Kata Pak Daniel mengingatkan.
"Iya Pak Daniel, kita pergi sekarang." ucap Zack berdiri, di susul Pak Daniel dan dua rekan pengacaranya.
-
-
-
-
-
...yuk intip novel terbaru Author dengan judul...
..."Terbelenggu cinta seorang pangeran"...
...😊...
__ADS_1