Lelaki Penuh Luka

Lelaki Penuh Luka
Bab 100


__ADS_3

Zack masuk ke dalam ruang perawatan Alanna saat hari telah senja.


Penampilan Zack sedikit berantakan, dasi terikat longgar di lehernya, dan jas yang tadi pagi di pakainya sekarang terlepas dan di pegang oleh Johan yang berjalan di belakangnya.


"Mas terlihat kelelahan." Komentar Alanna prihatin, ketika Zack duduk di kursi yang berada di samping tempat tidurnya.


"Sedikit." Ucap Zack.


"Bagaimana sudah urusan dengan Maya ?" tanya Mama Rani penasaran.


"Maya sekarang sedang di tahan di kantor polisi, aku meninggalkan nya sedang di interogasi di ruang penyelidikan."


"Baguslah, kita harus terus pantau jangan sampai dia lolos dari kesalahan yang di buatnya." Kata Mama Rani.


"Jangan khawatir Ma, pengacara kita akan mengurusnya."


"Kamu tidak ingin pulang ke rumah Zack ? Malam ini lebih baik kamu tidur di rumah saja, biar Sinta yang menemani Alanna malam ini di Rumah Sakit." Kata Mama Rani mengalihkan pembicaraan, melihat keadaan Zack yang terlihat kelelahan.


"Tidak usah Ma, aku tidak apa-apa. Aku malah tidak bisa tidur nyenyak dan bakal kepikiran dengan Alanna kalau istirahat di rumah." Tolak Zack.


"Kamu yakin ?" Mama Rani bertanya kembali.


"Iya Mama, kalau Mama pulang suruh orang untuk mengantarkan pakaian ganti untukku."


"Baiklah kalau begitu Mama pulang dulu." Mama Rani berdiri mendekati tempat tidur Alanna. "Alanna, Mama pulang dulu sayang." Tambah Mama Rani pamit.


"Iya Mama."


"Besok Mama datang lagi."


"Johan antar kan Mama pulang, setelah itu kamu boleh pulang." Kata Zack.


"Baik Tuan."


Mama Rani berjalan menuju pintu di susul Johan dari belakang.


"Betul mas Zack tidak apa-apa ? Aku tidak apa-apa kalau mas malam ini menginap di rumah. Mas Zack perlu istirahat yang bagus supaya tidak sakit." Alanna berkata khawatir.


"Tidak apa-apa sayang, kamu tidak usah mengkhawatir mas seharusnya kamu lebih memikirkan kesehatan mu saja."


Tok tok tok.


Terdengar ketukan pintu dari luar.


"Masuk !" Zack menyahut.


Pintu terbuka, masuk petugas dari dapur Rumah Sakit mengantarkan makan malam untuk Alanna.


"Ini di letakan di mana ?" tanya petugas dapur Rumah Sakit.


"Letakan saja dulu di meja itu." Jawab Zack menunjuk meja yang berada di depan sofa.


"Baik." Kata petugas dapur kemudian meletakkan makanan Alanna di atas meja, setelahnya berjalan keluar dan menutup pintu dari luar.


"Sudah ingin makan ?" tanya Zack.


"Sedikit lagi mas."


"Baiklah."


"Mas Zack sendiri sudah makan ?" tanya Alanna balik.

__ADS_1


"Belum."


"Mas pergilah keluar makan malam dulu."


"Kalau mas pergi siapa yang menemani kamu di sini ?"


Alanna mengerutkan kening. "Jadi mas tidak makan ? mas Zack pergi makan dulu, aku nggak apa-apa kok di tinggal sebentar."


"Nggak, mas nggak akan keluar. Aku telepon orang di rumah dulu untuk sekalian antar pakaian dan makan malam untuk ku." Kata Zack berdiri mengambil handphone di saku jasnya yang tergeletak di atas sofa.


"Siapa yang ingin mas Zack telepon ? kalau Mama pasti masih di jalan."


"Mas mau menelepon Sinta." Jawab Zack sambil sibuk menekan layar handphonenya.


Terdengar nada dering terhubung, Zack meloudspeaker suara handphonenya.


"Hallo." Suara Sinta terdengar begitu sambungan telepon terhubung.


"Hallo Sinta." Balas Zack.


"Ya kak Zack, kenapa menelepon ku ?"


"Antar kan makan malam untuk ku di Rumah Sakit, aku tidak bisa makan di luar karena tidak ada yang menjaga Alanna di sini."


"Kak Zack ingin makan malam di luar ? aku bisa ke sana untuk menemani Alanna kalau kak Zack ingin keluar makan." Sinta menawarkan diri.


"Tidak usah, aku juga sebenarnya malas makan sendiri di luar. Antar makan malam ku sekalian dengan pakaian ganti yang ingin Mama kirim ke Rumah Sakit."


"Memangnya Mama di mana ? bukannya dia ada di Rumah Sakit menjaga Alanna ?"


"Mama sudah pulang dari tadi, mungkin tidak lama lagi sampai."


"Pak Risno masih ada di rumah, Mama di antar siapa ?" tanya Sinta heran.


"O........." Sinta bergumam.


Alanna yang dari tadi hanya diam tersenyum simpul mendengar perkataan terakhir Sinta


"Sudah dulu, aku matikan teleponnya." Kata Zack kemudian memutuskan sambungan telepon.


Zack menoleh menatap Alanna. "Sayang lebih baik kamu makan sekarang."


"Baiklah mas."


Alanna bangun dan mengatur posisi untuk duduk sedangkan Zack mengatur meja kecil yang di letakkan di depan Alanna.


Zack mengambil makanan Alanna dan meletakkannya di atas meja kecil yang ada di depan Alanna.


"Bisa makan sendiri ? ingin mas suap kan ?"


Alanna menggeleng kepala tersenyum. "Tidak usah mas, aku bisa sendiri."


Alanna menyuap perlahan dan menguyah pelan makanannya karena memar di beberapa tempat di bagian wajahnya.


Zack yang memperhatikan Alanna merasa sedih, mengulurkan tangan mengusap lembut wajah Alanna yang memar "Masih sakit sayang ? pelan-pelan saja mengunyah makanannya."


"Sedikit mas." Jawab Alanna di sela-sela menguyah. "Mas Zack, aku harus menginap berapa lama di Rumah Sakit ?" Alanna bertanya.


"Mungkin agak lama sayang, selain di kuret kamu juga memiliki luka yang cukup serius di bagian kepala dan perlu di jahit jadi mungkin kamu bisa pulang kalau luka itu sudah sembuh." Zack menjelaskan.


"Kenapa sayang ? bosan terlalu lama di Rumah Sakit ?" Zack bertanya menambahkan.

__ADS_1


Alanna menggelengkan kepalanya. "Tidak mas hanya saja kalau mas terus menjaga ku seperti ini, pekerjaan mas akan terganggu dan takutnya mas Zack akan sakit karena kelelahan."


"Tidak apa-apa sayang, kamu tidak usah berpikir yang macam-macam. Pekerjaan itu tidak sebanding dengan dirimu, lagi pula ada Johan yang bisa mengurus pekerjaan selagi aku di sini menjaga mu.


"Sudah tidak usah banyak berpikir, habiskan saja makanan mu."


Selebihnya Alanna menghabiskan makanannya dalam diam.


Zack meletakkan kembali piring bekas makan Alanna di atas meja sofa dan merapikan kembali tempat tidur Alanna.


"Masih ada yang kamu inginkan ?" tanya Zack.


"Tidak ada mas."


"Kalau begitu kamu berbaring saja."


Alanna menurut dan kembali berbaring. Ketukan di pintu terdengar dari luar di susul pintu kamar yang terbuka.


Zack dan Alanna menoleh ke arah pintu secara bersamaan.


Sinta muncul di susul Johan dari belakang dengan membawa dua kantong paper bag. Zack mengerutkan kening melihat kedatangan mereka sedangkan Alanna kembali tersenyum.


Johan meletakkan dua kantong paper bag di atas meja.


"Aku datang mengantar pesanan kak Zack." Sinta berkata sambil tersenyum, duduk di sofa.


Zack berdiri melangkah mendekati meja dan memeriksa isi kantong paper bag. "Kenapa kamu yang datang mengantar ini ?"


"Kasian Pak Risno pasti capek kalau bolak-balik mengantar ini." Jawab Sinta.


"Kamu tidak kasian sama Johan yang harus bolak-balik mengantarmu, kenapa tidak Johan sendiri saja yang membawanya supaya dia bisa langsung pulang tanpa harus mengantarmu kembali ke rumah." Protes Zack.


"Sudahlah mas, tidak usah marah-marah untuk hal yang sudah terjadi lagian juga Johan tidak masalah. Kan Johan ?" Alanna menengahi.


"Iya Tuan Zack ini bukan hal besar yang harus di permasalahkan."


"Lebih baik mas segera mandi lalu makan malam." Ucap Alanna.


"Baiklah, mas mandi dulu." Zack mengambil kantong paper bag berisi pakaian bersihnya, berjalan menuju pintu kamar mandi.


"Jadi kalian langsung pulang sekarang ?"


"Kami pergi setelah kak Zack selesai mandi." Jawab Sinta.


"Tidak perlu, kalian langsung pulang saja sekarang. Kasian Johan, nanti pulang terlalu larut karena harus mengantar kamu dulu."


"Baiklah kalau begitu kami pulang dulu." Kata Sinta akhirnya.


"Aku permisi dulu, Nona Alanna." Pamit Johan di balas anggukan kepala oleh Alanna.


-


-


-


-


-


...yuk intip novel terbaru author dengan judul...

__ADS_1


..."Terbelenggu cinta seorang pangeran"☺️...


__ADS_2