
Pak Risno memberhentikan mobil di depan sebuah mall.
"Pak Risno tidak usah menunggu kami, nanti saya telpon kalau sudah mau pulang." Kata mama Rani sebelum keluar.
"Baik nyonya." Kata Pak Risno lalu keluar dari mobil untuk membukakan pintu saat mama Rani akan keluar di susul Alanna sedang kan Sinta keluar dari kursi di depan, samping kursi pengemudi.
Mereka memasuki mall dan langsung menuju toko yang menjual segala macam furniture. Setelah melihat-lihat kurang lebih setengah jam, Alanna akhirnya memilih meja rias dengan model yang minimalis kemudian berjalan menuju meja kasir untuk membayar menggunakan kartu kredit pemberian Zack.
Sinta yang melihat kartu kredit tanpa limit itu tidak bisa untuk tidak berkomentar. "Wow ! kak Zack tidak tanggung-tanggung memanjakan istrinya, Alanna boleh pinjam sekali-sekali ?"
Mendengar perkataan Sinta membuat Alanna tersenyum. "Boleh."
"Kau kan juga punya kartu kredit yang di berikan papa mu." Mama Rani menegur Sinta.
"Tapi kan tidak sama dengan punya Alanna."
"Kau ini." Mama Rani tidak tahu harus berkata apa, tidak ingin berdebat di depan kasir.
Alanna yang melihat interaksi mereka hanya bisa tersenyum. Selesai dari toko furniture, mama Rani mengajak mereka ke sebuah butik untuk melihat-lihat dan memilih baju.
"Pilihlah, nanti mama yang bayar."
"Kalau begitu, saya tidak sungkan-sungkan." Sinta berkata penuh semangat.
"Alanna juga pilihlah yang mana kau suka."
"Iya mama."
Kali ini mereka lebih lama di toko butik, Alanna hanya memilih satu baju saja karena berpikir masih banyak pakaian yang belum terpakai di dalam lemari nya, berbeda dengan Sinta yang memilih banyak.
"Alanna hanya ini saja ?" tanya mama Rani saat melihat belanjaan Alanna.
"Iya ma." Jawab Alanna. "Pakaian ku masih banyak di dalam lemari yang belum terpakai."
"Habis ini kita ke salon ya ?" Sinta berkata tiba-tiba, memotong pembicaraan Mama Rani dan Alanna.
"Boleh, mama juga sudah lama tidak ke salon."
Selesai membayar belanjaan, mereka menuju salon yang juga masih berada di dalam mall. Saat selesai, jam sudah menunjukkan hampir pukul dua belas siang dan memutuskan untuk mencari restoran yang berada di dalam mall.
"Pak Risno bisa jemput kami sekarang ?" tanya mama Rani di telepon saat selesai makan siang.
"Iya nyonya, saya akan ke sana sekarang." Jawab pak Risno dari seberang, mama Rani memutuskan sambungan telepon.
Sesampainya di rumah Alanna langsung naik ke atas menuju kamar nya tapi tidak menemukan Zack di sana, meja rias yang di beli nya tadi pagi sudah berada dalam kamar, di letakan bersebelahan tidak jauh dari tempat tidur.
Mungkin dia berada di ruang kerjanya di bawah, Alanna berkata dalam hati memutuskan untuk turun mencari Zack di lantai bawah.
__ADS_1
"Bibi, mas Zack ada di ruang kerjanya ?" tanya Alanna di tangga bawah saat melihat bibi pengurus rumah lewat.
"Iya nona Alanna, tuan muda ada di ruang kerja."
"Bibi mau ke mana membawa kopi itu ?" tanya Alanna melihat cangkir kopi yang di bawah Bibi.
"Mau saya antar ke ruang kerja tuan muda, tuan muda meminta untuk di buat kan."
"Biar saya saja yang antar Bi, saya juga mau ke sana." Ucap Alanna, mengambil kopi dari tangan Bibi.
"Kalau begitu saya kembali ke dapur nona Alanna." Ucap Bibi di balas anggukan kepala oleh Alanna.
Tok tok tok tok
Alanna mengetuk pintu ruang kerja Zack.
"Masuk !" Zack berkata dari dalam.
Alanna membuka pintu dan masuk kemudian menutup pintu di belakang nya. Alanna baru pertama kali ini masuk ke ruang kerja Zack, tidak seperti ruang kerjanya di hotel ruangan ini walaupun dindingnya di dominasi dengan rak-rak buku tapi masih terlihat beberapa lukisan dan bingkai-bingkai foto keluarga yang tersusun rapi di atas meja kecil yang berada di dekat sofa, Alanna melihat foto pernikahan nya di antara foto-foto itu.
Zack mengangkat pandangan dari layar leptop dan melihat bahwa Alanna ternyata yang masuk.
"Kau sudah pulang ?" Zack bertanya mengalihkan perhatian Alanna yang masih asik melihat foto-foto keluarga.
"Iya mas, baru saja sampai." Jawab Alanna menoleh pada Zack. "Ini kopi yang mas minta buatkan, mau di simpan di mana ?"
Alanna berjalan menuju meja kerja Zack dan meletakkannya di atas meja. "Meja riasnya sudah ada di dalam kamar saat saya masuk ke kamar."
"Iya, baru juga sampai." Zack berkata sebelum meneguk kopinya. "Apa semua yang kalian lakukan ?" tanya Zack meletakkan cangkir kopi nya kemudian menoleh menatap Alanna yang berdiri di samping kursi nya.
"Selain memberi meja, mama membawa kami berbelanja di butik, kemudian ke salon dan terakhir makan siang sebelum pulang ke rumah." Ucap Alanna. "Mas sudah makan siang ?"
"Sudah tadi berdua dengan papa."
"Mas masih sibuk ?"
"Sedikit lagi selesai, kau beristirahat lah."
"Masih ada yang mas butuhkan ?"
"Tidak ada, kau istirahat lah."
"Kalau begitu saya ke kamar dulu mas." Alanna beranjak keluar meninggalkan Zack yang kembali sibuk dengan pekerjaan nya.
ππππππππππππππππ
Pagi ini Alanna menghadiri rapat yang dipimpin oleh wakil general manager hotel yang membahas tentang acara pernikahan artis papan Atas yang akan menikah di hotel mereka, selain menyewa aula gedung yang memuat seribu undangan mereka juga memboking beberapa kamar VIP dan VVIP untuk beberapa tamu undangan. Daftar menu untuk acara tersebut pun tidak tanggung-tanggung yang membuat sedikit kewalahan dapur hotel.
__ADS_1
Rapat sedikit memakan waktu dari pagi, selesai saat jam makan siang. Selesai rapat Alanna hanya meletakkan buku catatan nya di meja kerja nya dan keluar menuju kantin tanpa membawa handphone.
Di kantin Alanna memilih meja yang kosong setelah memilih dan mengambil makanan.
"Makan sendiri ?" tanya suara pria dari samping.
Alanna menoleh dan melihat Rudy tersenyum pada nya. "Iya." Jawab Alanna singkat.
"Boleh bergabung ?" tanya Rudy.
"Boleh."
"Terima kasih." Rudy kemudian duduk di kursi yang berada di depan Alanna. "Bagaimana akhir pekan mu, menyenangkan ?" tanya Rudy saat mulai menyantap makan siang nya.
"Lumayan."
"Hanya di rumah atau ada kegiatan di luar ?" tanya Rudy kembali.
"Saya keluar berbelanja dengan keluarga ku."
"O..... begitu."
Mereka tidak berbicara lagi, masing-masing menikmati makan siang mereka.
"Maaf nona Alanna." Suara Johan menyela makan siang mereka.
"Ada apa pak Johan ? Ada yang anda perlukan ?" tanya Alanna, memanggil Johan sopan, berharap Rudy tidak begitu memperhatikan panggilan Johan pada nya.
"Anda di panggil pak Zack di ruangan nya, ada yang ingin di bicarakan nya."
"Iya nanti saya ke sana, saya habis kan dulu makan siang ku."
"Anda di tunggu sekarang." Kata Johan bersikeras.
"Baiklah, saya akan ke sana." Alanna terpaksa menyetujui, kemudian Johan berbalik pergi. "Rudy, saya duluan." Alanna beranjak berdiri.
"Kau tidak melakukan kesalahan kan ? sampai di panggil oleh Bos kita." Rudy bertanya khawatir sedikit penasaran.
"Entahlah, saya juga tidak tahu. Tapi setahuku saya tidak melakukan kesalahan." Kata Alanna. "Saya pergi dulu." Tambah Alanna sebelum berbalik pergi.
-
-
-
|| dukung author ya dengan cara like, coment, vote dan beri bintang lima, terimakasih βΊοΈβΊοΈβΊοΈ||
__ADS_1