Lelaki Penuh Luka

Lelaki Penuh Luka
Bab 95


__ADS_3

Ruang operasi terbuka, Alanna di dorong oleh perawat dari dari dalam ruang operasi di susul Dokter yang melakukan tindakan operasi pada Alanna.


Zack otomatis mendekati brangkas tempat tidur Alanna di susul anggota keluarga yang lain.


"Bagaimana keadaan istri ku Dok ?" tanya Zack khawatir sambil menatap Alanna.


"Keadaan istri anda baik Pak, dia belum sadar karena masih ada efek samping bius dan mengalami trauma benturan di kepala. Anda tenang saja, istri anda cukup di observasi di ruang perawatan tidak perlu di bawa ke ruang ICU." Dokter menjelaskan membuat mereka semua bernapas lega terutama Zack.


"Terimakasih Dok." Kata Papa Arian mewakili Zack yang serius menatap wajah Alanna.


"Sama-sama Pak, ini sudah menjadi tugas kami." Dokter tersenyum ramah. "Kalau begitu aku permisi dulu, keluarga bisa mengikuti pasien ke ruang perawatan." Dokter menambahkan.


"Iya, terimakasih Dok." Zack berkata.


Dokter mengangguk tersenyum sebelum berbalik pergi berlawanan arah dengan suster yang mendorong brangkas tempat tidur Alanna.


"Kalian lebih baik pulang seja ke rumah, ini sudah larut malam." Zack berkata pada orang tua nya begitu mereka telah berada di dalam ruang perawatan Alanna.


"Kami akan menunggu sampai Alanna sadarkan diri baru itu kami akan pulang ke rumah." Tolak Mama Rani.


"Betul apa yang Kak Zack katakan, kalian pulang saja. Kata Dokter tadi Alanna juga baik-baik saja. Aku akan di sini menemani Kak Zack dan akan segera menghubungi kalian kalau Alanna sudah sadar kan diri." Sinta menambahkan, menyetujui perkataan Zack.


Mama berpikir sejenak sebelum berkata. "Baiklah, cepat kabari kami kalau ada masalah atau Alanna sudah sadar." Mama terpaksa mengalah.


"Pasti Mama, kami pasti mengabari kalian." Zack meyakinkan.


"Johan, tolong antar Mama dan Papa kembali ke rumah lalu kamu singgah di hotel minta file rekaman video Cctv saat Maya menarik Alanna ke pintu darurat. Aku ingin kamu membawa rekaman itu ke kepolisian, aku ingin kamu melaporkan Maya atas kejadian yang menimpa Alanna." Zack berkata tegas.


"Baik Tuan, akan segera ku kerjakan." Johan berkata patuh.


"Hubungi semua pengacara kita untuk mengurus masalah ini. Maya harus mendapatkan balasan yang setimpal karena telah membahayakan Alanna dan membuat calon bayiku tidak selamat."


"Tindakan mu tepat Nak, Papa sangat mendukung. Kita sudah terlalu sabar terhadap Maya dan keluarga." Kata Papa memberi semangat kepada Zack.


"Baik Tuan, akan ku kerjakan." Johan kembali mengulangi perkataannya.


Mama dan Papa berjalan keluar di susul Johan dari belakang. Zack duduk di kursi yang berada di samping brangkas tempat tidur Alanna.


"Ada yang ingin Kak Zack inginkan ? aku akan pergi membelinya."


"Belikan aku segelas kopi, aku pergi terjaga malam ini untuk menjaga nya." Zack berkata tanpa mengalihkan pandangannya dari wajah Alanna.


Sinta mengangguk mengerti. "Baiklah, ada kafe yang berada di dekat rumah sakit. Aku akan pergi ke sana tidak lama."


Sinta keluar ruangan meninggalkan Zack yang hanya duduk terdiam.


Zack diam menatap Alanna yang masih tertidur. Mengingat kembali semua kejadian ketika menemukan Alanna yang tidak sadarkan diri bersimbah darah membuatnya kembali merasakan jantung nya yang sakit seperti di remas hingga membuatnya susah untuk bernapas.


Setelah kejadian ini membuat Zack terpaksa mengakui kenyataan yang selama ini berusaha untuk dia abaikan. Munculnya rasa takut kehilangan yang tiba-tiba muncul membuatnya harus menyadari perasaan cinta yang selama ini berusaha dia abaikan.


"Sayang, bangun lah. Jangan tidur terlalu lama." Gumam Zack menggenggam lembut tangan Alanna.


"Entah harus mulai dari mana aku mengatakan padamu tentang bayi kita. Aku sudah bisa membayangkan reaksimu ketika mendengar kabar ini." Zack menambahkan, berkata dengan raut wajah sedih masih menggenggam lembut tangan Alanna.

__ADS_1


Entah berapa lama Zack hanya duduk terdiam sambil menatap wajah Alanna, bahkan kedatangan Sinta di dalam ruangan pun tidak di sadari nya.


"Kak ini kopi mu." Sinta berkata pelan sambil menyerahkan gelas kopi yang masih hangat pada Zack.


Zack mengambilnya dan mulai meneguk pelan kopinya tanpa beranjak dari kursinya.


Sinta sendiri bergerak menuju sofa yang berada di dalam ruangan itu. Tidak ada satupun dari mereka yang bersuara dan Sinta mengerti keadaan Kakaknya yang terlihat sedih dan nampak berantakan.


Sinta baru kali ini melihat keadaan Zack yang terlihat kacau bahkan saat kejadian dengan Mariana pun Zack tidak nampak seperti ini.


Rambutnya yang biasa tertata rapi kini terlihat berantakan, jas dan kemejanya sudah kusut bercampur noda darah karena menggendong Alanna.


Lebih dari itu semua adalah raut wajah Zack yang sangat sedih dan terpukul melihat keadaan istrinya.


Sinta berjalan pelan ke luar ruangan, berniat menelepon Mama Rani.


Sambungan telepon terhubung pada dering pertama.


"Hallo Sinta, bagaimana kabar Alanna. Dia sudah sadar ?" tanya Mama Rani saat sambungan telepon terhubung.


"Hallo Mama, belum Ma. Alanna belum sadarkan diri." Jawab Sinta.


"Lalu ada hal apa kamu menelepon Mama ?"


"Bisa Mama antar kan pakaian ganti untuk Kak Zack ? pakaiannya kotor dengan noda darah."


"Oh benar ! Mama tidak terpikirkan ke situ." Kata Mama Rani dengan suara menyesal.


"Akan segera Mama suruh orang untuk mengantar pakaian Zack dan alat mandinya."


"Baiklah, sudah dulu kalau begitu Ma, nanti akan ku kabari jika ada perkembangan."


"Iya." Kata Mama Rani dan sambungan telepon terputus.


Sinta kembali masuk ke dalam ruang perawatan Alanna.


"Kak Zack, tadi aku menelepon Mama meminta untuk membawakan pakaian ganti untuk Kak Zack." Sinta memberitahukan Zack pelan.


"Sebenarnya tidak perlu Sinta." Ucap Zack.


"Kak Zack tetap harus berganti pakaian, apa nanti yang Alanna katakan ketika sadar melihat penampilan kakak yang nampak kacau seperti ini."


Zack terdiam mendengar perkataan Sinta. "Baiklah." Zack terpaksa menyutujui.


Zack berbalik menghadap Sinta. "Lebih baik kamu tidur saja di sofa itu walaupun kurang nyaman. Ini sudah larut malam sekali." Saran Zack.


"Aku akan tidur setelah datang pakaian ganti Kak Zack."


"Kenapa ?" Zack bertanya bingung.


"Kalau aku tidur sekarang siapa yang akan menjaga Alanna saat nanti Kak Zack pergi berganti pakaian ?"


"Kamu benar." Zack berkata menyetujui, tidak kepikiran sampai ke sana.

__ADS_1


Zack kembali berbalik menghadap Alanna, mereka berdua pun terdiam kembali.


Berselang beberapa saat kemudian terdengar ketukan pintu dari luar.


"Mungkin orang rumah yang mengantarkan pakaian Kak Zack." Ucap Sinta sambil berdiri berjalan menuju pintu.


Pintu terbuka, Pak Risno berdiri dengan dua paper bag besar di tangannya.


"Aku di suruh Nyonya besar untuk mengantarkan pakaian ganti untuk Tuan muda." Kata Pak Risno menyerahkan kedua paper bag pada Sinta.


Sinta menerimanya. "Iya, makasih Pak Risno."


"Sama-sama Non, masih ada yang Nona Sinta butuhkan ?" tanya Pak Risno.


"Sudah tidak ada, Pak Risno boleh kembali."


"Baik Non, aku permisi dulu." Pamit Pak Risno.


Sinta menutup kembali pintu, membawa paper bag ke atas meja dan meletakkan nya di sana memeriksa isi kedua tas yang ternyata pakaian ganti Zack dan dua lembar selimut.


"Kak Zack ini pakaian ganti mu." Sinta menyerahkan satu tas pada Zack.


Zack berdiri dengan terpaksa dari kursinya, mengambil tas dari tangan Sinta dan berjalan menuju kamar mandi yang berada di dalam ruang perawatan Alanna.


Sinta bergantian duduk di kursi yang berada di samping tempat tidur Alanna menunggu Zack kembali dari berganti pakaian.


Zack keluar dari kamar mandi dengan pakaian yang bersih. Sinta berdiri dari kursi berganti kembali dengan Zack untuk duduk.


"Kamu istirahat saja, ini sudah hampir subuh." Zack memberi tahu.


"Baiklah, bangun kan aku kalau ada apa-apa." Sinta mengingatkan.


Zack hanya mengangguk membalas perkataan Sinta.


Sinta kemudian mengambil selembar selimut dan mengatur posisi untuk tidur di atas sofa.


-


-


-


-


...dukung terus author ya ☺️...


...dengan cara like coment dan vote terimakasih...


...intip yuk novel terbaru author dengan judul...


..."Terbelenggu cinta seorang pangeran"...


...untuk pembaca yang suka cerita perjodohan kerajaan ☺️...

__ADS_1


__ADS_2