
Jam menunjukkan pukul dua belas siang, Alanna dan Gita beranjak menuju kantin hotel untuk istirahat makan siang dan bertemu dengan kepala room section mba Sania.
"Alanna, kau di panggil tamu kamar nomor dua." Kata mba Sania saat tiba di hadapan mereka.
" Bukannya ini jam istirahat makan siang mba ?" sahut Gita sedikit protes.
"Tidak enak menolak permintaan tamu hotel." Jelas mba Sania. "Lagian tamu hotel ini ada kurang sehat dan tinggal sendiri di hotel kita, mana mba tega menolak permintaan nya." Tamba mba Sania dengan ekspresi muka tak enak.
" Iya mba Sania saya mengerti, tidak apa-apa kok Gita, kamu duluan saja nanti saya menyusul. " Alanna kemudian pergi menuju kamar paviliun nomor dua.
Sesampainya nya di depan pintu Alanna mengetuk pintu, hanya satu kali ketukan tak lama pintu langsung terbuka, Zack nampak tampan memakai kemeja biru laut dengan lengan di gulung sampai siku dan celana kain hitam muncul dari dalam kamar kemudian bergeser sedikit mempersilahkan Alanna masuk.
"Apa yang anda perlu kan pak Zack ? " Alanna bertanya saat telah berada di dalam kamar.
"Kenapa tergesa-gesa sekali ? " tanya Zack berjalan melewati Alanna menuju meja makan.
"Anda kan tahu ini jam istirahat makan siang, saya ada janji makan siang dengan teman di kantin kantor." Alanna menjelaskan dengan sabar walaupun perutnya sudah tidak bersahabat ingin segara di isi.
"Janji makan dengan teman pria atau wanita ?" Zack bertanya dengan raut wajah tidak suka yang membuat Alanna penasaran.
"Kenapa kalau pria ? dan kenapa juga kalau wanita ? " Alanna tidak tahan untuk tidak bertanya.
Zack terpaku dengan alanna yang balik bertanya, dia tidak tahu harus menjawab apa. Zack pun bingung dengan perasaannya yang tiba-tiba tidak menyukai jika Alanna dekat dengan seorang pria.
"Kalau kau ingin makan siang tidak usah ke kantin hotel, makan di sini saja. Temani saya makan siang. " Zach mengalihkan pembicaraan kemudian duduk di meja makan.
Alanna otomatis mendekati meja makan saat melihat Zack sudah memegang sendok dan garpu siap untuk menyantap makan siang nya
membantu Zack mengisi piring makan nya dengan beberapa lauk makanan yang tersedia di meja makan.
"Kalau begitu saya kirim pesan dulu pada teman ku agar tidak usah menunggu saya untuk makan." Ucap Alanna kemudian mengambil handphone di saku bajunya dan mengirim pesan pada Gita.
Setelah mengirim pesan pada Gita, Alanna tidak menunggu lama untuk menyantap makan siang nya. Menu makanan nya sangat berbeda jauh dengan menu makanan yang biasa dia makan di kantin hotel , Alanna pun tidak segan segan untuk memakan nya.
Melihat Alanna yang makan dengan lahap membuat Zack tersenyum di sela makan nya. "Teman yang janji makan dengan kau di kantin kantor pria atau wanita." Zack menanyakan kembali pertanyaan nya, belum
puas jika dia belum mendapatkan jawaban.
"Wanita, pak Zack." Jawab Alanna sambil mengunyah makanan nya, sudah tidak peduli kenapa Zack sangat penasaran dengan jawaban nya.
Alanna tidak menyadari ekspresi wajah Zack yang lega setelah mendengar jawaban dari nya.
__ADS_1
"Saya boleh bertanya ? " ucap Alanna di sela makan siang mereka.
"Boleh , apa yang mau kau tanyakan. "
" Anda tidak punya keluarga ? kenapa anda berada di hotel kami sendiri di saat anda terluka ? "
Mendengar pertanyaan Alanna membuat Zack terdiam.
"Maaf kalau pertanyaan ku membuatmu tersinggung." Alanna langsung meminta maaf. "Anggap saya tidak pernah bertanya." Sambung Alanna kembali.
" Tidak apa-apa , saya juga akan bertanya seperti itu jika jadi kau." Zack meyakinkan.
Zack pun menjawab pertanyaan dari Alanna. "Saya memiliki keluarga besar, mereka tahu saya ada di hotel ini, mereka bahkan tidak menyetujui keputusan ku untuk ada di sini di saat saya terluka. Saya tidak perbolehkan mereka untuk datang karena saya ingin sendiri dulu untuk saat ini."
"Saya dengar dari pegawai hotel kalau anda terluka karena kecelakaan. "
"Iya saya mengalami kecelakaan mobil dan maaf untuk penyebab nya saya belum bisa bicarakan sekarang. "
" O....tidak apa-apa pak Zack, itu hak anda untuk tidak bercerita." Alanna merasa tidak enak hati.
Melihat Zack tidak lagi menyentuh makanan nya membuat Alanna bertanya. " Anda sudah selesai pak Zack ?"
" Iya, saya sudah kenyang ." Zack berkata seraya mendorong piring makanan nya. "Ini makanan terbanyak yang saya makan sepanjang saya menginap di sini."
"Tidak apa-apa Alanna, tidak usah terlalu sungkan dengan ku." Ucap Zack. "Kita bisa berteman ? " Zack bertanya.
"Tentu bisa pak Zack , saya tidak menolak pertemanan." Jawab Alanna tersenyum hangat mendengar perkataan Zack.
"Kalau begitu bisa kau temani saya makan saat jadwal sif mu di sini ? " tanya Zack.
"Tentu bisa, apalagi makanan di sini lebih enak dari pada makanan di kantin hotel." Jawab Alanna tersenyum.
Tanpa sadar Zack pun tersenyum saat melihat Alanna yang tersenyum hangat pada nya, entah mengapa tanpa di sadari nya melihat Alanna tersenyum membuat hati Zack terasa hangat.
Melihat Zack yang tersenyum untuk pertama kalinya membuat Alanna tanpa sadar berkata. "Anda terlihat tampan saat anda tersenyum seperti sekarang ini."
"Benarkah ? " ucap Zack terkejut.
"Iya benar benar tampan, anda tidak tahu saja kalau para pegawai hotel wanita banyak membicarakan anda." Alanna bercerita. "Apalagi kalau anda sering tersenyum seperti ini." Sambung Alanna kemudian merapikan meja makan, memindahkan piring kotor ke troll makanan. "Masih ada lagi yang anda perlukan pak Zack ?" tanya Alanna saat hendak keluar mendorong troll makanan.
"Tidak ada , saya ingin istirahat sebentar. " Jawab Zack berjalan menuju tempat tidur.
__ADS_1
" Baiklah kalau begitu selamat beristirahat. " Alanna kemudian keluar kamar.
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
" Kau tadi makan siang di mana ? " tanya Gita penasaran saat bertemu Alanna di lorong, Alanna baru dari arah dapur mengantar troll yang berisi piring kotor.
" Tadi saat pak Zack memanggil ku tiba-tiba dia mengajak ku makan siang." Jelas Alanna, mereka lalu berjalan bersama menuju ruangan staf.
"Iya kah ? " ucap Gita tidak percaya yang di balas anggukan oleh Alanna. "Tidak aneh menurut mu ? " sambung Gita.
"Aneh bagaimana maksud mu ? " tanya Alanna heran.
"Bukankah kau bercerita kemarin kalau kau tidak nyaman bekerja di kamarnya bahkan menghadap sama mba Sania untuk pindah kamar karena sifat nya yang tidak bersahabat."
" iya memang lalu ? "
"Lalu hanya dalam satu hari sikapnya terhadap mu berubah drastis." Sambung Gita.
"Mungkin karena dia tahu saya menghadap mba Sania jadi dia merasa bersalah." Jelas Alanna.
"Dia tahu dari mana kalau kau menghadap mba Sania ? " Gita makin penasaran.
"Katanya pak Zack, mba Sania mendatanginya bertanya apa kah ada masalah dengan pelayanan hotel karena petugas nya yang tidak berganti." Jelas Alanna lagi.
"Jadi karena itu sikap nya berubah terhadap mu ?"
"Menurut ku sih begitu karena tadi pagi dia sudah minta maaf."
"Pak Zack minta maaf sama kau, Alanna ? " Gita terkejut.
"Iya, saya pun juga sempat kaget." Alanna menjelaskan.
"Bukankah kita tidak boleh menolak niat baik seseorang ?" sambung Alanna.
"Iya sih."
"Sudah lah tidak usah di bahas lagi." Potong Alanna. "Bagaimana pulang kerja kita pergi nonton film." Saran Alanna.
"Boleh, sudah lama kita tidak keluar jalan-jalan."
" Nonton film apa kali ini ? ada film terbaru nggak ?" tanya Alanna.
__ADS_1
"Bagaimana kalau komedi, untuk judul nya kita lihat saja sesampainya di bioskop." Saran gita.
"Oke sip." Alanna setuju.