
Ketukan di pintu membuyarkan lamunan Zack. Dirinya berdiri berjalan untuk membuka pintu karena Sinta yang baru tertidur membuatnya tidak bisa mengeluarkan suara keras yang bisa membangun Sinta.
Zack mendorong kenop pintu, pintu terbuka dan nampak Johan yang sedang berdiri menunggu untuk di persilahkan masuk.
"Masuklah Johan dan tutup pintunya." Perintah Zack berbalik masuk ke dalam ruangan kembali ke kursinya semula.
Johan masuk dan menutup pintu di belakangnya. Berjalan ke arah sofa dan melihat Sinta yang sedang tertidur di sofa panjang.
"Bagaimana dengan tugas yang aku perintahkan ?" Zack bertanya.
"Aku sudah berbicara dengan pengacara keluarga Ibrahim dan bersama pengacara melaporkan Maya ke kepikiran dengan membawa bukti rekaman Cctv. Besok pengacara akan menghubungi Tuan untuk memberi tahukan perkembangan perkara ini." Johan berkata dengan suara pelan, tidak ingin membangunkan Sinta ya tertidur di sebelahnya.
"Bagus, kerja bagus Johan." Puji Zack singkat.
"Masih ada lagi yang perlu aku kerjakan, Tuan ?" tanya Johan.
"Tidak ada, kamu boleh pulang sekarang." Jawab Zack.
"Ini sudah hampir subuh, boleh aku bermalam di sini ? besok pagi-pagi sekali aku akan kembali ke rumah untuk berganti pakaian dan kembali lagi ke sini."
"Terserah kamu saja, kalau kamu bisa nyaman tidur di sofa."
"Tentu saja." Kata Johan, berdiri merapikan selimut Sinta sebelum dirinya tidur di sofa lainnya.
Zack sendiri memilih untuk tetap duduk di tempatnya, tanpa sadar tertidur dengan posisi duduk bersandar ke depan di tempat tidur Alanna.
Alanna membuka matanya yang terasa berat dengan perlahan, melihat sekeliling dan menyadari dirinya tidak berada di dalam kamarnya. Tatapannya terhenti pada Sinta dan Johan yang tertidur pulas di sofa kemudian menatap ke samping terlihat Zack yang tidur dengan posisi duduk bersandar di tempat tidurnya.
"Mas Zack." Panggil Alanna lirih, tenggorokannya terasa kering.
Zack membuka mata mendengar seseorang memanggilnya.
"Mas Zack." Panggil Alanna kembali.
Zack duduk tegak, menatap Alanna yang telah sadar.
"Syukurlah kamu sudah sadar sayang, mas sungguh lega." Zack tersenyum lembut menggenggam lembut tangan Alanna.
"Ini di mana mas ?" tanya Alanna pelan.
"Kita ada di rumah sakit sayang, mas menemukan mu dalam keadaan tidak sadarkan diri." Zack menjelaskan perlahan.
"Berapa lama aku tertidur mas ?"
"Satu hari."
__ADS_1
Alanna kembali mengingat kejadian sebelum dia tidak sadarkan diri.
"Sebelum kamu tidak sadarkan diri, kamu bertemu dengan siapa sayang ?" Zack bertanya ingin memastikannya kecurigaannya.
"Aku di antar seorang pelayan pria bertemu dengan seseorang yang ternyata Maya, aku berbicara tidak lama dan kemudian ingin pergi tapi dia menarik ku menuju pintu darurat. Kami bertengkar di sana tidak lama dan tiba-tiba Maya mendorong ku ke bawah tangga."
Zack mengangguk mengerti. "Mas Zack sudah menduganya."
"Bagaimana mas Zack bisa menemukan ku ?"
"Mas mencari mu lewat rekaman video Cctv."
"O..... begitu." Gumam Alanna mengerti. "Ini jam berapa mas ?" Alanna menambahkan.
Zack memeriksa jam di pergelangan tangannya. "Masih subuh sayang, jam setengah lima pagi kamu tidur kembali saja." Saran Zack.
"Tidak ngantuk lagi mas." Tolak Alanna.
"Ada yang sakit ? kepala mu masih sakit ?"
"Kepala masih sedikit sakit kalau perut ku sudah tidak terasa sakit." Jawab Alanna.
Mendengar Alanna berkata perutnya membuat Zack bergerak gelisah.
Alanna mengerutkan kening melihat Zack yang bergerak gelisah.
"Ada masalah yang belum mas cerita kan pada mu." Kata Zack dengan wajah serius.
"Ada hal apa mas ? sepertinya ada sesuatu hal yang serius." Timbul perasaan tidak enak melihat raut wajah serius Zack.
"Kamu harus kuat dan bersabar setelah mendengar kabar ini sayang." Kata Zack mengingatkan.
"Kabar apa mas ? kamu membuat perasaan ku tidak enak. Apakah kabar buruk mas ?" tanya Alanna memasang wajah cemas.
Zack mengangguk sedih. "Sayang." Zack memberi jeda untuk dirinya siap bercerita dan Alanna untuk mendengar.
Zack menggenggam erat tangan Alanna. "Aku menemukan dirimu dalam keadaan tidak sadarkan diri bersimbah darah. Mas segera membawamu ke rumah sakit tapi karena terjadi pendarahan dan mas lama baru menemukan mu membuat bayi kita tidak bisa di selamatkan sayang." Zack bercerita dengan tenang dan perlahan agar Alanna tidak terlalu syok mendengar kabar darinya.
Alanna terdiam beberapa saat, berusaha memahami perkataan yang di maksud Zack.
Alanna menelan ludah dengan susah payah. "Maksud mas Zack, aku mengalami keguguran dan bayiku tidak selamat ?" tanya Alanna menyakinkan pendengarannya dengan suara serak karena air mata yang mulai keluar dari pelupuk matanya.
Zack mengangguk dengan wajah sedih, timbul nyeri di bagian dada melihat wajah Alanna yang pucat semakin pucat mendengar perkataannya.
Bibir Alanna bergetar hebat berusaha menahan isak tangis yang ternyata tidak bisa di bendungannya.
__ADS_1
"Hu...hu...hu....... ." Tangisan pilu keluar dari bibirnya.
Zack langsung merengkuh tubuh Alanna yang gemetar karena tangisnya.
"Sabar sayang, ini sudah takdir yang tidak bisa kita ubah. Mungkin bayi kita tidak berjodoh dengan kita." Zack menenangkan Alanna yang masih menangis di dalam pelukannya.
"Bayiku mas, bayi kita." Suara serak Alanna di sela-sela tangisannya.
Zack merasakan basah bagian depan kemejanya akibat air mata Alanna yang terus mengalir meratapi nasib bayi mereka.
Zack menepuk-nepuk punggung Alanna untuk menenangkannya. Tidak ada kata lagi yang keluar dari mulutnya untuk membuat perasaan Alanna membaik, dirinya hanya semakin mengeratkan pelukannya.
Entah berapa lama Zack memeluk erat tubuh Alanna sampai isak tangis Alanna reda.
Alanna sedikit menjauh melepaskan pelukan Zack.
Zack mengulurkan tangan menghapus jejak air mata di kedua pipi Alanna yang pucat.
"Sudah lebih tenang ?" tanya Zack lembut.
Alanna mengangguk lemah. "Iya mas, sudah lebih baik."
"Kembalilah berbaring." Saran Zack.
Alanna kembali berbaring mengikuti saran Zack.
"Mas sudah melaporkan masalah ini ke kepolisian, Maya tidak akan lepas begitu saja setelah berbuat hal seperti ini kepada keluarga kita." Kata Zack dengan rahang mengeras.
"Kapan mas melaporkan Maya ke pihak kepolisian ?"
"Kemarin malam setelah kamu keluar dari ruang operasi. Mas menyuruh Johan menghubungi pengacara kita dan mereka telah melaporkan Maya dengan membawa bukti rekaman video Cctv. Papa pun mendukung tindakan ku." Zack menjelaskan.
"Mama dan Papa sudah mengetahui kabar keguguran ku ?"
"Mereka semua menyusul tidak lama kemudian setelah kita berdua tiba di Rumah Sakit. Mereka masih di sini saat Dokter memberi kabar tentang keguguran mu. Mama dan Papa memaksa untuk terus di sini menemani kita tapi aku menolaknya, aku menyuruh mereka untuk pulang dan beristirahat di rumah.
"Dan akan mengabari kalau kamu sudah sadar. Sinta menemani ku di sini karena khawatir dan Johan ikut bermalam karena beralasan sudah terlalu larut untuk pulang." Kata Zack sambil menoleh sejenak pada mereka berdua.
"Mas Zack akan pergi pagi ini ?"
"Mas lihat keadaan mu dulu, kalau sudah membaik mas akan pergi sebentar untuk mengurus masalah di kantor polisi. Mungkin mereka juga membutuhkan bukti visum untuk menguatkan tuntutan kita."
Alanna mengangguk mengerti. "Aku sudah membaik, mas pergi saja aku tidak apa-apa."
"Mas akan menelpon Mama begitu hari sudah terang untuk menemani mu di sini selama mas pergi."
__ADS_1
Alanna mengangguk setuju. "Iya mas."