Lelaki Penuh Luka

Lelaki Penuh Luka
Bab 25


__ADS_3

"Saya terima nikah dan kawin nya Alanna binti Zakaria dengan mas kawin seperangkat alat sholat di bayar tunai." Zack berkata lugas tanpa terhambat saat mengucapkan ijab qobul.


Pernikahan Zack dan Alanna di langsung kan pada pagi hari di kediaman keluarga Zack, pernikahan yang hanya di hadiri keluarga inti Zack saja yang terdiri dari papa Arian, mama Rani, Sinta dan dua adik kandung papa Arian bernama Yanto dan Putra sebagai saksi nikah sedangkan wali Alanna sendiri dari petugas KUA.


"Bagaimana saksi ? sah ?" tanya petugas KUA pada saksi.


"Sah !" Ucap Yanto dan Putra bersamaan.


"Alhamdulillah." Ucap serentak orang yang hadir di ruangan itu, tanpa sadar Alanna mengeluarkan nafas yang sedari tadi di tahan nya saat Zack mengucapakan ijab qobul di samping nya.


Alanna menoleh ke arah Zack melihat Zack mengeluarkan cincin kawin dari kotak beludru hitam membuat Alanna mengulur tangan nya, Zack kemudian memasang cincin itu di jari manis Alanna. Alanna pun melakukan hal yang sama memasang cincin kawin di jari manis Zack dan langsung mencium tangan Zack yang telah sah menjadi suami nya, Zack membalas mencium lembut kening Alanna. Setelah itu petugas dari Kantor KUA menyuruh mereka untuk menandatangani surat-surat dan buku nikah yang kemudian di pegang masing-masing oleh Zack dan Alanna.


Meskipun pernikahan mereka hanya di hadiri oleh keluarga saja tapi tidak menghalangi mama Rani untuk memanggil photografer profesional untuk mengabadikan momen pernikahan Zack dan Alanna. Alanna tidak bisa menahan tangis saat proses sungkeman pada orang tua Zack, Alanna sedih tidak bisa menghadirkan Ibunya yang memang merupakan keputusan yang di buat nya sendiri yang tidak bisa dia sesali.


"Alanna ingin istirahat dulu sebelum berangkat ?" tanya mama Rani saat para tamu yang terdiri dari petugas KUA, photografer dan saudara papa Arian telah pulang.


"Berangkat ke mana tante ?" tanya Alanna heran bercampur penasaran.


"Bulan madu kalian, bukankah Zack sudah memberi tahu kan mu ?" tanya mama Rani heran.


"Sudah tante, hanya saya tidak tahu kalau sekarang."

__ADS_1


"Jangan panggil tante lagi, sekarang kau sudah sah jadi istri Zack dan menantu keluarga ini." Mama Rani mengoreksi panggilan Alanna pada nya.


"Maaf mama belum terbiasa." Alanna berkata sedikit kaku.


Mendengar Alanna memanggil nya mama membuat mama Rani tersenyum. "Lama kelamaan pasti terbiasa, kalau kau ingin istirahat dulu kau langsung ke kamar Zack saja."


"Maaf ma, kamar pak Zack yang mana ya ?" tanya Alanna lagi.


"Oh iya ! mama baru sadar kalau kau belum pernah naik ke atas dan belum berkeliling mengenal keadaan rumah." mama Rani baru sadar.


"Zack !" panggil mama Rani pada Zack yang sementara serius berbicara dengan papa Arian di sofa ruang tengah.


"Kenapa ma ?" tanya Zack saat mendekati mereka.


" Siang ma, jam satu siang." Jawab Zack dan di balas anggukan mengerti mama Rani. "Ayo Alanna." Zack menuntun Alanna naik ke atas, meletakan tangan nya di punggung bagian belakang Alanna membawanya naik tangga menuju lantai dua rumah itu.


Saat sampai di lantai dua mereka berjalan melewati beberapa kamar sampai pada kamar paling belakang, Zack pun membuka pintu kamar itu. Saat pintu terbuka langsung nampak keadaan kamar yang maskulin dengan cat tembok kamar berwarna abu gelap dan putih, tempat tidur ukuran king zise mendominasi kamar itu dengan warna abu-abu pada bed cover nya, terdapat jendela besar mendominasi dinding yang menghadap tempat tidur membuat cahaya masuk menyinari kamar itu, di dinding lainnya Alanna melihat beberapa rak buku minimalis dan buku-buku yang tertata rapi di dalamnya terakhir Alanna melihat sofa panjang warna putih dan meja kecil yang berada sedikit jauh dari tempat tidur.


"Masuklah." Zack berkata, tangan nya yang masih berada di punggung Alanna menekan pelan mendorong Alanna untuk masuk.


"Saya tidak membawa pakaian ganti pak Zack." Alanna berkata saat mereka telah masuk dalam kamar.

__ADS_1


"Pakaian ganti mu sudah ada dalam lemari." Zack memberi tahu membuat Alanna mengedarkan pandangan melihat sekitar kamar dan tidak menemukan lemari yang di maksud oleh Zack. "Lemari ada di balik pintu itu." Zack berkata menunjuk pintu di sudut kamar sebelum Alanna ingin bertanya. "masih ada yang kau butuhkan ?"


"Tidak ada, terimakasih." Jawab Alanna sedikit canggung karena status, situasi dan lingkungan yang baru baginya.


"Saya belum memuji penampilan mu hari ini Alanna, kau nampak cantik memakai kebaya itu." Zack berkata sambil tersenyum yang membuat Alanna sedikit malu dengan pujian Zack yang tiba-tiba.


"Terimakasih atas pujiannya pak Zack, mama yang memilih kan kebaya nya sedangkan saya hanya mengikuti pilihan nya." Balas Alanna tersenyum.


Mendengar Alanna sudah mengganti sebutan tante dengan memanggil mama sedangkan dirinya masih di panggil dengan sebutan pak membuat Zack mengerutkan kening tidak suka. "Kenapa kau masih sangat sopan padaku, masih memanggil ku dengan sebutan pak sedangkan orang tua ku sudah kau panggil mama ?" Zack bertanya dengan sedikit nada protes.


"Eh!" hanya itu yang keluar dari mulut Alanna mendengar perkataan Zack. "Jadi saya harus memanggil anda dengan panggilan apa ?" tanya Alanna setelah keluar dari keterkejutan nya.


"Karena saya lebih tua dari mu lebih baik nya panggil saja saya mas."


"Baiklah, mas Zack." Alanna mengikuti kemauan Zack.


Merasa puas mendengar nya Zack pun memutuskan untuk keluar. "Istirahat lah Alanna, saya keluar dulu masih ada yang harus saya bicarakan dengan papa." Kata Zack dibalas anggukan oleh Alanna dan beranjak keluar kamar meninggalkan Alanna.


Alanna langsung berjalan menuju pintu yang di maksud Zack, mendapati ruangan di balik pintu ternyata walking closet yang luasnya hampir sama dengan kamar Alanna di Surabaya. Terlihat berbagai macam dan warna jas serta kemeja berbagai warna yang tergantung rapi. Kaos yang terlipat rapi dan meja khusus menyimpan dasi dan jam tangan berbagai jenis dan merek di tengah ruangan. Alanna masuk lebih dalam dan melihat sebuah lemari dengan tiga pintu, menggeser salah satu pintu dan melihat ternyata terdapat berbagai jenis dan warna pakaian wanita, membuka pintu kedua dan ketiga mendapatkan hal yang sama yaitu pakai wanita, Alanna juga melihat rak dengan pintu kaca yang berisi beberapa tas branded wanita di bagian rak atas dan sepatu formal dan santai untuk pria dan wanita beberapa rak ke bawah terjajar rapi.


"Satu ruangan hanya untuk ini." Kata penuh takjub yang keluar dari mulut Alanna saat mengamati ruangan itu.

__ADS_1


Berjalan melewati meja wastafel yang di penuhi berbagai macam botol yang beberapa Alanna lihat adalah perlengkapan kecantikan wanita yang menurut nya di sediakan untuk nya dan membuka pintu yang ternyata ruang kamar mandi yang berisi tempat mandi shower dan bathtub untuk berendam dan kloset duduk yang tertutup dengan dinding kaca berada dekat pintu.


Memutuskan hanya ingin berganti baju dan mencuci wajah nya Alanna menutup pintu kamar mandi dan beranjak ke meja wastafel untuk membersihkan wajah kemudian membuka kebaya nya dan menggantung nya dengan hati-hati, memilih pakaian santai yang berada di lemari. Setelah selesai keluar menuju sofa dan berbaring di situ karena masih merasa janggal untuk nya berbaring di tempat tidur milik Zack, memperhatikan kembali sekeliling kamar Zack, mata nya tak sengaja melihat jari manis nya yang terpasang cincin kawin, mendekat kan pada wajah nya melihat dengan seksama cincin kawin itu dan terpikir di benak nya dirinya sekarang telah berstatus istri seseorang. Rasa ngantuk datang membuat Alanna tanpa sadar tertidur di sofa dengan segala pemikiran bagaimana menjalani hidup nya setelah menikahi Zack Ibrahim.


__ADS_2