Lelaki Penuh Luka

Lelaki Penuh Luka
Bonus Chapter


__ADS_3

Terdengar langkah kaki berlari menuruni anak tangga.


"Sabrina dan Yusuf Ibrahim ! sudah berapa kali Mama katakan untuk jangan berlarian di atas tangga." Suara Alanna sedikit meninggi, berdiri tepat di ujung tangga bagian bawah dengan mengacak pinggang menatap kedua anak kembar itu.


Sabrina dan Yusuf sekarang telah berumur lima tahun, mereka anak anak yang sangat aktif di usia mereka.


"Jangan terlalu keras dengan mereka sayang." Zack bersuara dari belakang Alanna, mengecup puncak kepala Alanna sebelum kembali berjalan menuju meja makan untuk sarapan.


Alanna menghela napas panjang. "Mereka jadi seperti itu karena mas Zack terlalu memanjakan mereka." Alanna berkata dengan nada tidak suka menatap punggung Zack yang berjalan menjauh.


Zack berhenti melangkah dan berbalik menatap Alanna dengan senyum jail di wajahnya.


"Siapa yang tidak akan memanjakan mereka jika mereka sangat lucu seperti itu." Ucap Zack sambil menatap kedua anaknya yang kini berjalan pelan menuruni anak tangga.


Alanna mengikuti arah pandang Zack, menatap kedua anak mereka. Walaupun kembar tapi kedua wajah anak mereka tidak lah mirip. Wajah Sabrina mengikuti wajah Papa nya sedangkan Yusuf mengikuti wajahnya.


"Sudahlah jangan marah - marah sayang, ini masih pagi." Zack menegur lembut istrinya.


"Apa yang Papa bilang itu betul Mama, masih pagi Mama sudah marah - marah nanti cepat tua lho." Yusuf ikut menimpali begitu tiba di hadapan Alanna.


"Mama marah karena kalian tidak mau mendengar perkataan Mama." Ucap Alanna gemas sambil mencubit pelan pipi gembul milik Yusuf.


"Bukan salah ku Mama, ini salah Yusuf karena membuatku kesal. Aku berlari untuk mengejar dia yang lari saat ingin ku pukul." Sabrina membela diri.


"Salah sendiri kenapa lama sekali, aku capek menunggu kamu yang lama sekali memakai baju." Ucap Yusuf yang tidak mau kalah.


"Sudah, sudah tidak usah bertengkar. Kalian membuat Nenek dan Kakek kalian menunggu lama di ruang makan untuk sarapan." Zack menyela perdebatan kedua anaknya.


"Lebih baik kita ke ruang makan sekarang." Tambah Zack.


"Baik Papa." Sahut si kembar bersamaan.

__ADS_1


Mereka bergabung dengan Mama Rani dan Papa Arian yang sudah di meja makan lebih dulu.


"Maaf Mama Papa membuat kalian menunggu." Kata Alanna begitu duduk di kursi meja makan.


"Tidak apa-apa sayang, pasti si kembar membuat ulah lagi. Suaramu terdengar sampai di sini." Ucap Mama Rani tersenyum sambil menatap ke dua Cucu nya.


"Bukan salah ku Nenek, ini salah Sabrina karena pakai baju terlalu lama." Yusuf menyahut tidak ingin di salahkan.


"Benar begitu Sabrina ?" tanya Mama Rani pada Cucu perempuannya.


"Aku hanya lama mencari kaos kaki Nenek, aku lama menemukan kaki yang cocok dengan warna baju ku." Sabrina membela diri.


"Bukankah Mama sudah meletakkan kaos kaki yang akan kamu pakai di atas tempat tidur mu." Alanna ikut bersuara.


"Sabrina tidak suka dengan motif nya, Mama." Ucap Sabrina dengan wajah cemberut.


Yusuf memutar kedua bola matanya begitu mendengar perkataan Sabrina yang tidak masuk akal baginya. Sedangkan Zack dan Papa Arian hanya tersenyum melihat percakapan mereka.


"Lebih baik kalian sarapan sekarang kalau kalian ingin Papa yang mengantar ke sekolah, Papa pagi ini ada rapat penting." Zack ikut bersuara.


"Biar aku saja yang mengantar mereka ke sekolah kalau mas Zack ingin cepat datang ke kantor." Alanna menawarkan diri.


Zack menggeleng kepala. "Tidak perlu, biar mas saja yang mengantar mereka." Tolak Zack lembut.


Sabrina dan Yusuf sekarang bersekolah di TK dan yang mengantar mereka ke sekolah tiap harinya adalah Zack walaupun sibuk Zack setiap hari menyediakan waktu untuk mengantar anak nya ke sekolah kecuali jika Zack berada di luar kota, Alanna yang akan mengantar si kembar mereka.


Selesai sarapan Zack dan si kembar langsung menuju pintu depan di susul Alanna dari belakang.


Begitu tiba di pintu depan si kembar mencium tangan Alanna secara bergantian untuk pamit ke sekolah, Alanna menunduk untuk mendapat kecupan di pipi dari si kembar yang langsung berlari menuju mobil yang terparkir di depan pintu.


"Kami berangkat sayang." Pamit Zack pada Alanna di depan pintu.

__ADS_1


"Iya mas, hati-hati di jalan." Pesan Alanna.


"Iya." Balas Zack dan mengecup kening Alanna sebelum berbalik pergi menyusul si kembar yang masuk ke dalam mobil lebih dulu.


Alanna melambaikan tangan begitu mobil berjalan menjauh, masih berdiri di tempatnya bahkan saat mobil telah menghilang dari pandangannya.


Alanna menatap kosong ke depan tiba-tiba teringat kembali kenangan saat pertama bertemu dengan Zack Ibrahim yang langsung mengubah hidupnya hingga kini.


Walaupun perjalanan hidupnya tidak mudah tapi tetap dirinya mensyukurinya itu semua.


Zack Ibrahim pria pertama dan satu-satunya dalam hidupnya.


-


-


-


-


-


-


Terimakasih sekali untuk kalian para pembaca yang selama ini bersabar menunggu up date bab terbaru Author.


Maaf ya jika endingnya tidak sesuai harapan....


Author juga kurang sreekk dengan endingnya, jujur Author agak susah buat endingnya (he..he...).


Untuk yang suka dengan cerita Author jangan lupa singgah di novel Author lainnya.

__ADS_1


Sekali lagi "Terimakasih."


__ADS_2