Lelaki Penuh Luka

Lelaki Penuh Luka
Bab 16


__ADS_3

Alanna terbangun kaget dan melihat hari mulai gelap, tanpa sadar dia tertidur saat hanya berniat merebahkan tubuhnya untuk beristirahat sebentar. Merasa lapar Alanna kemudian bangkit keluar kamar menuju dapur berharap menemukan makanan apa pun walaupun mungkin tidak ada apa pun mengingat hari ini dia baru pindah dan belum belanja bahan makanan.


Saat membuka lemari es Alanna terkejut karena melihat lemari es yang penuh terisi, dari minuman susu kemasan,jus buah, sayur-sayuran,telur,ayam dan daging bahkan berbagai macam snak pun ada.


"Wow !! betul-betul lengkap." Alanna terkagum takjub, Alanna memperhatikan sekeliling dapur nya, melihat keadaan dapur yang lengkap dengan segala perlengkapannya. Alanna kemudian mengambil roti dan jus buah dan membawa nya ke sofa depan televisi dan menghidupkan menggunakan remote, saat sedang menikmati roti nya berdering handphone milik nya, melihat tulisan di layar handphone tanda panggilan masuk dari Ibu.


"Hallo Ibu , maaf lupa menelepon mu saat baru tiba tadi. " Sesal Alanna saat panggilan tersambung.


"Ibu sedikit khawatir." Ucap Ibu dari seberang.


"Maaf Ibu, saat sampai alanna ketiduran. Ini baru bangun. "


"Bagus lah, bagaimana tempat tinggal mu nak ?" tanya Ibu penasaran.


"Bagus sekali, kalau menurut saya malah terlihat mewah untuk ukuran kepala room section."


"Syukur lah." Ucap Ibu lega. "Istirahat kalau begitu besok pagi hari pertama mu bekerja tidak bagus hari pertama mulai bekerja kau datang terlambat." Nasehat Ibu.


"Iya ibu, Alanna tahu, sudah dulu ya. " Sambungan telepon pun terputus.


Menyelesaikan makan malamnya Alanna beranjak istirahat masuk ke kamar nya, menatap koper yang belum terbuka sejak dari bandara membuat Alanna menunda untuk langsung tidur dan memilih merapikan pakaian nya terlebih dahulu. Saat sedang merapikan pakaian Alanna menatap pembalut yang sempat dia isi dalam koper saat berkemas di rumah nya di Surabaya, sedikit khawatir karena tanggal datang bulan nya telah lambat empat hari.


"Mungkin saya terlalu capek jadi telat datang bulan. " Gumam Alanna berpikir positif. Setelah merapikan pakaian dalam lemari Alanna beranjak untuk tidur.


Alanna sedang menyantap sarapan paginya saat mendengar bunyi bel rumah.


"Siapa yang datang pagi-pagi begini ? " ucap Alanna heran berbicara sendiri menuju pintu depan.


"Selamat pagi nak Alanna." Sapa pak Risno saat Alanna membukakan pintu.


"Pak Risno, masuk pak. " Sahut Alanna bergeser sedikit memberikan jalan untuk pak Risno masuk kemudian menutup pintu.


"Saya datang untuk mengantar nak Alanna ke hotel." Jelas pak Risno ramah.


"Kalau begitu saya siap-siap dulu, pak Risno sudah sarapan ? " tanya Alanna.


"Sudah, sebelum berangkat ke sini tapi terimakasih atas tawaran." Jawab pak Risno tersenyum.

__ADS_1


"Sama-sama kalau begitu pak Risno silahkan duduk dulu, saya ke kamar dulu tidak lama. " Alanna berlari kecil menuju kamar, tidak lama kemudian muncul kembali dengan membawa tas ransel di bahu nya. "Sudah pak, ayo berangkat."


"Baik." Kata pak Risno singkat.


Perjalanan dari apartemen ke hotel ternyata dekat hanya memakan waktu kurang lebih lima belas menit.


"Kita sudah sampai." Kata pak Risno saat mobil berhenti di depan pintu hotel.


Masih di tempat duduk nya dalam mobil Alanna terpana melihat kemegahan hotel itu dengan ketinggian yang Alanna tidak yakin berapa tingkat tinggi bangunan hotel itu.


"Pantas di sebut salah satu hotel terbaik se Asia tenggara. " Ucap Alanna tanpa sadar.


"Betul perkataan nak Alanna. " Pak Risno menyahut setuju.


"Makasih tumpangannya pak risno. " Ucap Alanna bergerak membuka pintu mobil.


"Pulang kerja nanti saya jemput, tinggal hubungi saja nomor ku kalau sudah akan pulang. " Ucap pak Risno saat Alanna hendak keluar.


"Baik pak Risno."


Alanna bergegas menuju pintu masuk dan berjalan menuju resepsionis hotel.


"Nama anda ? sudah buat janji ? " tanya wanita resepsionis itu dengan ramah.


"Saya Alanna, sudah buat janji untuk bertemu pagi ini."


"Tunggu ya mba." Ucap wanita resepsionis kemudian menghubungi pihak manajer yang Alanna ingin temui melalui interkom. "Mari saya antar anda ke ruangan nya." Sambung wanita itu saat menutup telepon dan menawarkan bantuan kepada Alanna.


"Terimakasih. " Alanna berjalan mengikuti wanita itu, berjalan menuju pintu lift, menekan tombol atas kemudian masuk saat pintu lift terbuka dan menekan tombol lima puluh.


Mereka keluar saat pintu lift terbuka berjalan menuju pintu yang tertulis manager room division.


Tok tok tok.


"Masuk ! " sahut suara dari dalam.


"Tamu anda pak ." Ucap wanita resepsionis saat mereka telah masuk.

__ADS_1


"Iya , terima kasih. " Ucap pria itu pada wanita resepsionis. "Kau boleh keluar. " Tambah nya lalu mengalihkan pandangannya pada Alanna. "Silahkan duduk. " Menunjuk kursi yang berada di depan meja kerjanya.


"Terimakasih. " Alanna duduk di kursi yang di tunjuk manager.


"Perkenalkan saya Ariel Saputra, saya sudah melihat profil mu. " Kata Ariel membuka map di atas mejanya. "Nama mu Alanna dan belum lama bekerja di hotel cabang Surabaya sebagai room maid dan tidak lama kemudian di tarik ke hotel pusat sebagai kepala room section melihat dari ijasah yang kau pakai saat masuk kerja. " Ucap Ariel panjang lebar.


Alanna hanya diam mendengar kan karena dia juga masih tidak tahu atas dasar apa dia di tarik ke Jakarta karena menurut alanna kalau alasan prestasi tidak mungkin karena dia belum dua bulan bekerja, dan ternyata karena riwayat pendidikan nya.


"Saya akan menunjukan ruangan mu. " Ariel berdiri di ikuti oleh Alanna, mereka berjalan keluar ruangan menuju ke ruangan Alanna sambil menjelaskan secara garis besar pekerjaan Alanna. "Ini ruangan mu ." Mereka berhenti di depan pintu dan membuka pintu ruangan Alanna. "Kalau ada yang tidak kau mengerti bisa langsung tanya pada ku."


"Terimakasih pak , mohon bantuan dan bimbingan. "


"Kalau begitu saya balik ke ruangan ku dulu ."


"Ya pak. "


Saat pak Ariel sudah kembali ke ruangannya Alanna kemudian masuk ke dalam ruangan nya, berjalan menuju meja kerjanya sambil mengamati keadaan ruang kerja baru nya.


Dia di kaget kan dengan suara ketukan pintu dari luar.


"Masuk ! " sahut Alanna.


"Permisi Ibu Alanna." Seorang pria muncul dari balik pintu.


"Ya kenapa ? "


"Maaf tiba-tiba ada rapat staf yang di pimpin langsung CEO Mega grup. " Pegawai pria itu memberi tahu.


"Berkumpul di ruang mana ya ? " tanya Alanna masih bingung belum mengetahui beberapa ruangan karena baru masuk kerja dan tiba-tiba harus menghadiri rapat yang langsung di pimpin oleh bos besar.


"Anda bisa ikut saya , akan saya tunjukkan ruangan nya. "


"Baiklah, terimakasih." Ucap Alanna lega.


Mereka berjalan melewati beberapa lorong dan sampai di depan ruangan dua pintu. Pegawai pria itu mendorong pintu mempersilakan Alanna untuk masuk, saat masuk ke dalam ruang rapat Alanna melihat sudah banyak para jajaran pejabat hotel duduk berdasarkan tingkat jabatan mereka.


Pegawai pria yang mengantar Alanna menunjuk kursi sebelah kanan baris kedua bagian tengah di belakang kursi pak Ariel selaku atasan langsung Alanna saat ini.

__ADS_1


"Terimakasih. " Ucap Alanna pada pria itu saat telah duduk di kursi. Belum lama duduk di kursi nya Alanna melihat pintu masuk ruang rapat terbuka membuat semua orang dalam ruang rapat otomatis berdiri menyambut CEO Mega grup. Alanna pun mengalihkan pandangannya ke arah pintu yang terbuka, nampak pria masuk menggunakan setelan jas resmi warna hitam di dampingi beberapa pria di belakang nya masuk penuh kharismatik.


" Zack Ibrahim. " Nama yang keluar tanpa sadar dari mulut Alanna saat memperhatikan lebih jelas pria yang masuk ke dalam ruang rapat itu.


__ADS_2