
Zack kembali ke meja Alanna tapi tidak melihatnya di sana, mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Alanna di dalam ruangan. Kecemasan Zack mulai timbul karena tidak menemukan Alanna di kerumunan orang-orang.
Zack mencari Sinta berpikir mungkin Alanna sedang bersamanya.
"Sinta kamu melihat Alanna ?" Zack bertanya dengan nada panik karena tidak melihat Alanna bersama dengan Sinta.
"Alanna ? Aku tidak melihat nya. Bukankah tadi dia bersama dengan kak Zack saat aku pergi mengambil makanan ?"
"Iya tapi tidak lama kemudian Johan datang memanggilku jadi aku pergi meninggalkan nya seorang diri di meja." Zack berbicara sudah tidak bisa menyembunyikan kepanikannya.
"Aku memberi tahu Mama dan Papa dulu kalau begitu." Sinta juga mulai panik.
"Iya beri tahu mereka, Alanna tidak pernah pergi jauh dan lama tanpa sepengetahuanku."
Sinta berjalan mencari orang tuanya, Johan berjalan mendekati Zack merasa ada yang tidak beres melihat raut wajah Zack.
"Ada apa Tuan ?" tanya Johan berdiri di depan Zack.
"Johan kita ke ruang pusat pengamanan, Alanna menghilang. Kita pergi mengecek cctv, mencari keberadaan Alanna." Perintah Zack tegas.
"Baik Tuan." Patuh Johan.
Mereka berjalan cepat keluar dari ruang acara menuju ruang pusat pengamanan.
Zack masuk dan langsung di sambut kepala bagian Security.
"Ada yang anda perlukan Pak Zack ?"
"Perlihatkan pada ku rekaman video Cctv satu jam terakhir di lantai hotel ballroom tempat acara orang tua ku berlangsung." Perintah Zack langsung menuju layar besar di mana semua video kamera Cctv tersebar di seluruh hotel.
Operator langsung mengerjakan perintah Zack, mengutamakan beberapa video Cctv yang ada di sekitar tempat acara dan di luar ruang acara.
Zack langsung mengenali siluet tubuh Alanna yang terekam kamera Cctv sedang berjalan entah ke mana.
"Itu dia, fokus di rekaman itu. Wanita yang memakai gaun warna biru muda." Zack berkata cepat, sambil menunjuk rekaman yang di maksud.
Zack fokus melihat rekaman video Alanna yang sedang berjalan keluar ruangan mengikuti seorang pelayan.
"Mana rekaman Cctv di luar ruangan itu ?" Perintah Zack pada operator.
"Ini Pak Zack." Kata operator memfokuskan rekaman video yang dia maksud.
Zack kembali memfokuskan pandangannya, Zack melihat Alanna berhenti di depan seorang wanita walaupun rekaman nya tidak terlalu jelas tapi tebakan Zack wanita itu pasti Maya.
Zack mengerutkan kening dan mulai emosi melihat rekaman Maya yang dengan kasar menarik Alanna sampai ke pintu darurat lantai itu kemudian masuk ke dalam bersama Alanna. Beberapa saat kemudian Maya keluar seorang diri berlari keluar.
"Kemana Alanna ? Kenapa dia tidak keluar bersama Maya ?" Gumam Zack panik beberapa menit kemudian.
__ADS_1
"Sepertinya Nyonya Alanna tidak keluar dan masih di sana." Tebak Johan yang mendengar jelas gumaman Zack.
"Kita ke sana sekarang !" Perintah Zack pada beberapa sekuriti yang ada di sana. "Dan kamu pantau terus rekaman di depan pintu darurat." Tambah Zack pada operator.
"Baik Pak."
Zack berjalan cepat setengah berlari kembali menuju lantai tempat acara berlangsung. Tidak lagi berjalan tapi berlari menuju pintu darurat, mendorong pintu untuk masuk dan terpaku di tempatnya.
Jantung Zack bagai di remas, membuatnya merasakan nyeri di dada dan sesak nafas yang datang tiba-tiba.
"Alanna......" Suara Zack serak lirih memanggil nama Alanna beberapa detik kemudian.
Zack berlari menuruni anak tangga mendekati Alanna yang tergeletak bersimbah darah tidak bergerak.
Zack merangkul Alanna dalam pelukannya, menggoncang pelan tubuh Alanna.
"Sayang, sayang buka mata mu ?" Panik Zack.
"Tuan periksa apakah Nona masih bernafas." Johan memberi tahukan Zack yang terlihat seperti orang bingung.
Zack mengulurkan tangan, bernafas lega masih merasakan nafas Alanna di punggung tangannya.
Zack menengadah menatap Johan"Masih, masih bernafas Johan. Cepat panggilan ambulance ke sini !" Teriak Zack kembali panik setelah keluar dari rasa syok nya.
"Baik Tuan." Sigap Johan, segera mengeluarkan handphonenya dan langsung menghubungi rumah sakit.
"Sayang kenapa ini bisa terjadi pada mu ?" Zack berkata serak ingin menangis memeluk erat tubuh Alanna.
"Ambulance sedang dalam perjalanan ke sini Tuan." Johan berkata di belakang Zack.
"Badannya Alanna sudah mulai dingin Johan, berarti dia sudah lama seperti ini tanpa ada yang mengetahuinya." Suara Zack yang serak tidak bisa lagi membendung air matanya, memeluk tubuh Alanna dengan erat.
"Tuan anda harus tegar ! Kita sebaiknya segera membawa turun Nona Alanna karena tidak lama lagi ambulance akan datang." Johan mengingatkan.
Zack menegakkan tubuhnya. "Benar apa yang kamu katakan." Berdiri sambil menggendong Alanna ala bridal style, menaiki tangga menuju pintu keluar tangga darurat.
Perhatian semua orang teralih pada mereka ketika berjalan menuju pintu lift. Tiba di lantai satu pintu lift langsung terbuka. Zack berlari menuju pintu keluar sambil menggendong Alanna di susul Johan dari belakang dan di ikuti pandangan penasaran dari orang-orang yang berada di sekitar lobby hotel.
"Johan ! mana ambulance nya ?!" Teriak Zack pada Johan, mereka berdiri di depan pintu masuk.
"Mobil masih dalam perjalanan Tuan karena jarak yang jauh dari RS ke hotel ini." Johan berkata tenang berbanding terbalik dengan Zack yang panik.
Terdengar dari jauh sirine mobil ambulance yang mendekat. Mobil ambulance berhenti tepat di depan Zack. Orang-orang mulai berkerumun dan riuh berkomentar melihat keadaan yang sedang terjadi di depan mereka.
Petugas ambulance dengan sigap turun dari mobil, membuka pintu belakang dan menurunkan brangkas tempat tidur. Zack segera membaringkan tubuh Alanna yang lemas ke atas brangkas tempat tidur kemudian petugas mendorong masuk kembali brangkas ke dalam mobil.
"Anda siapa pasien ?" tanya petugas pada Zack.
__ADS_1
"Aku suaminya."
"Kalau begitu anda bisa ikut masuk menemani pasien." Kata petugas sebelum naik ke dalam mobil ambulance.
"Johan segera beritahu yang lain." Kata Zack sebelum masuk menyusul petugas dan menutup pintu tanpa menunggu tanggapan dari Johan.
Mobil ambulance bergerak menjauh, Johan berbalik masuk ke dalam untuk memberitahukan anggota keluarga yang lain.
Johan membuka pintu ballroom tempat acara masih sedang berlangsung. Masuk ke dalam dan mencari di kerumunan orang keberadaan keluarga Ibrahim.
Sinta yang lebih dulu melihat Johan dan memanggilnya.
"Kak Johan !"
Johan menoleh ke arah suara yang memanggilnya dan melihat Sinta yang berjalan mendekat.
"Mana kak Zack dan Alanna ?" Sinta bertanya khawatir begitu berdiri di hadapan Johan.
"Mereka dalam ambulance menuju Rumah Sakit."
"Ambulance ? Rumah Sakit ? apa maksud kak Johan ? siapa yang sakit ?" rentetan pertanyaan dari Sinta yang tidak mengerti situasi yang sedang terjadi.
"Nona Alanna terluka dan tidak sadarkan diri, Tuan Zack menemukannya bersimbah darah di tangga darurat lantai ini." Johan menjelaskan secara singkat.
Sinta memekik tertahan menutup mulut dengan kedua tangannya terkejut mendengar kabar dari Johan.
"Ya Tuhan." hanya itu kata yang keluar dari mulut Sinta akibat syok yang dia rasakan.
"Kita harus segera memberitahukan orang tuamu dan menyusul ke Rumah Sakit segera."
-
-
-
-
-
...intip novel terbaru author yuk 😊...
..."Terbelenggu cinta seorang pangeran"...
...untuk pembaca yang suka alur cerita perjodohan kerajaan...
...Terus dukung author ya...
__ADS_1
...dengan cara like, coment dan vote terimakasih ☺️...