
Alanna berjalan masuk ke dalam rumah, jantung nya berdegup kencang berharap dirinya tidak bertemu dengan siapapun.
Sedikit lega begitu tiba di lantai dua melewati tangga menuju kamarnya dan belum bertemu dengan satupun penghuni rumah.
Alanna sampai di depan pintu kamarnya berniat untuk membuka pintu tapi terdengar suara pintu terbuka dari arah lain, Alanna refleks menoleh ke arah suara.
"Alanna ? kamu sudah ada ?" Mama Rani keluar dari kamarnya, terkejut heran melihat Alanna yang sudah berada di rumah.
Alanna sendiri terkejut tidak menyangka akan bertemu dengan Mama Rani di lantai dua.
"I i iya Mama, aku baru sampai." Alanna menjawab kelabakan.
Mama Rani mengerutkan kening. "Lalu mana Zack ? bukannya kalian pulang bersama ?" tanya Mama Rani heran.
"Mas Zack mengantarku sampai di bawah Mama tapi karena ada urusan tiba-tiba jadi mas Zack terpaksa langsung pergi." Alanna terpaksa berbohong.
"Hmmm begitu."
"Mama, aku masuk ke kamar dulu."
"Iya, istirahatlah dulu nanti Bi Mun akan memanggil mu untuk makan siang." Kata Mama Rani.
"Iya Mama."
Mama berbalik pergi dan Alanna masuk ke dalam kamar.
Alanna langsung berjalan ke lemari mengambil dompet, handphone dan beberapa barang pribadinya yang kemungkinan akan dia butuhkan.
Tangan nya terhenti di kotak perhiasannya, Alanna membuka melihat isi di dalamnya. Semua perhiasan yang Zack berikan ada di dalamnya. Pandangan terhenti pada jari manisnya yang masih memakai cincin kawin pemberian Zack.
Alanna dengan berat hati membuka cincin itu dan mengambil selembar kertas dan sebuah pulpen, menulis kata perpisahan untuk Zack dan meletakkannya di atas tempat tidur bersama cincin kawinnya.
Di tempat lain di Rumah Sakit, Zack telah selesai mengurus biaya administrasi Rumah Sakit Alanna.
Zack membuka pintu kamar, keningnya mengerut heran tidak melihat keberadaan Alanna di dalam kamar.
Mungkin dia masih ada di dalam kamar mandi.
"Alanna !" Panggil Zack sambil berjalan menuju kamar mandi.
Zack mengetuk pintu kamar mandi. "Sayang, kamu di dalam ?" Panggil Zack tapi tidak ada balasan dari dalam.
Zack membuka pintu dan terkejut tidak menemukan Alanna di dalam.
"Di mana dia ?" Gumam Zack mulai khawatir.
Zack berjalan keluar menuju ruang perawat jaga, ingin bertanya mungkin saja mereka ada yang melihat keberadaan Alanna.
"Permisi Suster." Zack meminta perhatian beberapa perawat yang berasa di sana.
__ADS_1
"Ya Pak ? ada yang bisa di bantu ?" tanya perawat ramah.
"Aku ingin bertanya, ada yang melihat istri ku ? aku ke kamarnya setelah dari mengurus biaya administrasi tapi tidak melihatnya di sana."
"Tadi aku melihat istri anda berjalan tergesa-gesa ke arah pintu depan." Salah satu perawat menyahut memberitahu.
"Terimakasih Suster." Kata Zack.
Zack berjalan kembali ke kamar Alanna, bingung dengan situasi yang sedang terjadi.
Kenapa dia kembali ke rumah sendiri ? ada yang salah ? atau Alanna sedang marah kepada ku ?.
Zack mengambil handphonenya, menghubungi Mama Rani.
"Hallo Mama." Zack berkata ketika sambungan telepon terhubung.
"Kamu di mana Zack ? istri mu baru keluar dari Rumah Sakit dan kamu tinggalkan dia di depan rumah setelah itu kamu pergi entah ke mana." Mama Rani langsung marah menegur Zack.
"Aku tidak mengerti maksud Mama apa ? aku masih di Rumah Sakit. Alanna pulang tanpa memberitahukan aku." Zack berkata bingung.
"Kenapa Alanna sampai pulang sendiri ? kalian bertengkar ?" Mama Rani bertanya heran.
"Entahlah Ma, aku juga tidak tahu. Aku tidak tahu Alanna marah padaku setahuku tidak ada masalah di antara kami." Zack menjawab tidak yakin.
"Sudah, tidak usah bicara banyak lagi lebih baik kamu segera pulang dan memperjelas masalah yang terjadi dengan istrimu."
"Sekarang Alanna di mana Mama ?"
"Baiklah, sudah dulu Mama. Aku pulang ke rumah sekarang."
"Iya, hati-hati di jalan Zack jangan ngebut di jalan." Pesan Mama Rani.
"Iya Mama, aku tahu."
Zack mematikan sambungan telepon, melihat sekeliling ruangan memastikan tidak ada satupun yang tertinggal sebelum keluar dari kamar.
Sesampainya di rumah, Zack bergegas naik kelantai dua kamar mereka.
Zack langsung membuka pintu kamar. "Sayang kenapa -." Perkataan Zack terputus begitu melihat kamar dalam keadaan kosong.
Entah kenapa jantungku berdetak kencang dan timbul perasaan tidak enak, semoga ini bukan pertanda yang tidak baik.
Zack melangkah perlahan masuk ke dalam kamarnya, suasana kamar tampak sepi.
"Sayang kamu di dalam ?" Zack memanggil Alanna ketika membuka pintu ruang walking closet tapi tidak ada balasan dari Alanna.
Perasaan takut Zack muncul begitu mengetahui tidak ada keberadaan Alanna di ruang walking closet ataupun dalam kamar mandi.
Zack membuka semua lemari pakaian Alanna dan masih tetap seperti semula terakhir dia melihatnya, semua pakaian tertata rapi di tempatnya.
__ADS_1
Zack tiba-tiba terpikir untuk mencari dompet dan handphone Alanna di tempat biasa dia menaruhnya.
Jantungnya kembali berdetak kencang ketika tidak menemukan dompet, handphone bahkan pasport Alanna di tempat biasanya.
Aku harus menanyakan keberadaan Alanna pada Mama.
Zack bergegas ke luar dari ruang walking closet menuju pintu kamar tapi langkah kakinya terhenti begitu melihat kertas yang berada di atas tempat tidur mereka.
Zack berjalan pelan ke arah tempat tidur, instingnya mengatakan hal buruk telah terjadi begitu melihat di atas kertas terdapat cincin kawin milik Alanna.
Zack mengangkat kertas itu dan mulai membaca isi tulisan tangan Alanna di atas kertas putih itu.
Untuk mas Zack
Maafkan aku yang sangat pengecut dan tidak berani mengatakan langsung kata-kata ini di hadapan mu.
Terimakasih telah menyadarkan ku akan kenyataan pernikahan kita.
Mas Zack, harus aku akui bahwa aku telah nyaman dengan posisiku selama ini sebagai istri mu. Di dalam lubuk hati ku, aku seorang istri yang sangat mengharapkan cinta dari suamiku. Selama pernikahan kita, aku selalu berharap suatu saat hatimu akan berubah dan mulai menerima ku seutuhnya walaupun dari awal pernikahan kita hanya berdasarkan keterpaksaan karena keadaan.
Mas Zack terimakasih telah menyadarkan ku dari khayalan indah ku, perkataan mas Zack dengan Mama yang tanpa sengaja ku dengar membuatku tersadar bahwa alasan pernikahan kita telah hilang bersama dengan perginya anak kita yang memang dari awal merupakan alasan kita untuk menikah.
Maaf kan diriku yang terlanjur mencintaimu, aku telah ikhlas melepas cintaku bersama dengan cincin pernikahan kita.
Aku tidak akan pernah muncul lagi dan mengganggu hidup mu. Biarlah ini menjadi kenangan indah bagi ku.
Pengurusan surat perceraian ku serahkan padamu, mas Zack bisa mengirim surat persyaratan perceraian ke alamat Ibu dan akan Ibu kirim kembali pada mas Zack setelah aku tanda tangani. Ini terakhir kalinya aku merepotkan dirimu.
Ku do'akan semoga mas Zack selalu sehat dan mendapatkan jodoh yang terbaik untuk mas Zack.
Dari Alanna.
Zack terduduk lemas di atas tempat tidur begitu selesai membaca surat dari Alanna. Tanpa dia sadari air mata mengalir dari pelupuk matanya.
"Kenapa bisa begini ? kamu pergi tanpa meminta penjelasan dari ku. Kenapa kamu bisa mengambil kesimpulan sendiri tanpa mendengar penjelasan dari ku.
"Kamu bahkan pergi dengan keadaan yang belum sepenuhnya pulih. Sayang.... kenapa kamu begitu, selalu lari dari masalah tanpa berani menghadapinya. Sikap mu membuat hidupku hidupmu dan pernikahan kita hancur." Gumam Zack pilu meratapi kepergian Alanna, wanita yang sangat di cintanya.
-
-
-
-
-
...yuk intip novel terbaru author dengan judul...
__ADS_1
..."Terbelenggu cinta seorang pangeran"...