Lelaki Penuh Luka

Lelaki Penuh Luka
Bab 90


__ADS_3

"Ibu terkejut kalian harus pulang pagi ini." Kata Ibu sesudah mereka sarapan pagi.


"Mas Zack tidak bisa terlalu lama meninggalkan pekerjaan di Jakarta karena kepergiannya ke sini tiba-tiba. Salah ku juga karena tiba-tiba mengatakan ingin ke sini dan mas Zack tidak ingin aku pergi sendiri."


"Bulan depan kami akan ke sini lagi." Janji Zack pada Ibu.


"Ibu tidak ingin ikut kami ke Jakarta ?" Alanna bertanya kembali.


"Lain kali lah Nak." Tolak Ibu lembut. "Titip kan salam saja Ibu pada mertuamu." Ibu menambahkan.


"Baiklah, akan aku sampaikan."


"Kalian tidak membawa pulang pakaian kalian ?" tanya Ibu melihat mereka tidak membawa apa-apa.


"Tidak usah Bu, pakaian di sini untuk kami pakai saat kembali ke sini." Jawab Zack.


"Baiklah, jadi sudah mau berangkat sekarang ?"


"Iya Bu, sopir dari hotel sudah datang. Dia akan mengantar kami sampai di bandara." Jawab Zack seraya bangun berdiri, Alanna pun ikut berdiri.


"Kalian harus hati-hati selama perjalanan pulang, Nak Zack istri mu sedang hamil." Ibu mengingatkan sambil mengantar Alanna dan Zack ke pintu depan.


"Iya Bu, aku tahu."


Alanna maju merangkul Ibunya. "Ibu aku pamit pergi dulu."


"Iya, sering-sering telepon Ibu."


"Iya Bu." Alanna berkata patuh, mereka lalu berbalik pergi menuju mobil yang telah terparkir hidup di depan rumah menunggu mereka untuk masuk.


🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀


Perjalanan pulang ke Jakarta berjalan mulus walaupun Alanna mulai tidak nyaman duduk lama di dalam pesawat.


Johan sudah menunggu kedatangan mereka dan langsung menyambut mereka sesampainya di pintu keluar bandara.


"Bagaimana keadaan hotel ?" Zack langsung bertanya begitu mobil sudah berada di jalan raya dalam perjalanan pulang ke rumah.


"Semua terkendali Tuan." Jawab Johan sigap seperti biasanya.


"Bagus, kerja bagus Johan." Puji Zack singkat.


"Langsung pulang ke rumah Tuan ?" tanya Johan.


"Tidak ada tempat yang ingin kamu singgahi sayang ?" Zack bertanya terlebih dahulu pada Alanna sebelum menjawab pertanyaan Johan.


"Tidak mas, aku ingin cepat istirahat." Jawab Alanna.


Zack menatap Johan. "Kita langsung pulang saja."


"Baik Tuan." Kata Johan dan mulai fokus ke depan mengemudikan mobil.


Mereka agak lama dalam perjalanan pulang karena waktu yang hampir mendekati siang hari jalan mulai di padati kendaraan bermotor.


Johan membawa mobil masuk melewati gerbang pintu pagar besi dan memberhentikan mobil tepat di depan pintu masuk rumah.


"Anda masih akan ke kantor hari ini Tuan ?" tanya Johan sebelum Zack turun dari mobil.


"Belum pasti Johan, kamu balik saja ke kantor lebih dulu. Aku akan suruh Pak Risno mengantar ku ke kantor jika aku tiba-tiba akan pergi."


"Baik Tuan."


Zack turun lebih dulu kemudian berjalan memutar membukakan pintu mobil untuk Alanna membantunya turun dari mobil.

__ADS_1


Mereka masuk ke dalam rumah, di ruang tengah mereka menemukan Mama Rani dan Papa Arian yang sedang duduk bersantai menonton berita yang sedang tayang di televisi.


"Mama, Papa kamu sudah pulang." Zack memanggil memberi tahukan kehadiran mereka.


Mama Rani dan Papa Arian menoleh bersama begitu mendengar suara Zack.


"Oh ! Kalian sudah pulang." Mama Rani terkejut dengan kehadiran mereka.


"Cepat sekali kalian pulang ?" tanya Papa Arian.


"Mama mengira kalian akan pulang nanti malam."


"Urusan di sana selesai lebih cepat." Jawab Zack menuntun Alanna duduk di sofa bergabung dengan Mama Rani dan Papa Arian kemudian dirinya menyusul duduk di samping Alanna.


"Kalian sudah makan siang atau belum ?" tanya Mama.


"Belum Ma, Alanna inginnya langsung pulang ke rumah." Jawab Zack


"Kalau begitu kita makan siang sama-sama, Bibi Mun sedang menata makan siang di meja."


"Iya Ma." Alanna menurut.


Tidak lama kemudian Bibi Mun muncul dari ruang makan.


"Nyonya, Tuan makan siangnya sudah siap." Bibi Mun memberitahu.


"Iya Bi, kami ke sana dan tolong tambahkan dua piring untuk Zack dan Alanna." Kata Mama Rani.


"Baik Nyonya." Kata Bibi Mun patuh dan berbalik kembali ke arah ruang makan.


Mereka berdiri berjalan ke ruang makan menyusul Bibi Mun.


"Untung lah kalian datang lebih awal, ada yang ingin Mama bicarakan." Kata Mama Rani sambil menarik kursi


"Apa itu Ma ?" tanya Zack.


"Kemarin Mama kumpul bersama dengan teman-teman arisan Mama." Kata Mama sambil mengisi piring makan Papa dengan nasi dan beberapa jenis lauk.


"Arisan yang mana Mama ?" Zack bertanya memperjelas, membiarkan Alanna mulai mengisi piring makannya. "Terimakasih sayang." Zack menoleh berkata pada Alanna setelah menaruh kembali piring makannya.


"Arisan berlian, Zack."


Rahang Zack mengeras. "Bukannya Mama tidak pernah lagi datang dan hanya mentransfer uang saja sejak kejadian kecelakaan ku dengan Mariana lalu karena di kelompok arisan itu ada Mamanya Mariana ?" Zack berkata dengan nada tidak senang.


"Iya memang betul yang kamu katakan hanya saja teman Mama menelepon agar Mama hadir karena tinggal Mama saja yang belum mengambil." Mama menjelaskan.


"Lalu ?" tanya Zack sambil mulai menyendok isi piringnya.


Alanna dan Papa hanya diam mendengarkan.


"Jadi Mama terpaksa datang dan di sela-sela kami mengobrol tiba-tiba Mamanya Mariana menyinggung tentang anniversary pernikahan Mama dan Papa yang tidak lama lagi membuat teman-teman Mama meminta untuk di undang termasuk Mamanya Mariana."


"Jadi intinya Mama bingung harus mengundang atau tidak, begitu ?" tebak Zack.


"Iya, Mama jadi bingung tidak tahu harus mengundang atau tidak. Kalau mengundang mereka akan membuatmu tidak nyaman tapi kalau tidak mengundang akan terlihat seperti keluarga kita terlalu sakit hati karena kejadian itu padahal sebenarnya tidak. Jadi Mama meminta pendapatmu tentang hal ini."


Zack menghentikan gerakan tangannya yang sedang menyendok makanan, menatap sejenak pada Alanna yang dari tadi hanya diam mendengar kemudian menatap Mama Rani dengan serius.


"Buat saja acara anniversary pernikahan kalian di salah satu hotel kita dan undang semua teman Mama dan Papa termasuk orang tua Mariana. Aku ingin memperlihatkan pada mereka kalau aku baik-baik saja dan bahagia sekarang.


"Mungkin mereka mengira aku masih terpuruk karena kejadian itu." Kata Zack menoleh pada Alanna yang berada di samping nya, menggenggam erat tangan Alanna yang berada di atas meja.


"Keputusan yang bagus nak, Papa senang mendengarnya." Puji Papa Arian.

__ADS_1


"Baiklah, Mama akan mengurus undangannya."


"Kapan acaranya Mama ?" Alanna akhirnya bersuara, bertanya penasaran.


"Lusa Nak, kita buat acaranya pada malam hari."


"Sudah nanti kita bahas lagi, habiskan dulu makan siang kalian." Papa Arian memotong pembicaraan membuat mereka terdiam dan mulai menghabiskan makan siang mereka yang sempat terganggu.


Usai makan siang, Alanna duduk bersantai di ruang tengah sambil menikmati es krim coklat dan kue tart rasa vanilla dengan siraman coklat meleleh di luarnya.


Zack muncul setelah keluar dari ruang kerjanya mengambil beberapa berkas dan ikut duduk di sebelah Alanna.


"Masih bisa muat di perut mu semua makanan ini sayang ?" tanya Zack, takjub melihat selera makan istrinya yang mulai naik.


Alanna mengangguk. "He eh." Jawab Alanna singkat karena mulutnya yang terisi kue tart.


"Masih ada yang kamu inginkan ?"


"Iya, aku masih ingin eskrim tapi aku habiskan dulu yang ini." Jawab Alanna sambil menyendok eskrim dengan cup ukuran besar di pangkuannya.


"Masih banyak di dalam lemari es ?"


"Sisa satu mas."


"Pulang nanti mas singgah belikan."


"Mas ingin ke mana ?"


"Mas ke hotel dulu, mas ingin Johan mengecek di semua hotel kita di Indonesia yang mana ruang aula nya tidak di boking pada hari acara anniversary Mama dan Papa."


"Mas tidak apa-apa ?"


Zack mengerutkan kening bingung. "Maksudnya ?"


"Jika harus bertemu dengan orang tua mantan istri mas Zack." Alanna memperjelas.


"Tidak apa-apa, itu bukan jadi masalah sekarang dan semuanya itu karena kamu."


Giliran Alanna yang bingung tidak mengerti. "Maksudnya ?"


Zack mendekat, mengecup kening Alanna. "Nanti kamu akan tahu sendiri." Kata Zack misterius menjauh dan bangkit berdiri.


"Mas pergi dulu." Tambah Zack.


"Iya mas, hati-hati di jalan." Kata Alanna terpaksa, penasaran dengan maksud perkataan Zack tapi tidak bertanya lebih lanjut karena Zack yang telah menutup percakapan mereka.


"Iya."


-


-


-


-


Yang sabar ya untuk para pembaca novel "lelaki penuh luka" author berusaha membuat alur cerita yang tidak membuat jenuh pembaca jadi terkadang lama update nya.


...Tetap baca dan terus dukung author ya dengan cara like, coment dan vote terimakasih 😊...


...Yuk intip novel terbaru author...


...Untuk para pembaca yang suka cerita perjodohan kerajaan dengan judul...

__ADS_1


..."Terbelenggu cinta seorang pangeran"😊...


__ADS_2