
Alanna bergerak menuju jendela yang di maksud Zack menekan tombol yang berada di samping jendela dan gorden bergerak otomatis ke samping memperlihatkan pemandangan luar paviliun, cahaya matahari masuk menyinari kamar.
"Tolong kau rapikan kertas yang ada di atas meja, masukkan ke dalam map hitam itu." Pinta Zack kembali masih dengan posisi nya yang sama di atas tempat tidur, Alanna bergerak menuju meja dan duduk di sofa sambil mulai merapikan tumpukan kertas yang ada di atas meja dan memasukkan nya ke dalam map sesuai dengan arahan Zack. "Cerita kan tentang diri mu Alanna."
Perkataan terakhir Zack yang tiba-tiba membuat Alanna menoleh ke arah Zack karena terkejut. "Kenapa tiba-tiba anda menanyakan itu pak ? " Alanna heran dan balik bertanya.
"Kenapa ? tidak bisa saya menanyakan ? " tanya Zack kembali.
Alanna hanya menggeleng kan kepala sebagai jawaban, heran dengan sifat Zack yang berubah-ubah terkadang ramah terkadang menjaga jarak.
"Tidak ada yang istimewa dari kehidupan ku pak Zack. " Alanna menjawab. "Saya hanya tinggal berdua dengan ibu ku, ayah sudah lama meninggal karena kecelakaan kerja,ayah ku bekerja di perusahaan konstruksi, untuk biaya hidup ibu membuka usaha catering sedang kan untuk biaya kuliah Alhamdulillah ada dana kompensasi dari perusahaan tempat ayah bekerja."
"Jurusan apa yang kau ambil saat kuliah ? "
"Manajemen perhotelan." Jawab Alanna tersenyum masam. "Anda pasti bertanya mengapa jurusan manajemen perhotelan mengambil pekerjaan sebagai pelayan hotel ? " sambung Alanna sebelum keluar pertanyaan itu dari mulut dari Zack. "Jawabannya sederhana pak, untuk biaya hidup."
Hening sesaat setelah Alanna bercerita tentang hidup nya, Zack hanya diam mendengar cerita Alanna.
"Anda ingin ke kamar mandi ? " tanya Alanna saat bangkit dari sofa. "Perlu bantuan atau anda bisa sendiri ? " Alanna ragu menawarkan bantuan.
"Luka ku sudah membaik." Zack beranjak bangun dan duduk di tempat tidur.
"Baiklah." Alanna terdiam, tiba-tiba tidak tahu apa yang harus di kerjakan.
" Bisa kau hubungan bagian dapur, sarapan ku tolong antar sekarang dan katakan untuk dua orang, sehabis mandi saya ingin sarapan." Zack berjalan menuju kamar mandi.
"Baik pak Zack. " Alanna beranjak menuju interkom yang berada di nakas samping tempat tidur dan menghubungi bagian dapur untuk memesan makanan untuk Zack.
__ADS_1
Mungkin pak Zack akan kedatangan tamu dalam hati alanna berbicara setelah menutup telepon interkom.
Setelah selesai memesan sarapan untuk Zack , Alanna mulai dengan pekerjaan membersihkan dan merapikan kamar Zack sementara Zack sendiri masih di kamar mandi membersihkan diri.
Selesai dengan pekerjaannya Alanna hendak keluar kamar bersamaan suara pintu kamar mandi yang terbuka, Zack keluar dengan menggunakan jubah mandi dengan handuk kecil di bahu nya untuk mengeringkan rambut yang masih basah sehabis keramas.
"Saya sudah dengan pekerjaan ku pak,sarapan anda akan segera datang, saya permisi dulu." Alanna berbalik berjalan menuju pintu.
"Alanna ! " panggil Zack.
"Ya ? masih ada yang anda perlu kan pak ? " tanya Alanna saat berbalik menghadap Zack.
"Kau temani saya sarapan."
" Hah ! " hanya itu tanggapan yang keluar dari mulut Alanna, refleks dia menutup mulut dengan telapak tangan nya, takut membuat tersinggung Zack dengan reaksi nya. Dirinya betul betul bingung dengan sikap Zack pagi ini
"Maaf kan saya , anda jangan tersinggung." Jelas Alanna. "Saya hanya sedikit bingung dengan sikap anda pagi ini, mengingat bagaimana sikap anda berapa minggu ini." Alanna berterus-terang.
"Permisi....., sarapan pesanan anda pak Zack." Sahut seseorang dari balik pintu.
Alanna pun berjalan ke arah pintu kamar dan membukanya. "Terimakasih." Balas Alanna dengan senyum ramah, kemudian mengambil troll makanan dan membawanya ke dalam kamar. "Sarapan anda. " Ucap Alanna saat mendorong troll makanan ke tengah kamar menuju meja makan kecil yang khusus untuk dua orang kemudian memindahkan makanan dan minuman dari troll makanan ke meja makan.
Zack berjalan menuju meja makan masih menggunakan jubah mandi nya membuat Alanna tidak nyaman.
"Duduk lah Alanna, kau sudah sarapan ? " tanya Zack saat Alanna masih berada di posisi nya berdiri.
"Sudah pak, saya sudah sarapan tadi pagi saat mau berangkat kerja. " Jawab Alanna bergerak canggung saat hendak duduk di kursi yang terletak di hadapan Zack.
__ADS_1
"Kalau begitu minum saja jus buah yang saya pesan." Zack berkata di sela menguyah sarapan nya.
Hening sesaat tidak ada yang bersuara, Zack dengan pikiran nya dan Alanna dengan keheranan nya akan sikap baik Zack pagi ini.
"Kudengar kau menghadap kepala bagian room section, menanyakan pembagian kerja sif." Tanya Zack tiba tiba menyadarkan Alanna dari lamunannya.
" Ah ! " Alanna terkejut dengan pertanyaan Zack. "Itu....., tentang itu..... ." Tidak yakin dengan jawaban nya.
Zack hanya menatap Alanna menunggu jawaban. "Kenapa ? katakan saja." Zack meyakinkan.
"Anda jangan tersinggung dengan perkataan ku ini." Alanna mulai berbicara. "Saya cuman ingin tahu mengapa hanya jadwal sif ku yang tidak pernah berganti kamar sedangkan teman yang lain selalu berganti di tambah dengan sikap anda yang tidak bersahabat membuat ku menghadap mba Sania bertanya dan ingin berubah jadwal sif ku tapi tidak jadi karena alasan nya mba Sania kalau masalah pembagian sif di buat langsung oleh manager." Jelas Alanna akhirnya dengan raut wajah tidak enak karena menyebutkan Zack yang tidak bersahabat.
"Hmm.... begitu ya.... ." Reaksi Zack dengan perkataan Alanna sambil terus menguyah sarapan nya.
"Tapi dari mana anda tahu saya menghadap kepala room section ? " tanya Alanna tersadar karena setahu nya yang mengetahui dia menghadap mba Sania hanya Gita dan Ayu.
"Kepala room section mu berbicara dengan saya, dia mengira mungkin saya ada masalah dengan kenyamanan di hotel ini." Alasan Zack walaupun menurut Alanna alasan Zack tidak begitu meyakinkan.
"Begitu ? " kata Alanna tidak yakin.
"Ya hanya itu." Yakin Zack kemudian mendorong piring makan nya yang telah kosong dan meneguk setengah gelas jus jeruk nya.
"Baiklah kalau begitu saya akan merapikan meja dan membawa piring kotor ke dapur." Ucap Alanna merasa tidak ada yang perlu di bicarakan lagi seraya bergerak merapikan meja dan berdiri memindahkan gelas dan piring kotor ke troll makanan.
"Alanna !" panggil Zack saat Alanna hendak mendorong troll makanan ke luar.
" Ya ? kenapa pak Zack , ada yang anda perlukan ? " jawab Alanna dan bertanya dengan senyum ramah merasa nyaman dengan sikap Zack sekarang terhadap nya.
__ADS_1
"Maaf dengan sikap ku kemarin yang membuatmu tidak nyaman." ucap Zack serius menatap langsung ke mata Alanna.
Di tatap seperti itu membuat Alanna salah tingkah tapi berusaha di tutupi nya. "Tidak apa-apa pak. " Balas Alanna terseyum. "Panggil saya kalau ada yang anda butuhkan, saya permisi." Tambah nya kemudian berbalik menuju pintu sambil mendorong troll makanan.