
Mendengar perkataan mama Rani membuat Alanna terpaksa menyetujui nya. "Baiklah tante, Alanna setuju saja." Menatap Zack dengan tatapan jengkel merasa Zack dengan sengaja memberi tahu kan rencananya nanti saat bersama orang tua nya untuk mendapat pendukung.
"Berapa tamu yang akan di undang ? dan bagaimana konsep pernikahan kalian ?" tanya mama Rani penasaran.
"Maaf tante kami tidak mengundang siapa pun hanya kelurga saja yang hadir." Alanna menjawab tidak enak hati melihat wajah mama Rina yang tidak mengerti.
"Berarti tidak akan ada resepsi hanya akad saja ? " mama Rina bertanya kembali ingin lebih memperjelas maksud dari Alanna.
"Iya tante. " Jawab Alanna singkat menatap Zack untuk bantu menjelaskan.
" Tapi Alanna sayang..."
"Mama mengerti lah keinginan Alanna, dia juga punya alasan tersendiri." Zack memberi pengertian pada orang tua nya.
"Bukan seharusnya mama senang punya menantu yang tidak banyak menghabiskan uang ?" goda papa Arian pada mama Rani menengahi mereka.
"Papa ini.....! mama sedang tidak bercanda. " mama Rani gemes dan kesal mendengar perkataan suaminya yang sedang bercanda di saat dia sedang serius.
"Kita ikut saja apa kemauan mereka, mereka pasti sudah pikirkan baik-baik keputusan ini. Kita sebagai orang tua hanya bisa mendukung saja. " Nasehat papa Arian yang membuat mama terpaksa menyetujui keinginan Alanna.
"Mama ini tidak setuju karena tidak punya kesempatan untuk merancang baju pengantin untuk Alanna, karena kalau cuma akad hanya bisa pakai kebaya saja. " Sinta menambah.
" Sinta kok jadi ikut-ikutan godain mama sih ?!" kata mama mulai kesal.
" Sinta tidak usah godain mama mu lagi, kasian kan mama mu. " Papa Arian menegur Sinta.
"Iya deh maaf." Ucap Sinta menyesal.
"Maaf tante, saya tidak bermaksud membuat tante kecewa. " Alanna berkata dengan raut wajah menyesal.
" Biarlah kalau memang begitu keinginan kalian, mama terpaksa setuju. " Ucap mama Rani akhirnya.
" Alanna tidak menginap di sini malam ini ?" tanya Sinta tiba-tiba.
" Iya menginap saja di sini, bisa pakai baju nya Sinta kalau ingin berganti pakaian. " Mama Rani ikut menambah kan.
"Kapan-kapan lah sinta, tante. " Tolak Alanna tidak enak hati masih terkejut dan butuh menyesuaikan diri dengan sifat ramah keluarga Zack terhadap dirinya.
Melihat Alanna yang serba salah membuat Zack kasian melihat nya. "Nanti saja Alanna menginap, besok dia harus berangkat pagi-pagi ke kantor karena ada rapat besok pagi. " Zack bantu menjelaskan.
"Jangan banyak memberi nya tugas Zack, kasian kan Alanna. " Mama Rina berkata dengan nada tidak suka.
__ADS_1
"Dia di gaji karena bekerja sesuai dengan tugasnya. " Zack berkata logis.
"Iya tante tidak masalah kok saya suka dengan pekerjaan ku, masalah pekerjaan tidak boleh campur aduk dengan masalah pribadi."
" Prinsip kerja yang bagus itu nak. " Puji papa Arian membuat Alanna senang dan mama Rani cemberut.
"Saya kan hanya membela calon menantu mama." Mama Rani membela diri.
"Makasih tante, Alanna senang dengan perhatian Tante dan keluarga ini." Alanna berkata tulus. "Saya sempat takut kalau kalian tidak suka atau menolak ku karena saya hanya wanita biasa, tidak ada yang istimewa bahkan bukan dari keluarga berada. " Alanna berkata jujur. Membuat mama rani tersentuh.
"Kenapa berpikir seperti itu Alanna ? kau wanita yang istimewa. Kami tidak melihat seseorang dari status dan dari keluarga terpandang atau tidak yang kami inginkan adalah seorang yang tulus seperti kamu. " Ucap mama Rani menjelaskan.
"Terimakasih tante." Hanya itu yang bisa Alanna ucapkan karena lega dan tersentuh dengan perkataan mama Rani.
"Sudah larut malam, saya harus mengantar Alanna pulang ." Zack berkata seraya melihat jam tangan milik nya.
"Kalau begitu saya permisi dulu tante, om, Sinta dan terimakasih atas makan malam nya." Pamit Alanna berdiri di balas anggukan orang tua Zack.
"Hati-hati di jalan Alanna , Zack hati-hati bawa mobil nya." Pesan mama Rani.
"Iya tante. "
" Alanna nanti saya hubungi ya ? " Sinta bertanya saat Alanna bersiap-siap pergi.
"Ayo Alanna." Ajak Zack pergi.
Perjalanan pulang menuju apartemen Alanna tidak memakan waktu lama karena kendaraan yang tidak begitu padat di jalan raya.
"Saya tidak mengantar masuk. " Zack berkata saat telah berhenti di depan gedung apartemen Alanna.
"Iya tidak apa-apa, saya masuk dulu, terima kasih sudah mengantar ku. " Kata Alanna di balas anggukan oleh Zack kemudian membuka pintu mobil dan keluar, melambaikan tangan sejenak ke arah Zack kemudian berjalan menuju pintu masuk gedung. Saat yakin Alanna telah masuk barulah Zack menghidupkan mobil nya dan berlalu pergi.
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
"Bagaimana makan malamnya ?" tanya pak Risno penasaran pagi ini saat mengantar Alanna pergi bekerja.
"Berjalan baik, keluarga pak Zack sangat ramah." Jawab Alanna tersenyum mengingat kejadian kemarin malam.
" Bagus lah, saya juga yakin mereka pasti menyukai mu. " Pak Risno berkata lega.
"Mereka seperti nya sangat baik pada semua orang "
__ADS_1
"Mereka memang baik pada semua orang dan nak alanna juga anak yang baik jadi tentu saja mereka pasti akan menyukai mu." Puji pak Risno pada Alanna.
"Pak Risno bisa saja memuji. " Ucap Alanna merasa malu, tidak lama kemudian mobil memasuki area hotel.
"Kita sudah sampai." Pak Risno memberi tahu saat telah sampai di depan pintu masuk hotel.
" Makasih tumpangannya. " Seperti biasa Alanna berkata sebelum turun dari mobil.
Alanna menunggu lift untuk naik ke ruangan nya beserta staf hotel yang lain, saat pintu lift terbuka alanna masuk bersama dengan para staf hotel lainnya karena banyak yang masuk membuat alanna terpaksa mundur sampai punggung nya bersandar di dinding lift.
" Sudah dengar kabar yang beredar di hotel ini ? " bisik suara wanita yang berdiri paling depan pintu lift, berbisik tapi terdengar oleh alanna yang berdiri paling belakang.
" Dengan kabar apa ? " suara wanita lain yang ada di dalam lift.
"Sudah tahu kalau kita punya kepala room section baru ? "
"Iya saya tahu, masih muda tapi sudah jadi kepala room section, kenapa memangnya ? " dua wanita itu sibuk bercerita di dalam lift tidak menghiraukan kalau pembicaraan mereka terdengar orang lain yang berada dalam lift yang sama dengan mereka. Alanna pun makin penasaran karena seperti nya dirinya yang di sebut.
" Dari awal dia masuk kantor sampai tadi saya lihat saat datang ke hotel selalu di antar oleh sopir pribadi pak Zack. "
"Kau melihat nya sendiri ? jangan sampai menyebar cerita yang tidak betul."
"Saya melihat nya sendiri dan yakin itu memang pak Risno sopir pribadi pak Zack "
" Betul kah ? memang nya pak Zack dan kepala room section itu punya hubungan apa ? kenapa sopir nya harus mengantar nya ke hotel setiap hari ? " wanita itu terdengar penasaran di pendengaran Alanna Karena Alanna tidak bisa melihat wajah mereka.
"Resepsionis di bawah pun bercerita kalau bukan hanya di antar, pulang kerja pun dia di jemput. " Tambah wanita itu. Belum sempat teman nya berkomentar suara pintu lift terbuka memaksa mereka harus keluar bersama semua orang di dalam lift termasuk Alanna.
Keluar dari lift Alanna melangkah menuju ruangan nya sambil termenung memikirkan perkataan tentang dirinya saat di lift tadi, sejak berhubungan dengan Zack dirinya sudah dua kali menjadi bahan pembicaraan orang dan sedikit menjadi khawatir jika aib yang dia simpan akan di ketahui oleh banyak orang.
-
-
-
-
-
-
__ADS_1
|tolong dukung outhor dengan cara like, coment, vote dan bintang lima, terimakasih |