
" Mungkin lebih baik pak Risno tidak usah menjemput dan dan mengantar ku bekerja." Alanna berkata saat makan siang dengan Zack di ruang kerja Zack.
" Kenapa ? ada masalah ? " tanya Zack penasaran.
"Saya mendengar ada rumor di antara para pegawai hotel tentang kita." Alanna menjawab.
"Bisa kau perjelas rumor apa ?" Zack bertanya kembali, meletakan alat makan nya fokus memperhatikan Alanna yang sedang bercerita.
" Ternyata ada beberapa pegawai hotel yang memperhatikan saya yang di antar dan di jemput pak Risno bekerja dan mereka penasaran tentang hal itu, mereka bertanya hubungan apa di antara kita sampai pak Risno harus menjemput dan mengantar ku." Alanna menjelaskan.
"Sebenarnya kalau kita tidak mengikuti kemauan mu untuk menyembunyikan hubungan kita rumor itu tidak akan muncul. " Perkataan Zack membuat Alanna terdiam. "Sudahlah tidak usah di pikirkan, mereka pasti akan berhenti bercerita kalau sudah bosan sendiri. " Sambung Zack saat perkataan nya membuat Alanna terdiam.
"Maaf saya sudah kenyang, saya ke ruangan ku dulu masih banyak pekerjaan yang belum saya selesai kan. " Alanna berkata datar kemudian berdiri.
"Tunggu Alanna. " Cegah Zack, tahu bahwa Alanna tersinggung dengan perkataan nya. "Saya minta maaf jika perkataan tadi membuat tersinggung ." Zack berkata penuh sesal.
"Tidak apa-apa pak Zack, saya tidak mempermasalahkan nya, saya benar-benar ada pekerjaan yang harus saya kerjakan. " Alanna mengelak menghindar dari Zack tidak ingin menatap langsung wajah Zack.
" Kalau kau tidak masalah kenapa kau seakan menghindari ku. " Tantang Zack pada Alanna.
"Saya tidak ingin membahas nya, saya permisi dulu. " Alanna berbalik melangkah menjauhi meja makan.
" Sampai kapan kau seperti ini, selalu menghindar setiap ada masalah. " Suara Zack meninggi karena emosi melihat alanna yang berjalan menjauhi nya menuju pintu. " Alanna kembali !"
Alanna menghindar agar tidak terjadi pertengkaran di antara mereka tetapi mendengar Zack berbicara membuat Alanna tidak bisa lagi menahan emosi yang dari tadi dia tahan. "Saya hanya ingin kau coba berpikir bagaimana rasa nya berada di posisi ku Zack Ibrahim. " Alanna mulai mengeluarkan kemarahan nya. " Saya di paksa menikahi seseorang yang tidak mencintai ku di karenakan keadaan yang memaksa nya harus berbuat begitu, dan setelah menikah usia pernikahan nya kemungkinan besar hanya beberapa bulan di karenakan harus bercerai, wanita mana di dunia ini yang menginginkan hal seperti itu ? orang lain yang tidak tahu permasalahan nya akan berpikir wanita seperti apa yang hanya beberapa bulan sudah bercerai ? apa yang bisa di bangga kan dari itu semua ? coba kata pada ku, apakah saya harus merasa bangga orang mengenal saya sebagai mantan istri pengusaha hotel yang bernama Zack Ibrahim ?! " tukas Alanna mengeluarkan semua isi hatinya yang selama ini dia pendam.
Zack yang melihat kemarahan dan mendengarkan isi hati Alanna hanya bisa terpaku, selama mengenal Alanna baru kali ini Zack melihat emosi Alanna yang meluap-luap
__ADS_1
" Maaf kan saya, saya tidak bermaksud kehilangan kendali seperti ini, sebaiknya saya pergi sekarang." Alanna berkata saat menyadari dirinya sudah terlalu emosional dan berbalik pergi meninggalkan Zack yang masih diam membisu tidak tahu harus berkata apa.
Sisa hari itu di gunakan Alanna untuk serius bekerja berusaha tidak memikirkan pertengkaran yang terjadi antara Zack dengan dirinya.
Saat pulang kerja Alanna melihat pak Risno sudah menunggu nya berdiri di samping mobil yang terparkir di depan pintu hotel.
" Pak Risno Sudah menunggu dari tadi ? " tanya Alanna saat sudah berdiri di hadapan pak Risno.
" Belum lama saya tiba. " Jawab pak Risno seperti biasa tersenyum ramah pada Alanna. "Kenapa memangnya ? " tambah pak Risno sedikit heran melihat Alanna yang tidak begitu bersemangat seperti biasanya.
"Tidak kenapa-kenapa pak Risno, hanya saja saya ingin berjalan-jalan sebentar menghirup udara segar. Pak Risno pulang saja setelah berjalan-jalan sebentar saya akan pulang naik taksi, saya sudah hapal sedikit kok jalan di sekitar sini."
" Tuan muda sudah tahu dan memberi izin ?" tanya pak Risno tidak yakin.
" Saya belum sempat memberi tahu pak Zack. " Jawab Alanna terpaksa berkata jujur. " Tapi saya rasa itu bukan masalah besar sampai harus bertanya padanya berhubung pak Zack orang nya sangat sibuk. " Tambah Alanna.
" Tapi saya tidak bisa membuat keputusan sendiri tanpa bertanya terlebih dahulu pada tuan muda. " Tolak pak Risno seraya mengambil ponsel dari saku celana nya. "Saya harus bertanya terlebih dahulu. " Sambung pak Risno langsung menelpon nomor Zack.
"Ya hallo kenapa pak Risno ?" suara Zack saat mengangkat telepon, Alanna menggigit bibir bawahnya tanpa sadar sedikit gugup setelah mendengar suara Zack.
"Maaf tuan muda tiba-tiba menelpon, hanya saja nona Alanna menyuruh ku untuk pulang tanpa mengantar nya, dia ingin berjalan-jalan sebentar dan akan pulang menggunakan taksi. " Jelas pak Risno.
" Mana Alanna ? biarkan saya berbicara dengan nya." Zack berkata tidak menjawab pertanyaan pak Risno. Mendengar Zack ingin berbicara dengan nya Alanna memberi kode menggelengkan kepala pada pak Risno bahwa dia tidak ingin berbicara.
" Nona Alanna tidak ingin berbicara tuan muda." Jawab pak Risno jujur membuat Zack terdiam agak lama sebelum kembali berbicara.
" Saya tidak memberi izin pak Risno, tolong pak Risno antar Alanna ke apartemen nya. " Zack berbicara tegas dengan nada tidak mau di bantah.
__ADS_1
" Baiklah tuan muda, akan saya kerjakan. " Jawab pak Risno patuh kemudian Zack memutuskan sambungan telepon. "Maaf nak Alanna saya tidak bisa. " pak Risno berkata pada Alanna.
"Tidak apa-apa pak Risno, saya mengerti kok." Alanna berkata maklum meski kecewa keinginan nya tidak terkabul, masuk ke dalam mobil untuk di antar pulang oleh pak Risno.
Begitu sampai di apartemen nya Alanna langsung mandi membersihkan diri kemudian berbaring di tempat tidur melepas lelah sejenak sebelum ke dapur membuat makan malam, teringat pada Ibu nya lalu bangun mengambil handphone yang terletak di nakas samping tempat tidur.
Pada dering pertama telpon langsung tersambung. " Hallo ibu ? "
" Alanna sudah di rumah ? " tanya Ibu.
" Sudah dari tadi, ini ada istirahat sebentar di kamar sebelum buat makan malam. " Jawab Alanna, merasa sedikit terhibur mendengar suara Ibu nya di saat dirinya terbelit oleh masalah.
"Jangan terlalu memaksa diri saat bekerja nak, kalau kau sakit siapa yang bakal urus ? ibu jauh tidak bisa menolong." Nasehat Ibu.
"Iya ibu tenang saja, Alanna baik-baik saja kok." Alanna menenangkan Ibu nya walaupun sebenarnya dirinya tidak baik-baik saja. " Ibu tidak terlalu sibuk kan ? kalau capek tidak usah banyak terima pesanan catering nya, nanti Alanna kirim uang buat ibu belanja. "
"Iya ibu tahu ."
" Alanna tutup dulu telpon nya ya bu ? Alanna mau masak makan malam. "
"Ya sudah, ibu tutup telpon nya. " Sambungan telepon pun terputus. Alanna beranjak ke dapur untuk membuat makan malam untuk dirinya sendiri.
-
-
-
__ADS_1
-
| tolong dukung author dengan cara like,coment, vote dan beri bintang lima , terimakasih |