
"Kau jadi lebih pendiam dari sejak kita makan siang tadi." Zack berkata pada Alanna, mereka dalam perjalanan kembali menuju ke hotel. "Apa yang menggangu pikiran mu ?"
Alanna menoleh pada Zack dan bungkusan yang berisi bingkai foto pernikahan mereka yang berada diantara mereka.
"Mama membuatnya menjadi sedikit rumit menurut ku." Ucap Alanna tersenyum masam.
"Maksudnya ?" Zack bertanya dengan raut wajah bingung.
"Foto pernikahan ini membuat seakan-akan pernikahan kita sama dengan pernikahan orang pada umumnya berharap hanya maut yang memisahkan, tapi kenyataannya pernikahan ku tidak seindah itu malah sebaliknya penuh dengan ketidakpastian dan tanpa cinta." Alanna menjawab dengan nada getir membuat Zack hanya terdiam mendengar nya. "Mas tolong turun saya di perempatan dekat hotel, dari sana saya akan berjalan." Tambah Alanna beberapa saat kemudian.
"Saya akan menurunkan mu di depan pintu hotel."
"Tapi mas -."
"Saya hanya akan menurunkan mu di situ setelahnya pak Risno akan menurunkan ku di basement tidak usah membantah, staf hotel tidak akan melihat ku di dalam mobil saat nanti kau turun." Zack berkata tegas memotong perkataan Alanna, tidak ingin di bantah.
"Baik mas." Alanna berkata menurut.
Saat sampai di hotel, Alanna di turunkan Zack di depan pintu dan setelah nya mobil bergerak menuju basement hotel di mana Johan sudah menunggu.
"Sudah kau dapat data pria itu ?" tanya Zack sesaat setelah turun dari mobil.
"Sudah tuan." Jawab Johan, mereka berjalan menuju pintu masuk yang terhubung dengan tempat parkiran mobil. "Namanya Rudy Adam umur dua puluh delapan tahun, dia bekerja di bagian staf HC lebih tepatnya kepala bagian Staf HC, data nya sudah ada di atas meja anda." Johan menambahkan saat mereka telah berada dalam lift khusus menuju lantai ruang kerja Zack.
"Bagus." Kata Zack singkat memuji kerja Johan. Zack langsung menuju ke meja kerja nya, mengeluarkan bingkai foto dari bungkusannya dan meletakkan nya di atas meja. Zack membuka map hitam di atas meja dan membacanya. "Kau awasi pria ini, saya tidak suka kalau dia dekat dengan istriku." Zack berkata sambil menutup map di hadapan nya dengan raut wajah tidak suka.
"Baik tuan." Johan menjawab patuh. "Tapi menurut saya pria itu tidak salah, nona Alanna wanita yang cantik jadi tidak heran jika ada pria yang tertarik di tambah lagi orang lain tidak mengetahui kalau dia sudah menikah." Tambah Johan yang langsung di berikan tatapan peringatan oleh Zack. "Maaf tuan." Johan menunduk menyesal.
"Kau keluar lah."
"Baik tuan." Johan lalu berjalan keluar ruangan.
Alanna mulai merapikan meja kerjanya bersiap-siap untuk pulang kerja, bunyi dering telepon masuk membuat Alanna menghentikan kegiatan nya yang ternyata panggilan masuk dari Zack.
"Hallo mas." Ucap Alanna saat sambungan telepon terhubung.
"Hallo Alanna, kau di mana ?" tanya Zack dari seberang.
"Masih di ruangan ku mas, sementara siap-siap untuk pulang."
__ADS_1
"Saya tunggu di basement, kita sama-sama pulang."
"Mas sudah tidak sibuk ?"
"Iya."
"Tidak ada orang yang melihat kalau saya naik di mobil nya mas ?" tanya Alanna ragu-ragu.
"Tidak ada orang yang akan lihat." Zack meyakinkan.
"Baiklah, saya ke sana." Alanna kemudian menutup sambungan telepon, berjalan keluar menutup pintu ruangan nya. Saat sampai di pintu keluar nampak mobil Zack yang terparkir tidak jauh, Alanna berjalan mendekat.
Melihat Alanna mendekat, pak Risno keluar dari mobil dan membukakan pintu belakang untuk Alanna masuk.
"Makasih pak Risno." Ucap Alanna tersenyum sebelum masuk. "Mas nunggu lama ya ?" tanya Alanna saat telah duduk di dalam mobil.
"Tidak, saya juga baru datang."
Dalam perjalanan pulang ke rumah tidak ada pembicaraan yang terjadi di antara mereka, Diam dengan pikiran mereka masing-masing.
Sesampainya di rumah mereka langsung naik menuju kamar, bertemu dengan mama Rani yang baru keluar dari dalam kamar nya.
"Iya ma." Jawab Zack.
"Tumben pulang sama-sama."
"Mas Zack sudah tidak sibuk jadi bisa pulang sama-sama." Alanna berkata.
"O.....gitu." Ucap mama Rani mengerti. "Foto pernikahan kalian sudah mama gantung di kamar kalian." Tambah mama sebelum pergi untuk turun ke bawah.
Saat membuka pintu kamar tatapan mereka langsung tertuju pada foto pernikahan yang tergantung rapi di dinding atas tempat tidur.
"Mama menggantung foto pernikahan kita di tempat yang pas." Zack berkomentar sambil berjalan mendekat untuk mengamati foto itu lebih dekat. "Kau sangat cantik di foto itu." Puji Zack pada Alanna.
"Mas sudah pernah mengatakan nya." Alanna berkata dengan nada biasa saja, menutupi rasa senang nya mendengar pujian dari Zack.
"Benarkah ? Kapan mas berkata begitu." Tanya Zack heran.
"Saat pernikahan kita, selesai ijab qobul."
__ADS_1
Zack memikirkan perkataan Alanna dan teringat kejadian itu. "Mas berkata seperti itu karena kau memang cantik saat itu."
"Sudah tidak usah di bahas lagi, mending mas pergi mandi sana." Alanna berkata sambil mendorong tubuh Zack dari belakang, mendorong nya sampai di depan pintu ruang walking closet.
"Tidak mau mandi sama-sama ?" tanya Zack tiba-tiba, berbalik menghadap Alanna dengan nada jail menggoda Alanna.
"Apa sih mas !" Alanna berkata malu, refleks ingin memukul dada Zack tapi tertahan karena Zack menangkap pergelangan tangan nya.
"Istriku yang merona malu membuat nya semakin terlihat sangat cantik di hadapan ku." Zack tersenyum mencium punggung tangan Alanna yang di pegang nya. "Mas mandi dulu, tolong siap kan pakaian ku." Zack menambah kan tidak menggoda Alanna lagi memilih untuk masuk menuju kamar mandi.
Tenang Alanna, Zack memuji mu tidak ada maksud apa-apa dia berkata seperti itu hanya karena kau istri nya, bukan karena dia memiliki perasaan cinta padamu, Alanna berkata dalam hatinya menatap punggung Zack yang menghilangkan di balik pintu kamar mandi.
Hari Minggu telah tiba, usai sarapan pagi mereka bersiap-siap berangkat untuk berbelanja sesuai kesepakatan mereka kemarin.
"Mas hari ini akan ke mana ?" tanya Alanna pada Zack di dalam kamar saat hendak turun ke bawah bergabung dengan mama Rani dan Sinta yang sudah menunggu nya.
"Mas hanya di rumah, ada beberapa pekerjaan yang bisa mas kerja kan dari rumah."
"kalau begitu Alanna pergi dulu mas." Pamit Alanna.
"Iya, bersenang-senang lah dengan mama dan Sinta."
"Iya mas." Kata Alanna sebelum pergi menghilang ke balik pintu.
"Ayo kita berangkat sekarang." Kata Sinta bersemangat saat Alanna sudah bergabung dengan mereka di ruang tamu.
"Iya." Ucap Alanna bersamaan dengan mama Rani yang berdiri berjalan menuju pintu depan di susul dengan Alanna dan Sinta.
-
-
-
-
-
|| tolong dukung author ya dengan cara like, coment, vote dan beri bintang lima, terimakasih ☺️☺️||
__ADS_1