
Makan malam Alanna hanya sendiri di rumah, mama Rani dan Papa Arian keluar untuk menghadiri undangan makan malam dari teman bisnis papa Arian, Sinta makan di luar berkumpul dengan teman-teman kampus nya sedangkan Zack sendiri sibuk dengan urusan kantor karena berencana untuk berangkat besok ke Singapura mengecek langsung management hotel mereka di sana yang memang rutin sebulan sekali di lakukan nya.
Usai makan malam Alanna memilih untuk beristirahat di dalam kamar nya sambil menunggu Zack pulang.
Tok tok tok.
Terdengar ketukan pintu dari luar, Alanna bergerak membuka pintu kamar.
"Ada apa Bibi ?" tanya Alanna, ternyata yang mengetuk pintu Bibi Asisten rumah tangga.
"Non Alanna, Ada tamu di bawah mencari Nyonya besar." Bibi memberi tahu.
"Bilang saja Bi kalau mama keluar dengan papa menghadiri undangan makan malam." Alanna memberi tahu.
"Sudah non, Bibi sudah beri tahu."
"Lalu ? tamu nya sudah pulang ?" Alanna bertanya heran.
"Belum non, masih menunggu di ruang tamu. Dia tanya ada siapa dalam rumah jadi Bibi jawab yang ada di dalam rumah hanya Nyonya muda." Bibi menjelaskan.
"Lalu apa katanya ?"
"Katanya dia pengen ketemu dengan non Alanna."
Heran dengan tamu yang memaksa ingin bertemu membuat Alanna terpaksa menemui tamu itu. "Baiklah Bi, bilang ke tamu itu kalau saya sedikit lagi turun, saya ganti baju dulu."
"Baik non." Kata Bibi sebelum berbalik pergi
Alanna terpaksa mengganti baju tidur nya dengan pakaian rumah yang sedikit lebih sopan dan turun ke bawah menemui tamu itu.
Saat sampai di tangga bawah, tamu yang ternyata seorang wanita sudah berdiri menunggu di ruang tengah bukan lagi di ruang tamu, membelakangi Alanna karena serius memperhatikan foto keluarga yang tersusun rapi di dinding ruangan tengah.
Mendengar langkah kaki Alanna membuat perhatian tamu itu teralih dan berbalik.
"Maya ?" Alanna berkata tanpa sadar, tidak menduga tamu yang ingin menemui nya adalah dia.
__ADS_1
"Wah... wah... tidak menduga ternyata Nyonya muda rumah ini adalah kau." Maya berbicara dengan nada mendramatisir.
Alanna tidak menghiraukan nada bicara Maya dan memilih segera menanyakan maksud kedatangan nya agar bisa membuat nya segera keluar dari rumah ini.
"Ada hal apa kau ingin menemui ku ? Bibi bilang maksud pertama kedatangan mu ke sini sebenarnya ingin bertemu dengan mama."
"Iya, ada yang ingin saya tanyakan tapi sudah terjawab sebelum kau turun saat melihat foto-foto ini." Ucap Maya sambil menunjuk beberapa foto pernikahan nya yang menempel di dinding ruang tengah.
Mendengar perkataan Maya membuat Alanna menyimpulkan bahwa Maya datang ke rumah ini hanya ingin bertanya tentang status Zack.
"Kenapa kau sangat penasaran dengan kehidupan mas Zack ? setahuku kau tidak ada hubungan dengan keluarga ini."
"Sekarang memang sudah tidak tapi dulu pernah."
Perkataan Maya membuat Alanna bingung. "Maksud mu ? saya tidak mengerti dengan perkataan mu."
"Keluarga ku dan keluarga ini dulu memiliki hubungan karena pernikahan Zack."
"Pernikahan mas Zack ?" Alanna bertanya mengulangi perkataan Maya karena tidak tahu arah pembicaraan ini. "Maksud mu selain saat ini, mas Zack sebelum nya sudah pernah menikah ?" dada nya terasa sakit mendengar perkataan yang keluar dari mulut nya sendiri dan jantung berdebar lebih kencang menunggu jawaban dari Maya.
Alanna berusaha terlihat tenang dan memasang ekspresi biasa saat mendengar perkataan Maya walaupun dalam hati dirinya ingin menangis. "Saya tidak ingin bertele-tele dengan mu, katakan saja yang ingin kau katakan kemudian pergi lah, saya ingin beristirahat."
"Baiklah akan ku beri tahu, Zack pernah menikah dengan Adik ku yang bernama Mariana."
Mariana, akhirnya teka-teki tentang wanita itu sudah terjawab walaupun dari orang yang tidak saya harapkan dalam hati Alanna berkata.
"Apa yang kau lakukan di dalam rumah ku !?" suara Zack yang marah tiba-tiba mengagetkan mereka berdua yang otomatis membuat mereka menoleh ke arah Zack yang ternyata sudah berdiri tidak jauh dari mereka. Zack menatap marah ke arah Maya. "Saya tanya, apa yang kau lakukan di dalam rumah ku ?"
"Tidak usah marah seperti itu Zack." Maya berkata santai. "Saya hanya datang berkunjung, menanyakan kabar keluarga mu dan mendapat kejutan mengetahui kalau kau sudah menikah lagi." Maya menambah kan dan menekan kan kata menikah lagi sambil melirik Alanna yang berdiri kaku menatap ke arah Zack.
Zack terkejut dengan perkataan Maya dan menoleh menatap Alanna yang berdiri kaku dengan wajah sedikit pucat menatap ke arah nya. "Apa semua yang kau katakan pada Alanna ?" Zack berkata, rahang nya menegang membuktikan dirinya sedang berusaha menahan amarahnya.
"Tidak banyak, saya hanya mengatakan kalau kau pernah menikah dengan adik ku yang bernama Mariana, itu saja. Betul kan Alanna ?" tanya Maya meminta persetujuan Alanna yang hanya bisa di jawab anggukan kepala oleh Alanna.
"Lebih baik kau keluar dari rumah ini kalau tidak ada yang kau perlu kan lagi." Zack mengusir Maya.
__ADS_1
" Tidak usah mengusir ku Zack, saya memang sudah ingin pulang." Ucap Maya tersenyum senang sebelum pergi meninggalkan mereka berdua.
Alanna berjalan sedikit berlari menaiki tangga menuju kamar mereka di susul Zack dari belakang.
"Alanna akan saya jelaskan." Zack berkata sedikit panik, menarik tangan Alanna meminta perhatian saat mereka telah berada di dalam kamar.
Alanna menghentak kan tangan nya dari pegangan Zack. "Apa yang perlu mas jelas kan ?! semua yang di katakan Maya sudah jelas !!" Alanna berkata penuh emosi. "Saya seorang istri yang tidak tahu apa-apa tentang suami nya, orang luar yang tidak memiliki hubungan dengan mu saja lebih tahu kau mas dari pada saya yang sebagai istri mu, betul-betul ingin membuat ku tertawa." Alanna berkata tertawa getir mengejek situasi dirinya sendiri.
"Bukan seperti itu Alanna." Zack tidak tahu ingin berkata apa, situasi ini membuat nya bingung untuk menjelaskan. "Saya belum menemukan waktu yang tepat untuk menjelaskan nya padamu."
"Waktu yang tepat ? mas punya banyak waktu untuk memberitahu kan pada ku. Bukan kah sebelum kita menikah mas bisa memberi tahu ku ? sikap mas ini membuktikan dengan jelas bahwa saya ini bukan siapa-siapa dan hanya orang luar di dalam kehidupan mas Zack." Alanna tidak sanggup lagi menahan air mata yang sedari tadi di tahan nya.
Melihat Alanna yang menangis membuat dada Zack terasa sakit membuat nya refleks menarik Alanna ke dalam pelukannya.
"Jangan menyentuh ku mas !" Alanna mendorong tubuh Zack menolak untuk di peluk.
"Alanna....., kumohon jangan seperti ini." Zack berkata lirih dengan wajah sedih.
"Mas Zack yang membuat ku seperti ini." Alanna membuang muka tidak ingin menatap Zack seraya menghapus air mata yang belum berhenti mengalir di wajah nya. "Saya ingin sendiri saat ini mas, saya tidur di apartemen ku malam ini, tidak bisa mengantar mas besok."
Mendengar perkataan Alanna membuat Zack panik. "Tidak ! kau tidak boleh ke mana-mana."
"Saya ingin sendiri mas !" Alanna marah Zack menahan nya.
"Kau boleh marah pada ku tapi tidak boleh meninggalkan rumah ini." Zack berkata tegas berusaha menahan emosi nya.
"Mas Zack -"
"Tidak Alanna, perkataan ku tidak akan berubah, saya akan tidur di kamar tamu jika kau ingin sendiri." Zack memotong perkataan Alanna sebelum berbalik pergi meninggalkan Alanna yang masih menangis tersedu-sedu di dalam kamar.
-
-
...|| Tolong dukungannya ya dengan cara like, coment, vote, dan beri bintang lima untuk author terimakasih ☺️☺️|...
__ADS_1