Lelaki Penuh Luka

Lelaki Penuh Luka
Bab 8


__ADS_3

Sesuai pembicaraan mereka kemarin, pagi ini Alanna datang sudah dengan membawa sarapan pagi untuk Zack yang langsung dia bawa dari dapur.


Pada ketukan pertama di pintu kamar Zack langsung terdengar jawaban dari dalam. "Masuklah, pintu tidak terkunci."


"Saya sekalian membawa sarapan untuk anda." Alanna berkata saat telah berada di dalam kamar mendapati Zack yang masih mengenakan jubah mandi nya telah sibuk di depan leptop. "Sarapan anda pak Zack." Sahut Alanna kembali melihat Zack yang tidak menanggapi nya.


"Iya letakkan saja di atas meja." Zack menjawab tanpa mengangkat wajah nya dari layar laptop.


Alanna mengikuti perintah Zack memindahkan makanan dari troll ke meja makan. "Masih pagi sekali anda sudah serius dengan laptop anda, bahkan saat anda masih sakit pun anda sangat sibuk kalau menurut saya." Ucap Alanna setelah selesai memindahkan makanan ke meja makan. Mulai merasa nyaman dengan pertemanan mereka sehingga tidak segan lagi untuk berkomentar.


"Tidak juga, hanya ada beberapa pekerjaan yang tidak bisa di tunda." Jelas Zack sambil menutup laptopnya dan melangkah menuju meja makan. "Sarapan untuk dua orang ? " tanya Zack saat tiba di meja makan.


"Iya sesuai pembicaraan kemarin, saya temani anda untuk sarapan dan makan siang selama sif pagi."


"Dan makan malam saat sif sore." Zack menambah kan.


"Ah...! iya makan malam saat sif sore." Alanna mengulangi perkataan Zack seraya tersenyum.


Mereka pun mulai menyantap sarapan. "Alanna, tidak ada terpikir untuk pindah ke hotel Pusat yang ada di Jakarta jika ada tawaran ? " tanya Zack tiba-tiba saat mereka sedang menikmati sarapan pagi.


"Entahlah, kalau pun ada tawaran seperti itu mungkin masih akan saya pikir kan karena ibu yang harus saya tinggal kan sendiri di sini." Ucap Alanna. "Tapi sepertinya itu tidak mungkin untuk saya mengingat saya hanya pelayan hotel." Sambung nya sambil terkekeh geli.


"Kita kan tidak tahu apa yang akan terjadi kedepannya." Zack berkata.


"Iya sih, betul juga yang anda katakan barusan." Alanna menyetujui. Selesai dengan sarapan nya tapi masih duduk di tempat nya menunggu Zack selesai sarapan karena ingin sekalian membersihkan meja makan.


" Anda tidak bosan di dalam hotel terus menerus kurang lebih sebulan ini ? " tanya Alanna.


"Tidak juga, mungkin karena selama ini saya jarang berada lama di suatu tempat." Jawab Zack selesai dengan sarapan nya. "Semacam liburan untuk saya." Sambung nya.

__ADS_1


Mendengar jawaban Zack membuat Alanna berpikir apa sebenarnya pekerjaan yang di miliki Zack tapi tidak berani dia ucapkan.


Alanna mulai merapikan meja makan sementara Zack kembali duduk di sofa dan membuka kembali leptop nya meneruskan pekerjaan yang tadi tertunda.


Selesai merapikan meja alanna mulai dengan pekerjaan yang lain, merapikan tempat tidur, membersihkan kamar mandi dan meja wastafel, membersihkan lantai kamar dan mengumpulkan pakaian kotor yang akan dia antar ke bagian laundry hotel.


" Saya sudah selesai dengan pekerjaan ku, masih ada yang anda perlukan pak Zack ? "


"Mana handphone mu ? " Zack bertanya sambil mengulurkan tangannya.


"Kenapa dengan handphone ku ? " tanya Alanna heran tapi tetap memberikan handphone nya pada Zack, tapi terlebih dahulu membuka kunci handphone nya.


Zack lalu mengetik sesuatu di layar handphone Alanna, tidak lama kemudian terdengar bunyi nada dering handphone Zack yang berada di nakas samping tempat tidur. Alanna hanya mengamati dan mulai mengerti, ternyata Zack menggunakan handphone nya untuk menelpon handphone nya sendiri.


"Simpan nomor ku." Zack mengembalikan handphone Alanna.


Alanna menerima nya dan langsung menyimpan nomor Zack. "Sudah tersimpan. Kalau sudah tidak ada yang anda butuhkan saya permisi dulu." Ucap Alanna kemudian berbalik keluar kamar.


"Iya saya juga heran, sejak dia bekerja di sini tidak tahu mengapa hanya dia saja yang bertugas di kamar nomor dua." Suara wanita dari dalam.


Menyebut tentang kamar nomor dua membuat Alanna mau tidak mau penasaran dengan percakapan mereka.


"Apa mungkin dia yang memohon ke kepala room section untuk tidak berganti tempat ?" wanita lain bertanya.


"Tidak mungkin seperti nya karena kepala room section mana berani seperti itu, setahu ku kepala room section membuat jadwal sif pegawai tapi tetap dia konsultasi kan ke bagian manager, jadi mana berani dia diskriminasi terhadap pegawai kecuali memang dari pihak manager yang mengatur seperti itu." Jelas wanita yang lain.


Mendengar percakapan mereka membuat Alanna making penasaran.


"Padahal saya juga ingin di tugas kan di kamar itu."

__ADS_1


"Iya saya juga pengen, Zack Ibrahim salah satu pelanggan hotel yang tertampan selama saya bekerja di hotel ini walaupun sifatnya judes."


"Sudah-sudah tidak usah menghayal,kita ini seperti perumpamaan pungguk merindukan bulan, ayo kembali kerja. "


Alanna segera keluar dari ruang laundry sebelum ketahuan mencuri dengar percakapan mereka.


Alanna tersadar setelah mendengar percakapan wanita-wanita itu yang mengatakan pungguk merindukan bulan , diri nya mulai merasa nyaman dengan kedekatan nya dengan Zack hingga dia lupa dengan siapa dirinya dan siapa Zack Ibrahim. Dia hanya seorang pelayan hotel dan Zack hanya bersikap ramah terhadap nya yang merupakan pelayan kamar tempat dia menginap,tidak lebih.


" Sadarlah Alanna." Alanna berkata pada diri sendiri sambil menepuk-nepuk kedua pipi nya.


"Apa yang sadar ?" suara seseorang dari arah belakang Alanna membuat Alanna terkejut dan otomatis membalik kan badan ke arah suara tersebut.


"Pak Zack ! " Alanna terkejut ternyata yang berada di belakang nya Zack Ibrahim orang yang dari tadi dia pikirkanlah dalam lamunannya. "Kenapa anda di sini ? " tanya Alanna heran setelah keluar dari keterkejutan nya.


"Saya mencari mu." Zack menjawab.


"Mencari ku ? " ucap Alanna heran.


"Iya, saya menelpon mu tapi tidak kau angkat." Zack menambah.


Mendengar perkataan Zack otomatis Alanna merogoh kantong baju seragam nya mengambil handphone dan melihat tampilan layar handphone terdapat dua panggilan tidak terjawab dari Zack.


"Oh...! maaf saya tidak tahu karena saat bekerja mode handphone saya hanya getarkan." Alanna menjelaskan dengan raut wajah merasa bersalah. "Kenapa anda mencari saya ? ada yang anda perlukan." Tambah Alanna tersadar.


"Mulai hari ini ubah mode handphone mu saat bekerja, saya tidak suka saat saya menelepon kau tidak angkat hanya karena tidak kau sadari." Perintah Zack dengan raut wajah tidak suka belum menjawab pertanyaan Alanna.


"Baik, pak Zack akan saya ubah. " Ucap Alanna menurut seraya mengetik layar handphone. "Sudah." Tambah Alanna dan memperlihatkan layar handphone ke arah Zack. "Kenapa anda mencari saya, ada yang anda perlukan ? " Alanna mengulang kembali pertanyaan nya karena Zack belum menjawab kenapa dia mencari Alanna sambil menyimpan kembali handphone di saku baju seragam milik nya.


"Kau temani saya ke rumah sakit cek kesehatan untuk yang terakhir, dr. Andrea menunggu di sana." Jawab Zack.

__ADS_1


Alanna baru menyadari kalau Zack memakai pakaian semi formal, atasan menggunakan kemeja putih nampak kancing pertama dan kedua di biarkan tidak terkancing memperlihatkan sedikit dada bagian atas milik nya dan di lengkapi dengan jas hitam yang di biarkan tidak terkancing juga sedangkan celana yang di pakai celana kain warna hitam Zack memakai sepatu formal pria yang membuat Zack semakin tampan di mata Alanna.


"Temani anda ke rumah sakit ?" Alanna bertanya kembali, menyakinkan pendengaran nya.


__ADS_2