
"Terimakasih makan malam nya yang enak ibu Amina." Ucap Alanna saat mereka telah selesai makan malam, Zack telah naik ke atas ke kamar mereka sedangkan Alanna memaksa ikut membantu membereskan dapur dan membantu mencuci piring bekas makan malam mereka.
"Sama-sama non Alanna." Balas Ibu Amina setelah sebelumnya Alanna memaksa untuk tidak di panggil dengan sebutan nyonya muda oleh ibu Amina, dan tentunya mendapat persetujuan lebih dahulu oleh Zack.
"Memakan masakan ibu Amina membuat ku jadi teringat masakan Ibu ku, masakan nya juga sangat enak." Alanna bercerita dengan wajah tersenyum, telah selesai dengan piring berakhir yang di bersihkan nya kemudian mengeringkan tangan nya dengan kain bersih yang tergantung di samping tempat cuci piring. "Akhirnya selesai."
"Terimakasih sudah membantu di dapur."
"Tidak seberapa di bandingkan dengan kesibukan ibu Amina." Ucap Alanna tersenyum. "Kalau begitu saya ke atas dulu ya Bu Amina ?" Pamit Alanna.
"Iya non Alanna."
Alanna naik ke lantai atas sedikit gugup saat hendak membuka pintu kamar tidur, biar bagaimanapun ini malam pengantin mereka walaupun sesuai kesepakatan mereka tidak akan melakukan apa-apa sampai dirinya di ketahui hamil. Menarik nafas panjang dan mengeluarkan secara perlahan setelah sedikit tenang Alanna membuka pintu kamar dan mendapati Zack duduk bersandar di tempat tidur sedang membaca sebuah buku di pangkuannya membuat rasa gugup yang tadi sempat berkurang malah bertambah, dengan denyut jantung nya yang semakin berdebar kencang.
Mengalihkan pandangannya dari buku dan menatap Alanna yang masih berdiri di pintu. "Kau tidak ingin masuk dan hanya berdiri di situ ?" tanya Zack santai, sebenarnya mengetahui keadaan Alanna yang gugup dengan situasi yang ada dan memaklumi nya.
"I i iya." Jawab Alanna berusaha tidak terlihat gugup walaupun gagal, masuk dan menutup pintu di belakang nya. Berjalan langsung menuju pintu kamar mandi untuk mencuci muka, menyikat gigi dan berganti baju untuk tidur. Keluar dari kamar mandi berjalan menuju tempat tidur di mana Zack kembali serius membaca buku di pangkuannya membuat Alanna sedikit lebih tenang untuk mendekat.
Alanna kemudian masuk ke dalam selimut, mengatur bantal untuk tidur lebih nyaman sebelum berbaring di sebelah Zack yang masih serius membaca buku nya. Ya Tuhan semoga dia tidak mendengar degup jantung ku, dalam hati Alanna berkata.
"Istirahat Alanna, kau pasti capek seharian ini. Tidur lah lebih Awal." Zack berkata lembut menatap Alanna yang berbaring di sebelah nya.
"Iya mas, tolong nanti mas yang matikan lampu nya." Jawab Alanna tersenyum, tenang mendengar perkataan Zack.
"Iya." Jawab Zacky dan Alanna pun berbalik membelakangi Zack berusaha untuk tidur, suasana yang tenang dan mungkin karena kelelahan Alanna akhirnya tertidur juga.
Zack menatap punggung Alanna yang bergerak teratur tanda bahwa dirinya telah terlelap tidur, melihat jam kecil samping nakas tempat tidur menunjukkan pukul sepuluh malam membuat Zack menutup buku yang telah dari tadi di baca, meletakkannya di samping jam kecil. Menatap kembali punggung Alanna. "Akan sangat susah bagi ku menetapkan hati untuk tidak mencintaimu Alanna. Maaf Alanna, karena rasa sakit dan ketakutan ini masih jelas dan sangat kuat." Zack berkata dengan raut wajah muram sebelum mematikan lampu kamar dan ikut berbaring di samping Alanna.
Alanna terbangun dan melihat suasana kamar yang berbeda dengan kamar di apartemen nya, berusaha mengingat kejadian yang terjadi kemarin dan kembali mengingat semua kejadian kemarin bahwa dirinya telah menikah dan menengok ke samping melihat Zack yang masih tertidur pulas menghadap ke arah nya.
Menahan keinginan untuk berlama-lama di tempat tidur sambil menatap wajah tampan Zack yang tertidur pulas, Alanna pun bangun bergerak pelan agar tidak membangun Zack yang masih tertidur. Alanna beranjak ke kamar mandi untuk mandi pagi sebelum turun ke bawah membantu ibu Amina menyimpan sarapan pagi.
__ADS_1
Saat sarapan pagi telah siap di atas meja, Zack nampak belum turun dan Alanna memutuskan naik ke atas untuk membangunkan Zack. Saat masuk ke dalam kamar terlihat Zack yang masih tidur nyenyak di balik selimut.
"Mas bangun, sudah siang." Alanna memutuskan untuk membangun Zack dengan menggoyangkan bahu Zack pelan
"Hmmm..... " Zack bersuara berusaha membuka matanya yang masi tersadar berat karena kantuk. "Sudah jam berapa ini ?" tanya Zack dengan suara serak khas orang baru bangun tidur.
"Sudah hampir jam tujuh mas." Jawab Alanna kemudian bangun berdiri membuka semua kain tirai penutup dinding kaca kamar merasa Zack tidak akan kembali tidur.
Cahaya sinar matahari langsung menyinari kamar yang tadi gelap membuat mata Zack sedikit tertutup karena silau.
"Bangun lah mas, pergi mandi sana, akan saya siap kan pakaian mu. Sarapan yang saya buat dengan ibu Amina sudah hampir dingin."
"Baiklah." Ucap Zack bangun dari tidur nya berjalan menuju kamar mandi.
Saat Zack di kamar mandi, Alanna langsung merapikan tempat tidur kemudian menyiapkan pakaian yang akan Zack pakai dan turun lebih dahulu ke bawah menunggu Zack di meja makan.
Selesai sarapan mereka masih duduk santai di meja makan, Alanna yang sedang memakan buah sedang kan Zack masih menikmati kopi nya.
"Ini malam kita pulang."
"O....." Jawan Alanna singkat.
"Apa rencana mu siang ini ?"
"Tidak tahu, belum saya pikir kan."
"Bagaimana kalau kita jalan-jalan dan makan siang di luar ?"
"Mas mau keluar ?" tanya Alanna balik bertanya.
"Kalau kau mau saya temani."
__ADS_1
"Mau sekali mas." Ucap Alanna antusias membuat Zack tersenyum.
"Ibu Amina !" panggil Zack tidak lama kemudian ibu Amina muncul dari dapur.
"Kenapa tuan muda ?" tanya ibu Amina saat tiba di depan mereka.
"Tidak usah siapkan makan siang untuk kami, kami akan keluar sampai siang dan akan makan siang di luar." Jelas Zack
"Baik tuan muda." Jawab ibu Amina mengerti. "Selamat bersenang-senang kalau begitu tuan muda, non Alanna."
"Iya, terimakasih Bu Amina."Jawab Alanna tersenyum, Bu Amina kemudian kembali ke dapur meninggalkan mereka berdua.
"Bersiap lah Alanna, kita pergi sekarang."
"Iya mas." Ucap Alanna kemudian berdiri berjalan menuju lantai atas ke kamar mereka untuk bersiap-siap.
Mereka tidak menggunakan mobil pribadi karena ingin berjalan-jalan menikmati keindahan kota sehingga memilih untuk naik taksi. Zack membawa mereka menuju pasar seni Ubud yang terkenal dengan segala macam cendramata dan karya seni khas Bali. Alanna terpesona melihat segala macam karya seni yang terpampang di pasar itu, beberapa yang dia beli dan ada juga yang hanya dia pandang walaupun suka tapi tidak ingin di beli walaupun Zack memaksa nya untuk membeli.
Berjalan-jalan selama di pasar sangat menyenangkan hingga tidak di rasa sudah siang, mereka memesan taksi untuk pergi makan siang di restoran terdekat. Setelah selesai dengan makan siang mereka di restoran, mereka memutuskan untuk pulang dan beristirahat karena akan kembali ke Jakarta pada pukul delapan malam.
-
-
-
-
-
-
__ADS_1
|| tolong dukungan nya ya... dengan cara like, coment, vote dan beri bintang, terimakasih ☺️☺️||