Lelaki Penuh Luka

Lelaki Penuh Luka
Bab 86


__ADS_3

"Sepertinya Ibu sudah tidak marah lagi mas. Tadi sebelum makan malam Ibu berkata kalau dia tidak marah hanya kecewa karena kita tidak mengetahui dan menyaksikan hari pernikahan kita." Alanna memberi tahu.


"Itu yang Ibu katakan ?" Zack bertanya tidak yakin.


"Iya mas Zack." Alanna meyakinkan.


"Syukurlah kalau seperti itu, mas sungguh merasa lega."


"Mas Zack sendiri sudah makan malam ?" Alanna bertanya, tiba-tiba terpikir olehnya.


"Sudah sayang, mas makan malam di kamar dengan menu yang sama yang mas antar ke rumah."


"Mas sekarang di mana ?" giliran Alanna yang balik bertanya.


"Mas ada di dalam kamar hotel, sedang memeriksa laporan keuangan hotel."


"Jangan bekerja sampai larut malam." Alanna mengingatkan.


"Iya akan mas ingat, kamu Istirahat saja."


"Kalau begitu aku tutup dulu teleponnya mas."


"Iya." Ucap Zack kemudian sambungan telepon terputus.


🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀


Sudah menjadi rutinitas yang rutin Alanna lakukan saat bangun pagi langsung menuju kamar mandi untuk mandi di pagi hari.


Usai berpakaian Alanna duduk di meja riasnya, menghias wajahnya dengan sedikit bedak dan sapuan tipis lipstik warna soft di bibirnya.


Tepat bersama ketika Alanna membuka pintu kamar terdengar ketukan pintu dari depan pintu rumah.


"Alanna ! Kamu ke depan dulu ada tamu, Ibu ada di dapur sedang memasak sarapan pagi." Teriak Ibu dari dalam dapur.


"Iya Bu." Sahut Alanna sambil berjalan ke depan pintu rumah.


Alanna membuka pintu dan nampak Zack yang berdiri di luar.


"Mas Zack, pagi sekali datangnya." Ucap Alanna, bergeser sedikit memberi ruang untuk Zack masuk dan menutup kembali pintu.


"Iya, mas ingin sarapan di sini, tidak enak makan seorang diri di hotel." Zack mengakui sambil tersenyum kecut.


Alanna balas tersenyum lembut mendengar perkataan jujur Zack. "Kebetulan Ibu sedang membuat sarapan pagi di dapur."


Zack mengangguk bersemangat. "Berarti tepat sekali keputusan mas datang pagi-pagi sekali ke sini."


"Sepertinya begitu." Alanna kembali tersenyum.


Mereka berjalan menuju meja makan, Zack menarik kursi untuk duduk sedangkan Alanna berjalan terus ke arah dapur untuk memberitahukan kehadiran Zack.


"Ibu." Panggil Alanna.


Ibu melirik Alanna sejenak. "Hmmm kenapa ? siapa yang datang bertamu pagi-pagi sekali ?"


"Mas Zack yang datang Bu, dia datang pagi-pagi karena ingin ikut sarapan bersama kita." Alanna berkata sedikit ragu-ragu.


"Kalau begitu, kamu atur saja peralatan makan di meja. Ibu tidak lama lagi selesai." Ibu berkata dengan nada wajar seperti biasa.


Alanna tersenyum lega mendengarnya. "Baik Bu."


Alanna muncul dari dalam dapur dengan membawa peralatan makan di tangannya sambil tersenyum senang.

__ADS_1


Zack melihatnya penasaran. "Kenapa tersenyum begitu ? ada yang membuatmu senang ?"


Alanna menggelengkan kepala sambil mulai menata peralatan makan di atas meja. "Tidak ada, hanya senang saja mas. Kita sudah melewati masalah ini. Ibu sudah mengetahui pernikahan kita dan mulai menerima mas Zack, hal itu sungguh membuat perasaan ku menjadi lega."


"Mas juga ikut lega sayang." Zack ikut tersenyum.


Tidak lama kemudian Ibu keluar dari dapur dengan membawa sarapan pagi kemudian meletakkannya di atas meja makan.


Suasana canggung terasa ketika mereka memulai sarapan pagi. Tidak ada satupun dari mereka yang bersuara.


"Ceritakan tentang keluargamu nak Zack." Ibu mulai berbicara mencairkan suasana canggung yang sedang terjadi.


"Keluarga ku berjumlah empat orang. Papaku bernama Arian Ibrahim dan Mamaku bernama Rani, aku memiliki adik perempuan yang bernama Sinta umurnya kurang lebih seumuran Alanna dan mereka berhubungan dekat.


"Keluarga kami memiliki usaha di bidang perhotelan dan aku meneruskan usaha Papa. Aku sempat menikah sebelum bertemu dengan Alanna tapi istriku meninggal dalam kecelakaan mobil." Zack bercerita.


"Ibu turut menyesal nak, bukan maksud Ibu membuka luka lamamu nak." Kata Ibu menyesal.


Zack menggeleng kepala. "Tidak apa-apa Bu, itu juga bukan kenangan yang indah untuk di kenang." Zack tersenyum masam.


"Kenapa bisa ?" tanya Ibu penasaran.


"Istri pertama mas Zack di ketahui selingkuh sebelum kecelakaan itu terjadi Bu." Alanna menyela memberi tahu.


"Oh astaga ! malang sekali nasibmu nak." Ibu berkata simpati.


"Tidak apa-apa Bu, itu juga merupakan pelajaran hidup untuk ku."


"Betul kata mu nak Zack, semua hal yang terjadi di dalam hidup kita merupakan pelajaran kita untuk jadi orang yang lebih baik." Ibu menyetujui pendapat Zack.


"Ibu tidak ingin bertemu dengan orang tuaku ? kalau Ibu ingin kita bisa ke Jakarta bersama-sama." Zack mengajak tiba-tiba.


"Nanti saja lah nak, jika ada kesempatan di lain hari. Titip salam saja untuk kedua orangtuamu." Ibu tersenyum lembut.


Setelahnya mereka menghabiskan sarapan pagi mereka dalam diam.


Usai sarapan Zack duduk di kursi ruang tengah sedangkan Ibu dan Alanna merapikan meja makan.


"Mas Zack ingin minum kopi ?" Alanna memanggil dari meja makan.


Zack menoleh ke belakang. "Boleh sayang, setengah cangkir saja."


"Iya mas."


Alanna masuk ke dapur menyusul Ibu yang masuk lebih dulu membawa piring kotor.


"Kamu sedang apa ?" tanya Ibu melihat Alanna memegang cangkir bersih.


"Membuatkan mas Zack kopi, kenapa Bu ? Ibu perlu bantuan ?" Alanna balik bertanya, melihat Ibu yang sedang mencuci piring.


"Tidak, buatkan saja kopi untuk suamimu."


Alanna melanjutkan membuat kopi untuk Zack, keluar dari dapur menuju ruang tengah.


Alanna meletakkan kopi di meja depan Zack dan ikut bergabung duduk di kursi.


"Mas Zack setelah ini akan ke mana ?" Alanna bertanya.


Zack meneguk kopinya sebelum menjawab. "Mas kembali ke hotel, apa kegiatan mu hari ini ?" Zack balik bertanya.


"Tidak ada hanya di rumah saja."

__ADS_1


"Mau ikut mas ke hotel ?"


"Boleh, kebetulan tidak ada yang aku kerjakan. Kita sekalian bermalam di hotel ?"


"Tidak, rencananya mas malam ini tidur di sini. Pamit dulu sama Ibu kalau ingin ikut."


"Iya, aku bilang sama Ibu dulu." Kata Alanna di balas anggukan kepala oleh Zack sebelum berdiri berjalan masuk kembali ke dapur.


"Ibu." Panggil Alanna mendekat.


"Ya ?" Ibu menoleh ke belakang.


"Aku ingin ikut dengan mas Zack ke hotel."


"Kalian menginap di sana ?"


"Tidak Bu, mas Zack bilang akan menginap di sini."


"Kalian makan malam di rumah ? supaya Ibu masakan makan malam."


"Iya, kami makan di rumah."


"Baiklah."


"Aku ke kamar dulu kalau begitu, mau berganti pakaian sebelum pergi."


"Pergilah." Sahut Ibu.


Alanna muncul kembali dari dapur. "Mas Zack, aku ganti baju dulu ya ?"


"Apa kata Ibu ?"


"Ibu hanya bertanya kita bermalam sekalian di hotel, jadi aku jawab tidak karena mas Zack mau menginap di sini." Alanna menjawab.


Zack hanya mengangguk mengerti mendengar perkataan Alanna.


"Ibu juga tadi bertanya kita makan malam di rumah ?" Kata Alanna.


"Jadi apa yang kamu katakan ?"


"Aku bilang kita pulang sebelum makan malam."


"Bagus." Puji Zack.


"Aku ke kamar dulu mas, mau ganti pakaian."


"Iya."


-


-


-


-


...Tolong dukung author ya dengan cara like coment dan vote terimakasih 😊...


singgah yuk di novel terbaru author.....


untuk yang suka cerita perjodohan yang berlatar belakang kerajaan, judul nya

__ADS_1


" Terbelenggu cinta seorang pangeran "


__ADS_2