Lelaki Penuh Luka

Lelaki Penuh Luka
Bab 17


__ADS_3

"Iya, CEO Mega group perusahaan kita zack Ibrahim." pak Ariel membetulkan perkataan alanna yang dia dengar dari belakang.


Alanna terpaku di tempatnya berdiri melihat Zack Ibrahim berjalan menuju kursi nya yang terletak di ujung meja.


Orang terakhir yang ingin dia jumpai di hidup nya ini ternyata bukan lain adalah atasan baru nya, tidak tahu harus berkata apa, takdir seperti mempermainkan perasaan Alanna.


"Duduk lah ." Kata Zack penuh wibawa mengedarkan pandangannya ke seluruh orang yang hadir di ruang rapat itu dan pandangannya terhenti saat menatap a


Alanna yang masih pucat terkejut melihat dirinya. Zack pun duduk di ikuti staf yang lain.


"Maaf rapat mendadak hari ini mengejutkan kalian. " Kata seorang pria yang berada di samping kiri Zack yang dari penampilannya tidak beda jauh dengan umur Zack.


"Maaf pak Ariel kalau boleh tahu siapa pria yang sedang berbicara itu ? " bisik Alanna pada pak Ariel.


"Dia johan, asisten pribadi atau bisa di bilang tangan kanan pak Zack. " Jawab pak Ariel dengan berbisik pulang.


"Saya dengar ada pegawai baru di bagian room division, betul itu pak manager ? " tanya pak Johan tiba-tiba.


"Ah ! iya pak. " Jawab pak Ariel terkejut dengan pertanyaan pak Johan yang tiba-tiba pada nya. "Saya mengikuti arahan untuk menempatkan nya sebagai kepala room section. "


"Perkenalkan semua, saya Alanna." Alanna berdiri memperkenalkan dirinya pada semua orang yang ada di ruang rapat, berusaha terlihat tenang walaupun dirinya sedikit gugup saat menyadari Zack terus menatap dirinya.


Rapat pagi itu membicarakan tentang bagaimana meningkatkan kenyamanan tamu hotel, Alanna serius mendengarkan berbagai pendapat dari orang-orang yang sudah berpengalaman dari diri nya di bidang perhotelan ini sehingga tidak menyadari keberadaan Zack Ibrahim yang masih serius menatapnya sampai Zack tiba-tiba bersuara di tengah pembicaraan asisten pribadinya Johan.


"Rapat hari ini kita tunda. " Zack berkata kemudian berdiri dari kursinya.


" Johan kau tahu apa yang harus kau lakukan." Tambah Zack kemudian berlalu meninggalkan ruang rapat.


Tanpa sadar Alanna menghela napas lega saat melihat kepergian Zack dari ruang rapat, Johan tiba-tiba memanggil nya saat Alanna berdiri untuk keluar dari ruang rapat bersama staf lainnya.


"Alanna,kau tinggal ada yang ingin saya bicarakan, yang lain boleh pergi." Kata Johan saat yang lain menoleh padanya. "Kau ikut dengan ku sebentar." Johan berkata saat hanya tinggal mereka berdua dalam ruangan.


Mereka berjalan keluar ruang rapat menuju lift yang berada di ujung, Johan menekan tombol naik dan pintu lift pun terbuka, mereka masuk ke dalam lift Johan menekan tombol angka lima puluh satu lalu lift bergerak naik. Mereka keluar saat pintu lift terbuka yang langsung nampak adalah sebuah meja kerja yang terdapat wanita cantik sedang duduk serius menghadap komputer, sibuk mengetik sesuatu yang menurut Alanna pasti seorang sekretaris.

__ADS_1


"Dia ada di dalam ruangan nya Yanti ?" tanya Johan saat mendekati meja sekretaris itu.


"Iya pak, dia menyuruh Anda langsung masuk saja." Jawab Yanti, Alanna hanya diam tidak tahu maksud pembicaraan mereka.


"Oke. " Jawab Johan singkat dan menoleh ke arah Alanna. "Ayo masuk. " Kata Johan pada Alanna menyuruh Alanna ikut dengan nya masuk ke dalam sebuah ruangan di depan mereka yang menurut penglihatan Alanna hanya ruangan itu saja yang ada di lantai ini.


Tok tok tok.


Johan mengetuk pintu.


"Masuklah Johan. " Suara dari dalam yang Alanna dengar seperti nya tidak asing di pendengaran nya.


Johan membuka pintu dan mempersilahkan Alanna untuk masuk terlebih dahulu kemudian dirinya sekaligus menutup pintu dari dalam saat mereka telah masuk.


Mengedarkan pandangan melihat keadaan kantor yang begitu mewah, jauh berbeda sekali dengan ruang kerja milik nya, di tengah ruangan terdapat satu set sofa yang sekali lihat pun orang sudah tahu pasti mahal dan empuk berwarna hitam.


"Duduk lah Alanna." Suara Zack yang menyebut namanya mengalihkan perhatian Alanna, melihat Zack yang bergerak bangkit dari balik meja kerjanya mendekat ke arah Alanna.


Alanna hanya terdiam tidak tahu harus berkata apa, jika ingin lari pun tidak ada gunanya Alanna masih mematung di tempatnya tidak bergerak sedikit pun walaupun Zack menyuruh nya untuk duduk.


"Saya keluar dulu pak. " Kata Johan melihat situasi yang seperti nya butuh ruang privasi bagi keduanya, Zack hanya mengangguk sebagai jawaban setuju.


"Maaf jika saya tidak sopan, tapi hal yang perlu kita bicarakan ini ada berhubungan dengan masalah kerja atau pribadi agar saya tahu harus bagaimana bersikap. " Kata Alanna saat Johan telah keluar.


"Tidak usah terlalu formal Alanna, kita ini bukan orang yang baru kenal." Kata Zack "Bisa kita duduk sambil berbicara ? " tanya Zack lagi.


Alanna menjawab dengan bergerak mendekat kearah sofa dan duduk di sofa bagian depan Zack.


"Maaf tapi bagi saya, anda baru saja saya kenal, saya baru mengetahui siapa sebenarnya anda sekarang ini." Ucap Alanna dingin.


"Saya tidak ingin merahasiakan siapa diriku sebenarnya saat masih di Surabaya, hanya belum saatnya saja menurut ku dan andai saja kesalahan itu tidak terjadi di malam itu ..." Zack memberi penjelasan.


"Saya tidak ingin membahas tentang masalah itu. " Alanna memotong perkataan Zack tidak suka.

__ADS_1


" Alanna...."


"Maaf pak Zack. " Suara Johan memotong perkataan Zack, muncul di pintu depan memasang wajah menyesal. "Saya sebenarnya tidak ingin mengganggu pembicaraan kalian hanya saja investor kita yang dari Malaysia tiba-tiba datang, rencana awalnya pertemuan jam sebelas di majukan karena dia harus pulang siang ini, ada masalah pribadi yang harus segera dia selesai di sana. " Jelas Johan.


"Baiklah, saya akan menemui nya." Jawab Zack dengan berat hati. "Johan kau antar Alanna ke ruangan nya, dia mungkin belum begitu hapal lingkungan kantor." Tambah Zack menatap Alanna.


"Saya permisi. " Pamit Alanna singkat menatap sekilas ke arah Zack lalu berbalik keluar di ikuti oleh Johan di belakangnya.


Alanna tidak bertemu Zack sampai selesai jam kerja hari itu dan Alanna merasa sedikit lega, dia perlu berpikir dengan keadaan yang terjadi di luar perkiraan dan kendali nya, tidak bakal mengira Zack yang di hindari nya ternyata dirinyalah yang mendekat kepada Zack, sungguh ironis sekali batin Alanna berkata.


"Pak Risno." Panggil Alanna saat pak Risno berdiri menunggu di samping mobil yang terparkir di pintu depan hotel. "Tidak apa-apa pak Risno parkir mobil di depan pintu masuk hotel ? " tanya Alanna saat sudah berada dalam mobil.


"Tidak apa-apa nak Alanna, saya tidak di tegur Security nya berarti tidak masalah. " Jawab pak Risno mengemudikan mobil keluar dari kompleks hotel menuju jalan raya.


" Oh..... begitu ya." Sahut Alanna.


"Kita langsung pulang atau ada tempat yang ingin anda kunjungi ?" tanya pak Risno.


"Tidak ada pak Risno kita langsung pulang saja, saya tidak punya kenalan atau kerabat di sini untuk di kunjungi, saya juga baru pertama kali ke Jakarta jadi tidak tahu mau kemana tapi saya harus mulai tahu situasi dan jalan di sini, terutama pasar atau swalayan dekat apartemen."


"Nak Alanna bisa telpon saya kalau mau ke luar."


"Tidak enak kalau selalu menghubungi pak Risno apalagi kalau hanya untuk belanja mie instan atau keperluan kamar mandi. "


Tidak lama kemudian mobil sudah berhenti di depan gedung apartemen Alanna.


"Makasih atas tumpangannya pak Risno. " Ucap Alanna saat hendak turun.


"Sama-sama nak Alanna. " Balas pak Risno tersenyum melihat sifat Alanna yang baik bahkan sejak pertemuan pertama mereka.


Sesampainya di apartemen Alanna langsung mandi untuk membersihkan badan nya, setelah itu menuju dapur untuk menyiapkan makan malam untuk dirinya sendiri. Sudah selesai dengan makan malam nya Alanna memutuskan untuk menonton televisi sejenak sambil menikmati buah apel, saat seru-serunya menonton sambil tertawa melihat siaran komedi terdengar bunyi bel dari pintu depan.


"Siapa ya ? " gumam Alanna penasaran seraya bangkit menuju pintu depan."Mungkin pak Risno. " Tambah Alanna sebelum membuka pintu. "Kenapa pak risno ?" tanya Alanna sesaat setelah membuka pintu dan terkejut mendapati bahwa tamu yang datang bukan pak risno melainkan.

__ADS_1


"Maaf mengejutkan mu Alanna. " Kata Zack saat Alanna membukakan pintu untuk nya.


__ADS_2