
"Ibu ada yang ingin saya bicarakan." Kata Alanna saat mereka selesai makan malam dan duduk santai di kursi depan televisi.
" Ada apa ? seperti nya hal yang serius ." Ibu mengalihkan tatapannya dari televisi ke Alanna yang berwajah serius.
"Tadi pagi saya di panggil pak manager."
"Lalu ? " tanya Ibu mulai penasaran.
"Katanya saya di tarik ke hotel pusat di Jakarta sebagai kepala room section. "
"Bukankah itu kabar bagus ? " tanya Ibu heran mendengar kabar bagus dari Alanna tapi Alanna tampak tidak bersemangat mendapati kabar itu.
"Entahlah , saya tidak yakin itu kabar baik atau tidak." Ucap Alanna tidak bersemangat.
"Apa yang kau pikirkan ? apa yang membebani pikiran mu ? "
"Yang saya pikirkan itu Ibu. " Ucap Alanna memegang erat tangan Ibunya. "Kalau saya pergi bagaimana dengan Ibu di sini ? "
"Ibu tidak apa-apa Alanna." Ucap Ibu meyakinkan Alanna. "Ibu bukan anak kecil yang harus kau khawatir, Jakarta juga tidak jauh kalau ada kesempatan Ibu bisa ke sana atau kau yang ke sini kalau ada waktu libur. Kita juga bisa lakukan video call setiap hari jadi tidak ada yang perlu kau khawatir kan Alanna." Sambung Ibu.
"Tapi Ibu...."
"Tidak ada tapi tapi Alanna ! " Ibu memotong perkataan Alanna dengan tegas. "Ini kesempatan kerja yang bagus untuk mu, Ibu akan merasa bersalah jika menjadi penghalang kau untuk sukses nak. Bagus juga untuk mu mengganti lingkungan yang baru setidaknya bayang bayang kejadian malam naas itu mungkin bisa kau lupa kan, itu harapan Ibu nak ."
Mendengar perkataan Ibu membuat hati Alanna tenang dan lega. "Baiklah akan saya terima kesempatan itu, besok saya akan mendatangi manager untuk mengiyakan. " Jawaban Alanna membuat Ibu tersenyum lega.
Keesokan hari sebelum memulai pekerjaannya, Alanna memutuskan untuk bertemu dengan manager terlebih dahulu.
Tok tok tok.
Alanna mengetuk pintu ruangan manager.
"Masuk ! " suara dari dalam.
"Permisi pak, ini Alanna." Sahut Alanna saat membuka pintu.
"Masuk Alanna ." Pak Fadli menyuruh Alanna masuk dan menunjuk kursi di depan meja kerja nya. "Duduklah, bagaimana hasil keputusan mu." Tanya pak Fadli saat Alanna sudah duduk di kursi nya.
__ADS_1
"Saya akan terima pekerjaan itu pak." Jawab Alanna tersenyum.
"Bagus lah, itu keputusan yang bagus." Pak Fadli lega mendengar nya. "Ini merupakan kesempatan peluang kerja yang bagus untuk mu, saya sangat menyayangkan kalau kau menolak kesempatan ini. "
"Ibu ku pun berkata hal yang sama. " Merasa sudah mantap dengan keputusan nya. "Jadi kapan saya harus ke Jakarta ? "
"Secepatnya mungkin lusa, pihak kantor yang akan membiayai perjalanan mu ke Jakarta. "
Jelas pak Fadli.
"Baik pak terima kasih, kalau begitu saya permisi kerja dulu. " Pamit Alanna kembali ke bagian paviliun.
Alanna di kejutkan Gita dan Ayu dari belakang yang tiba-tiba memeluk nya.
"Selamat ya Alanna, kau di promosikan jadi kepala room section. " Seperti biasa Gita yang sangat bersemangat.
"Iya nih plus di tarik ke hotel pusat." Ayu menambah.
"Ahk ! kalian ini ribut sekali, kan di dengar orang saya jadi tidak enak. " Alanna melihat sekeliling dan perhatian orang mengarah pada mereka.
"Mungkin lusa, nanti pak Fadli kabari."
"Kami pasti akan merindukan mu. " Ucap Ayu seraya memeluk Alanna.
"Jakarta kan tidak jauh, jika kalian ada kesempatan datang lah saya pasti akan menemani kalian selama di sana. " Janji Alanna pada kedua sahabatnya.
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
"Ibu saya baru sampai di bandara, sekarang tinggal mau ambil koper ku. " Ucap Alanna sambil menunggu koper nya keluar.
"Syukur lah. " Ibu bernafas lega maklum baru kali ini terpisah dengan Alanna. "Sudah ada dapat koper mu ? " tanya Ibu.
"Ini baru saja. " Jawab Alanna seraya mendorong koper milik nya keluar menuju pintu keluar bandara. "Tadi saat turun dari pesawat ada sms yang masuk kalau sudah ada orang yang menunggu saya dan akan mengantar ku ke tempat yang akan saya tinggali selama di Jakarta." Kata Alanna sedikit heran.
"Bukankah itu bagus, Alanna kan baru pertama datang di Jakarta jadi sangat membantu." Ibu berkata penuh rasa syukur.
"Tapi Ibu hanya sekedar kepala room section saya rasa fasilitas ini sangat berlebihan." Ungkap Alanna.
__ADS_1
"Tidak boleh berburuk sangka dengan niat baik orang." Tegur Ibu akan sikap Alanna.
"Iya....iya..., maaf , Ibu nanti ku telpon kembali saat sudah tiba di rumah ya ?"
"Iya hati-hati di jalan." Ibu lalu memutuskan sambungan telepon.
Alanna tidak tahu siapa yang akan menjemput nya, tiba-tiba ada yang menepuk pundaknya dari belakang saat dia hendak menghubungi nomor yang mengirimkan pesan pada nya tadi, Alanna pun berbalik dan melihat pria yang setengah paruh baya tersenyum ramah pada nya.
"Anda nona Alanna ? " tanya pria itu.
"Iya betul saya. "
"Saya Risno yang mengirim sms tadi, saya yang akan mengantar anda." Pria itu memperkenalkan diri nya.
"Panggil saja saya Alanna pak Risno, terima kasih atas tumpangannya. " Alanna tersenyum ramah melihat pak Risno yang terlihat sangat sungkan pada nya.
Pak Risno mengambil alih koper yang di pegang Alanna menuju tempat parkiran mobil yang berada di bandara, mereka berhenti di depan sebuah mobil sedan mewah yang Alanna tidak tahu mereknya.
"Mari masuk nak Alanna. " Ucap pak Risno membukakan pintu mobil bagian belakang setelah selesai memasukan koper Alanna di bagian belakang bagasi mobil.
"Makasih pak Risno. " Ucap Alanna lalu masuk ke dalam mobil dan memasang sabuk pengaman tidak lama kemudian mobil pun berjalan meninggalkan parkiran.
Perjalanan dari bandara menuju tempat yang akan di tinggali Alanna memakan waktu kurang lebih dua jam di karenakan jam sibuk sehingga jalan padat akan kendaraan.
Mereka berhenti di depan sebuah bangunan tinggi yang Alanna tidak jelas berapa tingkat tinggi bangunan itu, mereka masuk dan langsung menuju lift saat pintu lift tertutup pak Risno menekan tombol dua puluh. Tidak lama kemudian pintu lift terbuka mereka keluar dan berjalan melewati lorong dan berhenti di depan pintu nomor dua ratus satu.
"Ini tempat anda. " Kata pak Risno lalu menekan tombol di layar kecil persegi panjang dan otomatis pintu terbuka, mereka pun masuk.
Pada pandangan pertama Alanna berpikir tempat ini sangat lah mewah untuk fasilitas seorang kepala room section.
"Saya pamit dulu, koper nak Alanna sudah saya letakkan di depan pintu kamar, kalau ada yang nak Alanna perlukan bisa hubungi saya, besok pagi saya akan menjemput nak Alanna untuk mengantar ke tempat kerja baru nak Alanna. " Kata pak Risno pamit.
"Nomor pak Risno yang mengirim sms ke saya ?' tanya Alanna memperjelas.
"Iya itu nomor saya dan nomor kode pintu anda 121198, saya permisi dulu." Pak Risno pun berbalik berjalan menghilang ke balik pintu.
Alanna merasa aneh dengan kode pintu apartemen baru yang sama persis dengan tanggal lahir nya. "Mungkin hanya kebetulan." Gumam Alanna seraya berkeliling melihat apartemen baru nya yang memiliki satu kamar tidur dapur kecil dan di tengah ruangan terdapat sofa empuk yang nyaman di lengkapi televisi yang lumayan lebar. Alanna kemudian masuk ke dalam kamar nya yang ternyata lumayan besar juga dengan ukuran tempat tidur nonton satu di lengkapi lemari pakaian dan satu meja hias jendela yang cukup lebar dan kamar mandi yang terletak di dalam kamar, sebuah fasilitas yang menurut alanna cukup mewah dan dia merasa bersyukur mematuhi perkataan ibu nya untuk datang ke Jakarta.
__ADS_1