Lelaki Penuh Luka

Lelaki Penuh Luka
Bab 23


__ADS_3

Saat bersiap berangkat kerja Alanna menerima telepon masuk dari nomor baru. "Hallo dengan siapa ini ? " Alanna bertanya saat sambungan telpon terhubung.


" Ini alanna ? " tanya suara wanita dari seberang.


" Iya dengan saya sendiri, ini siapa ya ? " heran Alanna merasa tidak pernah memberikan nomor handphone pada siapa pun.


" Ini mama nya Zack." Suara wanita dari seberang.


" Tante Rani. " Alanna sedikit terkejut. "Ada apa tante ?" tanya Alanna penasaran karena di hubungi mama Rani.


" Tante mau mengajak Alanna fiting baju kebaya untuk acara pernikahannya kalian, tidak sempat untuk merancang baju kebaya baru karena waktu pernikahan yang sudah dekat." Jelas mama Rani.


"Kapan tante untuk fiting kebaya ? soalnya saya masuk kerja. " Tanya Alanna tidak enak hati pada mama Rani.


"Siang ini, nanti tante jemput. Tante sudah beri tahu Zack dan dia memberi izin, ini kan mau nya juga."


"Baiklah tante saya tunggu. "


"Iya sudah, sampai ketemu siang nanti Alanna." Kata mama Rani kemudian memutuskan sambungan telepon.


Selesai menerima telepon dari mama Rani, Alanna bergegas turun dari apartemennya ke lantai bawah karena pak Risno yang sudah menunggu untuk mengantar nya ke hotel.


Saat berada di luar gedung apartemen Alanna tidak yakin mobil yang terparkir di depan gedung apartemen adalah mobil yang akan menjemput nya karena jenis mobil yang berbeda dari yang biasa menjemput nya. Memutuskan untuk menghubungi pak Risno menanyakan keberadaan nya saat pintu mobil terbuka dan Zack keluar dari mobil itu.


" Masuk lah, pak Risno tidak bisa mengantar mu karena harus mengantar mama pergi mengurus persiapan pernikahan." Zack menjelaskan keberadaan pak Risno.


" Saya bisa naik taksi, anda tidak perlu repot-repot menjemput ku. " Alanna menolak.


" Masuk lah Alanna, saya tidak ingin bertengkar dengan mu pagi-pagi dan di tempat tempat umum. " Zack berkata tegas tidak ingin di bantah membuat Alanna terdiam dan terpaksa menurut dan masuk.


" Turunkan saya di perempatan dekat hotel, saya akan berjalan kaki dari situ. " Ucap Alanna saat mobil sudah berjalan.


Zack hanya diam mendengar perkataan Alanna sambil mengemudikan mobil di jalan raya. "Kau akan pergi dengan mama siang ini." Zack memberi tahu.

__ADS_1


" Iya saya tahu tadi mama mu menelpon ku, memberi tahu." Alanna membalas perkataan Zack dengan nada datar, masih marah pada Zack.


" Saya sibuk hari ini ada rapat di luar kantor jadi hanya kau saja yang pergi untuk fiting baju." Zack memberi tahu.


" Kalau anda sibuk tidak perlu repot-repot menjemput ku, anda bisa minta Johan untuk mengantar ku."


" Johan ada urusan lain yang harus dia kerjakan jadi tidak bisa mengantar mu. "


" Jadi maksudnya anda terpaksa datang menjemput karena tidak ada yang bisa ?" Alanna mulai berbicara dengan nada tersinggung yang Zack tidak suka. "Kalau seperti itu anda tidak usah datang, saya bisa kok naik taksi." Tambah Alanna sedikit menaikan nada suara nya mulai emosi.


" Saya tidak bilang begitu ! " Zack berkata tegas. "Jangan langsung mengambil kesimpulan sendiri Alanna. "


" Dari awal hubungan ini memang hanya karena terpaksa, anda terpaksa menikah ku, saya terpaksa menyetujui nya dan anda terpaksa mengurus ku karena saya calon istri anda." Alanna mulai berbicara dengan nada serak bergetar menahan air mata yang dari kemarin di tahan nya.


" Kenapa kau berkata seperti itu ?! " Zack berkata marah tidak menyukai perkataan Alanna.


"Turunkan saya di depan." Potong Alanna saat mobil telah mendekati perempatan dekat hotel. Dengan terpaksa Zack memberhentikan mobilnya meski masih ada yang ingin dia katakan. "Saya turun duluan, terimakasih tumpangannya." Alanna bergerak keluar.


Zack menahan Alanna dengan memegang tangan nya. "Kita akan berbicara lagi, saya tidak suka bila kita terus bertengkar seperti ini." Zack tiba-tiba berkata lembut, tangan Zack terangkat memegang bagian belakang kepala Alanna, menarik mendekati wajahnya dan mencium kening Alanna dengan lembut membuat Alanna terdiam membelalakkan mata terkejut dengan tindakan tidak terduga Zack. "Hati-hati saat menyeberangi jalan." Tambah Zack setelah melepas kan ciuman nya yang di balas dengan anggukan kepala oleh Alanna yang belum menemukan suaranya karena terkejut, kemudian keluar dari mobil.


Ketukan di pintu mengalihkan perhatian Alanna dari layar komputer di depannya. "Masuklah ! " Alanna balas menyahut.


Pintu terbuka nampak Johan muncul dari balik pintu. "Nyonya besar sedang menunggumu, dia ada di ruangan pak Zack. " Johan memberi tahu.


"Pak Zack bukan nya hari ini ada rapat di luar ?" tanya Alanna penasaran kenapa masih melihat Johan di hotel.


" Iya dia ada rapat pagi ini hanya di undur setelah jam makan siang." Johan menjawab. "Kenapa Alanna ? kau ada perlu dengan pak Zack ? " sambung Johan balik bertanya.


" O...... tidak tidak, saya hanya penasaran karena masih melihat mu di sini." Jawab Alanna kelabakan.


"Baiklah kalau begitu,saya pergi dulu." Pamit Johan keluar ruangan.


Setelah Johan pergi Alanna keluar menuju lift khusus menuju lantai ruangan Zack. Saat pintu lift terbuka Alanna langsung menuju ruangan Zack karena jam makan siang maka tidak heran jika sekretaris Zack tidak ada di mejanya.

__ADS_1


Tok tok tok tok


Alanna mengetuk pintu ruangan Zack.


"Masuk." Zack menyahut dari dalam.


"Permisi." Alanna berkata saat masuk dan menutup pintu di belakang nya.


" Kemari lah Alanna." mama Rani memanggil untuk mendekat. "Kenapa begitu sungkan kau masuk ke ruangan Zack ? dia kan calon suami mu. " Mama Rani kembali bertanya pada Alanna.


" Ini kan di tempat kerja tante, siapa tahu pak Zack ada tamu penting dan tiba-tiba saya masuk tanpa permisi kan tidak sopan." Jelas Alanna kemudian duduk bergabung di sofa samping mama Rani.


" Bukankah kau bilang tadi pagi ada rapat di luar kantor zack ? " tanya mama Rani.


" Di undur siang ma. " Jawab Zack singkat tapi pandangan nya menatap ke arah Alanna yang duduk di hadapan nya.


"Kalian berdua kenapa ? " mama Rani bertanya pada Zack dan Alanna, melihat tingkah mereka yang tidak saling berbicara dan duduk berjauhan. "Kalian bertengkar ?" Tebak mama Rani.


"Hanya salah paham saja ma, tidak ada yang serius." Zack menjawab sedangkan Alanna hanya terdiam.


"Kalian tinggal beberapa hari ini akan menikah dan masih sempat-sempatnya bertengkar." Mama Rani menegur tidak suka.


"Kau Zack sebagai pria dan yang lebih dewasa seharusnya mengalah sedikit." Tambah mama Rani menyalahkan Zack yang membuat Alanna merasa bersalah. "Selesai kan masalah kalian, mama tunggu di mobil Alanna, biar Johan yang mengantar mama ke bawah." Mama Rani pun bangkit dari duduknya dan berjalan ke luar ruangan meninggalkan Zack dan Alanna yang masih terdiam di tempat masing-masing.


-


-


-


-


-

__ADS_1


-


| tolong dukungan outhor dengan cara like, coment, vote dan bintang lima terimakasih....|


__ADS_2