Lelaki Penuh Luka

Lelaki Penuh Luka
Bab 55


__ADS_3

"Johan segera hubungi dr. Risal katakan keadaan Alanna dan perintah seseorang untuk menjemput dr. Risal sekarang." Perintah Zack dalam mobil, saat dalam perjalanan ke hotel.


Tiba di hotel Zack langsung menuju suite room tempat Alanna di bawa. Masuk ke dalam kamar Zack menemukan sekretaris Yanti yang duduk di samping tempat tidur, menemani Alanna yang belum sadarkan diri berbaring di tempat tidur.


Zack berjalan mendekati Alanna, sekretaris Yanti berdiri memberi ruang pada Zack mendekati Alanna.


"Dia belum sadarkan diri ?" tanya Zack pada sekretaris Yanti, menatap cemas pada Alanna.


"Belum Pak Zack."


Zack menggenggam erat tangan Alanna. "Kenapa dia bisa pingsan di toilet wanita ? dan hanya seorang diri." Zack bertanya pada diri sendiri. "Entah sudah berapa lama dia pingsan dan baru di temukan orang." tambah nya tidak habis pikir.


Mendengar perkataan Zack membuat sekretaris Yanti merasa bersalah. "Maaf Pak, saya tidak becus mengawasi Nona Alanna."


"Tidak apa, ini bukan salah mu."


Johan mendekati Zack. "Tuan, dr. Risal sementara dalam perjalanan ke sini, saya akan ke bawah menunggu kedatangannya."


"Baguslah." Ujar Zack sedikit lega.


"Pak Zack, ini minyak kayu putih, biarkan Nona Alanna menghirup aromanya. Biasanya di gunakan untuk membuat orang tersadar dari pingsannya." Sekretaris Yanti menjelaskan sambil menyerahkan botol minyak kayu putih.


Zack mengambilnya membuka tutup botol kemudian meletakkan di bawah hidung Alanna agar dapat dia hirup.


Beberapa saat kemudian Zack melihat kelopak mata Alanna mulai bergerak dan suara erangan kecil keluar dari mulut Alanna menandakan dirinya mulai tersadar.


"Alanna kau sudah sadar ? kau bisa mendengar suaraku ?" Zack berkata sambil menepuk pelan pipi Alanna.


Alanna membuka pelan kelopak matanya. "Mas Zack ?" Alanna berkata saat telah sadar sepenuhnya.


"Bagaimana perasaanmu ? ada yang sakit ?" Zack bertanya cemas, melihat wajah Alanna yang masih terlihat pucat.


"Kepalaku sakit mas." Ujar Alanna sambil memegang kepalanya.


"Mungkin kepala mu terbentur saat kau jatuh."


"Jatuh ?" tanya Alanna heran dan tersadar dengan keadaan sekitarnya. "Ini di mana mas ? kenapa saya bisa ada di sini ? seingatku terakhir saya sedang berada di toilet wanita."


"Kau masih di hotel, ini suite room yang biasa saya pakai. Kau di dapati pingsan dan hanya seorang diri di toilet wanita lalu mereka membawamu ke sini." Zack menjelaskan.


Alanna berusaha untuk duduk tapi penglihatannya serasa berputar membuat kembali berbaring dan menutup matanya. "Saya pusing sekali."


"Lebih baik kau berbaring dulu, tidak lama lagi dr. Risal akan sampai."

__ADS_1


"Tidak usah terlalu repot dengan memanggil dr. Risal, mas Zack."


Perhatian mereka teralih ke pintu kamar yang terbuka, Johan masuk di susul dr. Risal di belakang.


"Syukurlah dr. Risal bisa datang, mari masuk Dok."


"Kenapa dengan istrimu ?" tanya dr. Risal mendekat.


"Saya juga kurang tahu Dok, saya sedang ada urusan di luar saat dia pingsan." Zack menjelaskan, berpindah duduk di samping kepala Alanna.


Dokter Risal mendekat dan mulai memeriksa keadaan Alanna. "Apa ada kau rasakan ?" tanya dr. Risal setelah memeriksa keadaan Alanna.


"Kepalaku yang bagian samping kanan sakit Dok, saya pusing saat ingin duduk."


Dokter Risal memegang bagian kepala yang di maksud Alanna. "Perut bagian bawah tidak terasa sakit ?" tanya dr.Risal kembali.


"Tidak Dok."


"Tidak ada rasa tegang otot perut bagian bawah ?"


Alanna tanpa sadar meraba bagian perutnya yang di maksud dr. Risal. "Sedikit Dok, sedikit terasa tegang."


Dokter Risal menoleh pada Zack. "Sedikit ada benjolan di kepala bagian kanan, itu yang menyebabkan sakit. Kepala Alanna mungkin terbentur saat dia jatuh pingsan. Untuk pusingnya mungkin di karenakan kadar hemoglobin yang rendah dan itu biasanya di alami oleh ibu hamil tapi jarang terjadi oleh ibu hamil muda


Mendengar penjelasan dr. Risal membuat Alanna khawatir akan keadaan bayinya, Alanna menoleh pada Zack yang juga menatap cemas padanya.


"Sekarang juga saya akan membawanya menemui Dokter kandungannya." Zack berkata pada dr. Risal.


"Bagus sekali, saya juga berharap begitu. Baiklah kalau begitu saya permisi dulu." Kata dr. Risal sambil berdiri.


"Terimakasih Dok." Alanna berkata.


"Sama-sama." Balas dr. Risal tersenyum ramah.


"Yanti, kau antar dr. Risal ke bawah." Perintah Zack.


"Baik Pak." Yanti berkata patuh. "Silahkan ikut denganku Dok." Kata Yanti pada dr. Risal.


Mereka berdua keluar dari kamar dan Yanti menutup pintu kamar dari luar.


"Johan kau belikan dulu Alanna kursi roda dan kau hubungi Dokter Rosa, katakan kami akan ke sana sekarang." Perintah Zack pada Johan.


"Baik tuan, saya permisi dulu." Ucap Johan sebelum keluar kamar.

__ADS_1


"Mas Zack untuk apa kursi roda ?" tanya Alanna heran saat tinggal mereka berdua di dalam kamar.


"Untuk kau gunakan saat kita turun ke bawah dan pergi menemui Dokter Rosa." Jawab Zack lembut membelai rambut Alanna.


"Saya masih bisa jalan kaki mas." Alanna berkata protes dengan tindakan Zack yang Alanna nilai berlebihan.


"Saya tidak ingin mengambil resiko sampai dr. Rosa sendiri yang katakan kau baik-baik saja. Atau kau ingin mas yang menggendong mu sampai ke bawah, mas sih tidak masalah dengan ide itu."


Mendengar perkataan Zack membuat Alanna membayangkan bagaimana reaksi dan perhatian semua orang tertuju pada mereka saat keluar.


"Saya naik kursi roda saja mas." Ucap Alanna menyetujui.


Raut wajah Alanna yang setuju membuat Zack tersenyum simpul. Zack kemudian terpikir penyebab Alanna pingsan dan bertanya."Kenapa kau bisa pingsan di toilet wanita ?"


Alanna sudah menduga Zack pasti akan menanyakan hal itu, dia ragu untuk menceritakan masalah percakapan beberapa wanita tentang dirinya yang dia dengar di toilet.


"Ada masalah yang tidak saya ketahui ?" tanya Zack curiga kembali bertanya, melihat Alanna yang diam dan ragu untuk bercerita.


"Tidak ada masalah mas, saya ke toilet karena rasa mual yang tiba-tiba datang. Saya memuntahkan semua sarapanku saat di toilet, mungkin saya pingsan karena lemas." Alanna bercerita, tidak ingin membuat keributan membuat Alanna memutuskan untuk tidak menceritakan masalah itu.


"Betul hanya itu ?" Zack bertanya memastikan karena masih ragu dengan perkataan Alanna.


"Betul hanya itu mas." Alanna meyakinkan Zack.


"Baiklah untuk sekarang saya percaya." Zack berkata. "Ada yang ingin kau makan ? kau harus makan dan mengisi perutmu yang kosong."


"Saya makan buah saja mas."


"Baiklah."


Zack menelepon Johan untuk memesankan Alanna buah dari dapur hotel.


"Dengan kejadian ini mas ragu untuk membiarkan kau bekerja." Zack berkata setelah memutuskan sambungan telepon.


"Mas Zack jangan begitu, saya menyukai pekerjaanku." Alanna berkata dengan wajah memohon.


"Mas tidak ingin kejadian seperti ini terulang lagi."


"Saya berjanji akan lebih berhati-hati, saya akan segera menghubungi mas Zack jika terjadi sesuatu denganku."


Zack menarik Alanna dalam pelukannya. "Kau tidak tahu betapa kaget dan khawatirnya mas mendengar kabar kau pingsan seorang diri di toilet wanita." Zack berkata mempererat pelukannya.


Alanna mendengar perkataan Zack hanya terdiam dalam pelukan Zack. Terkadang dirinya bingung dengan sikap Zack yang begitu lembut dan perhatian padanya. Jujur Alanna senang dengan perlakuan Zack padanya tapi dirinya tidak ingin kecewa karena terlalu berharap akan cinta Zack.

__ADS_1


...Tolong dukungannya ya dengan cara like, coment vote terimakasih ☺️☺️...


__ADS_2