Lelaki Penuh Luka

Lelaki Penuh Luka
Bab 99


__ADS_3

Mobil yang Zack kemudikan melaju di jalan raya di ikuti mobil polisi dari arah belakang, mereka melaju menuju lokasi yang di berikan Johan yang masih mengikuti mobil Maya tanpa sepengetahuan mereka.


Konsentrasi Zack dari jalan raya teralihkan begitu mendengar dering handphone nya berbunyi.


Dari layar handphone tertulis panggilan masuk dari Johan. Zack memperlambat laju kendaraannya dan menepi di pinggir jalan.


Melihat mobil Zack yang berhenti, para polisi pun memberhentikan mobil mereka tepat di samping mobil Zack dan turun untuk mengetahui sebab Zack memberhentikan mobilnya.


"Ada apa pak Zack ? kenapa mobil anda berhenti di sini ?" Ketua tim polisi yang memimpin penangkapan Maya bertanya.


"Ada telepon masuk dari asisten pribadiku yang sedang mengawasi Maya." Zack menjelaskan sambil memperlihatkan tampilan layar handphone.


"Cepat angkat telepon nya, mungkin dia ingin memberikan kita informasi terbaru."


Zack langsung menekan tombol hijau di layar handphone dan menekan tombol loudspeaker begitu sambungan telepon terhubung.


"Hallo Johan." Zack bersuara.


"Hallo Tuan." Balas Johan dari seberang.


"Bagaimana dengan keadaan di sana ? ada info terbaru ?" Zack bertanya.


"Mereka berhenti di sebuah penginapan kecil yang berada tidak jauh dari SPBU di lokasi terakhir yang aku berikan pada Tuan." Jawab Johan.


"Kamu yakin mereka menginap di sana ? atau mungkin mereka hanya singgah sementara saja." Zack bertanya memperjelas.


"Aku menyuruh orang untuk mengecek ke bagian resepsionis dan mereka mengatakan Maya menyewa kamar untuk satu malam saja."


"Baiklah, kami akan segera menyusul mu."


"Baik Tuan." Kata Johan dan sambungan telepon terputus.


"Ini kesempatan kita untuk segera menangkapnya, lebih baik kita secepatnya bergerak." Kata Ketua tim polisi.


"Baik Pak, kita bergerak sekarang." Zack sepakat, menutup kembali pintu mobilnya sedangkan ketua tim polisi melangkah cepat masuk ke dalam mobil mereka.


Mobil mereka beriringan melaju menuju lokasi yang di maksud Johan.


Mobil Zack dan polisi berhenti tepat di sebelah mobil Johan yang terparkir di pinggir jalan tidak jauh dari penginapan tempat Maya menginap.


Johan melangkah mendekati mobil Zack begitu Zack mematikan mesin mobil.


Zack membuka pintu mobil kemudian turun. "Dia masih di dalam penginapan ?" tanya Zack bersama dengan para polisi yang bergabung dengannya untuk mendengar kabar dari Johan.


"Masih Tuan, tapi pihak penginapan tidak memberitahu kamar mana dia menginap karena kata mereka itu melanggar privasi tamu mereka." Jawab Johan.


"Biar kami saja yang bertanya, anda bisa mengikuti kami di belakang." Kata ketua tim polisi.


"Baik Pak." Ucap Zack.

__ADS_1


Ketua tim polisi menatap para anggotanya. "Kita bergerak sekarang."


"Siap Pak." Sahut mereka serentak.


Dengan jantung berdegup kencang Zack mengikuti para polisi dan Johan yang juga mengikuti dari belakang.


Begitu masuk mereka semua langsung melangkah mendekati meja resepsionis.


"Maaf Pak ada yang bisa kami bantu ?" Sapa resepsionis wanita itu dengan senyum ramah.


"Kami dari kepolisian ingin menanyakan keberadaan seorang wanita di dalam penginapan ini." Jawab ketua tim polisi memperlihatkan tanda pengenal mereka di karenakan mereka yang tidak memakai baju dinas dan hanya mengenakan pakaian bebas.


Senyum ramah resepsionis wanita itu memudar. "Bisa anda perlihatkan wajah wanita yang sedang anda cari ?"


Ketua tim memperhatikan foto Maya. "Ini foto wanita itu, dia baru saja memesan kamar di penginapan ini."


"Dia memang baru saja memesan kamar untuk satu malam."


"Di kamar nomor berapa dia menginap ?"


"Kamar nomor delapan Pak."


"Tunjukan kamarnya." Perintah ketua tim polisi.


"Baik Pak." Ucap resepsionis wanita.


Resepsionis wanita itu keluar dari mejanya, berjalan menuju lorong yang terdapat pintu-pintu kamar yang berjejer rapi di ikuti para polisi, Zack dan Johan.


"Ini kamarnya Pak." Ucap resepsionis wanita.


"Kamu ketuk pintunya, jika dia bertanya siapa ? kamu yang menyahut katakan layanan kamar." Perintah Ketua tim pada resepsionis wanita.


"Baik Pak."


Resepsionis wanita mengetuk pintu beberapa kali.


"Siapa ?" Sahut suara Maya dari dalam.


"Layanan kamar." Jawab resepsionis.


Jeda lama sebelum terdengar suara kunci pintu di putar di susul pintu kamar yang terbuka.


Para polisi langsung bergerak mendorong pintu hingga terbuka lebar.


Maya langsung terdorong masuk dengan raut wajah terkejut melihat banyaknya orang yang menyerbu masuk.


"Apa ini ?! kenapa kalian seenaknya masuk ke kamar ku !!" Maya berteriak marah setelah keluar dari rasa keterkejutannya.


Zack melangkah masuk ke dalam kamar, Maya menoleh menatap Zack dengan raut wajah yang kembali terkejut.

__ADS_1


"Zack ?! apa yang kamu lakukan di sini ?" Maya bertanya dengan suara bergetar terkejut ketakutan.


Zack tersenyum dingin mengejek. "Aku yang seharusnya bertanya kenapa kamu bisa ada di penginapan kecil seperti ini ? ketakutan melarikan diri ?"


"A.. a... ap, apa maksud perkataan mu aku tidak mengerti." Kata Maya gugup.


"Anda bisa menjelaskan semua nya di kantor polisi, anda bisa memanggil pengacara anda untuk membela diri untuk sekarang anda harus ikut dengan kami." Potong Ketua tim pada Maya.


"Mana surat penangkapan untuk ku, anda tidak bisa seenaknya menangkap ku tanpa ada surat itu." Maya mengelak.


Ketua tim polisi mengeluarkan surat dari saku dalam jaket kulit hitamnya dan tersenyum mengejek pada Maya sambil membuka lipatan kertas memperhatikan surat itu pada Maya.


"Kami tidak bodoh, tidak mungkin kami menangkap pelaku tanpa membawa surat penangkapan Nona." Ejek Ketua tim.


"Tapi tapi-."


"Tidak ada tapi tapi." Potong ketua tim polisi tegas, menoleh pada anggotanya. "Tangkap dia dan bawa ke mobil sekarang !" Tambah nya tegas.


"Baik Pak !" Jawab mereka serentak, dua orang langsung memegang masing-masing tangan Maya membuatnya tidak bisa merontak dan yang lain berjaga di belakang.


"Lepaskan !! kalian tidak bisa melakukan hal ini padaku !!." Maya berteriak meronta-ronta. "Aku melakukan apa sampai kalian menangkap ku seperti ini ?!" Tambahnya terus berteriak, di bawa keluar dari kamar oleh para polisi yang mengapitnya.


"Anda bisa memanggil pengacara anda untuk membela diri, tapi untuk sekarang anda harus mengikuti kami ke kantor polisi." Ketua tim polisi berkata dengan tenang.


"Zack ! aku tidak melakukan apa-apa pada Alanna, dia terjatuh sendiri bukan aku yang mendorong nya." Maya berkata berusaha menoleh ke arah Zack yang berada di belakangnya tapi susah karena himpitan para polisi padanya.


Rahang Zack mengeras mendengar perkataan Maya, berusaha tidak terbawa emosi mendengar perkataan Maya.


"Jadi maksud mu, istriku sengaja menjatuhkan diri yang membuat anak kami tidak selamat ?"


"Iya !" Teriak Maya.


"Pintar sekali mulut mu memutar balik fakta." Kata Zack dingin.


"Tidak usah banyak cerita Nona." Potong kembali ketua tim polisi pada Maya. "Kalian cepat seret dia ! dia terlalu berisik membuat keributan dan menarik banyak perhatian orang." Tambahnya karena melihat beberapa orang mulai keluar dari pintu kamar yang tadinya tertutup.


Maya di seret paksa oleh polisi keluar dari penginapan menuju mobil yang terparkir di luar penginapan.


-


-


-


-


-


...yuk intip novel terbaru author dengan judul...

__ADS_1


..."Terbelenggu cinta seorang pangeran"☺️...


__ADS_2