
Bus datang tidak lama setelah Fasli pergi, Alanna pun naik begitu pintu bus terbuka dan bus bergerak meninggalkan halte.
Tidak jauh dari halte bus berdiri seorang pria yang tanpa di sadari Alanna mengikutinya dari awal ketika keluar hotel. Pria itu berusaha menahan emosi dan tetap bersikap tenang melihat Alanna yang berbincang dengan pria lain.
Sampai di apartemennya, Alanna seperti biasa langsung menuju kamarnya untuk mandi dan membersihkan dirinya.
Alanna memutuskan untuk mandi air hangat menggunakan kran shower, tidak ingin berlama-lama di kamar mandi dengan berendam di bathtub seperti kemarin malam.
Selesai mandi Alanna membungkus tubuh polosnya dengan handuk kecil yang panjang handuk hanya sebatas pahanya. Tidak lupa juga dia membungkus rambutnya yang basah sehabis keramas.
Alanna keluar dari dalam kamar mandi langsung menuju meja riasnya. Keadaan kamar temaram karena Alanna hanya menghidupkan lampu tidur yang berada di samping tempat tidur.
Duduk di depan meja riasnya, Alanna mulai membuka handuk yang membungkus rambutnya.
"Mari ku bantu mengeringkan rambut mu sayang." Suara berat pria yang familiar di telinga Alanna.
Alanna refleks berdiri dan berbalik ke arah suara, terkejut dengan kehadiran pria di dalam kamarnya.
"Siapa itu ?! kenapa kamu bisa ada di dalam kamar ku ?! keluar sekarang juga atau tidak ku telepon polisi sekarang juga !" Alanna berkata panik bergerak mengambil handphone yang kebetulan berada di atas meja riasnya. Cahaya kamar yang temaram tidak bisa membuatnya melihat dengan jelas wajah pria yang berada di depan pintu kamarnya.
Suara langkah kaki terdengar pria itu berjalan mendekat, membuatnya semakin panik dan takut. "Jangan mendekat !! aku tidak berbohong, akan ku telepon polisi setempat juga." Alanna dengan tangan gemetar menekan tombol darurat kepolisian.
Handphone di tangan Alanna langsung di rampas begitu pria itu berdiri tepat di hadapan Alanna.
"Kembalikan handphone ku !" Alanna yang dalam situasi panik ketakutan berusaha mengambil kembali handphone miliknya tanpa melihat wajah pria itu.
Pria itu mengambil kesempatan dengan memeluk tubuh Alanna yang mendekat padanya.
"Lepaskan aku !! Lepaskan !!" Alanna berteriak panik, meronta dalam dekapan pria itu.
Pria itu mempererat pelukannya membuat Alanna tidak bisa bergerak. "Kenapa kamu takut dengan suami mu sendiri ?"
Alanna terpaku, mendongkak keatas menatap wajah pria itu yang kini sudah terlihat jelas akibat terkena sinar lampu.
"Mas Zack ? Itu kamu ?" Ucap Alanna, tidak menyangka dengan keberadaan Zack.
__ADS_1
Zack tersenyum masam. "Dua tahun tidak bertemu, kamu sudah tidak mengenali suaraku."
"Itu..... anu...... karena...... ." Alanna berbicara tidak jelas, tidak tahu harus berkata apa. Situasi yang sedang terjadi sungguh membuatnya bingung.
"Lama tidak melihatmu, kamu semakin cantik, sayang." Zack berkata lembut, sebelah tangannya terangkat menyentuh pipi Alanna kebiasaan Zack ketika mereka masih bersama.
"Mas Zack, lepaskan aku dulu. Kita perlu bicara, kita tidak bisa bicara dengan posisi seperti ini setidaknya biarkan aku berpakaian dulu." Alanna baru tersadar dengan keadaannya yang hanya memakai handuk untuk menutupi tubuhnya.
Zack menatap Alanna, tangannya sekarang turun membelai bahu Alanna yang terbuka.
"Sekarang aku tidak bisa fokus untuk bicara." Ucap Zack serak.
Alanna mengerti maksud dari perkataan Zack tapi dia sadar ini tidaklah benar.
"Mas, lepaskan aku dulu. Ini tidak benar, kita tidak bisa seperti ini, mas Zack juga tahu akan hal itu." Pinta Alanna, bergerak untuk melepaskan pelukan Zack yang semakin erat.
Zack menunduk, wajahnya hanya berjarak satu senti dari wajah Alanna. Napas Alanna menerpa wajahnya, mata Zack berkilat penuh g*i*ah menatap wajah Alanna.
"Ini bukan hal yang salah, ini hal yang seharusnya aku lakukan dari dulu. Aku terlalu banyak berpikir. Aku berpikir untuk menunggu waktu yang tepat dan berusaha untuk bersabar tapi sepertinya hal itu tidak bisa aku lakukan lagi di tambah munculnya pengacau yang menginginkan milik ku." Zack menunduk, menekan bibirnya ke bibir Alanna bersama dengan Alanna yang ingin membalas perkataan Zack.
Alanna berusaha menjauh dengan mendorong dada Zack tapi karena beda tenaga usahanya hanya sia-sia, Zack malah semakin mempererat pelukannya dan memegang tengkuk Alanna agar dirinya lebih leluasa memperdalam c*umannya.
"Uhm uhm hm." Alanna berusaha untuk bisa berbicara, mengeluarkan rasa marahnya akan sifat Zack yang bertindak seenaknya.
Zack semakin memperdalam c*umannya, bibirnya mendominasi bibir Alanna.
Alanna berusaha untuk tidak terhanyut c*uman Zack yang jujur di dalam lubuk hatinya sangat dia rindukan.
Zack bermain di bibir bawah Alanna, menyesap nya lembut dan membelai bibir Alanna dengan l*dahnya. Otak dan tubuh Alanna tidak bisa bekerjasama sekarang. Otaknya berkata untuk menjauh tapi tubuhnya telah pasrah terlena dengan buaian Zack.
Zack bisa merasakan tubuh Alanna yang tidak kaku lagi di dalam pelukannya, kini Alanna bersandar pasrah padanya membuat Zack semakin berani.
L*dah Zack masuk tanpa perlawanan, menjelajah setia sudut dalam mulut Alanna yang lembab dan hangat.
Erangan nikmat Alanna lolos keluar dari mulutnya memberi sinyal pada Zack bahwa Alanna telah pasrah seutuhnya padanya.
__ADS_1
Dengan satu gerakan, Zack menarik lepas handuk yang melilit tubuh polos Alanna. Menggendong Alanna tanpa melepaskan c*uman mereka, membawa Alanna ke tempat tidur.
Zack terpaksa melepas c*umannya, membaringkan tubuh polos Alanna di atas tempat tidur, menatap wajah Alanna yang merona merah karena ga*rah.
"Kamu istriku, milik ku selamanya akan terus begitu tidak ada siapapun selain aku yang berhak atas dirimu." Kata terakhir Zack sebelum membuat Alanna dan dirinya mengarungi kenikmatan dunia hingga sampai ke puncak.
Zack mengusap lembut punggung polos Alanna yang tertidur pulas karena kelelahan. Waktu sudah menunjukkan pukul tiga subuh tapi Zack tidak bisa tidur walaupun rasa ngantuk ada.
Pikiran tertuju pada pria yang dilihatnya berjalan menemani Alanna ke halte bus. Dia pasti salah satu staf yang bekerja di hotelnya karena keluar dari hotel tidak lama sebelum Alanna keluar.
Aku harus mengurus pria itu, jangan sampai dia menjadi halangan aku dan Alanna untuk kembali bersama.
Zack mengecup puncak kepala Alanna dan menepuk-nepuk punggungnya untuk menenangkan Alanna yang terlihat gelisah saat tidur.
Aku akan tegas kali ini sayang, mungkin kamu akan marah dan tidak suka dengan sikap ku tapi aku pikir ini cara terbaik untuk membawa pulang, aku sudah terlalu lama dan lelah terus berpikir untuk sesuatu yang belum pasti terjadi hingga memakan waktu hingga dua tahun.
Aku mencintaimu dan aku tidak ingin merasakan sakit yang sama terulang kembali ketika kamu pergi meninggalkan ku hanya dengan selembar surat.
Cukup lama bagi ku untuk mencari keberadaan dirimu yang pergi menghilang. Kamu bahkan tidak membiarkan Ibu untuk memberitahukan aku keberadaan mu. Sudah cukup penderitaan ku sayang, aku sekarang hanya ingin hidup bahagia bersamamu hingga kita tua nanti.
-
-
-
-
-
-
...yuk intip novel terbaru author dengan judul...
..."Terbelenggu cinta seorang pangeran"...
__ADS_1