
Bunda Aurora sudah di pindahkan ke ruang sebelah yang mana, fasilitas di ruangan ini sangat komplit. Ranjang pasien sangat lebar dan luas sangat cukup untuk di isi dua orang dewasa. Tak hanya ranjang nya saja yang besar, di dalam ini ada tiga ruang lain nya yakni. Ruang tamu juga bisa di buat untuk kumpul, kamar tidur buat istirahat dan satu ruang yang di gunakan untuk dapur. Juga ada dua kamar mandi satu khusus pasien dan yang satu nya untuk tamu.
Keluarga Djoko semua kumpul jadi satu di ruangan ini. Raut wajah bahagia sangat jelas, tidak ada raut wajah sedih ataupun galau. Semua nampak senang melihat anggota baru yang baru saja lahir di dunia dengan tubuh lengkap dan selamat.
Dua bayi kembar ini sedang tidur di ranjang khusus bayi yang di letakan di samping ranjang ibu nya. Deddy Baskoro mengamati kedua bayi ini sambil senyum senyum.
Arumi sedang menyuapi bunda nya yang sedang kelaparan. Sesekali melirik ke arah box bayi.
"Bund nama nya siapa aja" kata Arumi yang masih melihat adek nya dari jarak jauh.
"Nama nya Dewananda Manendra arti nya laki-laki paling cerdas karunia dari sang pencinta. Dan Elok Candramaya arti nya anak yang cantik seperti bulan purnama" sahut Deddy Baskoro yang masih menatap kedua bayi nya.
"Wooh...nama yang bagus ded, terus nama panggilan nya siapa" sambung Arumi.
" Dewa dan El, sangat cocok untuk mereka" mengelus kedua pipi anak nya.
Baby El tiba tiba menangis, membuat deddy Baskoro sigap menggendong anak perempuan nya.
"Hey nak lapar ya? maaf tadi deddy mengganggu tidur mu" jalan menuju istri nya yang sedang selonjoran di ranjang.
"Deddy sih ganggu anak lagi tidur" menerima uluran tangan dari suami nya.
"Hehehe...tadi cuma pegang pipi nya aja" jawab deddy Baskoro sambil menyengir. "Lagi pula anak nangis gara gara lapar, iya kan nak" mengelus kepala anak nya yang masih empuk.
"Itu alasan mu aja. Tadi sebelum tidur semua sudah bunda kasih asi" meski pun sedang ngedumel bunda Aurora tetap memberikan asi eksklusif untuk kedua anak nya yang baru lahir.
__ADS_1
Ibu dari deddy Baskoro menghampiri mereka yang sedang duduk di atas ranjang pasien. "Cucu nenek yang cantik lapar ya" mengelus betis baby Elok dengan lembut.
"Nak di suruh ayah mu untuk segera mengubur ari ari mereka berdua. Mumpung masih basah. Udah di siapin kan wadah nya, kalau belum ibu punya di rumah" ucap nenek Suminten.
"Baik ibu, Baskoro akan mengubur nya" beranjak dari ranjang.
"Buat apa ari ari bayi di kubur?" sahut Arumi ketika mendengar nenek nya menyuruh deddy Baskoro untuk menguburkan ari ari bayi.
"Agar tidak busuk dan terbebas dari hewan liar" jawab nenek Suminten.
"Oh Arumi kira langsung di buang ke tempat sampah, ternyata harus di kubur. Arumi baru tau yang gituan" duduk di sofa bersama yang lain nya.
"Di buang ke tong sampah yang ada menimbulkan bau busuk" imbuh Agus yang duduk di sebelah mama nya.
Kakek Djoko langsung menimbrung ucapan Agus"benar yang di kata nak Agus, e
"Dan tradisi mengubur ari ari ini sudah melekat dari jaman ke jaman sudah tradisi orang Jawa. Mengubur ari ari ini ada makna nya atas penghormatan dari berbagai jasa ari-ari di dalam kandungan, maka ari-ari pun dianggap sebagai kembaran si kecil di dalam kandungan" jelas kakek Djoko.
Arumi melihat deddy nya jalan sambil membawa kendi kecil. "Itu yang deddy bawa apa?" berdiri dari sofa.
"Ari ari bayi, mau lihat"
"Enggak deh" memalingkan wajah.
...🍂🍂🍂...
__ADS_1
Besok nya bunda Aurora dan bayi kembar sudah di perbolehkan pulang. Ketika sudah tiba di mansion, semua perabotan rumah sudah di bersihkan oleh art art lainnya. Kamar tidur Arumi juga ikut ke geser, yang awal nya di samping kamar ortu nya kini harus bergeser satu langkah ke sisi samping kiri.
Ruang tidur yang lama akan di pakai oleh kedua adek nya. Semua barang barang Arumi sudah di pindah tanpa terkecuali. Hiasan dan cat dinding juga di ganti.
Kali ini ruang kamar tidur nya bertambah besar, berbeda dengan kamar terdahulu. Kamar baru ini di lengkapi ruang khusus untuk pakaian nama lain nya Walk-in close. Di kamar mandi dilengkapi bathtub, shower, closed duduk dan wastafel yang berada di dalam.
Di bagian luar juga terdapat balkon dengan view nya langsung mengarah ke kolam renang. Tempat tidur nya berukuran king size bed. Di bawah spring bed terdapat laci penyimpanan barang. Yang berjumlah empat.
Selesai mendekorasi kamar nya sendiri, kini Arumi main ke kamar samping yakni kamar terdahulu nya.
"Cepet banget mendekor kamar ini, padahal pindah pindah nya pagi. Eh tau nya sore udah berubah semua"berdecak kagum dengan dekorasi kamar nya, sekarang di sulap menjadi kamar anak anak.
"Ngomong ngomong Dewa sama El kemana, kok enggak ada di box baby" mencari adek kembar nya. Arumi keluar dari kamar ini dengan wajah kebingungan.
Waktu ke kamar ortu nya, ternyata Dewa sama El tidur di samping bunda Aurora. Arumi mengendap ngendap masuk ke dalam. Agar suara langkah kaki ini tidak membuat bayi kaget.
"Enggak nyangka ya umur 16 tahun baru punya adek" Sedih iya senang pun iya karena diri nya tidak akan kesepian di sini bila di tinggal ortu kerja.
"Kalau di lihat dengan jelas muka nya sangat berbeda. Tidak ada luka atau lainya" gumam saat berada di samping ranjang.
Bersambung...
•
•
__ADS_1
•
Tradisi atau kebiasaan masyarakat Jawa mengenai mengubur ari ari bayi. Beberapa orang beranggapan, ari-ari merupakan ‘saudara’ dari setiap pribadi. Sedulur papat limo pancer, menguburkan ari-ari dengan baik, itu sama saja memperlakukan ‘saudara kembar’ si jabang bayi dengan baik.