Lelembut

Lelembut
Belajar bersama


__ADS_3

Sehabis sholat ashar, satu persatu tamu undangan datang ke kediaman mansion Baskoro sembari membawa kado untuk dua bayi nya. Ruang tamu yang awal nya sepi, bersih dan rapi. Kini sudah di isi oleh tamu undangan, mulai sanak saudara, tetangga dan rekan bisnis.


Sekitar menunggu sepuluh menit. Akhirnya acara aqiqah di laksanakan dengan penuh hikmat. Doa dan harapan menggema di ruang ini. Selanjutnya prosesi cukur rambut. Kedua orang tua kebagian menggendong sang buah hati, deddy Baskoro kebagian menggendong baby Elok dan bunda Aurora kebagian menggendong Beby dewa.


Selesai acara mencukur rambut bayi, selanjutnya memberi tau nama anak nya kepada tamu yang hadir.


"Pertama tama marilah kita panjatkan puja dan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. Kami selaku orang tua sangat bersyukur dengan kelahiran anak kita yang ke dua dengan keadaan sehat. Istri saya yang cantik ini telah melahirkan bayi kembar. Anak kami berjenis kelamin perempuan dan laki-laki yang kami beri nama Dewananda Manendra dan Elok Candramaya. Semoga kelak menjadi anak Soleh dan Sholehah, berbakti kepada kedua orang tua dan berguna bagi orang orang sekitar. Dan sekali lagi kami ucapkan terimakasih banyak telah hadir di acara aqiqah anak saya. Mohon maaf bila ada tutur kata atau ucapan yang salah, saya selaku kepala keluarga di sini mohon maaf sebesar besar nya" ucap deddy Baskoro.


"Arti nama nya apa?..."


"Dewananda Manendra arti nya laki-laki paling cerdas karunia dari sang pencinta. Dan Elok Candramaya arti nya anak yang cantik seperti bulan purnama" sambung bunda Aurora yang sedang duduk di sebelah suami nya.


"Nama yang bagus dan cantik, seperti wajah nya"


Deddy Baskoro dan bunda Aurora saling senyum menanggapi ucapan tamu undangan.


Sebelum adzan magrib, acara aqiqah telah selesai. Para tamu undangan pulang sambil membawa bingkisan yang isi nya satu kotak nasi beserta lauk pauk, dan sovenir.


Elok dan Dewa di bawa bunda Aurora dan deddy Baskoro ke dalam kamar. Karna masih bayi rentan dengan suara bising dan virus. Keluarga dari kakek Djoko dan Deddy Antonio kumpul bersama di ruang tamu sembari menyantap hidangan yang sudah di sediakan.


Arumi, Anin dan Siska memilih bersantai di gazebo yang berada di dekat kolam renang. Mereka bertiga duduk saling berhadapan seraya menyantap makanan yang masing masing mereka bawa, tak kecuali minuman juga turut di bawa.


"Muka lu sama adek lu kok enggak sama ya" Siska membuka suara yang suasananya mereka sedang menikmati makanan.


"Maksud lu, enggak sama nya yang mana" jawab Arumi yang baru menelan makanan.


"Muka lu kan campuran, terus adek lu yang cewek tuh persis sama wajah deddy lu. Wajah wajah cewek Nusantara. Sedangkan adek cowok lu wajah nya bule banget persis sama wajah bunda lu" Siska menjelaskan maksud perkataan nya.


"Oh, soal itu. Kirain yang beda apa. Kalau wajah sih enggak terlalu penting mirip siapa, yang penting bayi sehat, tanpa cacat dan kekurangan anggota tubuh" jawab Arumi.


"Eh, Rum. Gue kok bau dupa ya" Anin mengendus ngendus sekitaran gazebo.


"Elu enggak lihat kalau di bawah ada dupa" Arumi menunjuk menggunakan dagu.

__ADS_1


" Buat apa pakai dupa sama bunga tujuh rupa" tanya Anin yang sudah lihat di bawah gazebo ada dupa yang menyala.


"Kurang ngerti kalau masalah dupa. Soal nya yang masang kakek Djoko pas sebelum acara aqiqah"


"Apa ada hubungan nya dengan entitas yang datang di sini?" Siska tiba tiba menimbrung ucapan Anin dan Arumi.


"Iya, ada hubungan nya karena leluhur dari kakek di undang datang ke sini. Maka nya tadi pas di ruang tamu rasa nya enggap kan itu entitas ngumpul nya di situ. Di undang nya sampai dua hari aja. Saat lebih dari dua hari. Entitas mereka akan pulang dengan sendiri nya"


"..."


"..."


"Kalian jadi nginap di sini" Arumi berdiri membereskan sisa makanan yang jatuh di alas gazebo.


"Enggak jadi. Besok masih masuk ulangan, kalau udah libur baru bisa nginap di sini" kata Anin yang masih santai santai menyelonjorkan kedua kaki.


"Oh. Kalau jadi kan bisa gue ambilkan bantal yang nganggur" membuang tisu bekas membersihkan kotoran sisa makanan yang jatuh.


"Mau nya sih kita nginep di sini, kalau di pikir pikir nginap di sini semalam, terus pulang kita jam berapa itu belum mandi sama sarapan. Masuk sekolah jam tujuh harus udah sampai di sekolah " imbuh Siska.


"Tetep enggak enak rum, enggak seru. Niat mau senang senang nginap di sini. Tapi otak harus memikirkan besok ulangan apa. Harus nya enggak usah kepikiran soal buat besok" Anin turun sambil mencari sandal.


"Ya udah gue enggak bisa paksa. kalau enggak jadi nginep di sini pulang nya jam berapa?" Arumi juga ikut turun dengan kedua tangan penuh piring dan gelas.


"Habis acara ini, kemungkinan jam sembilan"Siska jalan membuntuti Anin dan Arumi yang sudah jalan dulu.


Mereka jalan menuju dapur kotor untuk meletakan piring piring kotor ke tempat cuci piring.


"Sholat magrib di mana"


"Di kamar gue aja, sekalian gue juga mau sholat" Arumi melangkah kaki nya mengarah ke anak tangga.


...🍂🍂🍂...

__ADS_1


Tepat jam tujuh malam acara pesta aqiqah berlanjut. Tamu undangan dari kolega bisnis berdatangan di depan sana. Nampak deddy Baskoro sedang menyambut kedatangan tamu tamu itu dengan senyum ramah. Arumi tak nampak bunda nya di samping deddy nya. Mungkin dugaan nya bunda lagi di kamar nya, ya maklum punya dua beby dan kondisi bunda dalam masa pemulihan.


Arumi sedang memandang langit malam di balkon kamar nya yang menghadap langsung ke kolam renang. Bagaimana Arumi bisa tau kalau deddy nya sedang menyambut para tamu? jawaban nya: Arumi tadi sempat ke bawah niat mengambil cemilan untuk menemani belajar, tapi kakek Antonio menghampiri diri nya dengan aksen Indonesia yang masih terdengar kaku.


"Tidak ikut menemani deddy mu di depan?"


"Enggak Lolo, saya sibuk belajar buat besok" jawab Arumi. "Lolo" adalah panggilan untuk ayah dari orangtua kamu alias kakek.


"Oh, mag-aral ka. Oo, natuto ka na, hindi mo na kailangan sumali sa event na ito. Mag-aral kang mabuti. Ok"


Artinya : "Oh, belajar. Ya sudah belajar lah tidak usah ikut acara ini. Belajar yang rajin. Ok"


"Okay lolo" ujar Arumi dengan bahasa Filipina (Tagalog)


Artinya "Baik kakek"


"..."


"..."


"Rum, gue pinjam buku pelajaran. Sekalian lah belajar bentar di sini" Siska jalan menghampiri Arumi yang sedang menatap langit malam.


"Hmm..." berbalik badan melangkahkan kakinya ke tempat rak khusus buku.


" Suara nya kok kedengaran sampai sini. Elu enggak nyalain peredam suara?" Anin menutup kedua telinganya Karan merasa terganggu dengan suara kencang.


"Kalau gue nyalain yang ada gue enggak kedengaran orang yang di luar. Coba gue tutup pintu balkon, mungkin bisa mereda suara nya" jalan kembali menutup pintu balkon.


"Masih kedengaran enggak" tanya Arumi yang baru saja menutup pintu balkon.


"Lumayan, tapi enggak se keras tadi" jawab Anin.


Dan mereka bertiga belajar bersama di kamar Arumi.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2