
Arumi telah sampai di dalam kamar nya seraya meletakan tumbler minum di atas nakas kecil, sedangkan mangkok yang isi nya sup makaroni di simpan di meja belajar.
Arumi mengambil laptop yang masih menyala di atas kasur. Di pindah di meja belajar, setelah itu Arumi kembali lagi ke ranjang tidur, untuk mengambil buku kuno yang belum tertutup.
" Ini peringatan hari ini, esok atau lusa ya. Tulisan nya kurang jelas kapan dan di mana? " gumam Arumi yang berjalan sambil membawa buku kuno.
Buku kuno itu di letakan di meja belajar, persis di samping laptop yang masih menyala. Arumi duduk di kursi belajar.
Srekk..(suara gesekan roda kursi belajar)
Arumi duduk di kursi belajar sambil makan sup makaroni buatan bunda Aurora. Dan Arumi makan sembari menonton drakor favorit nya yang bergenre horor action.
Satu jam telah berlalu drakor yang ia tonton telah selesai kini ia mengundurkan roda kursi belajar nya, ia bangkit dari duduk nya dan membawa mangkok yang isi nya udah habis. Arumi berjalan menuju pintu kamar yang sengaja ia buka sedikit agar mudah untuk membuka nya tanpa memegang kenop pintu.
" Tumben tumben nya bunda sama deddy tertidur di depan tv, mana pulas lagi tidur nya. Kalau gue bangunkan yang ada tidur nya terganggu " gumam Arumi yang melihat kedua orang tua nya sudah tertidur pulas di depan tv, dengan kondisi tv masih menyala. Arumi melihat kedua orang tua nya melalui anak tangga paling tengah. Arumi berdiri di tengah tengah anak tangga seraya membawa mangkok kosong.
Arumi menuruni anak tangga hingga paling akhir, langkah kaki mengarah ke dapur kotor yang mana harus melewati dapur bersih.
Drap...
Drap...
Arumi telah sampai di dapur kotor seorang diri, karna semua penghuni rumah telah tertidur pulas.
" Cuci besok lah, mager gue malam malam cuci mangkok sama sendok " Arumi meletakan mangkok serta sendok kotor di tempat cuci piring.
Arumi membalikan badan dan berjalan mengarah ke ruang keluarga, Arumi harus melewati taman indoor yang terbuka tanpa ada pembatas kaca.
Sayup sayup Arumi mendengar suara lemparan batu yang arah mengarah ke atas. Seperti orang yang sengaja melempar batu ke atas genting.
Klontang!!
Suara itu terdengar jelas di sekitaran taman indoor yang barusan di lewati oleh Arumi.
" Suara apa sih! dari tadi kok ada aja suara aneh, tadi petasan sekarang suara orang melempar batu. Nanti apa suara orang jatuh " umpat Arumi dengan suara lirih. Arumi nekat berjalan menuju tangga dan berniat untuk tidur karna hari sudah malam.
Hoammm....Arumi menguap saat tiba di kamar nya.
" Tidur ah, besok mau jalan jalan sama besti " ucap nya yang sudah berbaring di ranjang dengan posisi kedua mata sudah terpejam.
Sepuluh menit, dua puluh menit, tiga puluh menit terus berjalan, namun Arumi belum bisa tidur, Arumi mencoba memiringkan badan kanan kiri tengkurep juga tak kunjung tidur.
Arumi menarik tubuh nya dan bersandar di sandaran ranjang dengan tubuh bagian bawah di tutupi oleh selimut. Arumi memandang lurus ke arah jendela kaca bersebelahan dengan pintu kaca sambil berkata " kenapa sih gue susah tidur nya"
__ADS_1
Arumi memandang jam dinding yang terpasang di sebelah kamar mandi.
" Walah wes bengi tibak ne " dengan nada lesu.
Arumi mengubah posisi tidur dengan punggung masih bersandar di punggung ranjang. Sebelum tidur Arumi membaca surah Al-fatihah tiga kali dan surah An-nas tiga kali.
Selang lima menit setelah berdoa, Arumi tertidur pulas sambil memeluk boneka yang berada di atas perut.
...****************...
Gedebug!!
Arumi langsung membuka mata dengan posisi tidur menyandar di punggung ranjang. Arumi menyingkirkan selimut yang ada di atas perut dan bergegas turun dari ranjang tidur.
Arumi mencari sumber suara yang seperti orang yang jatuh dari ketinggian. Arumi celingak-celinguk mencari keberadaan suara itu.
Sampai sampai Arumi membuka pintu kaca yang langsung terhubung ke balkon kamar. Di luar sana suasana nya sangat sepi dan gelap di tambah angin malam yang menerpa ke tubuh Arumi dengan sangat keras.
Arumi tersadar bahwa ia sudah keluar ke balkon dengan pakaian baju tidur membuat angin malam bisa sangat mudah menembus baju yang ia kenakan saat ini. Buru buru Arumi masuk ke dalam dan menutup pintu kaca, kemudian menutup korden agar pintu kaca tidak terlihat dari luar.
Arumi jalan menuju ranjang dan duduk di tepi ranjang " tadi suara apa? masa ada maling manjat tembok terus jatuh " ujar nya sambil melihat ke jam dinding yang menunjukan angka tiga dini hari.
Arumi menghela nafas sejenak "hah!!...." setelah itu Arumi berdiri dan melangkahkan kaki menuju kamar mandi. Saat di kamar mandi Arumi membuang air kecil dan mengambil air wudhu. Secara tidak sengaja Arumi di suruh oleh malaikat utusan Allah agar Arumi melaksanakan sholat tahajud di pertigaan malam.
Dari awal sampai akhir Arumi sholat dengan khusyuk dan tenang. Setelah mengucapkan salam sebanyak dua kali Arumi melanjutkan berdoa kepada Allah agar hati nya di tenang kan dan dijahui mara bahaya yang menghantuinya.
Selesai memanjatkan doa kepada sang pencipta, Arumi melepas mukena yang menutupi sebagian tubuh nya kecuali muka, kedua telapak tangan dan kedua telapak kaki.
Arumi menyimpan mukena serta sajadah di dalam almari bagian bawah.
" Dahlah gue tidur lagi semoga habis sholat tidak ada gangguan suara yang aneh aneh " berbaring di ranjang dan menarik selimut hingga leher.
...****************...
Pagi pun tiba Arumi terbangun di jam lima lebih dua puluh enam menit. Arumi bergegas berlari ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu.
" Asem gue telat bangun pagi " ujar nya dengan kedua tangan nya sibuk membenarkan mukena di bagian kepala.
Lima menit kemudian, Arumi turun ke lantai bawah melalui tangga.
" Arumi " panggil deddy Baskoro yang habis olahraga di halaman belakang, deddy Baskoro berjalan dari arah ruang tamu dengan pintu terbuka lebar.
Arumi yang di panggil, langsung menghampiri deddy nya " ya ded? " Arumi sudah di samping deddy nya.
__ADS_1
" Teman mu udah sampai tuh " menoleh kepala nya ke belakang.
" Siapa ded yang datang pagi pagi?" Arumi dengan refleks memiringkan kepala.
" Anin sama Siska siapa lagi kalau bukan dua orang itu " deddy Baskoro melengos melangkahkan kaki menuju kamar mandi tamu yang berada di pojok ruang tamu.
Arumi yang mendengar penuturan deddy, mengayunkan kedua kaki nya menuju teras. Arumi memastikan benar atau tidak penuturan deddy nya.
" Ngapain kalian pagi pagi datang kesini?" Arumi berdiri di samping pintu yang masih tertutup.
(hanya contoh ilustrasi)
Anin menyikut perut Siska dengan pelan disertai tatapan tajam. Siska pun menghela nafas hufftt..." jadi gini kita numpang renang di sini " Anin yang berada di samping Siska hanya bisa senyum senang.
" Yakin itu aja? " Arumi menatap bergantian dengan tatapan tidak percaya.
" Elu enggak tau kita bawa tas ransel di pundak " Anin memutar tubuh nya, memperlihatkan tas nya kepada Arumi.
Arumi mengangguk kecil " terus itu isi nya apa aja? "
" Pakaian ganti lah, kita kita nih bawa baju ganti tiga setel tambahan perlengkapan mandi , skincare sama alat makeup ala ala anak muda " sambung Siska yang menaikan kedua alis.
" Lah buset dah " Arumi menepuk jidat nya.
" Ya udah kalian masuk gih ke dalam gue mau menyiapkan handuk bersih buat kalian dan gue " Arumi mempersilahkan masuk kedua sahabatnya ke dalam dan mengantar nya ke kamar nya untuk berganti pakaian menjadi pakaian renang.
...****************...
" Uhuyy...kita renang " teriak Anin sambil berlari kecil ke arah kolam renang yang berada di belakang dapur kotor.
Byur....
Mereka bertiga serentak menceburkan diri ke dalam kolam renang.
" Kata nya mau pergi jalan jalan. Jadi apa enggak? " tanya Arumi yang sudah berenang ke pinggir kolam.
" Jadi lah " sahut Siska yang sudah renang, kini ia berdiri di tengah tengah kolam renang dengan debit air sedada orang dewasa.
" Kirain enggak jadi "
Bersambung....
__ADS_1