
Senja mulai nampak sinar nya, berlanjut menjadi malam hari pun tiba. Deddy Baskoro beserta bunda Aurora duduk bercengkrama di ruang keluarga di temani dengan secangkir teh hangat dan cemilan biskuit cokelat.
Mereka berdua tengah asik saling mengobrol seputar pekerjaan nya hingga masalah menentukan lokasi liburan keluarga yang lokasi nya sangat aman, nyaman dan cocok untuk keluarga.
" Bun, bagaimana kalau kita liburan satu kelurga ke puncak. Udah lama kita enggak liburan " memangku piring kecil, yang di atas nya ada secangkir teh hangat.
" Bunda sih mau aja, tapi tugas kantor deddy gimana? siapa yang handle semua? kalau tiba tiba ada meeting mendadak siapa yang menggantikan deddy " dengan wajah sedikit cemas.
" Udah tenang bun, masalah kantor biar urusan ku. Kalau masalah pekerjaan ada sekretaris ku yang menggantikan diri ku " menyandarkan kepala istri nya ke bahu nya.
"..."
" Ded, liburan nya kemana? dan berapa hari kita pergi "
" Tiga hari cukup apa enggak Bun. Kalau kurang bisa di tambah liburan nya"
Di tengah tengah pembicaraan, tiba tiba Arumi berjalan menuju ruang makan dengan rambut yang masih di lilit dengan handuk.
Bunda Aurora yang melihat putri nya yang sedang berjalan menuju ruang makan dan kebetulan pula mereka berdua sedang membahas liburan. Bunda Aurora memanggil Arumi agar mendekat dengan nya.
" Arumi sayang, kemari nak " kepala bunda sedikit menoleh ke belakang.
" Iya bun, ada apa? " Arumi memutar tubuh nya, tidak jadi menuju meja makan.
Langkah kaki nya perlahan tapi pasti menuju ruang keluarga.
Drap..
Drap..
Arumi datang dengan wajah segar dan handuk nya masih menempel di atas kepala. Arumi duduk di sebelah deddy nya.
Baru saja pantat nya mendarat di empuk nya sofa, Arumi mendapat kabar dari bunda Aurora bahwa besok satu keluarga pergi berlibur di puncak. Mendengar kata liburan Arumi langsung kegirangan. Udah lama diri nya tidak liburan jauh.
" Beneran nih ded, liburan ke puncak. Berapa hari kita di sana "
" Pingin nya deddy sih seminggu, tapi berhubung kamu dan Agus sekolah jadi di per singkat hari menjadi tiga hari di sana. Tiga hari dua malam " balas deddy Baskoro.
Arumi melepas handuk yang berada di kepala, setelah itu rambut yang masih basah di keringkan menggunakan handuk yang tadi. Kedua tangan sibuk mengeringkan rambut yang masih basah.
Sreek!...
Sreek!..
" Agus? " beo Arumi " Agus di ajak, tapi orang nya mau apa enggak. Kalau Agus ikut berarti ortu sama kakek dan nenek ikut juga dong bun? "
" Iya, kan satu keluarga di ajak ke puncak" tutur bunda Aurora yang masih bersandar di bahu deddy Baskoro.
" Besok itu berangkat nya? " tanya balik dengan raut wajah senang.
" Iya besok jam delapan pagi, jangan telat bangun nya biar enggak macet waktu perjalanan dan cek in villa nya sekitar jam satu siang " sambung deddy Baskoro yang kelihatan nya sibuk menghubungi orang lain melalui ponsel.
__ADS_1
" Siap ded, Arumi pergi ke kamar buat packing baju ke koper. Sayur bayam nya jangan di habiskan, Arumi belum makan " Arumi berlari menaiki anak tangga dengan keadaan handuk di letakan di pundak.
...🕯️🕯️...
Esok hari nya, keluarga deddy Baskoro sudah berkumpul di meja makan sembari menunggu kedatangan saudara kandung deddy Baskoro berserta kedua orang tua deddy Baskoro.
" Enggak ada yang ketinggalan kan? barang penting udah masuk koper " bunda Aurora menyiapkan cemilan untuk nanti di perjalanan.
" Aman udah masuk koper sebagian masuk tas " balas Arumi yang baru saja menengguk susu full cream.
Dreett... dreett... dreet... (suara ponsel deddy Baskoro).
Deddy Baskoro meletakan sendok ke tepi pinggir piring, tangan tangan meraih ponsel yang di letakan tak jauh dari jangkauan nya.
" Halo.." ucap deddy Baskoro ketika pertama kali mengangkat panggilan telpon.
" Oh, udah di depan ya. Saya segera ke sana, tunggu sebentar " deddy mematikan ponsel nya, kemudian beranjak dari kursi makan.
" Mau kemana ded? " panggil Arumi yang penasaran dengan panggilan telpon tadi.
" Mau ke depan dulu, mobil nya udah datang. Nanti deddy balik lagi ke sini " deddy Baskoro berjalan dengan langkah lebar menuju arah teras mansion.
" Mobil siapa Bun? enggak pakai mobil deddy aja, kan bisa muat buat dua orang lagi " Arumi menatap bunda Aurora dengan tatapan penasaran.
" Deddy rental mobil traveling biar muat banyak orang dalam satu mobil. Kayak nya mobil nya udah datang, nanti koper sama tas mu di taruh di depan biar pak supir memindahkan di bagasi " bunda Aurora bolak balik dari dapur bersih ke meja makan.
" Apa buku kuno nya gue bawa aja nya " batin Arumi yang masih duduk di kursi makan. Setelah memutuskan pilihan nya, akhirnya buku kuno ia bawa dan di simpan di dalam tas.
...🕯️🕯️...
" Iya ded.."
" Ded, tolong bantu bunda " bunda Aurora menoleh ke samping untuk menyuruh suami nya menarik koper besar nya.
"..."
"..."
Dari arah gerbang, muncul mobil putih yang nampak nya mobil itu di kendarai langsung oleh Abay.
Tin!
" Kakek nenek " Arumi mencium telapak tangan kakek Djoko dan nenek Suminten secara bergantian. Ketika kakek Djoko dan nenek Suminten sudah turun dari mobil.
" Nanti di sana Arumi pikiran nya jangan kosong, jangan gampang melamun " pesan dari kakek Djoko kepada cucu nya.
" Rum, sini bantuin gue pindah koper " panggil Agus yang kesusahan memindah koper besar sendirian.
Arumi yang merasa nama nya di panggil, langsung memanjangkan leher agar terlihat siapa yang memanggil diri nya.
" Ya, bentar " Arumi menghampiri Agus memindah koper dari mobil satu ke mobil lainnya.
__ADS_1
" Kemarin kemarin, ngapain elu garuk garuk tanah di bawah pohon asem. Kurang kerjaan elu " celetuk Agus sembari menurunkan tas besar milik diri nya.
" Ada deh kapan kapan gue cerita sama elu " balas Arumi yang sibuk memindahkan koper ke belakang bagasi mobil yang sudah di sewa oleh deddy nya.
Abay, Isti, kakek Djoko, nenek Suminten, deddy Baskoro dan bunda Aurora sudah berkumpul di teras mansion seraya menunggu pak sopir yang sedang menyusun koper agar tidak berantakan di bagasi. Arumi dan Agus turut membantu pak sopir agar cepat selesai.
" Semua nya udah beres pak " pak sopir berjalan mendekat ke arah deddy Baskoro.
" Terimakasih pak" tersenyum puas. " Ayo kita kumpul bareng untuk berdoa agar perjalanan aman sampai tujuan dan di lindungi sama sang pencipta alam " satu keluarga menundukkan kepala untuk berdoa agar selamat di sepanjang perjalanan.
" Berdoa selesai, semua nya boleh masuk ke dalam satu persatu. Hati hati masuk nya " deddy Baskoro masih berdiri di luar melihat semua nya sudah masuk ke dalam dengan nyaman apa belum.
Deddy Baskoro memasukan setengah badan ke dalam mobil " sudah kebagian tempat duduk apa belum? "
" Sudah..."
" Ok, kita berangkat " Deddy Baskoro menutup pintu mobil, sebelum ikut masuk ke mobil. Deddy Baskoro menyempatkan diri mengobrol dengan art yang masih berdiri di teras mansion.
" Tolong jaga mansion ku, jangan ada yang teledor. Kalau saya mendapatkan kalian berbuat semena mena di mansion ku, selagi saya keluar. Hukuman menanti di kalian yang berkhianat. Paham ucapan saya!! " dengan sorot mata tajam selayak nya mata singa jantan.
" Paham tuan "
" Bagus, saya dan keluarga besar akan berangkat. Doakan kami, assalamualaikum.. " deddy Baskoro masuk ke mobil di bagian jok depan di tempat sopir berada.
Mobil traveling putih bergerak melaju menjauh dari mansion deddy Baskoro.
Di perjalanan, suasana dalam mobil sangat hangat. Di penuhi dengan canda tawa dari keluarga deddy Baskoro dan keluarga Abay. Suasana di dalam sangat ramai, tidak ada orang yang berdiam diri di dalam. Semua nampak menikmati suasana perjalanan hari ini.
Dari kota Jogjakarta menuju kota Bogor menempuh perjalanan kurang lebih delapan jam perjalan melalui jalan darat.
...🕯️🕯️🕯️...
Perlahan mobil traveling ini memasuki gerbang tol Jogjakarta.
Deddy Baskoro menyerahkan kartu E-toll yang baru saja ia isi kepada sopir mobil traveling " pakai punya saya saja pak "
" Baik.."
Mobil traveling kembali melaju menjauh dari gerbang pintu masuk tol Jogjakarta. Seluruh pemandangan jalan di penuhi dengan semen beton yang membentang luas sampai mata memandang.
" Bun, kita di sana acara nya apa aja? "
" Makan, jalan jalan, istirahat, mandi, jalan jalan lagi " siklus itu sampai tiga hari ke depan.
" Oh, gitu ya Bun " mengangguk paham atas ucapan bunda nya.
Bersambung...
*
*
__ADS_1
Kenapa kakek Djoko mengucapkan tadi kepada cucu nya (Arumi ). Apa kakek Djoko tau kejadian ke depan nya saat menginjakan pertama kaki di villa.