
Setelah tau kalau anak anak mereka mengalami perjalanan spiritual. Para orang tua memutuskan untuk berkumpul bersama di ruang keluarga. Orang tua dari Anin sangat senang menjamu tamu dari orang tua Siska dan orang tua Arumi di tambah kehadiran orang tua dari deddy Baskoro, kakek nenek dari Arumi.
Bukan hanya sekedar duduk bersama di satu ruangan, para orang tua masih membahas masalah anak anak nya. Dari orang tua Anin begitu mencemaskan di saat tau kalau anak nya sedang mengalami perjalanan spiritual selama dua hari. Begitu juga dengan orang tua Siska yang khawatir dengan kabar anak nya yang udah dua hari tak kunjung bangun.
Dua orang tua dari Anin dan Siska nampak cemas di campur khawatir, sedangkan orang tua Arumi nampak tenang dan tidak gegabah. Hanya satu yang terlihat khawatir ialah bunda Aurora.
Bunda Aurora terus meminta pertolongan kepada Allah agar anak nya di lindungi olehNYA...dan di jauhi mara bahaya.
Orang tua dari deddy Baskoro tau kalau cucu nya dan kedua teman sedang menjalani perjalanan spiritual. Dari mana orang tua dari deddy Baskoro tau soal perjalanan spiritual?
Sebelum mereka mengalami perjalanan spiritual kakek Djoko serta istri nya sudah tau. Dan yang memberi tau ialah sedulur sejati kakek Djoko.
Singkat cerita, setelah sholat Maghrib kakek Djoko melanjutkan semedi bekas tempat sholat. Kakek Djoko melakukan semedi selama satu jam tanpa mengubah posisi. Di kala sedang khusuk berdzikir kakek Djoko mendapatkan pesan yang terdengar di telinga kanan.
Yang berbunyi " semedi saiki " arti nya "semedi sekarang" kakek Djoko yang mendapatkan pesan itu langsung mengakhiri dzikir nya dan bersiap siap menjalankan semedi.
Suasana kala itu tampak tenang tidak ada suara apapun yang biasa nya ada suara cicak , nyamuk atau pun jangkrik yang saling bersautan. Khusus malam ini tidak ada suara apapun.
Beberapa menit telah berlalu kakek Djoko membuka kedua mata dan lekas mengambil langkah lebar menuju kamar yang tempat nya bersebelahan dengan tempat sholat. Kakek Djoko menghampiri istri nya yang sedang menjahit baju suami nya.
__ADS_1
" Sayang, letakan dulu jahitan nya. Mas mau bicara " kakek Djoko duduk di sebelah istri nya.
" Bicara lah " nenek Suminten meletakan baju yang tadi ia pegang dan siap mendengar cerita dari suami nya. Dalam hati ia sudah tau kalau suami nya sudah berucap mau bicara di pastikan akan menceritakan hal yang serius.
" Tadi mas mendapatkan gambaran dan bisikan mengenai cucu kita berserta dua teman nya " kakek Djoko duduk bersila di atas tempat tidur, posisi duduk nya berhadapan dengan istri nya.
" Lalu? " nenek Suminten memegang punggung tangan suami nya sembari mengeluarkan senyum tipis, agar suami nya tidak gerogi saat menceritakan.
" Di dalam gambaran tadi terlihat jelas cucu kita dan dua teman nya berjalan di suatu desa yang tempat nya jauh dari sini, sangat jauh. Orang orang di sana tidak bisa melihat mereka karna tiga anak ini masuk ke dalam alam bawah sadar dan Sukma mereka di bawa oleh sosok perempuan itu. Sosok itu sengaja membawa mereka ke masa di mana dia sebelum meninggal dan memperlihatkan detik demi detik sebelum ajal menjemput nya. Dan sebelum membawa mereka ke masa lalu di tahun 80an, dia sudah menyuruh anak nya merubah wujud menjadi sosok anak kecil perempuan. Sosok ini sudah jauh jauh hari mengintai cucu kita dan kedua teman nya. Namun mereka ini tidak menyadari. Semoga sosok ini berniat baik tidak sebalik nya "
Nenek Suminten hanya manggut manggut saja di sela sela manggut manggut nya ia berkomentar " kapan terjadi nya mas? dan apa mas bisa menjaga nya dari jarak jauh? aku khawatir dengan mereka "
" Hemm..." nenek Suminten mengangguk "apa sudah memberi tau kepada anak kita supaya anak kita bisa menjaga putri dan kedua teman dengan cara nya sendiri " nenek Suminten tau kalau anak kedua nya mempunyai bakat seperti bapak nya dan kakek nya. Kakek Diran ayah dari suami nya. Dan bakat dari ketiga orang ini menurun ke Arumi cucu nya.
Itu lah mengapa orang tua deddy Baskoro dan Baskoro nya tidak panik dan khawatir, karna sebelum nya sudah ada gambaran. Kita lanjut pembicaraan yang tadi.
...****************...
Kakek Djoko menceritakan semua dari A sampai Z kepada orang orang yang duduk di ruang keluarga ini.
__ADS_1
" Kenapa kakek tidak memberitahu kepada kami, kalau ada sosok yang mengintai kami dari jauh jauh hari. Mengapa hanya nenek Suminten dan deddy saja yang di beri tau " ucap Arumi dengan bibir bawah nya di angkat ke atas.
" Kalau kakek memberi tau lebih awal yang ada kalian tidak akan tau kejadian masa lampau dan tidak memiliki suatu pelajaran yang berharga dan belum tentu sosok itu memberi tau secara gamblang. Bisa nya sosok 'hantu' mau menceritakan kisah nya tidak ke sembarang orang. contoh si B dan C sama sama bisa melihat hantu dan bisa berinteraksi dengan hantu, namun hantu itu perlu memilih yang kira nya ia cocok untuk di ajak curhat. Dan kalian lah yang terpilih "
" Haduh otak ku tidak nyampe kalau masalah ini " celetuk mama nya Anin.
" Hahaha....sama jeng, aku sendiri enggak nyampe otak ku kalau masalah hantu hantu gitu. Kita mah orang awam " sahut mami nya Siska.
Mereka pun bersenda gurau bersama dan saling bertukar cerita. Tak hanya saling bertukar cerita, melainkan makan bersama di ruang keluarga yang hanya beralaskan karpet.
Tiga jam telah berlalu... kini para orang tua dari Siska dan Arumi pamit pulang karna hari sudah siang menjelang sore. Orang tua dari Anin mengantarkan para tamu nya sampai ke halaman rumah.
Kedua mobil perlahan meninggalkan rumah Anin.
...****************...
Di perjalanan Arumi tidak bergeming karena ia tertidur di jok bagian belakang dekat bagasi. Sedangkan kakek dan nenek nya duduk di jok tengah. Deddy Baskoro bagian menyetir mobil nya sendiri. Walaupun orang yang terpandang deddy Baskoro sangat jarang menggunakan sopir, ia lebih suka menyetir sendiri. Kalau ada urusan penting ia memilih menggunakan sopir pribadi.
Bersambung...
__ADS_1