Lelembut

Lelembut
Jadi kan?


__ADS_3

Orang yang di tunggu tunggu datang juga. Arumi dan Brian berjalan beriringan seraya membawa bola basket yang di bawa masing masing, mereka berjalan santai menghiraukan tatapan dari teman sekelas. Teman sekelas pun jengkel dengan dua orang ini. Sudah menunggu dua puluh menit di halaman panas pula. Eh dua orang ini datang datang tanpa ada rasa bersalah. Teman sekelas mengira Arumi dan Brian mampir ke kantin. Perkiraan mereka begitu. Tapi...mereka semua tidak tau kejadian yang sebenar nya di ruang olahraga. Yang mereka semua tau hanya rasa jengkel nya saja.


Sampai lah Arumi dan Brian di hadapan guru olahraga. Baru datang bukan nya di terima bola nya, malah langsung di tegur" kemana saja kalian? lama sekali ambil bola basket" menatap Arumi dan Brian dengan memasang wajah jengkel.


" Cari bola basket pak" jawab Arumi.


" Alesan itu pak " sahut teman sekelas.


Arumi melirik tajam ke orang yang tiba tiba nimbrung omongan. Orang yang di lirik Arumi langsung menunduk pandangan.


Guru olahraga melanjutkan ucapan nya" cari bola apa ke kantin?"


" Cari bola basket pak, maka nya pak kalau punya ruang olahraga di cek dulu lampu nya masih nyala apa enggak. Sekolah bagus masa beli lampu satu keberatan " Arumi menggelindingkan bola basket ke arah guru olahraga, tanpa melihat wajah guru tersebut. Arumi melengos bergabung duduk dekat Anin dan Siska dengan wajah sebal.


Guru olahraga sedikit naik pitam, melihat tingkah Arumi yang menurut dia kurang sopan "Arumi! siapa yang mengajarkan tidak sopan ke guru"


Perkataan guru olahraga mengundang perhatian khusus nya satu kelas. Teman satu kelas kompak menoleh ke arah Arumi yang duduk paling belakang.


" Bukan nya saya tidak sopan pak, kenyataan memang begitu. Coba bapak cek sendiri " tutur Arumi yang menahan kesal.


" Ok, nanti bapak cek sendiri. Tapi kamu di larang ikut praktik bola basket "


Dengan berat hati, Arumi hanya menanggapi dengan senyuman. " Pagi ini kau bisa haha hihi, tapi kalau sudah masuk ke ruang olahraga. Baru tau rasa" batin Arumi menatap guru olahraga.


Di sisi lain, Brian merasa bersalah karna diri nya tadi tidak ikut membela Arumi, sewaktu berdebat dengan guru. Ucapan Arumi benar adanya bahwa lampu di ruang olahraga tidak bisa di nyalakan, dan membuat kesusahan mencari bola basket. Di tambah Brian melihat bola basket yang berubah menjadi kepala yang jalan nya menggelinding.


Brian mendekat menghampiri guru olahraga yang sedang sibuk menilai praktik memasukan bola basket ke ring. Brian mengatakan " pak ijin ke toilet" guru olahraga mengangguk.


Brian berbalik badan melangkahkan kaki nya menuju kantin. Ya Brian tujuan nya ke kantin bukan toilet.


"..."


"..."


kurang lebih lima menit Brian di kantin. Setelah mendapatkan yang ia mau, Brian kembali ke halaman.


Drap...


Drap...

__ADS_1


Brian menempelkan air botol dingin ke pipi nya Arumi yang sedang melamun, sontak Arumi kaget. Tiba tiba diri nya merasakan dingin di sekitar pipi. Arumi mendongak mendapatkan Brian yang masih berdiri di belakang.


" Gue kira tadi apa" Arumi masih belum mengambil air botol yang di beli Brian.


" Ambil..." ujar Brian yang ikut duduk di samping Arumi.


" Oh, thanks" membuka tutup botol. Dan segera meneguk air nya.


" Maaf " terucap dari bibir nya.


" Maksud elu apa? maaf tentang apa?" sahut Arumi.


" Soal tadi, yang enggak bisa membela kamu di hadapan guru " sungguh Brian merasa bersalah mengingat kejadian barusan.


" Udah enggak usah di pikir, elu enggak salah. Orang yang belum mengalami memang tidak percaya, nanti kalau udah mengalami sendiri baru percaya. Ya semoga hantu kepala tidak nongol lagi " meneguk kembali air dingin.


Dug!! bola basket menggelinding tepat di dekat sepatu nya.


" Woy! rum, cepat lempar sini " teriak nya.


Arumi mengambil bola basket, kedua mata nya menatap bola yang ada dalam genggaman nya. Tanpa di sangka sangka, Arumi mendribel bola basket dengan posisi masih di tempat.


Dengan satu kali Jump shot, Arumi mampu memasukan bola basket tepat ke dalam ring basket dengan jarak yang sangat jauh, di luar batas lapangan basket. Semua orang yang ada di situ di buat melongo, kaget iya, terpukau iya dan tidak percaya. Apa lagi guru olahraga..yang terpukau cara memasukan bola ke ring. Semua orang bersorak gembira, bahkan Anin dan Siska lari menuju Arumi.


" Elu keren sumpah " ucap Anin.


" Bisa bisa nya elu jump shot dengan jarak yang jauh " timpal Siska.


" Oh, tadi cuma ngetes bola nya aja. Enggak ada maksud lain nya " jawab Arumi yang masih merangkul kedua sahabatnya.


" Gue malah bingung cuma ngetes apa beneran bisa tuh beda tipis ya ingat itu" ucapan Anin membuat Siska dan Arumi tertawa kecil.


Brian jalan mendekat ke tiga anak ini "Arumi aku ke sana dulu " tersenyum tipis. Belum lama melangkahkan kaki, Brian membalikan badan " jangan lupa janji mu, nanti jadi kan? "


Arumi mengangguk sembari mengacungkan jempol " ya, habis olahraga langsung ke kantin "


Anin dan Siska senyum senyum sendiri melihat Arumi yang berinteraksi dengan lawan jenis. Biasa nya paling ogah dengan orang yang tidak begitu akrab, tapi kali ini sangat berbeda dan sedikit ada kemajuan di diri Arumi.


" Alhamdulillah" ucap Siska.

__ADS_1


Arumi menoleh "elu ngomong apa tadi? "


" Alhamdulillah ada kemajuan " sambung Anin.


" Aneh kalian, dah sana praktik dulu. Gue duduk di sini aja " mendorong pelan lengan Anin dan Siska.


...🍂🍂🍂...


Waktu pun tiba, dimana Brian sudah terlebih dulu sampai di kantin. Ia menunggu Arumi yang tak kunjung datang. Sepuluh menit berlalu, akhirnya tiba lah Arumi datang dari arah selatan. Bukan diri nya saja hadir, melainkan mengajak dua teman nya tadi.


" Sorry telat, ada urusan tadi. Elu udah pesan belum? " Arumi masih berdiri di dekat kursi.


" Ya enggak apa kok, santai aja. Lagian aku baru datang " ucap di mulut, lain hal nya di hati.


" Kalian pesan apa? " menatap bergantian.


" Samain aja deh, biar cepet " jawab Anin.


" Ok tunggu bentar " Arumi melengos ke penjual makanan yang ada di kantin.


" Sejak kapan elu dekat dengan Arumi " ucap Siska yang langsung to the points.


" Barusan pas di suruh ambil bola " Brian langsung menjawab cepat.


" Btw, kalian kok lama pas ambil bola. Kesasar apa gimana sih?" sambung Anin yang penasaran dengan kejadian asli nya.


" Waduh gimana nih, jelasin nya " batin Brian.


" Udah jelasin aja sama mereka. Mereka paham dengan yang barusan yang elu lihat " sahut Arumi yang tiba tiba muncul dan ikut nimbrung.


Brian menunduk " tadi aku lihat kepala gelinding di ruang olahraga. Aku kira bola basket tau nya kepala manusia "


" Pantas saja ngambil bola lama banget, ternyata ada penghalang " Anin menjentikan dua jari.


Brian heran dengan tanggapan teman nya yang biasa biasa saja " kok kalian enggak kaget "


" Kenapa harus kaget. Kita udah biasa lihat yang begituan, jadi biasa saja " imbuh Siska.


" Haa..." Brian melongo dengan jawaban di luar nalar.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2