
Benar perkataan deddy semalam, di pagi hari jam delapan kakek dan nenek mengunjungi rumah kami. Sembari membawa buah semangka kesukaan ku. Bunda Aurora berserta nenek pergi ke dapur kotor untuk membuat masakan kesukaan anak nya dan juga cucunya. Sedangkan aku bersama kakek pergi menuju kamar ku yang semalam diriku di ganggu oleh 'sosok' yang mengakibatkan ketindihan.
Dan bertepatan hari ini libur sekolah, jadi aku gunakan untuk pembersihan kamar ku. Di dalam kamar tidak hanya dua orang melainkan sudah ada sahabat ku yang memilih menunggu di dalam kamar.
Singkat cerita kedua sahabat ku di ganggu oleh sosok wanita yang perawakan atau ciri ciri nya sama persis apa yang aku lihat, ternyata Anin dan Siska di ganggu juga oleh ' dia ' pada hari yang sama, namun di jam yang berbeda.
Anin di ganggu oleh ' dia ' pada jam habis sholat isya. Cerita nya Anin sehabis sholat isya memutuskan untuk tidur karna ia sudah ngantuk, sebelum nya ia tidak memiliki firasat buruk. Hinga di saat tidur dan sudah masuk ke alam bawah sadar, pada saat itu lah sosok perempuan berambut sepinggang menampakkan diri dengan kondisi penuh luka di bagian wajah, kepala , dan leher. Sosok itu terus mengejar Anin yang berada di alam mimpi, terus mengejar hingga masuk ke hutan yang mana Anin tidak tau ini hutan mana dan dimana , Anin benar benar ketakutan yang ia rasakan cuman satu kebebasan. Anin sadar kalau dirinya terjebak di alam bawah sadarnya, sekuat tenaga Anin lari dan segera sadar. Namun usaha nya sia sia, ia malah menemukan gubuk tua yang terbuat dari anyaman bambu tanpa beralasan keramik. Dan sosok ' wanita itu' masih mengejar Anin dengan cara melayang.
Anin memutuskan masuk ke dalam gubuk itu yang aneh nya tidak di kunci dari dalam. Tanpa menunggu lama Anin masuk ke dalam dengan nafas yang tersengal senggal. Anin mencoba mencari pertolongan atau alat apa saja yang bisa mengusir sosok wanita menyeramkan itu.
Anin terus menyusuri gubuk tua yang tak berpenghuni. Dan tiba lah Anin ke sebuah ruangan besar yang di sekat menggunakan dinding yang terbuat dari anyaman bambu. sebelah ruangan yang kosong di isi dengan ranjang tidur dan satu buah lampu yang kecil warna kuning. Dan ruang yang di masuki oleh Anin ada meja kecil yang di isi oleh satu wadah ( tanah liat ) yang di sisi dengan bunga tujuh rupa , kris kecil yang di letakan di dekat wadah tadi dan beberapa sesajen berupa buah dan darah segar yang di tampung dalam botol bening. Sekeliling meja di penuhi dengan tengkorak manusia yang berjejer rapi dan tak lupa bau menyan dan dupa yang memenuhi ruangan ini.
Tanpa di duga 'sosok wanita' tadi hadir, datang dengan cara menembus dinding ( anyaman bambu ), sontak Anin menoleh ke belakang.
" pergi... pergi sana jauh jauh, jangan dekat dekat " teriak Anin. Dengan suasana yang mencengkram.
Wanita itu kian mendekat dan mendekat sambil berkata " tolong aku bebaskan aku" setelah berkata ia menghilang tepat di depan mata Anin.
__ADS_1
Kala itu Anin berdoa dalam hati " ayo sadar...sadar " dan tak berselang lama Anin sadar dan terbangun dari mimpi buruk nya. Anin menetralkan deru nafas nya berusaha menenangkan diri walaupun seluruh tubuh nya di penuhi dengan keringat.
" Astaghfirullah mimpi apa gue tadi " Anin terbangun pada jam sembilan malam.
...****************...
Siska juga terkena gangguan sama dengan Anin dan Arumi. Namun gangguan yang di alami Siska terkesan real dan menyeramkan. Dimana ketika Siska lagi menyisir rambut di malam hari pada jam sepuluh. Dari pantulan cermin yang otomatis membelakangi Siska muncul sosok wanita yang ciri ciri nya sama persis, keluar dari balik dinding kamar tidur. Sosok itu melayang menghampiri Siska dengan derai air mata yang terus membanjiri kedua pipi nya. Siska yang melihat sosok sejelas itu langsung membalikan badan.
" Kok enggak ada " Siska melanjutkan menata rambut di pantulan cermin, alangkah kaget nya ternyata sosok itu tepat di belakang Siska sewaktu Siska menatap cermin.
" Tolong aku...bebaskan aku " setelah mengucapkan kata, sosok itu hilang entah pergi kemana. Dan mulai hari itu lah Siska tidak mau menyisir rambut pada jam delapan ke atas.
...****************...
Setelah mendengar cerita dari ketiga orang ( Anin , Siska dan Arumi ) kakek Djoko bisa menyimpulkan, apa yang mereka alami dengan 'sosok' yang sama. Itu bukan lah hal yang kebetulan, melainkan ada suatu pesan yang ' ia' ingin sampaikan dan menyuruh ketiga orang ini untuk meminta tolong ( membantu nya ).
" Sosok yang kalian lihat, sebenar nya bukan hanya satu melainkan ada sembilan orang. Namun hanya satu orang yang bisa menampakan diri. Ia lah Sari korban tumbal dari oknum yang tidak bertanggung jawab dan haus akan ilmu hitam " tutur Kakek Djoko.
__ADS_1
" Terus apa hubungan nya sama kami kek? " tanya Siska sembari membawa buku kuno pemberian dari kakek Djoko.
" Kalian harus memecahkan permasalahan Sari yang meninggal nya tak wajar kasihan qorin nya masih tertahan di dalam sumur dan jiwa nya masih terperangkap di kendi yang berada di suatu ruang yang isi nya barang barang untuk pemujaan jin. Kalian yang menemukan dan kalian lah yang mengakhiri cerita Sari, dan ungkap siapa pelaku nya nanti kakek dan anak nya yang akan membantu kalian dari jarak jauh. Jadi kalian tidak sendirian masih tetap dalam pengawasan dan tanggung jawab kakek. Karna kalian baru terjun langsung di lapangan. Kakek mau kalian menjaga dan merawat ini " kakek Djoko memberi sebuah cincin yang di tengah tengah di pasang batu permata yang masing masing berwarna berbeda biru , hijau dan putih dengan ukuran batu permata yang sama.
" Simpan dan rawat baik baik ini bertujuan sebagai 'penjaga' kalian yang berada jauh dari pengawasan kakek dan anak saya "
" Terimakasih kek " ucap serempak yang masing masing sudah menerima cincin pemberian kakek Djoko.
" Wow... bagus banget pas di jari ku, kok bisa tau sih kek ukuran jari ku " ucap Anin yang kedapatan memakai cincin batu permata yang berwarna biru.
Kakek Djoko menanggapi dengan kekehan kecil " yang penting pas kan di jari mu "
" Pas sekali kek dan warna nya cocok dengan warna kulit ku " Anin memandang cincin nya yang di pasang di jemari manis.
" Kok perasaan ku udah klop sama cincin ini. Padahal kan baru lihat dan pakai " celetuk Siska yang kedapatan memakai cincin batu permata putih.
" Karna khodam yang berada di dalam aura nya sama dengan aura mu, dan tanpa di sadari kamu udah sangat mengenal jauh dengan sosok khodam yang berada di dalam batu permata putih" ucap kakek Djoko.
__ADS_1
Bersambung....