
Setelah mengantarkan kedua sahabatnya pulang terlebih dahulu. Dan sekarang mobil yang di tumpangi oleh Arumi tiba di mansion.
Sang sopir segera turun untuk membukakan pintu mobil yang berada di belakang sisi kiri.
" Silahkan nona " di sembari membungkuk hormat.
" Makasih " balas Arumi.
Arumi mengayunkan kedua kaki untuk masuk ke dalam mansion. Sebelum ke kamar nya, kedua kaki Arumi berbelok ke arah dapur bersih guna mengambil air dingin yang berada di dalam kulkas.
Glug...glug...glug.. ( suara minum air )
Arumi melihat art nya berjalan menuju dapur kotor yang berada di belakang dapur bersih.
" Bik, bunda ke mana? di mansion atau keluar" tanya Arumi sambil membawa gelas berisi air dingin.
" Keluar kerja non, ada apa non cari nyonya. Apa nona perlu bantuan? "
" Oh..tidak bik, cuma sekedar tanya aja. Oh iya bunda pergi nya dari tadi atau barusan " berdiri di ambang pintu menuju dapur kotor.
" Sudah tadi tadi non " balas art.
" Ooo..." Arumi mengangguk.
" Di lanjut kerja nya bik, saya mau ke atas ganti baju " Arumi membalik badan berjalan menuju lantai atas.
Drap..., drap.... ( suara langkah kaki Arumi menuju kamar nya )
Jgrek ( suara kenop pintu di buka ) kreeek...
" Hah!..." Arumi membanting kan badan nya di atas ranjang. Dengan wajah menghadap ke plafon kamar.
" Capek kali, padahal acara nya enggak terlalu banyak " keluh Arumi berada di ranjang.
" Apa gue nyusul bunda ke butik ya, di sini gue enggak ada kerjaan. Kalau di sana kan sekalian bantu bunda " gumam Arumi.
" Tapi kesana nya di antar sapa. Semua nya pada sibuk dengan tugas nya. Kalau naik mobil sendiri di bolehin apa enggak ya sama deddy. Hmmm..., boleh enggak ya. Dah lah langsung tanya ke deddy dari pada di sini enggak ngapa ngapain " Arumi menggulingkan badan ke samping kanan sampai ke batas ranjang. Tangan nya mengulur mengambil ponsel yang di simpan di atas nakas.
Tut...Tut... ( suara panggilan telpon ) Arumi menelepon deddy nya untuk meminta izin di perbolehkan mengendarai mobil sendiri apa tidak.
" Mana sih deddy kok enggak di angkat angkat sih telpon nya " gerutu Arumi yang posisi ponsel masih di tempelkan ke telinga.
" Isshh!! kok enggak di angkat " umpat Arumi yang masih di dalam kamar.
Di saat uring uringan Arumi teringat dengan asisten deddy nya yang bernama Tomi. Arumi bergerak mencari nomor Tomi yang tersimpan di daftar nomor.
" Nah ketemu " Arumi mengeklik nomor panggilan.
Tut...Tut...
__ADS_1
Tidak sampai menunggu lama, panggilan terhubung dan langsung di angkat oleh Tomi.
" Halo ada apa nona? "
" Deddy ada di situ apa enggak? " sambil menggigit ujung bibir.
" Maaf non, tuan lagi meeting sama rekan nya. Ada perlu apa biar saya yang menyampaikan " jawab Tomi.
" Pantas saja gue telpon dari tadi enggak di jawab " batin Arumi.
" Sampaikan kepada deddy boleh kah anak nya mengendarai mobil sendiri "
" Kalau boleh tau, tujuan nya kemana nona? apa saya aja yang mengantarkan nona " Tomi yang berada di ruang kerja nya.
" Saya mau ke tempat bunda kerja, kalau saya di sini rasa nya sepi. Coba tanyakan ke deddy saya boleh apa enggak, saya tunggu info selanjutnya " ungkap Arumi.
" Baik non, segera saya sampaikan kepada tuan. Selamat siang "
" Siang " jawab Arumi dan segera mengakhiri panggilan. Ponsel nya ia simpan di atas bantal.
Arumi turun dari ranjang sembari melepas sabuk, dasi dan kaos kaki. Setelah selesai baru lah Arumi melangkahkan kaki menuju almari baju. Untuk mengambil baju ganti.
Arumi berjalan menuju kamar mandi sembari membawa baju ganti.
Tak lama kemudian, ponsel Arumi yang di simpan di atas bantal berdering nyaring, membuat Arumi kelabakan mencari keberadaan ponsel nya.
" Assalamualaikum deddy " dengan nada centil khas perempuan.
" Wa'alaikumsalam, kamu mau ke kantor nya bunda nak "
" Ya ded, di sini enggak ada kerjaan sepi pula "
" Ya udah, kamu boleh nyamperin bunda. Tapi hati hati di jalan, jangan ngebut di jalan, kalau bisa ponsel mu, mode lokasi di hidupkan. Kalau sewaktu waktu ada apa apa deddy bisa mantau dari sini " pesan deddy Baskoro kepada anak nya.
Arumi dalam hati bersorak gembira ingin menjerit, ia tahan karna posisi lagi bertelepon dengan deddy nya.
" Ya ded, Arumi akan hati hati di jalan. Ya udah ded Arumi mau mandi dulu terus ke kantor nya bunda. Assalamualaikum ded" Arumi cepat cepat mematikan ponsel nya dan bergegas ke kamar mandi.
...****************...
Dalam hitungan dua puluh menit Arumi sudah siap dengan baju santai nya berjalan menuju garasi mobil. Arumi memutarkan kunci mobil dengan raut wajah senang.
" Lalala...hati ku senang. Dah lama enggak nyetir sendiri, kasihan mobil gue nganggur enggak ada yang mengajak nya main " ucap nya sambil mengelus ngelus kap mobil.
Brum..Brum.. ( suara mobil yang di gas oleh Arumi )
Mobil pun siap lepas dari kandang dan siap untuk bertempur di jalan raya. Di dalam mobil Arumi bersenandung ria sambil berjoget manja. Arumi memutar lagu K-Pop yang lagi lagi viral.
I wanna make it pop, pop, pop, you want it
__ADS_1
Pop, pop, pop 🎼
...****************...
Mobil yang di kendarai oleh Arumi telah tiba di butik baju yang di kelola langsung oleh bunda Aurora.
Arumi memarkirkan mobil nya di basement yang berada di bawah gedung butik.
Arumi berjalan menuju anak tangga yang mengarah ke lantai utama.
" Bunda ada di atas apa enggak? " tanya Arumi saat sudah sampai di meja kasir.
" Nona Arumi, nyonya ada di lantai atas tapi maaf lagi ada tamu, nona bisa masuk ke atas " keterangan dari pegawai di sini.
" Baik terimakasih" Arumi beranjak dari meja kasir menuju lantai atas yang khusus untuk ruangan bunda dan bisa di gunakan untuk meeting bersama klien.
Baru menginjakan kaki di anak tangga paling atas, tamu bunda sudah meninggalkan ruangan bunda.
Arumi berpapasan dengan tamu bunda, sepasang calon suami istri yang keliatan sangat muda.
Arumi hanya memandang sekilas tamu nya bunda.
Tok...tok... ( Arumi mengetuk pintu ruang kerja bunda Aurora ).
" Masuk " jawab orang yang berada di dalam.
" Halo bunda " Arumi membuka pintu selebar lebar nya dan berlari ke pelukan bunda nya.
" Kenapa kamu kesini? bukan nya baru pulang dari sekolah " ucap bunda Aurora yang masih mendekap anak nya.
Arumi mendongakkan kepala nya " kalau diam di mansion cepat bosan bun, mendingan di sini aja bisa bantu bantu bunda " sambil menampilkan deretan gigi.
" Oh gitu toh. Ya udah kamu boleh duduk di sofa itu. Kalau lapar ngomong ke bunda. Biar bunda pesankan makanan " melepas pelukan dan sekilas mencium kening anak nya, sebelum melanjutkan kerja.
" Tadi klien nya masih muda benget bun, umur berapa? mereka berdua " masih berdiri di depan meja kerja.
" 25 sama 19 tahun " jawab bunda Aurora.
" Haa!! siapa yang umur 19 tahun bun? " mulut Arumi mengaga dengan lebar.
Bunda Aurora menghentikan menggambar sketsa baju " kalau enggak salah si perempuan nya "
" Apa enggak rugi nikah muda bun, secara kan umur nya masih terlalu muda untuk menikah. Kalau sudah menikah tidak bisa bermain sama teman nya. Kalau pun di perbolehkan mesti kepikiran, nanti masak nya apa ya. Rasa nya tuh enggak bisa bebas seperti masih lajang. Kenapa sih orang orang demen nikah muda " imbuh Arumi setelah duduk di sofa.
" Kalau sudah menemukan jodoh dan siap membangun rumah tangga kenapa harus menunda nunda hal baik. Kalau sudah mempunyai niat baik segera kan lah. Kalau masalah boleh main apa enggak nya itu tergantung dengan pasangan nya dan kita harus pandai pandai melihat situasi. Kalau main nya setengah hari tidak masalah pasangan pun memaklumi nya itu catatan nya yang belum punya momongan, kalau sudah punya momongan ngapain main main di luar sana sama teman. Urus dulu anak nya, kalau pengen banget main atau sekedar menghilangkan stres bisa lah bersama anak suami ajak bersama "
" Oh..gitu bun, tapi Arumi enggak mau nikah muda, Arumi mau menggapai cita cita Arumi dulu. Cari duit dulu, main main sepuasnya sama teman, kalau sudah saat nya nikah pasti jodoh akan di pertemukan dengan cara yang tidak di duga duga " balas Arumi.
Bersambung....
__ADS_1