
Hari yang di tunggu tunggu oleh seluruh siswa dan siswi baru telah tiba, dimana hari ini hari MPLS terakhir yang mereka ikuti. Berbagai acara sudah mereka ikuti dan hari ini upacara penutupan MPLS di sekolahan ini.
Setelah mengikuti upacara penutupan, semua siswa dan siswi serta kakak kakak pengurus dan guru pembimbing makan bersama di dalam ruangan serba guna yang letak nya di lantai dasar. Di dalam ruang serbaguna ada berbagai macam makanan yang sudah siap di sajikan.
Semua orang kumpul menjadi satu di dalam ruang serbaguna ini. Dan ini saat nya kesempatan untuk tiga orang ini, untuk melancarkan misi nya.
Anin kebagian mencari info ke kakak kelas yang sebagai anggota OSIS, sedangkan Siska bertanya kepada guru yang kira nya enak di ajak curhat atau sekedar basa basi. Dan Arumi di tarik ikut oleh Siska, ya soal nya Siska tidak ada teman nya jadi nya mengajak Arumi. Hehe...
Anin berjalan sambil membawa piring kertas yang di atas nya berisi siomay di siram dengan saus kacang, bukan hanya jalan biasa melainkan sembari mencari target untuk di ajak bicara.
Hanya butuh waktu sepuluh menit saja, Anin sudah menemukan target nya. Anin berjalan menuju kakak kelas yang tidak memakai jas OSIS.
Anin berjalan sambil senyum ke arah kakak kelas dan kebetulan di samping kakak kelas ada kursi kosong dua.
" Permisi kak, boleh duduk di sini? " dengan tutur kata yang sopan.
" Boleh silahkan dek " balas kakak kelas dengan jawaban sangat ramah.
Anin duduk tepat di sebelah kakak kelas ini. Kakak kelas ini kebetulan lagi duduk sendirian sambil makan es buah.
Anin di sini makan dengan tenang tanpa banyak bicara. Akan tetapi di dalam otak nya, ia menyimpan seribu kata pertanyaan khusus untuk kakak kelas yang ada di samping nya.
Setelah di rasa rasa sudah agak lama di sini, Anin memberanikan diri menyapa kakak kelas ini.
" Sendirian aja kak, yang lain nya kemana? "
" Biasa dek, lagi rumpi rumpi di sana " kakak kelas ini menunjukan salah satu sudut ruangan ini, yang mana teman teman nya sedang berkumpul di sana.
" Oh...enggak ikut kesana aja kak? "
Please...jawab enggak gue tadi hanya basa basi .
Kakak kelas menggelengkan kepala " di sini aja, lagi pula males kalau ngerumpi yang enggak jelas. Bikin males "
Syukur lah ( batin Anin )
__ADS_1
" Oh, gitu ya kak. Ngomong ngomong kakak kelas berapa? " menggeser kursi yang ia duduki agar nyaman saat ngobrol dengan orang lain. Anin menggeser kursi nya agak menyerong ke kanan, agar Anin bisa menatap wajah lawan bicara.
" Kelas sebelas jurusan akuntansi 1. Oh iya kakak belum kenalan sama kamu, nama mu siapa dan asal sekolah dari mana? "
Yes langkah pertama berjalan mulus.
" Nama ku Anin dari SMP Mulia. Kalau kakak nama nya siapa? " tutur Anin yang masih memangku siomay.
" Nama ku Ninik, salam kenal ya " imbuh Ninik kakak kelas.
Saat nya ( batin Anin )
" Sekolahan ini kayak bangunan tua ya " Anin memandang sekitar.
" Ya emang udah tua kan sekolahan ini sudah lama berdiri nya. Mungkin kamu pas lahir sekolahan ini sudah berdiri kokoh"
" Udah berapa tahun? kak "
" Denger denger sih berdiri nya sejak 1995 tahun dan sampai sekarang, sekolahan ini masih berdiri kokoh. Bangunan yang ada di depan sampai lab komputer itu udah bangunan baru, yang bangunan lama tuh dari kelas 12 sampai gudang. Itu bangunan lama semua namun udah di perbaiki "
" Yaa rok SMA, SMK terus berevolusi hingga mencetuskan ide mengubah rok pendek sebatas lurus, menjadi panjang sebatas mata kaki " balas Ninik kakak kelas.
Anin dan kakak kelas terus asik mengobrol hingga, teman nya Ninik datang menghampiri mereka berdua.
" Nik, dicariin sama ketua OSIS " ujar nya setiba datang.
" Ok..gue ke sana dulu, bye " melambaikan tangan kepada Anin.
Anin pun membalas lambaian tangan sambil senyum tipis. Sebelum pergi dari tempat ini, Anin menghubungi Arumi agar tidak saling cari cari an.
" Oi elu kemana? gue mau kesitu. Gue udah mengantongi info penting nih " isi curhatan itu telah terkirim ke nomor Arumi.
Ting!..
" Elu keluar sekarang, udah gue tunggu di taman dekat kolam ikan sama Siska di sini " pesan singkat dari Arumi.
__ADS_1
Anin langsung bergegas keluar dari gedung ini dan berjalan menuju taman yang di maksud Arumi. Setelah menemukan mereka berdua, Anin segera menyusul keberadaan kedua sahabatnya.
" Jauh amat tempat nya " mengusap keringat yang berada di leher serta kening.
" Biar tidak ada yang ganggu dan lagi di sini udara nya sepoi sepoi " sahut Siska.
Dan Anin pun duduk di antara Arumi dan Siska.
" Udah dapat info belum? " tanya Arumi di saat Anin baru mendudukkan diri.
" Udah lah, mana banyak lagi. Tapi ini baru setengah guys belum semua nya"
" Apa coba? " ucap Arumi.
" Jadi begini sekolahan ini sudah berdiri sejak tahun 90 an dan sebagian gedung sekolahan ini masih ada yang belum di ubah masih sama kayak dulu. Dan anak sekolahan ini dulu nya memakai rok abu abu sebatas lutut, model baju nya persis yang gue gambar waktu kemarin. Tapi gue belum menanyakan perihal tentang gadis yang kemarin, mau ngomong tapi susah ya kalau percaya kalau enggak yang ada gue yang di cap orang aneh. Terus kalian berdua udah mendapatkan info apa belum? "
" Udah tapi minim info sih, guru yang gue ajak ngobrol enggak begitu tau sejarah sekolahan ini. Mana guru nya baru mengajar di sini sejak 2005. Jadi enggak tau banyak tentang sekolahan ini, tapi..." ujar Siska yang sedikit di gantung membuat Anin penasaran.
" Tapi apa? yang komplit dong kalau cerita tuh kebiasaan deh " mencubit lengan Siska, hingga Siska menjerit kesakitan.
" Duh! tangan mu itu loh kok suka benget cubit lengan gue " keluh Siska.
" Ini jadi cerita apa enggak sih? "
" Jadi lah, tadi gue sama Arumi menghampiri guru guru yang sedang bercanda gurau. Terus si Arumi mepet banget tempat duduk sama tempat duduk nya para guru guru. Singkat cerita gue iseng iseng tanya ke salah satu guru yang lagi kumpul itu. Gue tanya dong, sekolahan ini besar banget ya Bu, terus guru itu jawab ya kan sekolahan ini di bangun pada tahun 90 an jadi sekalian di bangun rada besar "
" Terus..." ujar Anin.
" Gue tanya, ini yang bangun sekolahan ini siapa ya Bu? pasti orang kaya. Guru yang satu nya ikut nimbrung, yang bangun orang kaya kerja nya jadi dosen yang mengajar di kampus Xxx. Dosen itu punya anak lima yang tiga merantau jauh di luar pulau J, yang satu sudah meninggal dunia dan yang satu jadi penerus bapak nya. Jadi dosen di kampus yang sama tapi beda jurusan dan sekolahan ini pindah nama yang awal nya atas nama bapak nya sekarang anak nya sampai sekarang belum di ganti. Gitu cerita nya "
" Kayak nya ini belum cukup deh Rum, kita harus cari info yang benar benar valid. Kalau bisa besok kita ke perpus bisa saja semua arsip tersimpan rapi di perpus" usul Anin.
" Boleh juga tapi pas jam istirahat " sahut Arumi.
Bersambung...
__ADS_1