
Anin mengintip dari balik tembok yang sedikit ada lubang kecil, di situ Anin melihat kedua sepasang kekasih bertengkar hebat. Bukan hanya saja adu mulut saja, melainkan si pasangan nya (pihak laki laki) melakukan kekerasan fisik ke cewek nya. Tak hanya satu atau tiga kali tonjokan, melainkan ada lebih luka memar di sekitar wajah, lengan , punggung dan kaki. Pihak laki laki menampar cewek nya hingga ada luka robek di ujung bibir.
Kelakuan laki laki ini bagaikan orang yang sedang kesetanan, tak tanggung tanggung menganiaya cewek nya. Si pihak cowok sempat menendang perut pacar nya hingga terpental jauh menghantam dinding yang udah retak.
Dugh!! kepala cewek ini terkena dinding, hingga menimbulkan bunyi yang cukup keras.
Anin yang melihat kejadian ini di buat syok dan tak percaya apa yang dia lihat, sampai kedua tangan nya menutup mulut nya sendiri agar suara teriakan nya tak di dengar oleh mereka.
Si laki laki ini belum puas menghajar pacar nya. Sebelum mendekat ke pacar nya yang sudah tak berdaya di ujung sana, laki laki ini melepas sabuk yang ia pakai sewaktu sekolah. Sabuk ini, ia lepas secara kasar dengan tatapan mata tajam serta rahang wajah nya mengeras seperti menahan emosi.
Setelah berada di hadapan cewek nya, baru lah laki laki ini mengayunkan sabuk nya ke badan cewek nya yang terduduk lemas di atas keramik semen. Di tambah lagi laki laki ini mencekik leher pacar nya hingga si cewek ini kesusahan untuk bernafas. Di sela sela kesusahan untuk bernafas cewek ini berkata " mengapa mas tega menyakiti ku, di mana janji manis mu yang dulu. Yang setiap hari engkau ucapkan " dengan suara yang terbata bata karna leher nya masih di cekik kuat oleh pacar nya.
" Baco* banget sih! aku udah muak dengar suara mu. Justru aku yang marah ke kamu!! mengapa menduakan ku dan berpaling ke dia, apa kurang ku dan satu hal lagi kamu pasti sudah tak perawan kan, kamu bermain dengan dia! jawab!! " bentak laki laki ini dengan kedua mata tampak memerah serta otot otot di wajah nya bermunculan.
" Hiks...aku enggak mungkin menduakan mu, itu semua enggak benar. Aku sama sekali enggak kenal siapa dia. Tolong percaya kepada ku.. tolong lepaskan tangan mu ini di leher ku " kedua pipi nya kembali di basahi oleh air mata nya sendiri.
Laki laki ini berubah pikiran semenjak seragam yang di pakai oleh pacar nya terbuka, tiga kancing dari atas terbuka dengan sendiri nya dan memperlihatkan bagian sensitif yang di miliki pacar nya. Hasrat laki laki ini bergejolak semenjak melihat apa yang tidak semestinya di lihat. Perlahan kedua tangan nya mengendur melepas cekikikan itu, namun tatapan nya tak lepas dari pandangan nya.
Perlahan cewek ini, paham arah pandangan pacar nya. Perlahan pandangan cewek ini mengikuti arah pandangan pacar nya. Seketika ia sadar bahwa baju yang sudah terkoyak dan kancing dari atas lepas dan jadi lah bagian sensitif nya terlihat.
Dengan sisa energi yang ada, cewek ini mendorong tubuh pacar nya hingga terjengkang ke belakang, cepat cepat ia berdiri dan lari dari cengkraman pacar nya. Akan tetapi...tenaga nya sudah terkuras habis, hingga ia terjatuh kedua kali nya di dekat tumpukan kursi kursi yang sudah rusak. Ia terjatuh dengan keadaan yang sudah memprihatinkan baju sudah robek sana sini, rambut sudah acak acakan serta luka lebam yang menyebar rata di sekujur tubuh nya.
__ADS_1
" Kenapa aku harus jatuh, aku harus kuat dan menjauh dari sini " batin nya sembari memegang kaki kursi untuk tumpuan berdiri.
Lagi dan lagi usaha nya untuk kabur dari sini pupus sudah, karna laki laki nya atau pacar nya sudah berdiri di belakang nya dan otomatis sudah menggenggam lengan cewek ini dengan erat.
" Mau kemana kamu? jangan pergi dulu. Kita nikmati di sini berdua, selagi tidak ada orang lain di sini " ujar nya sembari menggendong pacar nya ala bridal style. Dengan satu kali tarikan cewek ini sudah berada dalam gendongan nya, diri nya tak perduli dengan suara teriakan dan rintihan.
...****************...
Hal hal senonoh pun terjadi di sore ini, di tambah dengan suasana hujan yang begitu lebat mengguyur sekolahan ini. Isak tangis pun menggema memenuhi gudang sekolah ini.
" Hiks....hiks... , mengapa kau begitu jahat kepada ku Antoni. Mengapa... mengapa!! makhota ku yang ku jaga selama ini rusak karna ulah mu. Kembali kan keperawanan ku Antoni!!! " teriak cewek ini dengan nada yang sangat sangat emosi. Diri nya di tinggal sendirian di gudang ini dengan kondisi seragam yang sudah berceceran di mana mana, tinggal pakaian dalam saja yang masih melekat di tubuh nya.
Ia menarik tubuh nya dan terduduk lesu dengan kondisi muka yang begitu pucat, di tambah kedua mata nya sembab. Lengkap sudah penderitaan cewek ini, di tuduh selingkuh dan di akhiri dengan aksi bejat sang kekasih. Hati mana yang tidak remuk dengan aksi bejat ini, seakan dunia menertawakan nasib nya. Kecewa, hanya itu yang dia rasakan saat ini.
...****************...
Di balik dinding ini Anin melihat semua kejadian yang menimpa cewek ini. Anin juga merasakan rasa sakit yang di rasakan oleh cewek ini. Dan Anin hanya bisa membungkam mulut nya sendiri serta berlinang lah air mata nya.
Tanpa di sadari Anin melihat aksi yang lebih mengerikan yang mana cewek itu berjalan dengan langkah lunglai menuju meja yang bertumpuk dua. Cewek ini sudah memakai seragam nya kembali, tapi.. ada benda yang cewek itu genggam dan Anin pun tak asing dengan benda yang dia genggam.
" Tali..." gumam Anin yang masih melihat di balik dinding yang lain.
__ADS_1
" Kenapa dia membawa tali? dan sejak kapan tali itu berada di genggaman nya? jangan bilang kalau dia akan..."
Benar dugaan Anin, bahwa si cewek itu mau bunuh diri di gudang ini dengan kondisi yang begitu memprihatinkan di tambah ada tetesan darah yang keluar dari ************.
" Jangan!!!! " Anin berteriak histeris melihat cewek itu sudah menggantungkan diri. Anin ingin lari menghampiri cewek ini, namun kaki nya seolah ada yang merantai nya tidak bisa di gerakan, mau minta tolong pun percuma karna di gudang ini tidak ada siapa siapa, selain diri nya dan cewek itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Nin woy bangun..Anin bangun udah sore " Siska menepuk kedua pipi Anin yang tidur dengan posisi berteriak kencang. Membuat Siska dan Arumi kaget dan segera membangunkan Anin.
" Anin bangun!! " teriakan Arumi membangunkan Anin dari mimpi nya.
Hoss... hoss.. ( deru nafas yang tidak beraturan ). Anin menatap wajah kedua sahabatnya dan berkata " cewek itu bunuh diri... ayo kita kesana "
" Kau itu ngomong apa? cewek itu? siapa, kita enggak kenal. Siapa pula yang bunuh diri, mungkin kau mimpi tadi. Sudah sana kau basuh tuh wajah kau pakai air. Bangun bangun ngomong yang enggak bener " ujar Siska yang keheranan dengan ucapan Anin.
Anin yang posisi baru bangun tidur hanya bisa terduduk di atas bed cover.
Bersambung...
•
__ADS_1
Apakah cewek itu ialah cewek yang berinisial L atau bisa di sebut Lusi?