Lelembut

Lelembut
Olahraga


__ADS_3

Jam pertama sampai jam kedua telah di isi dengan materi tentang lingkungan sekolah. Yang memberi materi langsung dari guru yang mengajar di sini dan di damping oleh dua anggota OSIS. Dan tiba lah materi olahraga yang mengharuskan siswa siswi berkumpul di halaman.


Setelah jam istirahat berakhir, siswa siswi berbondong bondong mengganti pakaian (seragam ), dengan pakaian olahraga yang sudah di bagikan hari kemarin. Setelah semua sudah memakai pakaian olahraga.


Salah satu anggota OSIS memberi aba aba untuk segera berbaris rapi di halaman dengan cuaca sedikit terik.


" Ayo adek adek berbaris rapi di halaman depan " dengan suara yang keras sebab menggunakan speaker sekolah. Kalau tidak menggunakan speaker sekolah, suara nya tidak akan terdengar hingga ke seluruh lingkungan sekolah.


" Woalah Yo...Yo panas panas di jemur di bawah terik matahari" umpat Arumi yang berjalan di belakang siswi anak baru. Dan anak baru itu pun menimpali ucapan Arumi.


" Ya mau gimana lagi, kalau enggak ikut di marahin. Kalau ikut kita yang kepanasan, sungguh merepotkan "


" Benar itu ucapan elu. Eh ngomong ngomong nama mu siapa? perkenalkan nama gue Anin, di samping kiri nama nya Siska dan yang di belakang gue ini nama nya Arumi " mengulurkan tangan nya tanda memperkenalkan diri dan memperkenalkan kedua sahabatnya sekaligus.


" Wahyu, salam kenal. Kalian bertiga sahabatan? " sembari ikut berbaris dengan yang lain nya.


" Iya kita sahabatan dari TK sampai sekarang " balas Anin.


" Oh.." manggut manggut.


...****************...


Seluruh siswa dan siswi baru berbaris rapi menghadap selatan tanpa bersuara. Mereka semua diam dengan sikap tegap.


Tak lama kemudian sekolahan ini kedatangan tamu dari pembina yang berasal dari luar. Mobil kendaraan besar masuk ke halaman sekolah dengan warna full hijau.


Bapak bapak berkaos hijau dengan celana training berwarna senada dengan warna kaos yang mereka pakai. Bapak bapak itu turun dari mobil berjumlah empat orang. Namun ada salah satu yang memakai topi sedang kan sisa nya tidak memakai topi.


Empat orang ini berjalan menghampiri ketua OSIS dan kelapa sekolah dan ketua OSIS serta kepala sekolah menyambut kedatangan empat orang ini dengan antusias.

__ADS_1


Singkat cerita empat orang tadi memperkenalkan diri di hadapan seluruh siswa dan siswi baru. Salah satu yang memakai topi mengucapkan kata " perkenalkan kami dari angkatan darat. Di sini kami di tugaskan untuk melatih kalian semua dari baris berbaris, permainan olahraga, dan senam sehat bersama. Apakah kalian semua sudah sarapan dari rumah? "


" Sudah" dengan suara lantang.


" Bagus, karna acara ini selesai di jam setengah dua belas di sambung lagi di jam satu. Kalau ada dari kalian yang merasakan badan yang tidak enak segera lapor kepada kakak pembina yang ada di sana " menunjuk ke arah kakak kakak OSIS.


" Mampus gue mana gue enggak tahan di jemur " batin Arumi yang menjerit kesal dengan keadaan ini.


Pria yang memakai topi mengucapkan lagi " yang pertama kita senam bersama dengan di pandu oleh teman saya. Kalian semua rentangkan kedua tangan agar tidak berdempetan saat senam. Jangan ada suara selain suara saya "


" Ayo yang cepat " dengan suara yang tegas.


" Hadap kanan, rentangkan kembali kedua tangan kalian "


" Balik badan grak! "


Seluruh siswa dan siswi mengikuti instruktur senam yang di pandu oleh empat orang yang ada di depan. Semua orang mengikuti gerakan demi gerakan tak terkecuali. Guru guru dan kakak kakak OSIS turut serta ikut senam di halaman sekolah.


Suasana pagi hari nampak gembira semua tak ada raut wajah sedih atau murung. Namun ada sepasang mata yang terus mengintai Arumi dari jarak yang cukup jauh.


Sepasang mata ini melihat dari bangunan sekolah yang paling atas yang tempat nya untuk menyimpan bangku bangku rusak dan peralatan sekolah yang lain nya di kumpulkan menjadi satu.


Sepasang mata ini melihat Arumi dengan tatapan sayu dan raut wajah yang sedih. Seolah olah ingin menyampaikan sesuatu namun ia belum berani menghampiri Arumi.


Setiap hari sepasang mata ini terus menempati ruang gudang ini sendirian, tak ada orang yang menemani hanya bangku bangku yang rusak yang menemani keseharian nya.


Hingga tanpa ia sadari sepasang mata ini memutuskan pandangan nya dan segera bersembunyi di dalam gudang karna orang yang ia pandang menatap ke arah sini, ialah Arumi.


POV Arumi.

__ADS_1


Di saat lagi senang senang nya senam bersama, ekor mata Arumi melihat ada sepasang mata yang terus mengamati nya. Arumi sempat menghiraukan, namun sepasang mata itu terus saja melihat Arumi. Hingga Arumi merasa kesal ia memalingkan wajah nya menatap arah sepasang mata itu berada.


Arumi menatap ruang bangunan yang kondisi pintu nya terbuka sedikit, letak bangunan berada di lantai atas dekat dengan pohon asam yang sudah tumbuh hingga puluhan tahun.


" Perasaan tadi ada yang ngintip dari balik pintu deh, tapi kok enggak ada. Dah lah bodo amat mungkin gue salah lihat " Arumi kembali mengikuti senam pagi ini.


...****************...


Senam pagi pun telah usai kini semua siswa dan siswi, kembali ke baris an awal. Dan satu lagi barisan siswi dan siswa terpisah. Siswi dipimpin dua orang angkatan darat menghadap ke barat, sedangkan siswa dipimpin dua orang angkatan darat menghadap ke Utara.


" Ok anak anak kita latihan baris berbaris materi pertama jalan di tempat, kedua langkah tegap maju, ketiga hadap kanan hadap kiri balik badan serong kanan serong kiri "


" Ck banyak kali sih " umpat Siska di dalam hati.


" Pertama tama kita latihan jalan di tempat dengan benar setelah itu baru berikut nya " ujar pria yang memakai kaos warna hijau.


Latihan terus berjalan hingga menunjukan pukul sebelas siang. Dengan posisi sinar matahari yang tepat di atas kepala, membuat reaksi tubuh Arumi bergejolak. Arumi merasakan kedua telapak tangan dingin disertai keluarnya keringat dingin yang keluar dari dahi.


Tubuh Arumi sudah menampakan sinyal bahwa tubuh nya saat ini sedang tidak fit, Arumi bersusah payah untuk konsentrasi agar diri nya tidak mendapatkan amarah dari pelatih.


Di saat latihan baris berbaris, tiba tiba Arumi merasakan sakit di sekitar kepala, sampai sampai Arumi memegang kepala nya yang rasa nya sangat berat.


Baru melanjutkan kembali latihan nya, Arumi merasakan ada yang mengalir dari atas bibir nya. Saat ia penasaran, di usap lah atas bibir nya menggunakan punggung tangan.


" Darah " beo Arumi


Seketika Arumi tidak bisa melihat sekitar nya. Yang ia ingat hanya satu di saat mengusap darah yang mengalir dari lubang hidung.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2