Lelembut

Lelembut
Minta tolong


__ADS_3

Dua penyidik menghampiri ketua nya yang memilih menunggu di luar. Yang kebetulan orang orang sedang duduk di situ dan menunggu keterangan dari dua penyidik tadi.


" Bagaimana apa dia mengakui kesalahan? " ujar ketua.


Penyidik pertama menghela nafas kasar " huh!! jawaban nya di laur ekspetasi kami Komandan "


" Maksud kamu apa? coba jelas kan kepada kami " tutur ketua dari dua penyidik tadi.


Dan kedua penyidik pun menjelaskan kejadian yang mereka alami dan menjelaskan tentang pelaku ( Sukiran ) dari awal sampai akhir tanpa terlewatkan dan tanpa di tambah atau pun di kurangi.


Meraka yang mendengarkan langsung shock dengan cerita yang di sampaikan oleh mereka ( dua penyidik ).


" Kok jadi nya gini ya apa jangan jangan korban itu di jadikan tumbal " kepala sekolah menimbrung pembicaraan antara anak buah dan Komandan.


" Bisa jadi pak, la wong saya tadi merinding setelah mendengar kata minum d*rah, itu rumah apa enggak seram ya. Tapi kok ada yang mengganjal ya dengan pengakuan dari pelaku. korban di bunuh jasad nya di buang di dalam sumur, terus pas eksekusi nya di mana? kalau di lingkungan sekolah mesti meninggalkan jejak darah. Kalau ada darah pasti semua siswa pada heboh, la ini enggak selama itu orang orang tidak tau. Apa tidak mencurigakan? apakah dari kalian kalian ini tau rumah pak Sukiran? atau pak sekolah tau di mana letak rumah nya? siapa tau di sana kita mendapatkan bukti alat yang biasa nya buat eksekusi orang " ujar penyidik ke satu yang di tugaskan untuk mengetik di laptop.


Drap.... Drap.... ( terdengar suara langkah kaki manusia yang suara nya kian mendekat )


Ternyata suara langkah kaki itu berasal dari sepatu milik Dokter Forensik. Dokter Forensik lari dengan nafas yang tidak beraturan.


" Pak tolong saya, di parkiran mobil ada teman saya yang sedang kesurupan " dengan nada yang terbata bata karna berbarengan mengatur nafas.


" Saya tidak bisa menangani orang kesurupan " jawab komandan.


Siska menimpali " Arumi bisa pak menangani orang kesurupan "


Semua orang langsung tertuju ke arah Arumi " benar kamu bisa "


Arumi dengan tegas berkata " insyaallah pak saya bisa. Bisa anda tunjukan teman bapak sekarang ada di mana. Kalau kelamaan bisa bahaya orang nya "


" Mari ikuti saya " Dokter Forensik mengajak Arumi , Anin , Siska dan dua penyidik yang penasaran dengan orang yang lagi kesurupan.


Dan mereka berjalan menuju parkiran mobil yang tempat nya berada di depan kantor polisi. Dan benar saja orang yang di maksud Dokter Forensik itu sedang dirasuki oleh 'sesosok' perempuan yang tak bukan dan tak salah korban dari kegilaan pak Sukiran. 'Sosok' itu meraung raung tak jelas di barengi oleh isak tangis yang di dengar sangat memilukan.

__ADS_1


Satu orang yang kerasukan mempunyai kekuatan yang sangat kuat. Apabila di pegangin oleh dua orang, orang itu akan kewalahan seakan akan kekuatan nya setara dengan kekuatan tiga orang yang berada dalam satu raga.


Arumi dan dua sahabat nya berjalan mendekat tepat di samping mobil rumah sakit yang sedang terparkir.


Orang yang sedang kesurupan berjenis kelamin laki-laki, sedangkan yang merasuki berjenis kelamin perempuan. Sangat jelas ketika orang yang kesurupan menangis dengan nada perempuan dengan kedua mata terpejam.


Arumi masuk ke dalam gerombolan orang yang sedang menonton dan juga orang yang tengah menenangkan orang yang kesurupan " permisi...permisi saya mau lewat "


Hiks...hiks..." tolong saya, bebaskan saya" posisi orang kesurupan.


Arumi berjongkok di depan orang kesurupan sembari mengusap lengan " kenapa kamu bisa masuk ke raga ini, kasihan lama lama orang ini enggak kuat. Tolong kamu keluar dari raga ini "


" Tidak mau " dengan kepala menggeleng geleng.


" Kenapa tidak mau "


" Tolong aku..." sembari memegang kedua kaki nya.


" Tolong bebaskan aku dari nenek tua "


Anin mendekat ke arah Arumi yang sedang berjongkok " bantu saja, siapa tau kita dapat petunjuk dari dia "


Arumi terdiam sejenak " apa elu yakin? "


" Hmm.." Anin mengangguk mantap.


" Ok saya akan membantu mu supaya bisa bebas dan menemukan cahaya terang. Kalau boleh tau nama mu siapa? "


" Suli " setelah menyebutkan nama nya. Teman dari Dokter Forensik sadar dengan sendiri nya, dan suruh tubuh rasa nya lemes dan pegel.


Arumi beranjak dari duduk jongkok nya dan berjalan menuju dua sahabatnya yang menunggu di belakang barisan orang orang.


" Nama nya Suli " ujar Arumi saat sudah bergabung dengan Anin dan Siska.

__ADS_1


" Sudah elu gambar tadi? " tanya Arumi yang kedapatan melihat Anin sedang memegang buku kecil.


" Sudah tinggal kasih warna saja " tanpa memandang Arumi.


Dari kejauhan Dokter Forensik menghampiri ketiga orang ini.


" Terimakasih atas bantuan nya dan saya menitipkan cincin ini " menyerahkan kepada Siska yang kebetulan Siska berdiri tepat di depan Dokter Forensik.


" Boleh saya bercerita sebentar "


Ketiga orang ( Anin , Siska dan Arumi ) saling memberi kode.


" Boleh " tutur Siska.


Anin , Siska dan Arumi mengikuti langkah kaki Dokter Forensik yang langkah nya mengarah ke dalam kantor polisi. Dan Dokter Forensik duduk di sebuah bangku yang mana terlihat kosong dan mempersilahkan ketiga orang itu untuk ikut duduk.


" Begini semalam saya mimpi di datangi seorang wanita yang pakaian nya berlumuran darah , wajah nya pucat pandangan kosong. Wanita itu memanggil nama ku dan sambil membawa cincin ini. Ia berpesan " bawa lah ini dan bebaskan sukma saya " dalam mimpi ku wanita itu sedikit menahan sakit di sekitaran leher. Dan aneh nya cincin itu berada di tangan saya sewaktu saya sudah bangun. Untung nya cincin itu saya bawa. Apa kamu bisa menjelaskan maksud mimpi saya?"


Arumi memandang cincin itu yang berada di telapak tangan nya " itu isyarat bahwa petunjuk nya ada di cincin ini " mendongak menatap wajah lawan bicara.


Arumi menolehkan kepala nya ke samping belakang " udah elu gambar nya "


" Udah dong, nih hasil nya " Anin memperlihatkan gambaran nya kepada Arumi dan Siska.


" Kasihan orang ini, dia tidak bisa naik ke atas " ucap Siska yang setelah melihat hasil gambaran.


Arumi membawa gambaran itu ke Dokter Forensik " apa wajah nya seperti ini? "


Dokter Forensik pun terbelalak saat melihat hasil gambaran dari teman perempuan ini ( Arumi ) " benar ini wajah yang semalam hadir di mimpi saya, kok bisa sama dan penampilan dari atas kepala sampai ujung kaki sama persis tidak ada yang kurang "


" Apa Dokter siap membantu kami untuk menyelidiki rumah pak Sukiran? pasti di sana ada banyak barang bukti " sambung Siska.


" Tim saya berserta polisi siap mengusut kasus ini karna saya sendiri sudah di beri amanah untuk melepaskan Sukma orang yang berada dalam mimpi saya " jawab Dokter Forensik.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2