Lelembut

Lelembut
Putih abu abu


__ADS_3

Arumi terbangun dari pingsan nya dengan raut wajah yang tidak bisa di tebak, membuat kedua sahabatnya saling menatap dengan ekspresi wajah kebingungan.


" Are you okay? " Anin mengguncang paha Arumi, yang masih berada di uks.


" Umm..." mengangguk kepala dengan sedikit lesu.


" Elu itu kenapa sih Rum? kalau sakit tuh ngomong sama kita. Bukan gini cara nya, untung kepala elu enggak terbentur sama batu " cerca Siska yang duduk di sebelah bed kiri.


" Emang nya gue kenapa sih? " menoleh mengarah ke Siska.


Siska membelalakkan kedua mata " elu enggak ingat? "


" Enggak..."


" Hadeh" Siska menepuk jidat nya " elu tadi pas latihan baris berbaris, jatuh pingsan. Untung kepala elu masih aman kalau enggak bisa benjol tuh kepala elu"


" Apa yang di kata Siska benar Rum.., elu tadi pingsan yang menggotong elu ke sini bapak bapak tadi yang mengajar baris berbaris. Kalau mau pingsan tuh bilang bilang biar gue juga ikut ikutan pingsan biar terbebas dari latihan yang membosankan itu " timpal Anin.


Saat ini yang berada di uks hanya Anin dan Siska, petugas UKS sama guru guru sudah keluar sedari tadi. Setelah kejadian Arumi ( pingsan ) latihan baris berbaris di sudahi sampai sinar matahari benar benar bertengger di ufuk barat.


Arumi mengingat ngingat kejadian yang tadi, namun yang ia ingat hanya sewaktu mengusap hidung, selebihnya tidak ingat apa pun.


Namun Arumi tiba tiba teringat dengan mimpi nya yang bertemu dengan seorang gadis yang usai nya tidak jauh berbeda dengan usia Arumi. Gadis itu berdiri menatap Arumi dari jarak jauh, enggan untuk mendekat Arumi. Gadis itu menatap Arumi dengan tatapan sendu, seperti ada beban berat yang ia pikul.


Gadis itu memakai baju putih abu abu dengan rok nya sepanjang nya sampai lutut. Namun di bagian baju putih nya sedikit ada noda tanah basah yang mengakibatkan baju putih nya kusam. Di bagian pelipis ada bekas bogeman yang membuat muka jadi biru keunguan.


Arumi terdiam mematung memandang gadis itu dengan jarak yang cukup jauh. Semakin Arumi mencoba mendekat, semakin menjauh gadis itu. Arumi tetep mencoba menghampiri gadis itu. Tapi nihil usaha nya tak membuah kan hasil.


Gadis itu tetap menjauh menghindar Arumi. Dan akhir nya Arumi berhenti menghampiri gadis itu. Tampak sekilas gadis itu mengucap kata dan lagi lagi Arumi tidak bisa mendengar, yang bisa ia lihat hanya gerak bibir dari gadis itu.


Gerakan bibir dari gadis itu sangat tipis. Arumi hanya menangkap gerakan bibir yang berkata " aku menyesal" selebihnya tidak bisa membaca gerak bibir atau pun mendengar ucapan nya.


Lokasi bertemu nya Arumi dengan gadis itu di sebuah lahan kosong yang tidak ada pohon ataupun semak semak. Lahan kosong ini dengan luas nya tak terhingga. Dengan kondisi tanah sedikit basah seperti bekas air hujan, udara nya sangat dingin di tambah langit begitu mendung.

__ADS_1


Di saat tangan Arumi menjulurkan ke depan, gadis yang berdiri di ujung sana hilang lenyap di bawa sapuan angin yang begitu kencang nya.


" Kemana orang itu "ujar Arumi yang masih mencari keberadaan nya.


" Siapa dia? mengapa sulit untuk ku gapai. Gue hanya mau bilang siapa kamu dan ada di mana ini. Tapi tenggorokan gue kenapa sakit gini " Arumi memegang tenggorokan nya yang rasa nya seperti panas dalam, yang panas nya membuat Arumi susah bernafas.


" Gue kenapa ini " batin Arumi yang masih memegang tenggorokan nya.


Dengan posisi kepala sedikit menunduk di tambah nafas nya yang tersengal senggal.


Huss....husss.... ( suara angin kencang yang berasal dari arah depan )


Lama kelamaan angin kencang ini mengarah ke Arumi yang masih kesusahan bernafas, hingga tubuh Arumi terpental jauh hingga Arumi tersadar dari pingsan nya.


" Elu kenapa masih sakit " tanya Anin yang berdiri di samping tempat bed uks. Anin menepuk punggung Anin membuat Arumi menolehkan kepala nya ke Anin.


" Enggak kok udah mendingan, yuk kita ke kelas " ucap Arumi sembari turun dari bed uks.


...****************...


Setelah sampai di kelas Arumi menceritakan mimpi nya kepada Anin dan Siska.


" Umm...gitu ya, terus terus ciri ciri nya kayak apa? seingat elu ceritakan semua ke kami " tutur Siska.


" Ciri ciri nya kulit kuning langsat, mata sipit, bentuk wajah oval, rambut ikal sepundak. Tinggi nya sekitar 150 cm " jawab Arumi.


" Ada bekas luka enggak di sekujur tubuhnya? " sahut Anin.


" Luka? " beo Arumi.


" Ada di bagian pelipis, emang ada apa Nin? "


" Tadi pas elu ngomong, gue sempat mendapatkan gambaran yang tiba tiba lewat aja di dalam otak gue. Dari pada gue penasaran, makanya gue tanya ke elu benar apa enggak. Ternyata benar dong gambaran gue sama cerita elu sama, bentar gue gambar dulu " Anin beranjak dari bangku dan berjalan menuju bangku nya untuk mengambil buku kosong serta pensil.

__ADS_1


" Anin mau gambar apa? " tanya Siska.


" Yang gue omongin tadi "


Anin datang dan kembali duduk di dekat Arumi, Anin meletakan buku tulis yang kosong, dan Anin memilih gambar di bagian belakang. Arumi dan Siska turut melihat bagaimana proses menggambar nya. Dari awal gambar pola wajah sampai terbentuk nya seluruh bagian tubuh. Serta baju yang ia pakai.


Dan tiba saat nya mereka bertiga dapat melihat dengan jelas raut wajah serta bentuk keseluruhan nya.


" Masih anak sekolah rupa nya " Siska memegang buku tulis sembari meraba gambar yang di gambar oleh Anin.


" Tapi kalau di pikir pikir bet yang berada di saku itu sama persis dengan bet di sekolahan ini, yang beda nya cuma warna sama bentuk seragam sekolah "


" Haa!!! masa sih coba lihat " Arumi mengambil buku yang di pegang Siska.


Arumi dan Anin meneliti bet yang terpasang di seragam gadis ini.


Anin mendongakkan kepala " beda Sis, lihat baik baik bentuk pola nya beda jauh kan "


" Loh masa sih " Siska ikut nimbrung melihat hasil gambaran Anin yang masih di pegang Arumi.


" Tapi perasaan gue mengatakan kalau bet ini masih ada sangkut paut nya sama sekolahan ini. Bisa jadi kan bet sekolah di rubah sedikit menjadi bet yang sekarang. Coba kalian berdua cari asal nya gadis ini darimana dan bersekolah di tahun berapa atau meninggal nya tahun berapa, kalau sudah mendapatkan kan kita bisa cari. Kalau kalau ada benang merah sama sekolahan ini berarti kita di suruh memecahkan teka teki ini, kalau bukan dari sekolahan ini kita hanya bisa mendoakan saja. Agar gadis ini tidak tersesat dan terperangkap ke lubang hitam " tutur Siska.


" Gue punya ide " sambung Anin.


Arumi dan Siska saling pandang " apa? "


" Kita bagi tugas, elu ( menunjuk Arumi ) gali informasi tentang gadis ini. Kalau bisa ajak komunikasi biar jelas, elu (nunjuk Siska ) cari tau tentang sekolahan ini mau di internet atau di buku perpus terserah dan gue akan tanya ke kakak kakak kelas siapa tau ngerti. Bagaimana ide gue bagus apa enggak " Anin berdiri sembari kedua telapak tangan menempel di meja.


" Ok juga, besok kita eksekusi bareng. Kita hanya punya clue gambar saja, mungkin nanti kalau enggak besok ada clue lagi " sahut Arumi.


Dan mereka bertiga sepakat mencari asal usul gadis ini dan sekolahan yang mereka tempati.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2