
Sejak jam empat pagi, Arumi sudah bersiap siap untuk pergi liburan ke gunung Dieng bersama teman sekelas nya. Segala baju yang di butuhkan di sana sudah tersusun rapi di koper berukuran kecil. Tak lupa Arumi membawa tas pundak yang ukuran nya tidak terlalu pas cukup untuk menaruh barang barang penting.
Jam setengah lima, Arumi baru keluar dari kamar dan menutup rapat pintu kamarnya. Di jam setengah lima orang orang yang bekerja di mansion deddy nya sudah bangun dan ada yang sedang mengerjakan pekerjaan nya.
Tak...tak...tak...bunyi roda koper yang di seret Arumi membuat orang yang kerja di bagian dapur menengok ke arah Arumi yang sedang turun.
"Mau kemana non? pagi pagi udah rapi"
Arumi menghentikan langkahnya kaki nya saat sudah sampai di anak tangga terakhir "mau liburan sama teman mbak. Bunda sudah bangun apa belum" tanya Arumi. Sebelum turun kamar ortu nya sedikit terbuka yang beranggapan bahwa bunda nya sudah bangun.
"Sudah non, nyonya lagi mengecek persediaan bahan masakan di gudang"jawabnya.
Arumi membiarkan koper nya berdiri di samping tangga, sedangkan diri nya berjalan menuju gudang tepat nya tak jauh dari area dapur.
Baru mau masuk ke dalam gudang. Bunda Aurora malah keluar membuat Arumi dan bunda bertatap tatapan.
"Loh mau berangkat sekarang? enggak sarapan dulu"
"Nanti jam lima bund. Ini mau siap siap" Arumi dan bunda Aurora berjalan saling beriringan.
"Wah, kalau gitu sarapan dulu di sini, kirain mau berangkat sekarang. Emang nanti berangkat jam berapa dan naik apa?" bunda Aurora masuk ke dapur kotor, sementara anak nya duduk di kursi putar (pantry dapur) yang letak nya di dapur bersih.
"Jam enam naik kereta" Arumi menunggu bunda Aurora seraya makan kerupuk di atas meja pantry.
Bunda Aurora keluar dari dapur kotor sambil membawa nasi goreng spesial di tambah potongan udang yang baru keluar dari wajan panas "nih bunda bikini nasi goreng, biar enggak kelaparan nanti di perjalanan" meletakan sepiring nasi goreng tepat di hadapan Arumi.
"Woh...tau aja bunda kalau Arumi pengen nasi goreng" wajah nya mendekat ke piring nasi goreng yang baru saja matang, menghirup aroma sedap yang keluar dari nasi goreng.
"Terus yang ikut nanti ada berapa?" menarik kursi yang ada di samping Arumi.
Arumi memasukan satu suapan ke dalam mulut nya. Nyam..nyam... Arumi mengunyah nasi goreng dengan penuh penghayatan. Setelah berhasil menelan nasi goreng, barulah Arumi menjawab" kemarin rencana nya yang ikut ada dua puluh orang. Terus hari ini yang jadi pergi cuma tujuh orang. Yang lain nya enggak di beri izin sama orang tua"
"Oh, semua yang ikut cewek?" memiringkan tubuh nya menghadap ke anak nya.
"Ada cowok nya kok bund. Tiga orang, lainnya cewek" sahut Arumi.
__ADS_1
"Jaga diri di sana, pergaulan nya di batasi. Boleh berteman dengan anak cowok tapi ingat jangan kebablasan. Bukan nya bunda melarang berteman dengan anak cowok, boleh banget. Soal nya anak jaman sekarang kalau bergaul itu enggak di saring mana yang baik dan mana yang buruk. Takut nya kalau ada apa apa sama kamu. Deddy sama bunda yang malu. Ok jagalah nama baik keluarga kita di mana pun Arumi berada" ucap bunda Aurora.
Arumi yang mendengar nasehat dari bunda Aurora hanya bisa mengangguk angguk, sebab mulut nya masih sibuk mengunyah nasi goreng.
"Uang nya masih cukup apa enggak?"
"Masih bund" ujar Arumi yang sudah selesai menghabiskan nasi goreng buatan bunda Aurora.
Arumi melihat jam di pergelangan tangan nya yang menunjukan pukul 05.15 "bund Arumi berangkat dulu. Takut nya macet di jalanan" beranjak dari kursi. Dan tak lupa meminum air putih yang sudah di sediakan.
"Semoga selamat sampai tujuan ya sayang, have fan ya di sana" bunda Aurora memeluk anak nya sebelum berangkat liburan.
"Iya bunda, Arumi berangkat dulu. Assalamualaikum.." mencium telapak tangan bunda nya.
"Wa'alaikumsalam" balas bunda Aurora.
Arumi menyeret koper yang ia bawa. sampai keluar menuju mobil yang sudah siap membawa nya ke stasiun kereta api.
Saat di perjalanan tiba tiba, mobil yang di tumpangi Arumi mogok mesin. Membuat mobil tidak bisa jalan. Sudah lebih dari lima kali mencoba menghidupkan mesin, tetap tidak mau jalan. Arumi yang berada di dalam di buat bingung dengan kondisi saat ini. Kereta berangkat pukul 06.10 dan sekarang pukul 05.40 mobil masih belum bisa di nyalakan.
Di situasi mendesak ini, Arumi harus bisa berpikir cepat. Jalan keluar nya ialah memesan taksi online yang terdekat dari sini. Di tunggu sampai sepuluh menit, barulah taksi online datang. Arumi memindahkan barang barang nya dengan cepat.
...🍂🍂🍂...
"Makasih pak" Arumi telah sampai di stasiun kereta api dan untung nya datang tepat waktu. Menarik koper sambil menelepon Siska.
"Elu ada di mana? gue udah sampai" sembari melihat orang berlalu-lalang.
"Gue sama yang lain berada di depan loket. Buruan elu kesini" ujar Siska dari ponsel.
"Ok gue kesana" Arumi menutup panggilan telpon. Bersiap menuju loket.
Benar saja, kawan kawan nya sudah kumpul di depan loket. Barang bawaan nya tak begitu banyak, hanya diri nya lah yang membawa koper kecil.
"Kemana aja elu untung datang tepat waktu. Kalau datang nya telat bisa di tinggal" ucap Ami orang yang memesankan homestay.
__ADS_1
"Mobil nya macet tadi, jadi datang nya sedikit telat. Sorry"
"..."
"..."
Hampir menunggu kereta kurang lebih sepuluh menit. Akhirnya gerbong kereta jurusan Wonosobo tiba. Orang orang yang ingin pergi ke jurusan Wonosobo atau ke tempat lainnya juga masuk ke gerbong yang sama. Satu persatu orang masuk ke dalam.
Di dalam gerbong masih banyak kursi yang kosong. Arumi kebagian duduk di nomor 13A yang letak nya di tengah tengah gerbong. Nomor 13A berada di pojok dekat jendela kereta api. Di sebelah nya di duduki oleh Anin yang kedapatan duduk di nomor 13B.
Sepanjang perjalanan Arumi memilih tidur agar waktu bangun badan masih seger dan bisa melanjutkan kegiatan lainnya.
Perjalanan dari Jogjakarta sampai ke Wonosobo menggunakan jalur darat menghabiskan kurang lebih empat jam perjalanan. Hamparan hijau sawah dan indah nya langit di pagi hari sangat berbeda jauh dengan pemandangan alam mimpi. Ya Arumi sudah tertidur pulas sewaktu kereta berangkat. Baru mendapatkan kursi sedetik kemudian Arumi tertidur.
Hingga tak terasa kereta ini sudah sampai di tujuan. Anin yang duduk di samping Arumi, langsung membangunkan anak nya" hey! bangun udah sampai"
"Hmm..udah sampai" baru membuka mata sebelah.
"Iya udah sampai, turun di sini apa mau menetap di kereta" Anin sudah membawa barang bawaan nya sendiri.
"Ya turun lah"Arumi langsung bangun dan bergegas membawa koper dan tas.
...🍂🍂🍂...
Jam setengah satu barulah sampai di depan homestay yang di lihat lihat bangunan nya sudah tua. Seluruh bangunan ini menggunakan kayu, mulai dari dinding hingga lantai semua terbuat dari kayu. Kecuali genteng.
"Kata nya dekat sama tempat wisata. Nyata nya cukup jauh lokasi nya" kata Abi yang ikut rombongan Arumi. Kalian masih ingat!?.
"Ya emang dekat dari sini kurang lebih satu jam lah. Kalau mau cepat lewat jalan alternatif, tapi ya kalian tau lah jalan alternatif kayak apa" jawab Ami.
"Paman elu mana kok enggak kelihatan?" tanya Arumi.
"Ada kok di dalam, tadi udah kirim pesan sebelum sampai di sini. Yuk masuk ke dalam" Ami menyuruh yang lainnya untuk masuk ke dalam karna cuaca di sini sangat dingin.
__ADS_1
(contoh ilustrasi)
Bersambung...