Lelembut

Lelembut
malam mencekam


__ADS_3

Arumi kembali ke halaman sekolah dengan perasaan dongkol. Bagaimana bisa sekumpulan siswa bermain jelangkung di malam persami di tambah tidak mau mengakui kesalahan nya, akibat bermain jelangkung rata rata siswi kerasukan dan belum ada orang yang bisa menangani yang kerasukan.


Dengan situasi yang tidak memungkinkan ini, mau tak mau Arumi harus membantu orang orang yang tengah kerasukan. Kalau tidak segera di tangani kasihan raga nya.


Dengan niat yang tulus, Arumi berjalan mendekati sisiwi yang pertama kali kerasukan jin jahat. Sampai di depan sisiwi itu, Arumi memandang lama. Hingga sisiwi yang kerasukan itu sadar kalau diri nya di perhatikan oleh Arumi.


Siswi itu membuka kedua mata nya melotot dengan tatapan tajam mengarah Arumi yang berdiri tepat di depan sisiwi ini. Kedua mata memerah tak lupa menampilkan senyum mengerikan. Teman teman nya yang memegangi anak ini di buat keheranan kok bisa anak ini bersikap yang tak semestinya ia lakukan.


Sebelum Arumi datang, anak ini histeris teriak tidak jelas dengan kedua mata tertutup rapat. Tapi...saat Arumi tiba anak ini berubah lagi senyum senyum tak jelas tapi mengerikan bagi orang lain yang melihat nya.


"Kenapa betah ya di dalam raga anak ini" Arumi berjongkok dengan salah satu tangan memegang pergelangan kaki sisiwi yang kerasukan.


Sisiwi ini bukan nya menjawab malah berteriak histeris. Badan nya meronta ronta seakan kesakitan saat pergelangan kaki di pegang oleh Arumi. Teman teman yang yang memegangi tubuh anak ini di buat kewalahan. Tenaga nya lebih besar, layak nya memegangi tenaga tiga orang dalam satu raga. Benar benar kuat tenaga nya, sampai harus memanggil siswa yang bisa menahan tubuh anak ini.


Jangan tanya keadaan baju dan rambut, yang pasti rambut dan baju yang di kenakan berantakan. Rok pramuka sebagian ada yang robek karna ulah anak ini yang sedari tadi tidak mau diam.


Yang tadi nya lampu temaram sekarang sudah di betulkan sudah terang seperti sebelum ada kejadian ini. Panggung kecil yang awal nya rapi sekarang di gunakan sebagai tempat untuk orang orang yang kerasukan. Bunga bunga yang tertata rapi sudah tak berbentuk.


Orang yang kerasukan sama yang tidak. Banyakan orang yang kerasukan. 50% banding 30%.


Kembali ke topik utama.


Sepatu yang di kenakan anak ini satu persatu di lepas menyisakan telapak kaki tanpa kaos kaki. Ibu jempol kaki kanan di pegang erat seraya memanjatkan doa dalam batin.

__ADS_1


" Lepas panas, panas " menangis kesakitan menahan gejolak panas yang menjalar ke seluruh tubuh.


" Aaa!!! panas lepas kan aku! " kedua tangan nya siap mencekam leher Arumi. Dengan cepat teman teman lain nya mencegah kedua tangan anak ini agar tak jadi mencekam. Kedua tangan tadi bisa di tekuk layak nya cengkraman kaki burung elang.


" Lepas! kalau tidak kau lepas anak ini akan ku bawa " selang beberapa detik suara anak ini berubah menjadi suara laki laki. Dengan nada suara nya sangat berat.


Arumi menimpali ujar dia tanpa mau melepas jempol kaki " aku tidak akan melepaskan mu dan tidak akan membiarkan anak ini pergi bersama mu. Kalau kau benar benar kuat seharusnya tahan akan panas ini, bukan memberontak "


" Hahaha...akan ku buat kau menderita. Lepas anak siala* " kali ini muka Arumi terkena kuku dari anak ini. Muka Arumi luka sampai tiga garis di pipi sebelah kiri. Cakaran nya sangat dalam, membuat pipi kiri berdarah.


Arumi memegang pipi nya dengan tangan sedikit bergetar. Setelah memegang pipi nya, ia memperlihatkan darah yang berada di telapak tangan. Rasa amarah menguasai diri nya. Sorot mata tajam yang jarang di perlihatkan kini ia tampil kan. Sorot mata nya seperti mata elang yang siap mencari mangsa.


Dan mangsa nya berada di depan. Orang orang yang berada di sekelilingnya sudah memperingati Arumi untuk menahan amarah nya. Tapi belum ada yang berhasil. Cengkraman tangan Arumi sangat kencang menimbulkan bekas merah di kedua pergelangan kaki anak ini.


Ajaib nya perkataan seseorang ini di dengar oleh Arumi. Perlahan cengkram tangan nya mengendur. Tatapan mata mulai seperti biasa.


" Terimakasih Brian untung kau datang ke sini " ujar teman nya seraya menghela nafas lega.


Drap...drap...


" Arumi, Arumi..." ucap Siska dengan nafas memburu. " Ternyata elu ada di sini, gue cariin dari tadi enggak ketemu. Tau nya di sini " bertepatan padangan Siska melihat siswi yang masih kerasukan.


" Rum, udah elu keluarin yang ada di dalam tubuh orang itu" ikut duduk di sebelah Arumi. Baru saja pantat nya menyentuh tanah, Siska di kejutkan dengan keadaan Arumi yang pipi sebelah nya mengeluarkan darah.

__ADS_1


" Astaghfirullah! ya Allah, elu kena apa. Kenapa pipi lu begini? di cakar siapa " tangan Siska menyentuh dagu Arumi.


" Udah enggak apa, ini luka ringan. Nanti kalau udah selesai gue bersihin sendiri. Elu harus bantuin gue untuk mengeluarkan setan itu " menunjuk siswi yang masih kerasukan.


" Hmm.." mengangguk.


...🍂🍂🍂...


Arumi dan Siska membutuhkan hampir tiga puluh menit untuk mengeluarkan jin negatif yang masuk ke dalam tubuh sisiwi jurusan perhotelan. Dan perlahan sisiwi dan siswa yang kerasukan berangsur membaik. Suara teriakan dan keributan tak terdengar lagi.


Arumi melihat sekumpulan siswa yang duduk melingkar di bawah pohon sudah tak terlihat.


Setelah semua beres, barulah Arumi pergi mencari air mengalir untuk mengguyur luka di pipi nya. Supaya tidak terinfeksi bakteri.


" Aw.." melihat pantulan wajah nya di dalam cermin.


" Sini hadap gue" tutur Siska yang sudah tiba membawa obat rivanol obat luka luar.


" Kok bisa pipi lu di cakar, apa enggak sadar kalau pipi mu mau di cakar "


" Biasa lah setan nya enggak mau keluar terus mencakar pipi gue. Setan nya kuat banget ngusir nya, gue yang sendirian tak sanggup "


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2